Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU DI SMK MA’ARIF NURILHASANY DASAN BARU TAHUN 2020/2021
Abstrak :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru di SMK Ma’arif Nurilhasany Dasan Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kausal asosiatif (kuantitatif) dengan teknik field research, dan dengan menggunakan angket dan dokumen sebagai instrument utama. Populasi penelitian ini adalah 15 orang guru di SMK Ma’arif Nurilhasany Dasan Baru. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan Analisa linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru di SMK Ma’arif Nurilhasany. Hal ini dapat dilihat t hitung t tabel atau 2,412 1.693. Tingkat signifikansi variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah sebesar 0,031 lebih kecil dari 0,05, artinya signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha terima yaitu kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang baik dapat berpengaruh terhadap profesionalisme guru di SMK Ma’arif Nurilhasan
HUBUNGAN ANTARA NILAI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN AKHLAK REMAJA DI DUSUN JEROWAU
Hadirnya penelitian ini merupakan bentuk kegamangan peneliti terhadap kondisi akhlak remaja di zaman modern dan serba free access. Hal tersebut bukan tanpa alasan, maraknya konten negatif yang beredar, daerah komoditas pendidikan serta ekonomi yang menarik banyak pendatang, juga merupakan daerah yang dekat dengan pondok pesantren Sunan Pandanaran. Beberapa hal tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian didaerah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh nilai pelajaran PAI yang didapatkan di sekolah terhadap kondisi akhlak remaja dalam lingkungan ia dengan Tuhannya, ia dengan keluarganya serta ia dalam masyarakatnya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (field research), dimana data yang dikumpulkan merupakan hasil akumulasi data yang didapatkan dilapangan. Informan penelitian ini meliputi remaja, orangtua remaja serta tokoh masyarakat, sedangkan tempat penelitiannya berada di Dusun Jerowaru. Teknik pengumpulan data penelitian ini memakai teknik wawancara serta observasi. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data dan penyajiaan data.
Hasil penelitian yang didapatkan antaralain, bahwa nilai pelajaran PAI remaja Jerowaru yang didapatkan disekolahnya mayoritas adalah baik. Sedangkan kondisi akhlak remaja Candikarang, baik dalam pribadi, keluarga maupun masyarakatnya tergolong standar dan belum pada tahap keterlaluan. Begitu pun posisi bagus tidaknya nilai pelajaran PAI seorang remaja ternyata tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akhlak remaja tersebut
Abstract: The COVID-19 pandemic PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MASA PANDEMI COVID-19: ARABIC LANGUAGE LEARNING IN THE TIME OF THE COVID-19 PANDEMIC
Pandemic covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini berdampak besar pada berbagai sector, salah satunya adalah pendidikan. Dunia pendidikan juga ikut merasakan dampaknya. Pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan walaupun peserta didik tetap berada di rumah. Solusinya, pendidik di tuntut harus mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan media online. Tujuan penelitian ini adalah sebagai bentuk tinjauan umum terhadap pembelajaran online pada masa pandemi covid-19 serta apa saja problematika yang dihadapi guru maupun siswa dalam proses pembelajaran bahasa arab di tengah pandemic covid-19. Penelitian ini termasuk dalam studi literatur. Analisis dilakukan dari berbagai artikel maupun sumber sejenis terkait pembelajaran online pada masa pandemic.Kata Kunci: Pembelajaran Online, Bahasa Arab, Pandemi Covid-1
: Bahasa Indonesia
Di tengah pengaruh digitalisasi yang melemahkan kekhasan lokal, gaya kepemimpinan kiai bertahan dan terus berkembang dalam menyebarkan Islam melalui pengembangan pesantren di Bali. Praktik kepemimpinan kiai bukan hanya memperlihatkan berlakunya suatu nilai-nilai keislaman yang konsisten di tengah-tengah sikap nyinyir ortodoksi Islam terhadap kemajemukan berbangsa dan bermasyarakat. Keteribatan kiai dalam kehidupan keagamaan yang toleran menyuguhkan praktik keislaman yang penuh kedamaian dan kerahmatan. Gaya kepemimpinan kiai menghasilkan corak pesantren toleran yang hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Hindu-Budha di Pulau Dewata itu.
Gaya kepemimpinan kiai dalam menyelesaikan konflik pesantren dan masyarakat di Bali diperlihatkan dalam bentuk penyeesaian yang damai. Praktik kepemimpinan kiai dalam penyelesaian konflik di Bali berupa adanya pesantren toleran menunjukkan adanya sikap inklusif terhadap masyarakat sekitar. Keterbukaan masyarakat Bali terhadap keberadaan dan perkembangan pesantren disambut baik oleh berbagai pihak. Tahun 2017, para peserta Bali Summit, yaitu pertemuan bergengsi menteri se dunia berkunjung ke Pesantren Toleran Bali Bina Insani di Tabanan Bali. Kunjungan tersebut merupakan pengakuan keberhasilan kepemimpinan kiai dalam menghadirkan kehidupan keberagamaan yang damai bagi sesama.
 
Penggunaan Media Belajar Online Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Daring dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19 : Bahasa Indonesia
Kualitas pendidikan saat ini tengah mengalami tantangan sebagai dampak mewabahnya virus Covid-19. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring, pendidik harus mencari cara bagaimana agar tetap bisa menyampaikan materi pembelajaran dan dapat diterima dengan mudah oleh peserta didik. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Daring. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk meningkatkan mutu pembelajaran adalah guru dilatih dan melakukan In House Training (IHT), menggunakan sistem guru asuh, dan menerapkan pembelajaran secara bersilang. Penggunaan tehnik-tehnik tersebut dinilai sangat tepat disaat kondisi pandemi covid-19.dengan menggunakan media media tersebut disaat pandemic dapat tercapai indikator kualitas pembelajaran yaitu adanya interaksi (aktivitas) guru dan siswa, media pembelajaran sesuai dengan iklim pembelajaran, dan tercapainya tujuan pembelajaran
Implementasi Pembelajaran PAI dalam Penguatan Karakter Religius dan Sikap Peduli Sosial Siswa di SMA Negeri 2 Masbagik: Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Perencanaan pembelajaran PAI dalam penguatan karakter religius dan sikap peduli sosial siswa di SMA Negeri 2 Masbagik, (2)Pelaksanaan pembelajaran PAI dalam penguatan karakter religius dan sikap peduli sosial siswa di SMA Negeri 2 Masbagik, (3)Evaluasi pembelajaran PAI dalam penguatan karakter religius dan sikap peduli sosial siswa di SMA Negeri 2 Masbagik.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisa data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu reduksi data, Display data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data menggunakan metode triangulasi data.
Hasil penelitian menyatakan bahwa (1)Perencanaan pembelajaran PAI dalam penguatan karakter religius dan sikap peduli sosial siswa di SMA Negeri 2 Masbagik dilakukan melalui penyusunan silabus, sosialisasi silabus dan penyusunan RPP. (2)Pelaksanaan pembelajaran PAI dalam penguatan karakter religius dan sikap peduli sosial siswa di SMA Negeri 2 Masbagik dilakukan melalui kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler. (3)Evaluasi pembelajaran PAI dalam penguatan karakter religius dan sikap peduli sosial siswa di SMA Negeri 2 Masbagik dilakukan melalui penilaian autentik, penilaian acuan kriteria dan hasil akhir pembelajaran.Tesis ini menyimpulkan bahwa implementasi PAI dalam penguatan karakter religus dan sikap peduli sosial adalah proses membentuk, mentransformasikan dan mengembangkan potensi anak didik di seluruh Indonesia agar senantiasa berpikir baik, berhati baik dan berperilaku baik
ANALISIS MATERI MEMPRODUKSI TEKS ANALISIS MATERI MEMPRODUKSI TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA: ANALISIS MATERI MEMPRODUKSI TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Judul penelitian “Analisis Materi Memproduksi Teks Eksplanasi Kompleks Pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk analisis dalam memperoduksi teks eksplanasi kompleks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Sumber pada penelitian ini adalah materi menulisdalam memproduksi teks eksplanasi kompleks. Pada analisis materi terutama materi yang ada pada buku ajar dan ditak terlepas dari ketentuan seperti yang biasa dilakukan pada proses pembelajaran pada umumya yakni mengamati, menanya, mencoba, menalar mengomunikasikan.
Berdasarkan analisis menyimpulkan bahwa analisis materi memproduksi teks eksplanasi kompleks pada mata pelajaran bahasa Indonesia tidak bisa jauh media, fenomena/pristiwa terdekat. Dengan demikian analisis materi memproduksi teks eksplanasi kompleks akan baik, karena adanya daya tarik tersendiri dari teks eksplanasi kompleks tersebut.
Berdasarkan kesimpulan di atas, bahwa analisis materi teks eksplanasi kompleks merupakan satu kesatuan dalam komponen bahasa Indonesia. Sehungga setiap maeteri harus dianalisis dibutuhkan untuk dianalisis
Institusi Pendidikan Islam Indonesia Era Milenial
Humans live in the millennial era. The continuation of this global era has created new challenges that must be utilized as well as possible, so that these challenges bring blessings to everyone who does it. Millennials, who look like both sides of the same coin, have both positive and negative impacts. Millennials are inspired not only by capitalism but also by pragmatism which has practically influenced education in Indonesia. The role of education becomes practically unknown and far from the needs of society.To face this era, what should Islamic education do as a sub-system of national education? Islamic schools (madrasas) as a sub-system of Islamic education in Indonesia, have very strong experience to face challenges in the last Dutch colonialism era.The fact that the madrasa has not only autonomy but also intellectual resources has proven that it can meet the needs of Islamic society. Millennials as a process of cultural transformation affect the world, especially the practice of education in Indonesia. Everyone using science and technology can easily access global culture. A value-free global culture must be faced with the transformation of values that Islamic scholars have changed in pesantren (Islamic boarding schools) and Islamic schools (madrasas).In other words, both pesantren and madrasas should not be trapped in ideological capitalism and can serve everyone. That is because the paradigm of Islamic Education is different from both capitalism and pragmatism.Manusia hidup di era milenial. Era kelanjutan dari era global ini telah menimbulkan tantangan-tantangan baru yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga tantangan tersebut membawa berkah bagi setiap orang melakukannya. Milenial, yang terlihat seperti kedua sisi dari satu koin, memiliki dampak positif dan negatif. Milenial terinspirasi tidak hanya oleh kapitalisme tetapi juga oleh pragmatisme secara praktis telah berpengaruh terhadap pendidikan di Indonesia. Peran pendidikan menjadi praktis tidak dikenal dan jauh dari kebutuhan masyarakat.
Untuk menghadapi era ini, apa yang seharusnya pendidikan Islam lakukan sebagai sub-sistem pendidikan nasional? Sekolah Islam (madrasah) sebagai sub-sistem pendidikan Islam di Indonesia, memiliki pengalaman yang sangat kuat untuk menghadapi tantangan di era kolonialisme Belanda terakhir.
Faktanya bahwa madrasah tidak hanya memiliki otonomi tetapi juga intelektual sumber daya telah membuktikan bahwa itu dapat memenuhi kebutuhan Islam masyarakat. Milenial sebagai proses transformasi budaya mempengaruhi dunia, terutama praktek pendidikan di Indonesia. Semua orang menggunakan sains dan teknologi dapat dengan mudah mengakses budaya global. Budaya global yang bebas nilai harus dihadapi oleh transformasi nilai-nilai yang ulama Islam telah berubah di pesantren (Islam pesantren) dan sekolah-sekolah Islam (madrasah).
Dengan kata lain, baik pesantren maupun madrasah seharusnya tidak terjebak dalam kapitalisme ideologi dan bisa melayani semua orang. Itu karena paradigm Pendidikan Islam berbeda dari kedua kapitalisme dan pragmatisme
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATAN POTENSI BERORGANISASI PESERTA DIDIK DI MTS AL IJTIHAD DANGER
Organisasi peserta didik yang ada di sekolah merupakan suatu wadah yang memfasilitasi para siswa untuk bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing demi kepentingan sekolah dan seluruh siswanya. Selain itu juga, fungsi dari orgasisasi peserta didik ini sabagai pendorong berkembangnya kemampuan dan kreativitas siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui perencanaan kepala sekolah dalam peningkatan potensi berorganisasi peserta didik di MTs Al Ijtihad, 2) Untuk mengetahui proses pelaksanaan kepala sekolah dalam peningkatan potensi berorganisasi peserta didik di MTs Al Ijtihad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif pendekatan deskriptif. Subjek penelitiannya meliputi Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, dan Peserta Didik. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepala sekolah melakukan persiapan dalam mengelola organisasi peserta didik yaitu dengan melakukan musyawarah terhadap pengorganisasian peserta didik yang terdiri dari kepala sekolah, waka kesiswaan, orang tua wali dan para pembina atau pembimbing kegiatan pengorganisasian. Kemudian dalam pelaksanannya memberi arahan kepada waka kesiswaan, selebihnya waka kesiswaan memberikan pembinaan dan memberikan arahan kepada para pembimbing organisasi dan para pembimbing tersebut akan terjun langsung ke lapangan, memberi arahan dan bimbingan maupun melakukan kontroling terhadap peserta didik dalam berorganisasi
KONSEP IDDAH DALAM FIQIH ISLAM
This study aims to find answers to iddah for women in Islamic fiqh, which is followed up with iddah for husbands in fiqh literature, gender perspective. In this study, the researcher used a type of library research, with a qualitative descriptive approach. While the application of iddah for husbands is currently general, and it is a primary need that has two benefits that run in balance between vertical and horizontal benefits. Considering that the iddah for the husband is not clearly covered in the sources of Islamic law, the normative support (al-Quran and Hadith) used is the universal aspect of the scope of meaning contained by the two sources. The result is a fight that ends in divorce or divorce. Although divorce itself is very hated by Allah SWT. Because the principle of marriage in Islam is committed to a relationship for an unlimited time. The term iddah existed before Islam came, but the practice of iddah at that time was very inhumane. In the sources of Islamic law, iddah includes obligations that must be carried out by women, if analyzed by gender analysis this clearly discriminates against women if the husband is not subject to the burden of iddah, the article is women today both have a big contribution to the progress of religion and the state. Indeed, the iddah for the husband has been introduced by scholars in the fiqh literature even though it is only limited to two conditions. Therefore, fiqh which is a representation of Islamic law needs to be reviewed to be synergized with the social conditions of the community, this is in line with the rule which says that legal changes are caused by changing situations and conditions.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jawaban terhadap iddah bagi perempuan dalam fiqih Islam, yang ditindak lanjuti dengan iddah bagi suami dalam literatur fiqih, perspektif gender. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kepustakaan, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan pemberlakuan iddah bagi suami untuk saat ini berlaku general, dan hal itu merupakan kebutuhan primer yang mempunyai dua kemaslahatan yang berjalan seimbang antara kemaslahatan yang bersifat vertikal dan horizontal. Mengingat iddah bagi suami tidak terkover secara jelas dalam sumber hukum Islam, maka sandaran normatif (al-Quran dan Hadis) yang dipakai adalah aspek keuniversalan cakupan makna yang dikandung oleh kedua sumber tersebut. Dampaknya terjadi pertengkaran yang berujung dengan perceraian atau talak. Meskipun perceraian itu sendiri sangat dibenci oleh Allah Swt. Karena prinsip pernikahan dalam Islam adalah beriktikat menjalin hubungan untuk waktu yang tidak terbatas. Terminologi iddah telah ada sebelum Islam datang, namun praktek iddah pada saat itu sangat tidak manusiawi.Dalam sumber hukum Islam iddah termasuk kewajiban yang harus dijalani kaum perempuan, jika dianalisis dengan analisis gender ini jelas mendiskriminasikan kaum perempuan apabila pihak suami tidak terkena pembebanan iddah, pasalnya kaum perempuan saat ini sama-sama mempunyai andil besar terhadap kemajuan agama dan Negara. Sejatinya iddah bagi suami telah diperkenalkan oleh para ulama dalam literatur-literatur fiqih sekalipun hanya terbatas dalam dua kondisi. Oleh karena itu fiqih yang menjadi representasi dari hukum Islam perlu ditinjau kembali untuk disinergikan dengan keadaan sosial masyarakat, ini sejalan dengan kaidah yang mengatakan perubahan hukum disebabkan berubahnya situasi dan kondisi