eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
2712 research outputs found
Sort by
a Edukasi dan Sosialisasi Bahaya Zat Aditif Makanan dan Identifikasinya Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Guru SMA Labschool Cibubur
Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam produk, khususnya makanan dan minuman, untuk meningkatkan kualitas, memperpanjang daya simpan, memperbaiki rasa, warna, tekstur, atau penampilannya, serta menjaga keamanan produk. Zat aditif umumnya digunakan dalam proses pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu atau mencegah kerusakan pada produk. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan tanggung jawab serta peran aktif dosen melaksanakan salah satu kegiatan dari Tridarma Perguruan Tinggi untuk memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya zat aditif pada makanan serta identifikasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilih asupan makanan dalam tubuh. Metode pengabdian yang dilakukan adalah penyuluhan dan demonstrasi yang melibatkan 1 orang guru Labschool Cirendeu, 1 orang guru Labschool Kebayoran, 3 orang guru SD Labschool Cibubur, 10 orang guru SMA Labschool Cibubur, 5 orang guru SMP Labschool Cibubur, 6 orang mahasiswa Prodi Kimia UNJ sebagai khalayak sasaran dengan tujuan memberikan pemahaman kepada guru dalam mengetahui kandungan dari zat aditif makanan yang berbahaya. Hasil kegiatan PKM yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menguji adanya zat aditif pada makanan dan minuman
Dampak Perilaku Sehat Dengan Infeksi Cacing Yang Ditularkan Melalui Tanah di SDN 21 Batang Anai Padang Pariaman: Dampak Perilaku Sehat Dengan Infeksi Cacing Yang Ditularkan Melalui Tanah di SDN 21 Batang Anai Padang Pariaman
Prevalensi kecacingan yang berhubungan dengan status ekonomi dan kebersihan lingkungan.Penularan penyakit kecacingan akan berlangsung secara terus menerus karena masih adanya faktor-faktor yang mendukung, seperti iklim tropis, pendidikan dan status ekonomi yang rendah, sanitasi lingkungan yang jelek, dan kurangnya kebersihan perorangan. Anak sekolah dasar mudah terinfeksi cacing usus karena mereka sering bermain ditanah, dan kurang pengetahuan tentang kebersihan pribadi, sehingga penting sekali untuk mencegah dan memberantas infeksi cacing. Oleh karena itu amat diperlukan upaya yang nyata dalam pemberantasan penyakit kecacingan, diantaranya adalah pemeriksaan tinja secara berkala, pengobatan berkala, pendidikan kesehatan yang berkesinambungan serta melibatkan pihak sekolah dan orang tua dalam upaya pemberantasan penyakit kecacingan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menurunkan prevalensi infeksi Soil transmitted helminth, khususnya pada anak sekolah, dengan cara mengajarkan perilaku hidup sehat dan pemberian obat pada yang terinfeksi. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan dengan cara pemeriksaan tinja, pengobatan masal dan penyuluhan kesehatan. Pemeriksaan tinja dilakukan dengan cara setiap anak SD diberikan pot tinja dan diminta menyerahkan tinjanya kedalam pot tinja yang telah dibagikan suatu hari sebelumnya, kemudian tinja dibawa ke laboratorium parasitologi UNAND untuk diperiksa dengan metode langsung dan pemeriksaan Harada Mori. Kegiatan ini dilaksanakan pada SDN 21 Batang Anai di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman pada hari Rabu, 29 Juli 2019. Sampel yang diberikan penyuluhan adalah anak sekolah dasar kelas III dan IV, serta dihadiri oleh orang tua murid. Sebelum dilakukan penyuluhan dapat dilihat pengetahuan tentang penyakit kecacingan anak sekolah dasar masih kurang. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan memberikan hasil yang cukup memuaskan, dimana terjadi peningkatan hasil pre test dengan post tes
BUDAYA KONCO WINGKING DALAM PRAKTIK AKUNTANSI RUMAH TANGGA
This research aims to find out how the Javanese Konco Wingking culture of housewives applies to household accounting practices. The method used was descriptive qualitative with five female informants who played the role of housewives. We found the fact that accounting practices are not carried out in writing, but accounting is carried out in the form of communication between husband and wife and all transactions are quite memorable. Interestingly, if they practice accounting in the form of notes, they always experience a deficit, so modern accounting practices are never implemented. The Konco Wingking tradition of always obeying their husband as leader turns out to bring blessings to the household. Financial sustenance is always provided from unexpected directions. However, when forecasting like modern accounting, it is as if financial fortune is only what is written.
Keywords: Konco Wingking, housewife, household accounting
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya jawa Konco Wingking ibu rumah tangga dalam praktek akuntansi rumah tangga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan lima informan wanita yang berperan sebagai ibu rumah tangga. Kami menemukan fakta bahwa praktik akuntansi tidak dilakukan secara tertulis, tapi akuntansi dilakukan dalam bentuk komunikasi antara suami dan istri serta semua transaksi cukup diingat. Menariknya jika mereka melakukan praktek akuntansi berupa catatan, justru selalu mengalami defisit, sehingga praktek akuntansi modern tidak pernah dilakukan. Tradisi Konco Wingking yang selalu mematuhi suami sebagai pemimpin ternyata membawa keberkahan dalam rumah tangga. Rizki finansial selalu tercukupi dari arah yang tidak diduga-duga. Namun ketika melakukan forecasting seperti akuntansi modern, seolah rizki keuangan hanya yang tertulis itu.
Kata Kunci: Konco Wingking, ibu rumah tangga, akuntansi rumah tangga
A Case Report of VP Shunt Complication: VP Shunt Prolapse in Hydrocephalus Patient
Ventriculo peritoneal shunt (VPS) surgery is one of the common neurosurgical procedures employed in the management of hydrocephalus. Despite this procedure is quite common, there is a possibility of rare complications, such as the extrusion or prolapse of the VPS’s distal end. This case report reports highlight of VPS distal extrusion as a complication of VPS surgery. A 8-year-old male child, came with the distal end of the tube dangled from his intact abdominal wall with the only symptom was itching in the area where the tube came out. It is known that the patient had undergone VPS surgery 7 months ago due to hydrocephalus. Patient was performed VPS removal and then a new VPS was installed in the same side. The patient’s overall condition progressively improved after three days, and he was permitted to return home
Keputusan Finansial Generasi Z Ditinjau Dari Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Dan Financial Technology
Abstract
The low financial literacy and inclusion index in Indonesia indicates that society is not yet capable of managing finances and making sound financial decisions. This study aims to analyze the influence of financial literacy, financial inclusion, and financial technology on the financial decisions of Generation Z at IAIN Kudus. This research uses a quantitative method with primary data obtained through questionnaires, involving 100 active undergraduate students as the sample. The results show that financial literacy has a positive and significant impact on financial decisions, financial inclusion has a positive but insignificant impact, and financial technology has a negative but insignificant impact. The implications of this study emphasize the importance of financial education programs to enhance Generation Z\u27s knowledge in making better financial decisions.
Keywords: Financial Literacy; Financial Inclusion; Financial Technology; and Financial Decisions
Abstrak
Indeks literasi dan inklusi keuangan yang rendah di Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat belum mampu mengelola keuangan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan financial technology terhadap keputusan finansial Generasi Z di IAIN Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer melalui kuesioner, melibatkan 100 mahasiswa aktif S1 sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan finansial, inklusi keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan, dan financial technology berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya program edukasi keuangan untuk meningkatkan pengetahuan Generasi Z dalam membuat keputusan finansial yang lebih baik.
Kata kunci: Literasi Keuangan; Inklusi Keuangan; Financial Technology; dan Keputusan Finansia
Edukasi dan Pembuatan Hand Sanitizer dari Lemon Upaya Pencegahan Penularan Covid-19
Kegagalan dalam menjaga kebersihan tangan adalah penyebab utama infeksi dan dapat mengakibatkan penyebaran mikroorganisme multi resisten di lingkungan sekitar. Menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan adalah metode paling praktis dan efektif dalam pencegahan infeksi. Cara mencuci tangan yang paling tepat adalah dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Namun, penggunaan hand sanitizer dari bahan alam menjadi alternatif untuk membersihkan tangan di kala tidak ada air dan sabun.Tujuan kegiatan PkM ini adalah memberikan edukasi dan pembuatan hand sanitizer dengan menggunakan bahan alam upaya membantu pencegahan dari penularan infeksi virus, seperti COVID-19. Pada pembuatan hand sanitizer,memanfaatkan bahan alam yang ada disekitar mitra yaitu berupa jeruk lemon. jeruk lemon merupakan bahan alam yang memiliki aktivitas sebagai antiseptik, antibakteri, dan antivirus. Kegiatan PkM dilakukan dengan memberikan edukasi, pembuatan hand sanitaizer, serta pengisian pre test dan post test. Hasil PkM diperoleh peningkatan pengetahuan terkait wabah penyakit COVID-19 beserta proses penularannya, dan pemanfaatan bahan alam sebagai bahan pembuatan hand sanitizer dengan nilai rerata pre test 5,82%, sedangkan nilai rerata post test 8,95%
Pengaruh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, dan Lifestyle Hedonis Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Pada Wanita Karir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh pengetahuan keuangan, sikap keuangan dan lifestyle hedonis terhadap perilaku manajemen keuangan pada wanita karir di Kabupten Kendal. Responden dalam penelitian ini yaitu wanita yang bekerja sebagai PNS/BUMN, karyawan swasta dan wirausahawan yang berdomisili di Kabupaten Kendal. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel pengetahuan keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan, sedangkan untuk variabel lifestyle hedonis tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku manajemen keuangan
Peran dan Potensi Sinergi Mahkamah Konstitusi dan Pemerintah dalam Mewujudkan Praktik Good Governance di Indonesia
Abstrak
Era reformasi meningkatkan fokus pada good governance untuk mengatasi masalah Orde Baru. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan menjadi dasar hukum penting, menuntut transparansi dan responsivitas pemerintah. Mahkamah Konstitusi memastikan kebijakan pemerintah sesuai konstitusi. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka, mempelajari penelitian terdahulu, buku referensi, dan peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah mencari korelasi dengan penelitian ini untuk mempermudah penulis menjawab permasalahan yang dirumuskan. Artikel ini berusaha menarik perhatian pembaca dengan hasil penelitian berdasarkan data faktual dan aktual, serta menggunakan data dari sumber relevan dengan topik. Mahkamah Konstitusi berperan penting dalam menjaga keadilan, kepastian hukum, dan memverifikasi tindakan pemerintah agar sesuai dengan konstitusi. Tantangan utama adalah tekanan politik dan kepentingan kelompok. Sinergi antara kedua lembaga ini esensial untuk menerapkan kebijakan-kebijakan konstitusional yang mendukung good governance, seperti transparansi, independensi lembaga pengawasan, dan partisipasi publik. Mahkamah Konstitusi berperan penting dalam good governance di Indonesia, memverifikasi tindakan pemerintah agar sesuai konstitusi dan menjaga keadilan. Kinerjanya menunjukkan penerapan prinsip good governance. Tantangan terjadi dalam keterbukaan dan partisipasi publik, seperti pada RUU Cipta Kerja. Penting bagi pemerintah untuk memprioritaskan kepastian hukum, menjaga independensi kehakiman, dan memperkuat partisipasi publik.
Abstract
The reform era increased the focus on good governance to overcome the problems of the New Order. Law No. 30/2014 on Government Administration became an important legal basis, demanding government transparency and responsiveness. The Constitutional Court ensures that government policies comply with the constitution. This article employs the literature study method, examining previous research, reference books, and laws and regulations. The aim is to find correlations with this research, making it easier for the author to address the formulated problems. This article seeks to engage readers with research results based on factual and actual data and utilizes data from sources relevant to the topic. The Constitutional Court plays a crucial role in maintaining justice, legal certainty, and ensuring government actions are in accordance with the constitution. The main challenges are political pressure and interest groups. Synergy between the two institutions is essential to implement constitutional policies that support good governance, such as transparency, independence of oversight institutions, and public participation. The Constitutional Court is pivotal in ensuring good governance in Indonesia by verifying the government\u27s actions for compliance with the constitution and upholding justice. Its performance exemplifies the application of good governance principles. Challenges include issues in openness and public participation, as seen in the Job Creation Bill. It is important for the government to prioritize legal certainty, maintain judicial independence, and strengthen public participation
ANALISIS SISTEM PEMERINTAHAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK ULAYAT MASYARAKAT ADAT BADUY
The government system owned by the Baduy community is different from the government system, especially the village level government system that applies nationally which is regulated in Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government and Law Number 6 of 2014 concerning Villages. The aim of this research is to examine the governance system of the Baduy traditional community and the legal protection of the customary rights of the Baduy traditional community. This research uses normative legal research which uses normative case studies, which are the results of legal actions. The Baduy community has its own system of government called kembanguh karuhun with three traditional leaders or better known as Puun with different regional positions (tangtu), namely, Cibeo, Cikartawana, and Cikeusik. The Baduy and Kasepuhan indigenous communities make their living as farmers with communal land ownership (ulayat rights) which are regulated by customary orders, therefore the Regent of Lebak ratified Lebak Regency Regional Regulation Number 32 of 2001 concerning Protection of the Customary Rights of the Baduy Community.Sistem pemerintahan yang dianut oleh suku Baduy menunjukkan perbedaan signifikan dengan tatanan pemerintahan yang umumnya berlaku di tingkat desa, seperti yang diatur dalam kerangka hukum nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 terkait dengan Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem pemerintahan tradisional masyarakat Baduy dan juga melihat bagaimana perlindungan hukum terhadap hak ulayat mereka diatur. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu pendekatan hukum normatif dengan studi kasus normatif, yang mengacu pada penafsiran dan aplikasi hukum yang dilakukan secara teoritis. Dalam sistem pemerintahan Baduy, terdapat pemerintahan lokal yang disebut pikukuh karuhun yang dipimpin oleh tiga pemimpin adat, dikenal sebagai Puun, yang memiliki kedudukan di tiga wilayah berbeda, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Masyarakat Baduy dan Kasepuhan mayoritas menggantungkan mata pencaharian mereka pada pertanian dengan kepemilikan lahan komunal, yang dikenal sebagai hak ulayat, yang aturannya mengacu pada norma adat. Sebagai respons terhadap perlindungan hak ulayat tersebut, Pemerintah wilayah Lebak sudah melakukan pengesahan Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 32 Tahun 2001
Manajemen Strategis di Bawah Kerangka Kerja ESG: Meningkatkan Keberlanjutan Perusahaan dan Kepercayaan Pemangku Kepentingan
In an era where business sustainability is becoming increasingly important, Strategic Management Under an ESG Framework has become a key focus for many companies. With the increasing awareness of environmental, social, and corporate governance issues, companies around the world are increasingly realizing that their long-term success is not only determined by their financial performance, but also by their impact on the environment and society. In this context, the research aims to explore how the application of ESG principles in strategic management can improve corporate sustainability and strengthen stakeholder trust. The research uses a qualitative method through an analytical descriptive approach, where the theory or basis of discussion is taken from the results of literature studies such as books, articles and relevant journals, by also describing the theories, findings, and other research materials obtained from reference materials as the basis for research activities. This aims to understand the importance of ESG integration for strategic decision making so as to identify new opportunities to create long-term value, reduce risks, and build better relationships with stakeholders