eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
2712 research outputs found
Sort by
Bakery Strategi Usaha Bakirtasty: Strategi Usaha Bakirtasty
Latar Belakang : Permintaan akan produk bakery, seperti roti, kue, dan pastry, terus meningkat setiap tahunnya, terutama di kalangan anak muda. Produk bakery tidak hanya diminati karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena kemudahan konsumsinya di berbagai situasi, baik untuk sarapan maupun sebagai camilan. Usaha bakery masih memiliki potensi keuntungannya yang cukup menjanjikan. Biaya produksi yang relatif rendah dibandingkan dengan industri makanan lainnya menjadi salah satu keunggulan kompetitif. Sehingga diperlukan strategi-strategi khusus untuk para pemilik usaha baru dibidang bakery. Metode : Usaha baru yang dikembangkan bernama Bakirtasty. Usaha bakery ini masih baru dan dana terbatas. Konsep yang diangkat menggunakan sistem preorder untuk meminimalisisr kerugian atau produk rusak. Sistem preorder disampaikan melalui berbagai bentuk iklan. Hasil : Strategi pemasaran yang diterapkan, yaitu iklan melalui WhatsApp, Instagram, website, dan diskon preorder terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan dan mendukung pertumbuhan usaha bakery
Analisis Strategi Pemasaran pada PT Sinergi Cipta Unggul
PT Sinergi Cipta Unggul merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kuliner dan senantiasa berupaya untuk meningkatkan keuntungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan perusahaan dalam melakukan pemasaran. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data primer yang didapatkan langsung dari perusahaan. Data diolah dengan menggunakan analisis SWOT sehingga ditemukan bahwa perusahaan memiliki peluang dan kelemahan yang cukup signifikan. Akan tetapi, dalam memanfaatkan peluang ini, perusahaan menghadapi ancaman yang membuat perusahaan tidak dapat memaksimalkan peluang dengan baik. Akibatnya perusahaan mengalami penjualan yang kurang memuaskan
Analisis Penerimaan Website Sistem Informasi Kalurahan Pleret Menggunakan Metode TAM
Kalurahan Pleret mengembangkan website Sistem Informasi sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna meningkatkan kualitas layanan publik. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala seperti gangguan sistem, rendahnya literasi digital masyarakat, dan keterbatasan akses internet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan masyarakat terhadap website tersebut menggunakan metode TAM, yang terdiri dari lima variabel utama: PU, PEOU, ATUT, BITU dan ATU. Metode analisis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan SmartPLS melalui evaluasi outer model dan inner model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh hipotesis yang diajukan, enam diterima dan satu ditolak, yang mengindikasikan tingkat penerimaan masyarakat tergolong tinggi. Hal ini didukung oleh nilai R-square pada PU sebesar 67,7%, BITU 71,1%, ATUT 50,5%, dan ATU 61,9%. Oleh karena itu, disarankan agar pengelola sistem terus meningkatkan fitur, desain antarmuka, dan kenyamanan penggunaan website, serta memberikan edukasi bertahap kepada masyarakat agar mereka mampu memahami dan memanfaatkan layanan yang tersedia secara optimal
Diskursus Digital dan Suara Publik: Komentar YouTube dalam Kasus #IndonesiaGelap
Digital media has become a primary space for the public to express opinions on government policies. This study analyzes comments on the Liputan6 YouTube video titled "Tagar Indonesia Gelap Muncul, Cermin Kebijakan Pemerintah yang Tidak Pro Rakyat?" uploaded in February 2025. The video garnered attention with 180,000 viewers and 1,683 comments, reflecting various public sentiments. The study aims to explore how the intensity and interaction patterns in the comments reflect public perceptions of government policies. Using a qualitative approach and content analysis with NVivo12 Pro, comments were categorized based on themes and sentiment (positive, negative, and neutral). The results show a dominance of negative sentiment, indicating public dissatisfaction, while positive and neutral sentiments contributed to constructive discussions. Some comments with high interaction intensity revealed the vocal minority effect, where a small group of vocal users dominated the discussion. The conclusion emphasizes the importance of combining digital analysis with traditional approaches to comprehensively understand public opinion and the need for policies that are more responsive to societal needs.Media digital telah menjadi ruang utama bagi publik dalam mengekspresikan opini terhadap kebijakan pemerintah. Penelitian ini menganalisis komentar pada video YouTube Liputan6 berjudul "Tagar Indonesia Gelap Muncul, Cermin Kebijakan Pemerintah yang Tidak Pro Rakyat?" yang diunggah pada Februari 2025. Video ini menarik perhatian dengan 180.000 penonton dan 1.683 komentar, mencerminkan berbagai sentimen publik. Penelitian bertujuan mengeksplorasi bagaimana intensitas dan pola interaksi dalam komentar mencerminkan persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah. Melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan NVivo12 Pro, komentar dikategorikan berdasarkan tema dan sentimen (positif, negatif, dan netral). Hasil menunjukkan dominasi sentimen negatif yang menandakan ketidakpuasan publik, sementara sentimen positif dan netral berkontribusi pada diskusi yang konstruktif. Beberapa komentar dengan intensitas interaksi tinggi menunjukkan adanya efek vocal minority, di mana sekelompok kecil pengguna vokal mendominasi diskusi. Kesimpulan menekankan pentingnya memadukan analisis digital dengan pendekatan tradisional untuk memahami opini publik secara komprehensif, serta perlunya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat
Hubungan Work-Family Conflict dengan Kinerja Perawat Perempuan di Ruang Rawat Inap RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur
Perawat perempuan memiliki potensi yang lebih tinggi mengalami work-family conflict dibandingkan dengan perawat laki-laki. Hal tersebut disebabkan karena perawat perempuan tidak hanya bertanggung jawab dalam pekerjaannya, tetapi juga bertanggung jawab dalam rumah tangga yang mengakibatkan performa kerja menurun. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk membuktikan hubungan work-family conflict terhadap kinerja perawat perempuan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling yang melibatkan seluruh populasi, yaitu 108 perawat perempuan di ruang rawat inap RSUD Pasar Rebo. Analisis univariat menggunakan statistik deskriptif, sedangkan analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan mayoritas perawat berusia 18 – 40 tahun, berpendidikan terakhir vokasi (D3), masa kerja >10 tahun, dan memiliki 2 anak. Uji chi-square didapatkan: time-based conflict dengan kinerja perawat (p-value=0,002), strain-based conflict dengan kinerja perawat (p-value=0,008), dan behavior-based conflict dengan kinerja perawat (p-value=0,018). Sedangkan secara keseluruhan work-family conflict berhubungan dengan kinerja perawat dibuktikan dengan p-value=0,001; CI 95%. Dukungan rumah sakit seperti program ramah keluarga (family friendly police) sangat diperlukan untuk perawat perempuan sebagai upaya menyeimbangkan peran keluarga dan pekerjaannya.Perawat perempuan memiliki potensi yang lebih tinggi terkena work-family conflict dibandingkan dengan perawat laki-laki karena perawat perempuan tidak hanya bertanggung jawab dalam pekerjaannya, tetapi juga bertanggung jawab dalam rumah tangga yang menyebabkan performa kerja perawat perempuan menurun. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan work-family conflict terhadap kinerja perawat perempuan. Metode penelitian secara deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan sampel menggunakan teknik total sampling melibatkan 108 perawat perempuan di ruang rawat inap RSUD Pasar Rebo. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistik analisis univariat menggunakan Chi-Square tidak terdapat hubungan antara karakteristik perawat dengan kinerja perawat. Analisis bivariat secara parsial dimensi work-family conflict didapatkan: time-based conflict dengan kinerja perawat (p-value=0,002), strain-based conflict dengan kinerja perawat (p-value=0,008), dan behavior-based conflict dengan kinerja perawat (p-value=0,018). Sedangkan secara keseluruhan work-family conflict dengan kinerja perawat memiliki hubungan yang signifikan (p-value=0,001; CI 95%). Diharapkan perawat perempuan dapat bersikap profesional dengan tidak mencampurkan urusan keluarga dan pekerjaan. Pihak manajemen rumah sakit dapat merancang program/pelatihan yang menjadikan kualitas kinerja perawat perempuan menjadi semakin baik lagi
Regulasi Hak Kekayaan Komunal dalam Hukum Internasional dan Hukum Indonesia: Tantangan dan Solusi
Communal property rights are a cornerstone of sustainable resource management and the preservation of indigenous cultures and traditions. These rights guarantee fair access and long-term sustainability by enabling communities to cooperatively own, use, and manage resources. A framework for ensuring the protection and advancement of these rights is offered by international agreements like the United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples (UNDRIP). In Indonesia, the Constitution and important laws, such as Law No. 5/1960 on Basic Agrarian Principles, promote the recognition of communal property rights under hak ulayat. However, there are still major obstacles in the way of putting these rights into practice. These include disputes between corporate interests and communal land claims, the absence of official recognition for many indigenous communities, and the difficulties between sustainable resource governance and national development ambitions. The legal frameworks governing community property rights at the national and international levels are examined in this article, along with important issues and potential fixes. In order to guarantee the fair and sustainable management of shared resources, it makes the case for greater legal recognition, participatory governance, and improved cooperation between domestic and foreign parties.Hak kekayaan komunal adalah fondasi penting dalam pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan pelestarian budaya serta tradisi masyarakat adat. Hak ini memberikan komunitas kemampuan untuk secara kolektif memiliki, menggunakan, dan mengelola sumber daya, memastikan akses yang adil dan keberlanjutan jangka panjang. Berbagai perjanjian internasional, seperti Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat (UNDRIP), telah menyediakan kerangka kerja untuk melindungi dan memajukan hak-hak ini. Di Indonesia, Konstitusi dan undang-undang penting seperti Undang-Undang No. 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria mendukung pengakuan hak kekayaan komunal melalui konsep hak ulayat.
Namun, penerapan hak-hak ini masih menghadapi banyak tantangan. Konflik antara kepentingan perusahaan besar dan klaim tanah masyarakat adat sering terjadi, sementara banyak komunitas adat masih belum mendapatkan pengakuan resmi atas wilayah mereka. Selain itu, kesulitan untuk menyeimbangkan antara tata kelola sumber daya yang berkelanjutan dan prioritas pembangunan nasional menjadi hambatan besar yang harus diatasi.
Artikel ini mengeksplorasi bagaimana kerangka hukum nasional dan internasional mengatur hak kekayaan komunal, serta mengidentifikasi masalah utama dan solusi yang mungkin. Dengan pengakuan hukum yang lebih kuat, tata kelola yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat adat, dan kerja sama yang lebih baik antara pihak nasional dan internasional, pengelolaan sumber daya bersama yang adil dan berkelanjutan dapat tercapai
The relationship of stride length and walking pain to the dynamic balance of the elderly: The relationship of stride length and walking pain to the dynamic balance of the elderly
Background: Changes in stride length are something that is closely related to unhealthy conditions and is a decrease in the ability to carry out activities independently. Nearly 50% of people over the age of 65 have problems walking. Method: This is a cross sectional study, the sample consisted of 34 people at Posyandu for the Elderly Melati Putih RW 02 East Jakarta. The sample was measured for stride length using a meterline with units measured in cm and dynamic balance was measured using the TUG test with units of time measured in seconds using a stopwatch. Results: The mean ± SD value for the step length variable was 79.14 ± 12.63, the mean value for the walking pain variable was 4.97 ± 1.62 and the mean value for the dynamic balance variable was 21.18 ± 6.63. Testing normality using the Shapiro Wilk Test, the data obtained a normal distribution of 2 and abnormally 1, while with hypothesis testing using Spearman Rank Correlation, the p value was <0.05 and had a value of r -0.738 for step length on dynamic balance and r 0.617 for walking pain on balance. dynamic, thus showing that Ha is accepted, meaning there is a relationship between step length, walking pain and dynamic balance in the elderly. Conclusion: There is a relationship between stride length, walking pain and dynamic balance in the elderly.
Keywords: Stride Length; Dynamic Balance; Pain; Fall RiskLatar Belakang : Perubahan panjang langkah yang merupakan hal yang sangat berhubungan dengan keadaan yang tidak sehat dan merupakan penurunan kemampuan aktivitas secara mandiri. Hampir 50% dari orang diatas usia 65 tahun memiliki masalah saat berjalan. Metode : Merupakan penelitian cross sectional, sampel terdiri dari 34 orang yang ada di Posyandu Lansia Melati Putih RW 02 Jakarta Timur. Sampel diukur untuk panjang langkahnya menggunakan metterline dengan satuan yang diukur menggunakan cm dan pengukuran keseimbangan dinamisnya menggunakan TUG tes dengan satuan waktu detik (second) yang diukur menggunakan stopwatch. Hasil : Nilai mean ± SD pada variabel panjang langkah sebesar 79,14 ± 12,63, nilain mean pada variabel nyeri berjalan 4,97 ± 1,62 dan nilai mean pada variabel keseimbangan dinamis sebesar 21,18 ± 6,63. Uji normalitas dengan menggunakan Shapiro Wilk Test didapatkan data berdistribusi normal 2 dan yang tidak normal 1 sedangkan dengan uji hipotesis menggunakan Spearman Rank Correlation didapatkan nilai p < 0,05 dan memiliki nilai r -0,738 panjang langkah terhadap keseimbangan dinamis dan r 0,617 nyeri berjalan terhadap keseimbangan dinamis, dengan demikian menunjukkan bahwa Ha diterima artinya terdapat hubungan antara panjang langkah, nyeri berjalan terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Terdapat sebuah hubungan antara panjang langkah, nyeri berjalan dengan keseimbangan dinamis pada lansia.
Kata kunci: Panjang Langkah; Keseimbangan Dinamis; Rasa Nyeri; Risiko Jatu
AKTIVITAS OTOT EKSTERMITAS ATAS PADA TEKNIK SERANGAN DALAM OLAH RAGA ANGGAR
Background : Fencing is a combat sport that requires upper limb strength, speed, and coordination, especially during attack techniques. Muscle activity of the infraspinatus, anterior deltoid, and triceps brachii plays a crucial role in producing quick, accurate, and stable movements during offensive actions.
Methods : This study used an observational design with a cross-sectional approach. A total of 36 fencing athletes were divided into three age categories: cadet (13–17 years), junior (17–20 years), and senior (>20 years). Muscle activity was measured using electromyography (EMG) on the selected muscles. Data analysis was performed using One Way ANOVA.
Results : The results showed significant differences (p < 0.05) in the activity of the three muscles across age groups. The senior group demonstrated the highest muscle activity, followed by junior and cadet groups.
Conclusion : There is a significant difference in upper limb muscle activity during fencing attack techniques based on age category. Specific training programs tailored to the athlete\u27s muscle development stage are needed to improve performance and prevent injuries.Latar Belakang: Olahraga anggar merupakan cabang olahraga bela diri yang membutuhkan kekuatan, kecepatan, dan koordinasi otot ekstremitas atas dalam melakukan teknik serangan. Aktivitas otot seperti m. infraspinatus, m. anterior deltoid, dan m. triceps brachii memiliki peran penting dalam menghasilkan gerakan yang cepat, akurat, dan stabil saat menyerang.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 36 atlet anggar dari tiga kategori usia: kadet (13–17 tahun), junior (17–20 tahun), dan senior (>20 tahun). Aktivitas otot diukur menggunakan alat elektromiografi (EMG) pada otot yang diteliti. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA.
Hasil: Terdapat perbedaan signifikan aktivitas otot ekstremitas atas pada teknik serangan olahraga anggar berdasarkan kelompok usia. Program latihan spesifik perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan otot atlet untuk meningkatkan performa dan mencegah cedera.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan aktivitas otot ekstremitas atas antar kategori usia atlet anggar. Hal ini menunjukkan perlunya program latihan yang disesuaikan untuk mengoptimalkan performa teknik serangan dalam olahraga anggar
 
Implementasi Sistem Monitoring dan Kendali pada Bibit Tanaman Buah Berbasis Internet of Things: Implementasi Sistem Monitoring dan Kendali pada Bibit Tanaman Buah Berbasis Internet of Things
Dalam pemeliharaan bibit tanaman buah, memonitor dan pengendalian kondisi parameter dalam greenhouse menjadi sangat krusial. Metode manual yang umumnya digunakan dalam pemantauan dan pengendalian harian terhadap parameter dinilai tidak efektif dan efisien. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada dosen dan mahasiswa mengenai IoT dalam greenhouse. Metode kegiatan ini yaitu observasi, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan ini merupakan implementasi dari sistem penyiraman ebb and flow otomatis berbasis IoT. Hasil penelitian menunjukkan sistem monitoring dapat dipantau selama 24 jam melalui aplikasi berbasis web yaitu AMOR S-FARM dan penyiraman ebb and flow dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan bibit tanaman buah di dalam greenhouse karena sistem kendali bekerja secara otomatis dengan baik sehingga menghemat tenaga dan waktu dalam pemeliharaan bibit.
Dalam pemeliharaan bibit tanaman buah, memonitor dan pengendalian kondisi parameter dalam greenhouse menjadi sangat krusial. Metode manual yang umumnya digunakan dalam pemantauan dan pengendalian harian terhadap parameter dinilai tidak efektif dan efisien. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada dosen dan mahasiswa mengenai IoT dalam greenhouse. Metode kegiatan ini yaitu observasi, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan ini merupakan implementasi dari sistem penyiraman ebb and flow otomatis berbasis IoT. Hasil penelitian menunjukkan sistem monitoring dapat dipantau selama 24 jam melalui aplikasi berbasis web yaitu AMOR S-FARM dan penyiraman ebb and flow dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan bibit tanaman buah di dalam greenhouse karena sistem kendali bekerja secara otomatis dengan baik sehingga menghemat tenaga dan waktu dalam pemeliharaan bibi
Penerapan IoT untuk Smart Farming di Fakultas Ilmu Komputer dalam Rangka Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Kampus
Keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan literasi teknologi pertanian modern. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FIK UPNVJ) sebagai institusi pendidikan berbasis teknologi memiliki potensi besar untuk mengembangkan media edukasi yang mengintegrasikan pertanian urban dengan Internet of Things (IoT). Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim melaksanakan penerapan smart showcase hidroponik ruang tertutup berbasis IoT sebagai sarana edukasi dan penelitian bagi mahasiswa kampus yang mengambil mata kuliah IoT.
Showcase hidroponik ini dirancang untuk menampilkan sistem irigasi otomatis, pengendalian pencahayaan, serta pemantauan kondisi lingkungan tanaman melalui sensor dan aplikasi digital. Kegiatan pengabdian berfokus pada sosialisasi, hasil ujicoba, serta pemanfaatan showcase sebagai media pembelajaran praktis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa showcase dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat terkait teknologi pertanian modern, sekaligus menjadi percontohan penerapan teknologi tepat guna yang relevan dengan mata kuliah di fakultas.
Dengan adanya showcase hidroponik ini, diharapkan dapat tercipta peningkatan inovasi, kesadaran kebuthan pertanian berkelanjutan, serta keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi IoT dalam mendukung bercocok tanam di ruang tertutup.Pertumbuhan teknologi berbasis hidroponik berkembang pesat sebagai solusi alternatif dalam memenuhi kebutuhan pangan ditengah keterbatasan lahan pertanian konvensional. Sistem irigasi otomatis pada sistem Internet of Things (IoT) menunjukkan potensi dalam meningkatkan efisiensi dan kecerdasan sistem pertanian modern. Projek ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem irigasi otomatis dengan teknologi IoT pada smart showcase hidroponik secara sistem tertutup (indoor). Projek ini berhasil mengintegrasikan berbagai komponen perangkat keras dan perangkat lunak, menggunakan Mikrokontroler NodeMCU ESP8266 dan aplikasi mandisri untuk mengendalikan dan memantau kondisi irigasi secara realtime. Sensor TDS untuk ketinggian air, sensor YF-S401 untuk kecepatan laju air dan sensor suhu DHT11 memberikan data input yang akurat untuk otomasi penyalaan lampu growlight. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mengatur kelembapan tanah dan suhu sehingga dapat mengontrol pompa dan lampu sebagai pencahayaan pengganti sinar matahari. Sistem ini berhasil menjaga kondisi optimal tanaman hidroponik dengan menyediakan jumlah air yang tepat sesuai kebutuhan, mendukung pertumbuhan tanaman