eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
2712 research outputs found
Sort by
STATUS UTANG KREDITOR SINDIKASI DALAM PERKARA KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG
With the development of the economy, the demand for credit from both the public and businesses has increased. However, current regulations limit banks through the Legal Lending Limit (BMPK). The demand for funds often exceeds the BMPK, thus alternatives such as syndicated loans are utilized for large-scale funding. Syndicated loans present different complications in cases of bankruptcy and suspension of debt payment obligations (PKPU), which are closely related to debt matters. This article examines the regulations on syndicated loans in Indonesia and their status in bankruptcy and PKPU cases, using normative research that examines secondary data. Although there is no specific legislation yet, syndicated loans adhere to several regulations, including Law No. 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations, which governs the status of syndicated creditors. Syndicated loan agreements must consider clauses regarding the separation or consolidation of the rights of syndicated creditors).Dengan berkembangnya ekonomi, permintaan kredit dari masyarakat dan pengusaha meningkat, tetapi peraturan saat ini membatasi bank melalui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Kebutuhan dana sering melebihi batas BMPK, sehingga alternatif seperti kredit sindikasi digunakan untuk penyediaan dana dalam skala besar. Kredit sindikasi menimbulkan komplikasi berbeda dalam kasus kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), yang terkait erat dengan utang piutang. Artikel ini membahas regulasi kredit sindikasi di Indonesia dan status utangnya dalam kepailitan dan PKPU, menggunakan penelitian normatif yang meneliti data sekunder. Meskipun belum ada undang-undang khusus, kredit sindikasi berpedoman pada beberapa peraturan, termasuk Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, yang mengatur status kreditor sindikasi. Perjanjian kredit sindikasi harus memperhatikan klausul mengenai pemisahan atau penyatuan hak kreditor sindikasi.
 
PERANAN KURATOR DALAM PERMASALAHAN KEPAILITAN PERSEROAN TERBATA (STUDI KASUS PT NY.MENEER)
Bankruptcy is a situation where a company is declared unable to pay its debts and the impact can spread to various components of the economy, both local and global. Bankruptcy institutions are very important in maintaining market stability and order and protecting the interests of creditors and debtors. Law Number 34 of 2007 concerning Bankruptcy and Postponement of Debt Payment Obligations (PKPU) is a legal product that aims to ensure fair law enforcement and support national economic growth. In this research, the main focus is the role and obstacles faced by curators in handling PT bankruptcy. Mrs Meneer. PT case. Mrs. Meneer, who was declared bankrupt with total debts of 89 billion to 35 creditors, illustrates the importance of the curator\u27s role in the bankruptcy process. The curator is responsible for managing and settling the bankruptcy estate for the benefit of all parties involved.Kepailitan adalah situasi di mana suatu perusahaan dinyatakan tidak mampu membayar utang -utangnya dan dampaknya dapat meluas ke berbagai komponen ekonomi baik lokal maupun global. Institusi kepailitan menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas dan ketertiban pasar serta melindungi kepentingan kreditur dan debitur. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2007 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) merupakan salah satu produk hukum yang bertujuan untuk menjamin penegakan hukum yang adil dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.Dalam penelitian ini, fokus utama adalah peran dan hambatan yang dihadapi oleh kurator dalam menangani kepailitan PT. Nyonya Meneer. Kasus PT. Nyonya Meneer yang dinyatakan bangkrut dengan total hutang sebesar 89 miliar kepada 35 kreditor, menggambarkan pentingnya peran kurator dalam proses kepailitan. Kurator bertanggung jawab untuk mengurus dan membereskan harta pailit demi kepentingan seluruh pihak yang terlibat
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI 4 NEGARA ASEAN
Perekonomian ASEAN saat ini telah menjadi fokus perhatian global dalam beberapa dekade terakhir, yang tidak lepas dari dampak krisis ekonomi di pasar internasional. Analisis dan pengukuran pertumbuhan ekonomi yang diupayakan oleh pemerintah dan sektor swasta melalui pendekatan makroekonomi bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam perekonomian suatu negara. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh Modal, Tenaga Kerja, Ekspor, dan Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di 4 Negara ASEAN. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh di 4 Negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina pada periode waktu 2012-2022 yang bersumber dari WorldBank. Untuk tujuan tersebut, diterapkan pendekatan kuantitatif dengan merancang model ekonometrika yang didasarkan pada teori fungsi produksi Cobb-Douglas. Pembangunan model ini melibatkan data panel dengan bantuan software STATA 17 dan memiliki model terbaik Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel Modal tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, variabel Tenaga Kerja memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel Ekspor juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara variabel Inflasi tidak memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dan secara simultan Modal, Tenaga Kerja, Ekspor, Inflasi berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Kata Kunci: Modal, Tenaga Kerja, Ekspor, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi
Abstract
The current ASEAN economy has become the focus of global attention in recent decades, which cannot be separated from the impact of the economic crisis on the international market. Analysis and measurement of economic growth pursued by the government and private sector through a macroeconomic approach aims to overcome problems that arise in a country\u27s economy. This study aims to analyze the effect of Capital, Labor, Exports, and Inflation on Economic Growth in 4 ASEAN Countries. Sampling using saturated sampling techniques in 4 ASEAN countries, namely Indonesia, Malaysia, Thailand, and the Philippines in the 2012-2022 time period sourced from WorldBank. For this purpose, a quantitative approach is applied by designing an econometric model based on the Cobb-Douglas theory of the production function. The construction of this model involves panel data with STATA 17 software and has the best Fixed Effect Model model. The results showed that partially, the Capital variable did not contribute significantly to economic growth. Export variables also have a positive and significant influence on economic growth, while inflation variables do not have a significant positive impact on economic growth partially. However, when viewed together, the variables Capital, Labor, Exports, and Inflation simultaneously show a significant positive influence on economic growth.
Keywords: Capital, Labor, Exports, Inflation, and Economic Growt
Pengaruh Etika dan Pengalaman Auditor dalam Penentuan Tingkat Materialitas Audit
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh etika dan pengalaman auditor terhadap penentuan tingkat materialitas audit. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada Kantor Akuntan Publik di Jakarta Timur dengan menggunakan metode sampling acak sederhana. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26, meliputi uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika auditor berdampak negatif terhadap penentuan tingkat materialitas audit, sedangkan pengalaman auditor memberikan dampak positif. Kedua faktor ini terbukti secara signifikan memengaruhi keputusan auditor dalam menetapkan tingkat materialitas audit. Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan auditor, khususnya dalam penentuan tingkat materialitas audit, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas audit dan kepercayaan terhadap laporan keuangan.
Kata Kunci: Etika Auditor, Pengalaman Auditor, Materialitas
Systematic Review of Bibliography Studies: A Meta-Analysis of Facebook Advertising
This article aims to systematically understand the study of Facebook advertising. Facebook is one of the social media that has a large number of users and continues to increase every day. Facebook ads are ads with a wide reach that can reach the target of 1 billion users worldwide. There has been a lot of research on Facebook advertising in the last five years. Previous research conducted by researchers was related to field case studies and data directly related to the use of Facebook advertising. This study uses another approach, namely using a bibliographic study with indexed scientific articles to map topics, themes, and findings related to Facebook advertising. It is necessary to study the topic of Facebook ads because Facebook still has the largers users of social media worldwide. The research method uses literature reviews from various recent studies on the use of social media Facebook using NVivo and VOSviewer tools. The mapping stage in this study was carried out through the imported into the VOSviewer and NVivo 12 plus software. This process is carried out to obtain data clusters, and visualize networks from the research theme. Meanwhile, the Nvivo 12 plus software is used to input the study topic, the relevance of the study themes, and the mapping
T TRANSFORMASI KONFLIK KEBIJAKAN RELOKASI PASAR KOTA KE PASAR WISATA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO: Abstrak
Kebijakan relokasi pasar kota ke pasar wisata untuk memenuhi tuntutan atau kepentingan perekonomian masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih besar. Pemerintah sebagai pelayanan publik berupaya memberikan manfaat publik yang positif bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan memberikan alternatif solusi terhadap konflik kebijakan relokasi antara pedagang pasar kota dan pemerintah Bojonegoro. Teori transformasi konflik digunakan untuk mengatasi masalah dan membangun kemitraan jangka panjang yang positif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan menggunakan analisis isi pada subjek penelitian yang sesuai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pengalihan pasar perkotaan ke pasar wisata Bojonegoro ditolak oleh para pedagang pasar perkotaan dengan alasan akan mempengaruhi pendapatan mereka. Upaya menjamin keberhasilan strategi relokasi, menggunakan teori transformasi konflik, yaitu dengan cara berkolaborasi, berkomunikasi secara efektif, dan membina para pedagang untuk meningkatkan keterampilan mereka. Seiring berjalannya waktu, para pedagang beralih ke Pasar Wisata, menyadari manfaatnya dengan mendapatkan hasil berupa peningkatan pendapatan hingga 50% dari sebelumnya. Konsumen akan nyaman, aman, dan bersemangat berbelanja di Pasar Wisata berkat fasilitas yang memadai.Kebijakan relokasi pasar kota ke pasar wisata untuk memenuhi tuntutan atau kepentingan perekonomian masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih besar. Pemerintah sebagai pelayanan publik berupaya memberikan manfaat publik yang positif bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan memberikan alternatif solusi terhadap konflik kebijakan relokasi antara pedagang pasar kota dan pemerintah Bojonegoro. Teori transformasi konflik digunakan untuk mengatasi masalah dan membangun kemitraan jangka panjang yang positif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan menggunakan analisis isi pada subjek penelitian yang sesuai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pengalihan pasar perkotaan ke pasar wisata Bojonegoro ditolak oleh para pedagang pasar perkotaan dengan alasan akan mempengaruhi pendapatan mereka. Dalam upaya menjamin keberhasilan strategi relokasi, menggunakan teori transformasi konflik, yaitu dengan cara berkolaborasi, berkomunikasi secara efektif, dan membina para pedagang untuk meningkatkan keterampilan mereka. Seiring berjalannya waktu, para pedagang beralih ke Pasar Wisata, menyadari manfaatnya dengan mendapatkan hasil berupa peningkatan pendapatan hingga 50% dari sebelumnya. Konsumen akan nyaman, aman, dan bersemangat berbelanja di Pasar Wisata berkat fasilitas yang memadai
Hubungan Riwayat Terinfeksi SARS-CoV-2 dengan Persepsi Ibu Hamil Tentang Vaksinasi COVID-19 di Bekasi
COVID-19 vaccination has been proven effective in overcoming SARS-CoV-2 transmission globally. However, public perception of vaccination initiation still reflects significant variation among vulnerable populations such as pregnant women. This study aims to identify the relationship between a history of SARS-CoV-2 infection and pregnant women\u27s perceptions of the COVID-19 vaccine in Bekasi. A cross-sectional design was applied in this study. The convenience sampling method was used to recruit prospective pregnant women as respondents with a total of 330 respondents. This study used the Perception Questionnaire about COVID-19 Vaccine as an instrument to assess respondents\u27 perceptions. The Spearman Correlation test results showed a value of r=-0.332 with a p-value <0.0001, indicating that there was a significant relationship between a history of SARS-CoV-2 infection and pregnant women\u27s perceptions regarding COVID-19 immunization. The value r=-0.332 indicated the strength of the relationship was moderate, with the direction of the relationship being inversely proportional, indicated by a minus (-) value for r. This means that the more pregnant women have been diagnosed positive for COVID-19, the more negative the mother\u27s perception of giving the COVID-19 vaccine to pregnant women. Conversely, the less the mother\u27s history of contracting COVID-19, the more positive their perception of the COVID-19 vaccine. The role of nurses is needed to educate proactively by starting discussions about vaccines with patients, peer group sharing, and making contracts for vaccination. A quasi-experimental research design is recommended for further research, specifically to test the effectiveness of the intervention program chosen to be implemented in the population of pregnant women.Vaksinasi COVID-19 telah terbukti efektif dalam mengatasi transmisi SARS-CoV-2 secara global. Namun, persepsi masyarakat terhadap inisiasi vaksinasi masih mencerminkan ragam yang signifikan, secara khusus, pada populasi rentan seperti ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara riwayat terinfeksi SARS-CoV-2 dengan persepsi ibu hamil terhadap vaksin COVID-19 di Bekasi. Desain potong lintang diterapkan dalam penelitian ini. Metode convenience sampling digunakan dalam merekrut calon responden ibu hamil dengan total responden 330 orang. Studi ini menggunakan Perception Questionnaire about COVID-19 Vaccine sebagai instrumen untuk menilai persepsi responden. Hasil uji Spearman Correlation menunjukkan nilai r=-0,332 dengan p-value <0,0001, mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi SARS-CoV-2 dengan persepsi ibu hamil terkait imunisasi COVID-19. Nilai r=-0,332 menunjukkan kekuatan hubungan yang moderat (sedang), dengan arah hubungan berbanding terbalik, ditandai dengan nilai minus (-) pada r. Hal ini berarti, semakin banyak ibu hamil pernah terdiagnosis positif COVID-19, maka semakin negatif persepsi ibu terhadap pemberian vaksin COVID-19 untuk ibu hamil. Sebaliknya, semakin sedikit riwayat ibu tertular COVID-19, maka semakin positif persepsi mereka terhadap vaksin COVID-19. Diperlukan peran perawat untuk mengedukasi secara proaktif dengan memulai diskusi tentang vaksin dengan pasien, peer group sharing, hingga membuat kontrak untuk tindakan vaksinasi. Direkomendasikan desain penelitian kuasi eksperimental untuk penelitian selanjutnya, secara khusus untuk menguji efektivitas program intervensi yang dipilih untuk diterapkan pada populasi ibu hami
PENCEGAHAN HIPERTENSI MELALUI EDUKASI TERSTRUKTUR CERDIK: RURAL AREA
Health promotion can reduce the impact of risk factors related to the broad determinants of health that lead to disease and improve the quality of life of individuals and communities. Hypertension, which is often referred to as a silent killer, is the most common disease experienced by the elderly and is the number one cause of death in the world. The impact that occurs on hypertension sufferers is such as physiological impact and physical impact. The CERDIK program can be carried out through education in a structured manner. Structured means that the educational material is prepared properly in accordance with the goals to be achieved. Structured according to the great Indonesian dictionary is already in a state of being arranged or neatly arranged. Lack of knowledge can lead to hypertension. The purpose of the study is to determine the effectiveness of CERDIK structured education on increasing knowledge in the prevention of hypertension. . The type of research is Pre experiment design with pre and post test without control group design. The population in the study is respondents who have hypertension or have a history of hypertension. Sampling used consecutive sampling techniques and using the standard deviation formula, the sample totaled 13 people. The results of this study showed that knowledge before the intervention had a score of 61.92 and after being given health education showed a score of 87.46 using the Wilcoxon statistical test which showed that there was an influence of CERDIK structured education on the improvement of knowledge in the prevention of hypertension in the working area of the Simpang Empang Health Center, Tangaran District, especially in Pancur Village, with p = 0.001. It is recommended to the Health Center to provide health education about hypertension prevention through CERDIK structured education for hypertensive patients and those who have a history of hypertension in health education.Latar Belakang: Hipertensi yang sering juga disebut sebagai silent killer atau pembunuh diam – diam merupakan penyakit terbanyak yang dialami oleh lansia dan merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Berdasarkan data awal yang diperoleh di Puskesmas Simpang Empat Kecamatan Tangaran hipertensi termasuk penyakit degenerative terbanyak dan selalu masuk dalam kelompok 10 kunjungan terbanyak Di Puskesmas Simpang Empat dengan data dari bulan januari sampai september dengan jumlah 2.895 kasus hipertensi di pengaruhi oleh gen dan gaya hidup. Program promotif dan preventif yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan bertujuan untuk mengubah perilaku hidup masyarakat agar terhindar dari penyakit tidak menular (PTM), khususnya perilaku CERDIK Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitaas edukasi terstruktur CERDIK terhadap peningkatan pengetahuan dalam pencegahan hipertensi. Metode: Metode dalam penelitian ini adalah penclitian kuantitatif dengan desain pre-experiment design dengan rancangan pre dan post test without control grup design. Sampel dalam penelitian ini orangtua yang memiliki balita sampel berjumlah 13 orang dengan cara consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan durasi selama 6 bulan di Wilayah Kerja Simpang Empat Kecamatan Tangaran. Teknik edukasi terstruktur terbagi menjadi 2 tahap, tahap pertama dengan materi tentang hipertensi dan tahap kedua dengan materi program CERDIK dan instrument penilaian menggunakan kusioner pre-tes dan post-test. Untuk menganalisa data menggunakan jji statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikasi 0,001 < 0,05) artinya ada efektivitaas edukasi terstruktur CERDIK terhadap peningkatan pengetahuan dalam pencegahan hipertensi.Rekomdendasi: Peneliti menyarankan untuk penelitian selanjut lebih mengembangkan mulai dari variable, jumlah sampel dan media edukasi.
Keywords: Edukasi terstruktur, Pencegahan, Hipertensi, Pengetahuan , CERDI
Clinical Characteristics of Children with Refrative Amblyopia at Cipto Mangunkusumo National Referral Hospital
Amblyopia, commonly referred to as \u27lazy eye’, manifests as a reduction in best corrected visual acuity (BCVA) in the absence of detectable ocular structural abnormalities. Refractive amblyopia specifically denotes a subtype of amblyopia arising from uncorrected refractive errors. A retrospective descriptive analysis was conducted on medical records of all pediatric patients with refractive amblyopia at the Department of Ophthalmology, Cipto Mangunkusumo Kirana National Referral Hospital, Jakarta, Indonesia in 2018 to 2022. A total of 391 eyes of 224 patients were included. Median age was 8 (5-18) years, with majority being older than 7 years of age (58.7%). Leading method of treatment was with spectacles alone (80.4%). Overall amblyopia improvement was mostly observed after six months of treatment. In conclusion, refractive amblyopia at our hospital was highly prevalent among children. Thus, early detection and treatment of refractive errors in children is essential to prevent refractive amblyopia