eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
    2712 research outputs found

    Implementation Solar Panel Systems in Households: A Practical Guide to Energy Savings

    Get PDF
    Recently, the increase in electricity usage has become a reality. In Indonesia, the discovery of renewable energy sources is becoming more frequent. One solution being implemented is utilizing solar energy through Solar Power Plants (PLTS). This journal discusses the implementation of solar panel systems in homes as a practical guide for energy savings. Through case studies of implementation in several homes, this journal presents practical steps in installing and managing solar panel systems. The journal will also discuss the economic benefits obtained through the implementation of this system. The research results indicate that installing solar panels can be an effective step towards achieving energy efficiency and contributing to global efforts to reduce carbon footprints

    Ikhtisar Data Cagar Budaya Ke Dalam Buku Profil Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan

    Get PDF
    Pelestarian cagar budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab bagi para konservasi benda budaya atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saja, namun peranan ini juga perlu diterapkan oleh semua pihak dan dari semua bidang termasuk bidang ilmu sosial. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Workshop Penulisan buku Pusdatin tentang Cagar Budaya ini memberikan dukungan terhadap Pusdatin dalam penulisan buku mengenai cagar budaya di Jakarta Timur, Bekasi, dan Riau. Model workshop dilakukan dengan metode pelatihan dan diskusi mengenai Teknik penulisan dan pemilihan substansi isi, kemudian penyuntingan naskah, visualisasi pada buku dan tentang repositori. Berdasarkan hasil kegiatan PKM, diperlukan review secara mendetail tentang teknis penulisan yang perlu untuk menyesuaikan dengan kaidah penulisan buku. Dalam naskah juga perlu menambahkan poin-poin penting penggunaan tanda baca termasuk catatan kaki dan pemilihan istilah yang disesuaikan dengan pertauran Kemendikbud mengenai Cagar Budaya. Selain itu visualisasi pada buku serta penelusuran data sumber melalui repositori data dari Kemdikbudristek maupun dari sumber repositori ilmiah lain yang menunjang penulisan buku

    Analisis Hubungan Shift Kerja, Masa Kerja, Usia dan Kualitas Tidur terhadap Kelelahan Kerja (Fatigue) pada Pengemudi JakLingko Koperasi Jasa Angkutan Purimas Jaya

    Get PDF
    Fatigue is an important factor in ergonomics because it can affect the work ability of human resources. The term work fatigue leads to the condition of workers who are weakened to complete their work, resulting in a decrease in work capacity, endurance and work productivity. Work fatigue that occurs needs to be given special attention by the company in order to avoid hazards and risks that endanger workers and ongoing operational activities. One activity that has hazards and risks is driving. Driving fatigue is one of the factors causing accidents in the transportation sector so that it provides a high mortality rate. Therefore, this research was conducted at Mikrotrans JakLingko Koperasi Purimas Jaya to analyze the factors of work shifts, tenure, age and sleep quality that cause fatigue using the Subjective Self Rating Test method from the IFRC. The results showed that work shifts and fatigue had a value of 0.043 < 0.05, tenure and fatigue 0.874 > 0.05, age and fatigue 0.071 > 0.05 and sleep quality and fatigue 0.150 > 0.05. It is concluded that work shift and fatigue have a significant relationship. Meanwhile, tenure, age and sleep quality have no relationship to fatigue.Kelelahan (fatigue) menjadi faktor penting dalam ilmu ergonomi karena dapat mempengaruhi kemampuan kerja dari sumber daya manusia. Istilah kelelahan kerja mengarah pada kondisi pekerja yang melemah untuk menyelesaikan pekerjaannya, sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan kapasitas kerja, daya tahan tubuh serta produktivitas kerja. Kelelahan kerja yang terjadi perlu diberi perhatian khusus oleh perusahaan agar menghindari adanya bahaya dan risiko yang membahayakan pekerja maupun kegiatan operasional yang berlangsung. Salah satu kegiatan yang memilki bahaya dan risiko yaitu mengemudi. Kelelahan mengemudi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan di sektor transportasi sehingga memberikan angka kematian yang cukup tinggi. Maka dari itu penelitian ini dilakukan pada Mikrotrans JakLingko Koperasi Purimas Jaya untuk menganalisis faktor shift kerja, masa kerja, usia dan kualitas tidur yang menyebabkan kelelahan menggunakan metode Subjective Self Rating Test dari IFRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shift kerja dan kelelahan memiliki nilai 0,043 < 0,05, masa kerja dan kelelahan 0,874 > 0,05, usia dan kelelahan 0,071 > 0,05 serta kualitas tidur dan kelelahan 0,150 > 0,05. Disimpulkan shift kerja dan kelelahan memiliki hubungan yang signifikan. Sedangkan, masa kerja, usia dan kualitas tidur tidak memiliki hubungan terhadap kelelahan kerja

    Development Of Monzer Kahf’s Islamic Consumption Theory And Ethics

    Get PDF
    Abstract Monzer Kahf as a contemporary Muslim intellectual, has successfully articulated the concepts of welfare, utility, and consumption optimization for Muslim individuals. In the context of Islamic consumption theory, Monzer Kahf introduced the concept of rationality, while in Islamic consumption ethics, Kahf introduced the concept of \u27Final spending\u27. The purpose of this study is to design a theoretical framework and Islamic consumption ethics, which is expected to be the main foundation for Muslims\u27 understanding of the essence of consumption activities, with reference to Monzer Kahf\u27s economic thought. The methodology used is a qualitative method using library research. The result of this research is that Monzer Kahf\u27s economic thought provides a strong foundation for building a model of construction of Islamic consumption theory and ethics that can be a guide for individuals and society. By building this construction of Islamic consumption theory and ethics, it is hoped that people can adopt consumption practices that are in accordance with Islamic values, live a sustainable economic life, and help create a more just and empowered society. Keywords: Construction, Theory and Etchis of Consumption, Monzer Kah

    Menelaah Kesuksesan Konten YouTube yang Trending Analisis Data Video Trending di YouTube

    Get PDF
    Penelitian ini mengulas konten trending di YouTube, menganalisis faktor – faktor kesuksesan dan memahami perilaku penonton. Dengan menggunakan metode deskriptif dan time series, analisis dilakukan terhadap data video trending, menggambarkan pola waktu, kategori, waktu publikasi dan judul video. Hasil analisis statistik deskriptif menyajikan rata – rata kategori yang cenderung trending dan pola distribusi video berdasarkan tanggal. Diagram lingkaran mengidentifikasi kategori – kategori yang dominan, sementara analisis time series membuka waawasan terhadap tren musiman atau peristiwa tertentu. Analisis per channel mengungkapkan kontribusi utama pembuat konten dalam ekosistem YouTube. Analisis waktu publikasi menyoroti pentingnya pemilihan waktu yang optimal untuk meningkatkan visibilitas. Word Cloud pada judul video membuka pemahaman tentang kata – kata kunci yang mendukung konten trending. Analisis korelasi menunjukkan faktor – faktor yang mempengaruhi kesuksesan konten. Penelitian ini memberikan pandangan mendalam bagi pembuat konten untuk merancang strategi konten yang lebih efektif di era digital yang dinamis

    KONSEP BELA NEGARA DALAM PENANGGULANGAN DAN LATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA DI WILAYAH KABUPATEN PURWAKARTA: SEBUAH KOLABORASI PENTAHELIX

    Get PDF
    Wilayah Kabupaten Purwakarta memiliki indeks risiko bencana sedang – tinggi. Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melalui kolaborasi Pentaheliks, pemerintah mengkoordinir pihak akademisi, komunitas/masyarakat, media dan pengusaha/swasta agar dapat berperan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengurangan risiko bencana harus melibatkan berbagai pihak agar dapat mencapai hasil yang optimal. Kesiapsiagaan bencana harus dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan dan siswa sekolah. Peran tenaga kesehatan bukan hanya di fase respon bencana, tetapi dapat terlibat di fasse pra bencana dan pasca bencana. Dengan pemahaman dan ketrampilan mengenai kesiapsiagaan bencana,  siswa sekolah dapat melakukan upaya pengurangan risiko bencana, minimal untuk diri sendiri.             Konsep Bela Negara menjadi bagian penting dalam penanggulangan risiko bencana. Nilai-nilai bela negara menjadikan upaya pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari wujud partisipasi warga negara. UPN “Veteran” Jakarta sebagai kampus bela negara berperan dalam sosialisasi nilai-nilai bela negara di masyarakat. Seminar dengan tema : Konsep Bela Negara dalam penanggulangan bencana dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan kolaborasi Pentahelik

    Validation of Sistem Pelatihan Otak or SiPETA A Digital Cognitive Remediation Therapy for Children

    Get PDF
    The development of cognitive abilities is closely related to children\u27s academic achievement and behavioral issues. Children prefer media that use visual and auditory elements to optimize their attention. Therefore, media are needed to enhance attention and memory, thus improving their understanding of lessons and impacting academic performance. This study aims to validate SiPETA as a digital cognitive remediation therapy for children to enhance learning abilities. SiPETA was developed based on a prototype of learning methods focused on Attention, Memory, and Self-Regulation. The platform contains social intelligence stories based on Bloom\u27s taxonomy, categorizing cognitive abilities into six levels. The research method includes three stages. In the first stage, face validity was tested by 13 experts in child development and special education who evaluated the platform\u27s narratives using the Delphi method. In the second stage, content and construct validity of SiPETA were tested by experts using the Lawshe method. In the third stage, the usability of the SiPETA application was tested on 12 elementary school children using the Lawshe method. The results showed that SiPETA is valid, reliable, and ready for training. SiPETA can be a valuable tool for teachers and parents to help children develop cognitive skills and improve academic achievement

    A BRIEF SKEPTICISM: THE DISCOURSE OF THE COPENHAGEN SCHOOL AND CYBER SECURITY IN INDONESIA

    Get PDF
    The evidence shown from the last decade shows that Indonesia has been the constant target of cyber attacks, hence, the urgency to respond cyber threats with its according and appropriate response: a more securitized response. The existing literatures, however, have shown that the academic discourse national retaliation against the cyber threat is rarely guided by the Copenhagen School’s Securitization Theory, which has established a massive gap on why the the discourse has not been the mainstream approach on tackling Indonesia’s national threat on its cyber infrastructures. As a conclusion, the analytical lenses by the Barry Buzan and Ole Waever is strictly adopting concepts to define its own securitization process, but each concepts are still lacking of the depth required to wholefully understand how ideal securitization should and would work. Nonetheless, putting a state’s political actor as the securitization actor deemed to be putting too much emphasize as the state as the main national stakeholders, putting the society in an absurd position within the process of securitization

    HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN DISMENOREA DAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

    Get PDF
    Latar belakang: Banyaknya penelitian terkait Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan dismenorea dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kualitas tidur, hasil dari penelitian tersebut menimbulkan banyak kontroversi. Sehingga penelitian tersebut masih harus di teliti terkait hubungan dengan ketiga variabel tersebut. Metode: Penelitian ini dibagi enam tahap, yakni: 1) Pengurusan surat izin penelitian dan izin etik; 2) Menjelaskan tujuan, manfaat, dan mekanisme serta prosedur penelitian kepada responden; 3) Pengisian informed consent dan data diri oleh responden; 4) Pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT); 5) Pengisian kuesioner dismenorea dan pengukuran nyeri menggunakan VAS serta PSQI oleh responden; 6) Pengelolaan data menggunakan SPSS. Hasil: Dalam penelitian ini didapatkan IMT dengan kategori normal sebanyak 139 dari 247 mahasiswi (56,3%) diikuti kategori IMT kurus (17,4%), IMT sangat kurus (11,7%), IMT obesitas (10,1%), dan IMT gemuk (4,5%). Selanjutnya untuk kategori dismenorea didominasi oleh nyeri sedang (66,8%), lalu nyeri berat terkontrol (24,3%), nyeri ringan (8,1%), nyeri berat tidak terkontrol (0,8%). Kualitas tidur didominasi oleh kategori buruk (98,8%) dibandingkan dengan kategori baik (1,2%). Adapun uji normalitas yang digunakan, yaitu uji Kolmogrov-Smirnov dengan hasil p-value = 0,000 (p<0,05). Sehingga digunakan uji korelasi spearman IMT dengan dismenorea sebesar 0,384 (p>0,05). Uji korelasi spearman IMT dengan kualitas tidur sebesar 0,512 (p>0,05). Kesimpulan: Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan dismenorea dan kualitas tidur tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kata kunci: Dismenorea; Fisioterapi; Indeks Massa Tubuh (IMT); Kualitas Tidur; MahasiswiLatar belakang: Banyaknya penelitian terkait Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan dismenorea dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kualitas tidur, hasil dari penelitian tersebut menimbulkan banyak kontroversi. Sehingga penelitian tersebut masih harus di teliti terkait hubungan dengan ketiga variabel tersebut. Metode: Penelitian ini dibagi enam tahap, yakni: 1) Pengurusan surat izin penelitian dan izin etik; 2) Menjelaskan tujuan, manfaat, dan mekanisme serta prosedur penelitian kepada responden; 3) Pengisian informed consent dan data diri oleh responden; 4) Pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT); 5) Pengisian kuesioner dismenorea dan pengukuran nyeri menggunakan VAS serta PSQI oleh responden; 6) Pengelolaan data menggunakan SPSS. Hasil: Dalam penelitian ini didapatkan IMT dengan kategori normal sebanyak 139 dari 247 mahasiswi (56,3%) diikuti kategori IMT kurus (17,4%), IMT sangat kurus (11,7%), IMT obesitas (10,1%), dan IMT gemuk (4,5%). Selanjutnya untuk kategori dismenorea didominasi oleh nyeri sedang (66,8%), lalu nyeri berat terkontrol (24,3%), nyeri ringan (8,1%), nyeri berat tidak terkontrol (0,8%). Kualitas tidur didominasi oleh kategori buruk (98,8%) dibandingkan dengan kategori baik (1,2%). Adapun uji normalitas yang digunakan, yaitu uji Kolmogrov-Smirnov dengan hasil p-value = 0,000 (p<0,05). Sehingga digunakan uji korelasi spearman IMT dengan dismenorea sebesar 0,384 (p>0,05). Uji korelasi spearman IMT dengan kualitas tidur sebesar 0,512 (p>0,05). Kesimpulan: Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan dismenorea dan kualitas tidur tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kata kunci: Dismenorea; Fisioterapi; Indeks Massa Tubuh (IMT); Kualitas Tidur; Mahasisw

    PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS DOWN SYNDROME

    Get PDF
    Down Syndrome is a genetic disorder that occurs due to an extra chromosome 21. This condition causes various developmental problems, such as motor delays, muscle hypotonia, and cognitive and social limitations. Based on data from the World Health Organization (WHO), the prevalence of Down Syndrome in the world reaches around 1 case per 1,100 births. Physiotherapy management is an important part of helping children with Down Syndrome to develop motor skills, improve postural function, and improve quality of life. The patient aged 3 years and 5 months with Down Syndrome had delayed motor development, including not being able to walk independently, although he could sit stably and roll over. Clinical examination revealed muscle hypotonia, unstable posture, and limited joint range of motion. The patient had joint hypermobility characterized by asymmetrical posture and postural muscle weakness. The patient\u27s diagnosis is Down Syndrome (Trisomy 21). Physiotherapy interventions provided include Neurodevelopment Treatment (NDT) to improve postural control and body stability, play therapy for fine and gross motor stimulation, sensory treatment to stimulate the sensory motor system, and positioning exercises to improve posture and joint stability. After three therapy sessions, there were significant improvements in the patient\u27s ability to stand more stably, reduction of muscle hypotonia, and improved gross motor control. The success of physiotherapy intervention in patients with Down Syndrome depends on the consistency of ongoing therapy and the active role of parents in performing exercises at home. This shows the importance of collaboration between the physiotherapist and the patient\u27s family to support the child\u27s optimal development. Keywords: Physiotherapy, Down Syndrome, Neurodevelopment Treatment, play therapy, sensory.Down Syndrome adalah kelainan genetik yang terjadi akibat adanya tambahan kromosom 21. Kondisi ini menyebabkan berbagai masalah perkembangan, seperti keterlambatan motorik, hipotonia otot, serta keterbatasan kognitif dan sosial. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), prevalensi Down Syndrome di dunia mencapai sekitar 1 kasus per 1.100 kelahiran. Penatalaksanaan fisioterapi menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak dengan Down Syndrome untuk mengembangkan keterampilan motorik, meningkatkan fungsi postural, dan memperbaiki kualitas hidup. Pasien berusia 3 tahun 5 bulan dengan Down Syndrome mengalami keterlambatan perkembangan motorik, termasuk belum mampu berjalan secara mandiri, meskipun sudah dapat duduk dengan stabil dan berguling. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya hipotonia otot, postur tubuh yang kurang stabil, dan keterbatasan pada lingkup gerak sendi. Pasien memiliki kondisi hipermobilitas sendi yang ditandai dengan postur yang kurang simetris dan kelemahan otot postural. Diagnosis pasien adalah Down Syndrome (Trisomi 21). Intervensi fisioterapi yang diberikan meliputi Neurodevelopment Treatment (NDT) untuk meningkatkan kontrol postural dan stabilitas tubuh, play therapy untuk stimulasi motorik halus dan kasar, sensory treatment untuk merangsang sistem sensori motorik, serta latihan positioning untuk memperbaiki postur dan stabilitas sendi. Setelah tiga sesi terapi, terjadi perbaikan signifikan dalam kemampuan pasien untuk berdiri dengan lebih stabil, pengurangan hipotonia otot, dan peningkatan kontrol motorik kasar. Keberhasilan intervensi fisioterapi pada pasien dengan Down Syndrome bergantung pada konsistensi terapi yang berkelanjutan dan peran aktif orang tua dalam melakukan latihan di rumah. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara fisioterapis dan keluarga pasien untuk mendukung perkembangan optimal anak.  Kata Kunci : Fisioterapi, Down Syndrome, Neurodevelopment Treatment, terapi bermain, sensorik

    2,321

    full texts

    2,712

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇