eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
2712 research outputs found
Sort by
ANALISIS KORELASI PEARSON FAKTOR PENGARUH GENERATIVE AI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA ITS SURABAYA
This study aims to determine the effect of using Generative Artificial Intelligence (Gen-AI), specifically ChatGPT, on the critical thinking skills of students at the Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS) Surabaya. The research was conducted by distributing questionnaires to 53 ITS students containing questions about their perceptions of the ease of use, accuracy of answers, negative impacts on academics, and risks that may arise from the use of ChatGPT. The obtained data were then analyzed using Pearson correlation test and K-Means clustering. The results showed that there was no significant relationship between students\u27 perceptions of the accuracy of ChatGPT\u27s answers and its negative impact on academic activities. This means that students\u27 perceptions of ChatGPT\u27s accuracy do not affect their views on the potential negative impacts. K-Means clustering identified three groups of students with different perceptions of ChatGPT. Cluster 0 sees ChatGPT as a useful tool but remains wary of its potential negative impacts. Cluster 1 is unsure about the usefulness of ChatGPT. Cluster 2 is skeptical of ChatGPT\u27s usefulness and more concerned about its negative impact on learning and originality of work. This research provides insight into how students view generative AI technology and can be a basis for further research on the impact of Gen-AI on education
Keberlanjutan Sistem Penyediaan Air Minum Yang Dibangun Dari Program Pamsimas Untuk Warga Pedesaan Dan Peri Urban Di Solok Selatan, Sumbar
Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi program andalan nasional dalam meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat. Pamsimas pertama kali diluncurkan pada tahun 2008 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR. Program ini memfokuskan pada pengembangan komunitas melalui partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan fasilitas air minum dan sanitasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait dalam menyusun rencana program, pengumpulan data, dan evaluasi program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program Pamsimas telah berhasil meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak, serta membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasi program Pamsimas, seperti kurangnya partisipasi masyarakat yang aktif dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas program Pamsimas, termasuk peningkatan partisipasi masyarakat dan pendidikan tentang sanitasi dan kebersihan lingkungan
The Effect of Person Job-Fit and Internal Service Quality on Job Performance Through Job Satisfaction at 3-Star Hotel Employees in Surabaya
The goal of this research is to determine and evaluate the impact of person-job fit and internal service quality on job performance as assessed by work satisfaction. Staff from Surabaya\u27s three-star hotels made up the sample for this study. There were 145 responses in the sample. The sampling approach used in this study was purposive. This survey\u27s respondents were 17 years or older, had at least one year of work experience, and worked in Surabaya\u27s three-star hotels. The core data for this study were gathered by giving questionnaires on printed questionnaire sheets. This study used Structural Equation Modeling with SmartPLS as its data analysis method. The results of the study prove that person-job fit significantly influences job satisfaction, internal service quality significantly influences job satisfaction, job satisfaction significantly influences job performance, person-job fit significantly influences job performance through job satisfaction, and internal service quality significantly influences job performance through job satisfaction.
Keywords: Person Job-Fit, Internal Service Quality, Job Satisfaction, Job Performance, Hotel.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dan mengevaluasi dampak dari kecocokan individu-pekerjaan dan kualitas layanan internal terhadap kinerja kerja yang dinilai melalui kepuasan kerja. Staf dari hotel bintang tiga di Surabaya menjadi sampel dalam penelitian ini. Terdapat 145 responden dalam sampel. Pendekatan pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive. Responden survei ini berusia 17 tahun atau lebih, memiliki pengalaman kerja setidaknya satu tahun, dan bekerja di hotel bintang tiga di Surabaya. Data utama untuk penelitian ini dikumpulkan dengan memberikan kuesioner pada lembar kuesioner cetak. Penelitian ini menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural dengan SmartPLS sebagai metode analisis datanya. Hasil penelitian membuktikan bahwa kecocokan individu-pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, kualitas layanan internal berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja kerja, kecocokan individu-pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja kerja melalui kepuasan kerja, dan kualitas layanan internal berpengaruh signifikan terhadap kinerja kerja melalui kepuasan kerj
Tingkat Kesesuaian Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pemeliharaan Gedung Menggunakan Gondola
Background: High-rise building maintenance faces significant accident risks, particularly in gondola operations. Workers at Central Executive Board (DPP) of Party X perform routine building maintenance. Interview results indicate weather and wind conditions as primary work impediments that workers consistently face. This study evaluates Occupational Health and Safety (OHS) implementation at DPP Party X Building in East Jakarta and its importance for height workers
Methods: The research employs qualitative methods through observation, in-depth interviews, and documentation. Researchers apply checklist forms to measure compliance percentages based on Minister of Manpower Regulations (Permenaker) Number 9/2016 and Number 8/2020. Four gondola operators at DPP Party X Building Jakarta participated as informants.
Result: OHS standard compliance in height work reaches 95%. Compliance includes planning, work procedures, and Personal Protective Equipment (PPE) usage. Interview results show improved safety supervision and PPE usage consistency. Lifting equipment compliance reaches 83%. While PPE usage and equipment maintenance meet standards, equipment testing still requires certified technical personnel involvement.
Conclusions: OHS implementation for working at height workers at DPP Party X Building meets field standards. However, equipment maintenance aspects and certified technical inspections need enhancement to ensure operational equipment safety. Management needs to strengthen cooperation with certified third parties and improve Human capacity through certification programs. Regular OHS evaluations are necessary to ensure effectiveness and continuous improvement
Keywords: Implementation of K3; Height; ConstructionLatar Belakang: Pemeliharaan gedung bertingkat tinggi menghadapi risiko kecelakaan signifikan, terutama dalam penggunaan gondola. Pekerja Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai X melaksanakan pemeliharaan gedung secara rutin. Hasil wawancara menunjukkan cuaca dan angin menjadi faktor utama penghambat pekerjaan yang selalu dihadapi risikonya oleh pekerja. Penelitian ini mengevaluasi penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di Gedung DPP Partai X Jakarta Timur, serta pentingnya K3 bagi pekerja ketinggian.
Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Peneliti menerapkan lembar checklist untuk mengukur persentase kesesuaian berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 9 Tahun 2016 dan Permenaker Nomor 8 Tahun 2020. Empat operator gondola di Gedung DPP Partai X Jakarta berpartisipasi sebagai informan.
Hasil: Tingkat kepatuhan standar K3 dalam pekerjaan ketinggian mencapai 95%. Kepatuhan mencakup perencanaan, prosedur kerja, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil wawancara menunjukkan peningkatan pengawasan keselamatan dan konsistensi penggunaan APD. Kepatuhan penggunaan pesawat angkat mencapai 83%. Meskipun penggunaan APD dan pemeliharaan peralatan memenuhi standar, pengujian peralatan masih membutuhkan keterlibatan tenaga teknis bersertifikat.
Kesimpulan:
Penerapan K3 untuk pekerja ketinggian di Gedung DPP Partai X telah memenuhi standar lapangan. Namun, aspek perbaikan peralatan dan inspeksi teknis bersertifikat membutuhkan peningkatan untuk menjamin keamanan operasional peralatan. Manajemen perlu memperkuat kerja sama dengan pihak ketiga bersertifikat dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program sertifikasi. Evaluasi K3 berkala diperlukan untuk memastikan efektivitas dan perbaikan berkelanjutan.
Kata Kunci: Penerapan K3; Ketinggian; Konstruks
MISKONSEPSI PENYELESAIAN SENGKETA JAMINAN FIDUSIA DALAM PRAKTIK LEASING OLEH BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK)
The Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) in Indonesia has been a primary pillar in ensuring consumer protection since its establishment based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Dispute resolution, particularly those related to fiduciary guarantees in leasing practices, has been a major focus in the realm of consumer law. The conflict of jurisdiction between BPSK and the District Court in resolving leasing disputes has led to misconceptions about the role and authority of BPSK in resolving leasing disputes. Based on this axiom, the author conducted this research to identify and analyze misconceptions present in leasing dispute practices in Indonesia. The research method employed was normative law with a legislative approach and case studies. The research findings affirm that although the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) has authority in resolving consumer disputes, it lacks jurisdiction in leasing dispute resolution, thus necessitating a more detailed approach to provide a comprehensive understanding of the role and authority of BPSK to ensure complete consumer protection.Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di Indonesia telah menjadi pilar utama dalam memastikan perlindungan konsumen sejak pembentukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penyelesaian sengketa, khususnya yang terkait dengan jaminan fidusia dalam praktik leasing telah menjadi sorotan utama dalam ranah hukum konsumen. Adanya benturan kewenangan untuk penyelesaian sengketa leasing antara BPSK dengan Pengadilan Negeri telah melahirkan miskonsepsi peran dan kewenangan BPSK dalam menyelesaikan sengketa leasing. Berdasarkan aksioma itulah penulis melakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa miskonsepsi yang hadir dalam praktik sengketa leasing di Indonesia. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menegaskan bahwa meskipun Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) memiliki kewenangan dalam menyelesaikan sengketa konsumen, namun BPSK tidak berwenang dalam penyelesaian sengketa sehingga diperlukan adopsi pendeketan yang lebih terperinci untuk memberikan pemahaman yang utuh akan peran dan kewenangan BPSK agar tercipta perlindungan konsumen yang paripurna
Pengaruh Stress Kerja dan Work Environment Terhadap Kinerja Tenaga Pendidik Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi di SDN Kec. Jatiasih (Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar)
Penelitian ini ialah sebuah penelitian secara kuantitatif, dimana bertujuan untuk dapat mengetahui serta membuktikan mengenai Pengaruh Stress Kerja dan Work Environment Terhadap Kinerja Tenaga Pendidik Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi. Penelitian ini, menggunakan tenaga pendidik/guru PNS dari 10 SDN di Kec. Jatiasih sebagai populasinya dan jumlahnya terdapat 58 tenaga pendidik. Dimana, Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan SEM yang dimana berbasis PLS. Sehingga, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Stres kerja berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik, (2) Work environment berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik, (3) Kepuasan kerja berpengaruh positif serta signifikan terhadap kienrja tenaga pendidik, (4) Stres kerja berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik melalui kepuasan kerja sebagai mediasinya, (5) Work environment berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik melalui kepuasan sebagai mediasinya
Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Mediasi Pegawai BPPSDMP Kementerian Pertanian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap organizational citizenship behavior dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada PPSDMP Kementrian Pertanian. Sampel penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan pegawai Kantor Pusat BPPSDMP Kementerian Pertanian dengan teknik pengambian sampel menggunakan metode simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah SEM berbasis PLS. Hasil penelitian menunjukkan (1) motivasi kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior, (2) lingkungan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior, (3) komitmen organisasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior, (4) komitmen organisasi secara positif dan signifikan memediasi pengaruh motivasi kerja terhadap organizational citizenship behavior, (5) komitmen organisasi secara positif dan signifikan memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap organizational citizenship behavior
Upaya Pengentasan Kemiskinan di Indonesia Melalui Pemberdayaan Zakat dalam Perspektif Ekonomi Syariah
Abstract
Poverty is still a complex and difficult problem in various countries around the world. Likewise in Indonesia, the existing poverty rate as of March 2023 reached 25.90 million people or equivalent to 9.36% of the Indonesian population. As a country with a majority Muslim population, zakat can be an instrument that has great potential in overcoming poverty in Indonesia. The more zakat is collected and distributed appropriately, then zakat can be a good solution in alleviating poverty. For this reason, this research was prepared with the aim of discussing various efforts to alleviate poverty in Indonesia through zakat empowerment in sharia economic review. This research in its arrangement uses a qualitative descriptive method with a literature study approach. The data used in this research is secondary data obtained from relevant research that has been conducted by previous researchers. The result of this research is that efforts to alleviate poverty in Indonesia through zakat have been successfully carried out by the BAZNAS RI institution by distributing zakat to mustahik so that it contributes 1.76% to national poverty alleviation in September 2022 or the equivalent of helping 26.36 million people.
Keywords: Poverty, Sharia Economics, Zakat
Abstrak
Kemiskinan masih menjadi persoalan yang kompleks dan menyulitkan di berbagai negara di seluruh dunia. Begitupun di Indonesia, angka kemiskinan yang ada per Maret 2023 mencapai 25,90 juta jiwa atau setara dengan 9,36% penduduk Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas pemeluk agama Islam, zakat dapat menjadi instrumen yang berpotensi besar dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. Semakin banyak zakat yang terkumpul dan didistribusikan dengan tepat, maka zakat dapat menjadi sebuah solusi yang baik dalam pengentasan kemiskinan. Untuk itu, penelitian ini disusun dengan tujuan untuk membahas berbagai upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui pemberdayaan zakat dalam tinjauan ekonomi syariah. Penelitian ini dalam susunannya menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari penelitian yang relevan yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Hasil dari penelitian ini adalah upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui zakat berhasil dilakukan oleh lembaga BAZNAS RI dengan menyalurkan zakat kepada mustahik sehingga memberikan kontribusi sebesar 1,76% terhadap pengentasan kemiskinan nasional pada September 2022 atau setara dengan membantu 26,36 juta jiwa.
Kata kunci: Ekonomi Syariah, Kemiskinan, Zaka
Analisis Etika dan Dampak Penggunaan Sistem Pengenalan Wajah untuk Manajemen Kehadiran di Lingkungan Sekolah
Penggunaan sistem pengenalan wajah untuk manajemen kehadiran di sekolah menawarkan efisiensi dalam proses absensi dan peningkatan kedisiplinan siswa. Sistem ini memungkinkan absensi yang lebih cepat dan akurat serta membantu mengidentifikasi siswa yang sering terlambat atau bolos. Namun, teknologi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai privasi, keamanan data, dampak psikologis, dan etika. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis untuk mengevaluasi dampak etis, psikologis, dan keamanan dari implementasi sistem pengenalan wajah di sekolah. Hasil menunjukkan bahwa meskipun teknologi ini meningkatkan efisiensi, terdapat risiko signifikan terhadap privasi siswa jika data tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, sekolah harus menerapkan kebijakan privasi yang ketat dan standar keamanan tinggi untuk melindungi data biometrik siswa, serta memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua mengenai penggunaannya. Penting untuk memiliki kebijakan yang transparan dan evaluasi berkala untuk memastikan penggunaan teknologi yang aman dan efektif, serta menghindari diskriminasi atau bias. Regulasi yang ketat diperlukan untuk memastikan penggunaan teknologi yang sesuai dengan hukum dan etika. Dengan langkah-langkah yang tepat, teknologi ini dapat meningkatkan proses belajar mengajar dan keamanan di sekolah tanpa mengorbankan privasi dan hak-hak individu
IMPLEMENTATION OF DIABETIC FOOT EXERCISES TO IMPROVE FOOT SENSITIVITY IN TYPE 2 DIABETIC PATIENTS
Patients with diabetes mellitus are at a higher risk of developing diabetic foot ulcers, which can occur due to decreased foot sensitivity. The decreased sensitivity is caused by elevated blood sugar levels, leading to reduced blood flow that can damage nerves in the foot area, resulting in decreased sensation in the soles of the feet, often characterized by complaints of pain in the foot area. To reduce the risk of complications in the foot area, action is needed to increase foot sensitivity, one of which is by performing diabetic foot exercise. The aim of this study is to determine the benefits of implementing diabetic foot exercise to enhance foot sensitivity in middle-aged patients with type 2 diabetes mellitus. This research is a qualitative descriptive case study with a case study approach. The results of the sensitivity examination on subject 1 before diabetic foot exercise on the right foot were 2 (moderate sensitivity) and the left foot was 1 (low sensitivity). Meanwhile, the sensitivity examination results on subject 2 were 2 (moderate sensitivity) on both feet. After performing diabetic foot exercise, the sensitivity on subject 1 was 3 (good sensitivity) on both feet, and on subject 2, it was 3 (good sensitivity) on both feet. Based on these results, there was an increase in foot sensitivity in both subjects. It is recommended that the subjects continue diabetic foot exercise independently or with family members to reduce complaints in the foot area.Pasien diabetes melitus berisiko lebih besar mengalami ulkus kaki diabetik yang dapat terjadi karena adanya penurunan sensitivitas kaki. Penurunan sensitivitas kaki disebabkan karena peningkatan kadar gula yang menyebabkan aliran darah mengecil sehingga dapat merusak saraf di area kaki, serta menurunkan kemampuan merasakan pada area telapak kaki yang dapat ditandai dengan keluhan nyeri pada area kaki. Untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi di area kaki diperlukan suatu tindakan untuk meningkatkan sensitivitas kaki salah satunya dengan melakukan latihan senam kaki diabetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat implementasi latihan senam kaki diabetik untuk meningkatkan sensitivitas kaki pasien diabetes melitus tipe 2 usia middle age (45 - 59 Tahun). Penelitian ini adalah penelitian studi kasus deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil pemeriksaan sensitivitas pada subjek 1 sebelum latihan senam kaki diabetik pada kaki kanan 2 (sensitivitas sedang), dan kaki kiri 1 (sensitivitas kurang). Sedangkan hasil pemeriksaan sensitivitas pada subjek 2 adalah 2 (sensitivitas sedang) pada kedua kaki. Setelah dilakukan latihan senam kaki diabetik sensitivitas pada subjek 1 adalah 3 (sensitivitas baik) pada kedua kaki dan pada subjek 2 adalah 3 (sensitivitas baik) pada kedua kaki. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan sensitivitas kaki pada kedua subjek. Saran untuk subjek diharapkan dapat melanjutkan latihan senam kaki diabetik secara mandiri atau didampingi keluarga untuk mengurangi keluhan pada area kaki