Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    Hak Opsi dalam Jual beli Murabahah di Perbankan Syari’ah (Analisis Fatwa DSN Nomor 4/IV/ DSN-MUI/2000 tentang Murabahah)

    Get PDF
    ABSTRAK Hak opsi merupakan hak yang melekat pada seorang pembeli untuk melindungi kepentingan para pembeli dalam semua bentuk dan model jual beli, tak terkecualikan pada jual beli murabahah. Namun dalam fatwa DSN-MUI yang mengatur tentang murabahah sebagai acuan bank syariah dalam mengoperasikan kegiatannya mengatur bahwa keharusan pihak nasabah untuk membeli barang yang ia pesan. Ketentuan ini menunjukkan tidak adanya ruang bagi nasabah untuk memfasakh atau menggunakan hak opsi yang secara syara’ melekat pada pihak pelaku akad. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif filosofis. Artinya persoalan perubahan fatwa MUI yang terlihat menghilangkan hak opsi tersebut dianalisa dan diungkapkan hakikat dari murabahah yang menjadi produk bank syariah, kemudia dikemukakan dan dianalisa dasar-dasar argumentasinya. Selanjutnya penelitian ini menemukan bahwa tidak adanya hak opsi yang dimiliki oleh pembeli dalam murabahah pada fatwa tersebut, disebabkan oleh dua faktor. Pertama, karena terjadinya perubahan bentuk praktik murabahah yang terjadi di perbankan syariah dari bentuk semulanya yang menutup kemungkinannya bisa merugikan pihak nasabah (pembeli). Kedua, pertimbangan menutup terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh nasabah untuk sepihak membatalkan perjanjian yang dapat menyebabkan kerguian bank dan nasabah pihak ketiga. Kata kunci : Hak Opsi, Fatwa, Murabahah

    Problematika dan Strategi Pembentukan Bi’ah Lughawiyah Maharah Al-Kalam Bahasa Arab di MA Mu’allimin Nahdlatul Wathan Pancor: Bahasa Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika bi’ah lugawiyah maharah al-kalam bahasa Arab dan strategi dalam menciptakan bi’ah lugawiyah maharah al-kalam bahasa Arab di MA mu’allimin Nahdlatul Wathan Pancor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen penelitian dalam empat tahap, yaitu: reduksi data, analisis data, display data, dan  verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika para siswa di dalam bi’ah lugawiyah maharah al-kalam bahasa Arab adalah Dosen (masyaikh) jarang menggunakan bahasa Arab, para siswa lebih mengutamakan belajar nahwu dan sharaf, malu dan kaku dalam berbicara, khawatir melakukan kesalahan, takut di kritik, kurangnya motivasi dan partisipasi dari OSIS (Majlis al-Thullab), lebih fokus mempelajari kaidah dan kajian secara lebih mendalam tentang kitab-kitab turats, tidak adanya teman untuk berbicara bahasa Arab, lebih mengedepankan bahasa pasif (maharah al-istima’ dan maharah al-qira’ah). Adapun strategi pembentukan bi’ah lughawiyah maharah al-kalam bahasa Arab yang peneliti tawarkan adalah dengan membentuk kelompok-kelompok berbahasa Arab yang tidak terikat dengan tempat, dimanapun berada hendaklah berbicara dengan bahasa Arab meskipun hanya sebentar dengan tidak takut salah di dalam menggunakan kaidah nahwu dan sharaf.&nbsp

    Integrasi Ilmu dan Implikasinya Terhadap Pendidikan: Bahasa Indonesia

    No full text
    Tulisan ini membahas mengenai integrasi ilmu yang masih ramai menjadi topik dan fokus para pemikir Islam. Pemikiran mengenai integrasi ilmu tidak terjadi begitu saja, namun telah melewati perjalanan panjang dari masa ke masa. Mandeknya aktivitas intelektual dalam dunia Islam dan dominasi Barat dalam penguasaan ilmu pengetahuan dengan pendekatan empiris materialistis di era modern semakin mengasingkan masyarakat Islam terhadap realitas zamannya. Hal ini menjadi kegelisahan para pemikir Islam dan mendorong perlunya ummat Islam untuk kembali menguasai ilmu pengetahuan sebagaimana pada zaman kejayaan Islam. Ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan oleh dunia Barat telah menjauhkan manusia dari hakeket penciptaannya. Ilmu pengetahuan telah diarahkan pada prinsip bebas nilai yang tidak boleh disentuh dengan agama. Sehingga ilmu pengetahuan Barat telah menjauhkan ummat manusia dari nilai-nilai agama. Sejatinya, ilmu pengetahuan memperkuat agama. Hasilnya adalah seperti yang kita saksikan saat ini, dominasi Barat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka kuasai semakin membuat imperior dunia Islam. Selain itu, arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Barat jauh dari nilai-nilai agama yang justru semakin menjauhkan manusia dari kebahagiaan yang diimpikannya. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang bebas nilai yang saat ini sedang melanda dunia, telah membuat para pemikir untuk berpikir ulang mengenai hakekat ilmu pengetahuan.  Termasuk dalam dunia Islam, realitas ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi fokus pemikiran mereka. Telah banyak pemikiran dan konsep yang ditawarkan oleh para pemikir Islam mengenai tema ini. Penulis dalam hal hanya memposisikan diri sebagai pembedah dari hasil pemikiran-pemikiran para tokoh Islam terkait dengan integrasi ilmu, khususnya pada bahasan tipologi integrasi ilmu pengetahuan dan implikasinya terhadap pendidikan.Tulisan ini membahas mengenai integrasi ilmu yang masih ramai menjadi topik dan fokus para pemikir Islam. Pemikiran mengenai integrasi ilmu tidak terjadi begitu saja, namun telah melewati perjalanan panjang dari masa ke masa. Mandeknya aktivitas intelektual dalam dunia Islam dan dominasi Barat dalam penguasaan ilmu pengetahuan dengan pendekatan empiris materialistis di era modern semakin mengasingkan masyarakat Islam terhadap realitas zamannya. Hal ini menjadi kegelisahan para pemikir Islam dan mendorong perlunya ummat Islam untuk kembali menguasai ilmu pengetahuan sebagaimana pada zaman kejayaan Islam. Ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan oleh dunia Barat telah menjauhkan manusia dari hakeket penciptaannya. Ilmu pengetahuan telah diarahkan pada prinsip bebas nilai yang tidak boleh disentuh dengan agama. Sehingga ilmu pengetahuan Barat telah menjauhkan ummat manusia dari nilai-nilai agama. Sejatinya, ilmu pengetahuan memperkuat agama. Hasilnya adalah seperti yang kita saksikan saat ini, dominasi Barat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka kuasai semakin membuat imperior dunia Islam. Selain itu, arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Barat jauh dari nilai-nilai agama yang justru semakin menjauhkan manusia dari kebahagiaan yang diimpikannya. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang bebas nilai yang saat ini sedang melanda dunia, telah membuat para pemikir untuk berpikir ulang mengenai hakekat ilmu pengetahuan.  Termasuk dalam dunia Islam, realitas ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi fokus pemikiran mereka. Telah banyak pemikiran dan konsep yang ditawarkan oleh para pemikir Islam mengenai tema ini. Penulis dalam hal hanya memposisikan diri sebagai pembedah dari hasil pemikiran-pemikiran para tokoh Islam terkait dengan integrasi ilmu, khususnya pada bahasan tipologi integrasi ilmu pengetahuan dan implikasinya terhadap pendidikan

    IMPLEMENTASI PROGRAM BOARDING SCHOOL DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI MADRASAH ALIYAH (MA) SYAIKH ZAINUDDIN NW ANJANI

    Get PDF
    Karkater manusia di zaman sekarang ini terlihat sudah mulai mengabaikan nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi budaya bangsa, seperti nilai kejujuran (fairness), kesantunan, kebersamaan dan religius. Untuk mengantisipasi hal itu, maka salah satu sistem yang efektif untuk dikembangkan adalah mengimplementasikan program boarding school. Berangkat dari hal itulah, tujuan penelitian ini di antaranya adalah untuk mengetahui bagaimanakah implementasi program boarding school dalam  membentuk karakter siswa, untuk mengetahui bagaimanakah karakter siswa pada implementasi program boarding school, dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi program boarding school dalam membentuk karakter siswa di Madrasah Aliyah (MA) Syaikh Zainuddin NW Anjani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama: Implementasi program boarding school mengacu kepada sebuah perencanaan program boarding school, integrasi kurikulum madrasah dan program boarding school, serta langkah-langkah untuk melaksanakan kedua hal tersebut, dilakukan dengan menggunakan beberapa langkah, yaitu langkah persuasif, individual, dan kolektif. Kedua: Karkater yang dihasilkan dalam pengimplementasian program, boarding school yaitu pribadi yang beradab, beriman dan bertakwa, memiliki integritas tinggi, jujur, mandiri, patriotisme dan Nasionalisme, kedisiplinan dan tanggungjawab. Ketiga: Faktor pendukungnya adalah lingkungan religius, sarana dan prasarana yang memadai, dan pola interaksi super aktif yang dibangun antara guru dengan siswa, pengasuh dengan santari, siswa dengan siswa melalui program tiga bahasa yaitu bahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Sedangkan faktor penghambat yaitu : semangat yang menurun dari para siswa, kedisiplinan yang terlalu ketat di dalam asrama dan latar belakang siswa yang heterogen.Karkater manusia di zaman sekarang ini terlihat sudah mulai mengabaikan nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi budaya bangsa, seperti nilai kejujuran (fairness), kesantunan, kebersamaan dan religius. Untuk mengantisipasi hal itu, maka salah satu sistem yang efektif untuk dikembangkan adalah mengimplementasikan program boarding school. Berangkat dari hal itulah, tujuan penelitian ini di antaranya adalah untuk mengetahui bagaimanakah implementasi program boarding school dalam  membentuk karakter siswa, untuk mengetahui bagaimanakah karakter siswa pada implementasi program boarding school, dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi program boarding school dalam membentuk karakter siswa di Madrasah Aliyah (MA) Syaikh Zainuddin NW Anjani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama: Implementasi program boarding school mengacu kepada sebuah perencanaan program boarding school, integrasi kurikulum madrasah dan program boarding school, serta langkah-langkah untuk melaksanakan kedua hal tersebut, dilakukan dengan menggunakan beberapa langkah, yaitu langkah persuasif, individual, dan kolektif. Kedua: Karkater yang dihasilkan dalam pengimplementasian program, boarding school yaitu pribadi yang beradab, beriman dan bertakwa, memiliki integritas tinggi, jujur, mandiri, patriotisme dan Nasionalisme, kedisiplinan dan tanggungjawab. Ketiga: Faktor pendukungnya adalah lingkungan religius, sarana dan prasarana yang memadai, dan pola interaksi super aktif yang dibangun antara guru dengan siswa, pengasuh dengan santari, siswa dengan siswa melalui program tiga bahasa yaitu bahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Sedangkan faktor penghambat yaitu : semangat yang menurun dari para siswa, kedisiplinan yang terlalu ketat di dalam asrama dan latar belakang siswa yang heterogen

    URGENSI ADMINISTRASI GURU DALAM MENCIPTAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG EFEKTIF DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL MUTTAQIN NW PENUJAK

    Get PDF
    Penelitian ini memfokuskan kajian pada permasalahan yaitu: a) Bagaimana Perencanaan Administrasi Guru di Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqin NW Penujak., b) Bagaimana Pelaksanaan Administrasi Guru di Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqin NW Penujak, c) Bagaimana urgensi Administrasi Guru dalam Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Efektif di Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqin NW Penujak. Dilihat dari fokus  penelitian ini maka penelitian ini temasuk penelitian kualitatif analisis deskriptif, dengan mempergunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data, yaitu: Metode Observasi, Wawancara Mendalam (deep Interview), Dokumentasi. Analisis yang dipergunakan adalah analisis data induktif dan deduktif. Berdasarkan pembahasan yang dipaparkan maka hasil penelitian ini, diketahui bahwa: 1. Perencanaan Administrasi Guru di Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqin NW Penujak dapat dikatakan cukup baik, hal ini dapat dilihat dari lengkap data guru yang meliputi: identitas guru, latar belakang pendidikan guru, mata pelajaran yang dibina, serta perkembangan guru. 2. Pelaksanaan administrasi guru di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqin NW Penujak dapat membantu para guru untuk memiliki pemahaman yang sama tentang pelaksanaan proses administrasi madrasah, baik itu yang berkaitan dengan keberadaan guru, perkembangan jumlah guru dan mengembangkan potensi guru. Selain itu, para guru akan terbantu ketika seorang guru memerlukan data-data yang terkait dengan dirinya. Bagian administrasi Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqin NW Penujak dengan mudah akan dapat melayani dengan efektif. 3. Pentingnya administrasi guru di Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqin NW Penujak dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, maka keberadaan administrasi guru menjadi urgensi

    ANALISIS STRATEGI PENYALURAN DANA ZIS PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT DOMPET DHUAFA REPUBLIKA

    Get PDF
    Tujuan dilakukan studi ini untuk melihat bagaimana cara Dompet Dhuafa Republika menyalurkan ZIS kepada penerima manfaat. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan acuan karya ilmiah dan sumber lain yang relevan. Dompet Dhuafa selaku lembaga amil zakat memiliki strategi dalam melakukan kegiatan penyaluran dana ZIS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan strategi Dompet Dhuafa dalam melakukan penyaluran dana ZIS dapat dikatakan cukup efektif. Penyaluran dana ZIS tidak hanya berupa bantuan riil, tetapi juga dalam bentuk pemberdayaan melalui berbagai macam program dan pelatihan skill bagi penerima manfaat.The purpose of this study to determine how the strategy used by Dompet Dhuafa Republika in distributing ZIS funds to the community. The method used descriptive qualitative with reference to scientific works and other sources relevant to the object of this research. Dompet Dhuafa as an amil zakat institution has a strategy in distributing ZIS funds. The results of this study indicate that Dompet Dhuafa's strategy in distributing ZIS funds can be said to be quite effective. The distribution of ZIS funds is not only in the form of real assistance, but also in the form of empowerment through various programs and skills training for beneficiaries

    Kiprah Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional: Studi kasus di Darut Tauhid Bandung

    Get PDF
    Pesantren has changed its original role. There are three roles of pesantren (1) As a center for the transmission of traditional Islamic knowledge. (2) As guardians and custodians of traditional Islam (maintenance of traditional Islamic), (3) As the reproduction of ulama (ulama), welcoming the era of 4.0 cultural changes occurred in society, the role of pesantren was increased, namely as the economic center of the santri and the surrounding community. This is where the entrepreneurial boarding school was born. Darut Tauhid was born based on the concept of Islamic entrepreneurship, officially acting as a notary in 1990. Darut Tauhid's progress in the national education system, in accordance with its slogan, has created santri who are experts in remembrance, experts in thought and expert in endeavors. The past 15 years Darut Tauhid has been established six educational institutions for kindergarten, elementary, junior high school, vocational high school, STAI Darut Tauhid. Then the pesantren which is the core of the pesantren has three learning units, namely the Darut Tarbiyah unit, Baitul Quran Unit and Digital Da'wah. This research uses a descriptive qualitative approach, research instruments is the researcher himself The object of this research, the role of D arut Tauhid in the field of education both Islamic boarding schools and formal education.  Pesantren mengalami perubahan peran  semula Ada tiga peran pesantren (1) Sebagai pusat berlangsungya transmisi ilmu-ilmu keislaman tradisional (transmission of Islamic knowledge). (2) Sebagai penjaga dan pemelihara berlangsungnya Islam tradisional (maintenance of Islamic traditional, (3) Sebagai pusat reproduksi ulama (reproduction of ulama), menyongsong era 4.0 terjadi perubahan budaya dimasyarakat, peran pesantren bertambah yaitu sebagai pusat ekonomi santri dan masyarakat sekitar. Dari sinilah lahir pesantren kewirausahaan. Darut Tauhid lahir berdasarkan konsep kewirausahaan Islami, resmi berakta notaris tahun 1990. Kiprah Darut Tauhid dalam sistem pendidikan nasional, sesuai dengan slogannya menciptakan santri yang ahli zikir, ahli fikir dan ahli ikhtiar. Kurun waktu 15 tahun terakhir Darut Tauhid telah mendirikan 6 lembaga pendidikan TK, SD, SMP, SMA, SMK, STAI Darut Tauhid. Kemudian pesantren yang menjadi inti dari pesantren mempunyai tiga unit pembelajaran yaitu unit Darut Tarbiyah, Unit Baitul Quran dan Dakwah Digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Objek penelitian ini, peran  Darut Tauhid di bidang pendidikan baik pesantren.. &nbsp

    PENGARUH METODE BLENDED-INQUIRY Study Pada Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Qamarul Huda Bagu Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020): PENGARUH METODE BLENDED-INQUIRY BERBANTUAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS (Study Pada Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Qamarul Huda Bagu Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode Blended-inquiry berbantuan aplikasi Google classroom terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Populasi pada penelitian ini yaitu semua kelas X MIA di MA Qamarul Huda Bagu Lombok Tengah. Sampel penelitian yaitu kelas X MIA 1 dan X MIA 2 setelah dilakukan penyepadanan kelas.  Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes bentuk pilihan ganda yang telah memenuhi persyaratan uji instrumen penelitian. Hasil analisis gain score menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol pada tiap dimensi kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, uji hipotesis menggunakan T-test pada taraf signifikansi 5% menunjukan perbedaan antara kelas eksperimen dan kontrol sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode Blended-inquiry berbantuan aplikasi Google classroom terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris.&nbsp

    Manajemen Pepustakaan Sekolah (Studi Manajemen)

    Get PDF
    Management comes from the English word "management" with the verb to manage which generally means to take care of, lead, manage. The word "management" implies leading and leadership. Therefore, school library management implies "leading the school library and "school library leadership." Management is essentially an activity of leading and leadership to achieve organizational goals through activities/moving other people.The library is a minimum standard of school service facilities (Elucidation of the Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2003 concerning the National Education System Article 35 Paragraph (1). As a minimum school service facility, the library can be directed to learning activities inside and outside the school environment. the library can be utilized optimally in accordance with the objectives and functions of the school library, it is necessary to have adequate school library management.The school library is a library located in a formal education unit in the primary and secondary education environment which is an integral part of the activities of the school concerned, and is a learning resource center to support the achievement of the educational goals of the school concerned. Specifically, the purpose of the school library is stated in SNI School Libraries 7329-2009, which aims to "provide a learning resource center so that it can help develop and increase interest in reading, information literacy, talents and abilities of students."Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris “management” dengan kata kerja to manage yang secara umum berarti mengurusi, memimpin, mengelola. Kata “manajemen” mengandung makna memimpin dan kepemimpinan. Oleh karenanya, manajemen perpustakaan sekolah mengandung makna “memimpin perpustakaan sekolah dan “kepemimpinan perpustakaan sekolah”Manajemen pada hakekatnya  merupakan suatu kegiatan memimpin dan kepemimpinan untuk mencapai tujuan organisasi melalui kegiatan/menggerakkan orang-orang lain. Perpustakaan merupakan standar sarana minimal pelayanan sekolah (Penjelasan  Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 Ayat (1). Sebagai sarana pelayanan minimal sekolah, perpustakaan dapat diarahkan pada kegiatan belajar di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Agar perpustakaan dapat didayagunakan secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsi perpustakaan sekolah, maka diperlukan manajemen perpustakaan sekolah yang memadai. Perpustakaan sekolah adalah  perpustakaan yang berada pada satuan pendidikan formal di lingkungan pendidikan dasar dan menengah yang merupakan bagian integral dari kegiatan sekolah yang bersangkutan, dan merupakan pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. Secara spesifik, tujuan perpustakaan sekolah tertuang dalam SNI Perpustakaan Sekolah 7329-2009, yaitu bertujuan ”menyediakan pusat sumber belajar sehingga dapat membantu pengembangan dan peningkatan minat baca, literasi informasi, bakat serta kemampuan peserta didik.

    Penerapan Metode Explicit Instruction dengan Tipe Learning Start With A Question dalam Mata Pelajaran Qur’an Hadits Pada Siswa Kelas VII MTs NW Buntaji Tahun Pelajaran 2020/2021

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui cara menerapkan metode explicit instruction dengan tipe learning start with a question dalam mata pelajaran qur’an hadits pada siswa kelas VII MTs NW Buntaji tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian yang digunakan di sini adalah jenis penelitian tindakan kelas. Dalam istilah aslinya, penelitian tindakan kelas disebut Classroom Action Research dan memiliki empat tahap yaitu: Planning (perencanaan), Action (Tindakan), Observation (Pengamatan), dan refleksi. Teknik pengumpulan datanya adalah, observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil tes (Evaluasi) pada siklus I menunjukan bahwa terdapat  9 siswa yang belum mencapai ketuntasan individu dan 6 siswa mencapai ketuntasan belajar dari 15 siswa, persentase ketuntasan belajar yang dicapai siswa sebesar 40% dan skor rata-rata 66,3. Ketuntasan klasikal belum tercapai sebagaimana yang diharapkan > 65%. Pada siklus II hasil analisis data menunjukan bahwa rata-rata skor 76,3 dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 80%. Hal ini menunjukkan bahwa telah tercapai ketuntasan belajar siswa sebagaimana yang ditargetkan dalam kurikulum, yaitu persentase ketuntasan belajar siswa minimal 65%.The purpose of the study was to find out how to apply the explicit instruction method with the type of learning start with a question in the subjects of the Qur'an Hadith in class VII MTs NW Buntaji in the 2020/2021 school year. The research used here is a type of classroom action research. In its original term, classroom action research is called Classroom Action Research and has four stages, namely: Planning (planning), Action (Action), Observation (Observation), and reflection. The data collection techniques are observation, test and documentation.Based on the results of the test (Evaluation) in the first cycle, it shows that there are 9 students who have not achieved individual mastery and 6 students have achieved learning mastery of 15 students, the percentage of learning mastery achieved by students is 40% and the average score is 66.3. Classical completeness has not been achieved as expected > 65%. In cycle II the results of data analysis showed that the average score was 76.3 with student learning completeness of 80%. This shows that student learning mastery has been achieved as targeted in the curriculum, namely the percentage of student learning completeness is at least 65%

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇