Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
    4346 research outputs found

    An Analysis of Cultural in Selected English Textbooks for Junior High School

    No full text
    The cultural textbook analysis in this study utilized an English junior high school textbook, which was authored by the Indonesian Ministry of Education and Culture. The examination of textbook contents holds significant importance, as it has been observed that certain junior high school educators in Indonesia may rely solely on instructional materials without conducting thorough research or considering potential cultural allusions.  In addition to this, the integration of other cultures such as the local or indigenous culture, the target culture, and the global culture within textbooks enables students and educators to acquire knowledge about diverse cultural perspectives alongside the English language. This study seeks to provide an answer to the following query based on the study's Introduction that was just presented: What is the distribution of cultural in the following textbooks? The results show that the three textbooks for grade VII-IX present multicultural integration from the three culture categories. The percentage of cultures in each textbook was not balanced. It can be seen in the first textbook for Grade VII that the source culture was 54%; International culture having 38% and the target culture was 7%. Moreover, the second textbook which is for Grade VIII presented that the international culture was presented more than the other types of culture. The percentage was 60%, which means the global culture played higher than the source culture having 22% and the target culture with only 18%. On the third textbook which is   for Grade IX displayed source culture having 59% which means that the Indonesian culture was presented exhaustively over the international culture, with only 32%, and the target culture was 9%

    PERBAIKAN HASIL TANAMAN JAGUNG HITAM (Zea mays black) DI LAHAN KERING MENGGUNAKAN BIOCHAR DAN ASAM HUMAT

    Get PDF
    Tanaman jagung merupakan komoditas utama di lahan kering di Kabupaten Malang bagian Selatan. Namun demikian produksi jagung masih rendah karena kondisi tanah yang kurang subur akibat rendahnya kandungan bahan organik. Permasalahan kesuburan tanah di lahan kering dapat diatasi dengan penambahan bahan organik ke dalam tanah. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan untuk perbaikan kesuburan tanah adalah asam humat yang merupakan produk turunan dari bahan organik. Selain asam humat, bahan organik kualitas tinggi yang terbukti dapat mengatasi permasalahan kesuburan tanah adalah biochar. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh asam humat berbagai level dan biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung hitam di lahan kering. Penelitian di rumah kaca Fakultas Pertanian, Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang.  Perlakuan yang diuji coba adalah kombinasi dosis asam humat (0; 2,5; 5; dan 7,5 mL/ha) dan biochar (0 dan 15 t/ha).  Setiap kombinasi perlakuan diaplikasi ke 10 kg tanah dalam polybag untuk pertumbuhan tanaman jagung hitam. Delapan perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan. Semua perlakuan diberi pupuk dasar berupa pupuk NPK mutiara.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 7,5 mL asam humat/ha dan biochar merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan diameter tongkol, panjang tongkol, dan bobot jagung tanpa klobot di lahan kering

    Analisis Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien Umum dan pasien BPJS pada Pelayanan Rawat Jalan Di Rumah sakit tk. Iii dr. R. Soeharsono Banjarmasin tahun 2022

    Get PDF
    Berdasarkan data Rumah Sakit TK. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin menunjukkan presentase bulan September hingga bulan Oktober terdapat penurunan hasil kepuasan pasien pada kategori ruang pemeriksaan dokter dalam keadaan bersih dan rapi serta dokter, perawat poli berpenampilan rapih dan ramah dari 98,7% menjadi 97,7%, pada bulan Oktober untuk waktu lama tunggu Rawat Jalan yaitu >60 menit berjumlah 63,9% dan di bulan September untuk waktu lama tunggu Rawat Jalan yaitu >60 menit mencapai 82,2% sehingga melebihi standar yang ditetapkan dari peraturan Menteri Kesehatan tentang bagaimana layanan minum rumah sakit yang menjelaskan lama durasi menunggu rawat jalan maksimal 60 menit. Menganalisis perbedaan tingkat kepuasan pasien umum dan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit TK. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin. Survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel terdiri dari 98 pasien umum dan 100 pasien BPJS. Pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Uji statistik menggunakan Independent Sampel T test, apabila tidak memenuhi syarat, maka menggunakan uji alternatif yaitu uji Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%. Mayoritas responden dari pasien umum dan pasien BPJS menyatakan puas pada pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit TK. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin tahun 2022 yaitu sebanyak 92 pasien umum (93,9%) dan sebanyak 91 pasien BPJS (91%). Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa tidak ada perbedaan rerata tingkat kepuasan pasien umum dan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit TK. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin tahun 2022 (p-value=0,445) > nilai α (0,05). Secara garis besar dapat diartikan bahwa kegiatan operasional Rumah Sakit TK. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin menerapkan pelayanan kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan dilakukan secara profesional.Kata Kunci: Kepuasan pasien, pasien umum, pasien BPJS

    PENGARUH FAKTOR RESILIENSI TERHADAP KETAHANAN INDIVIDU SETELAH KEJADIAN TRAUMATIK

    No full text
    This study aims to understand the importance of reflecting on and deeply understanding traumatic events in building resilience. Using qualitative methods, this study involved seven respondents aged 18-25 years who experienced traumatic events, with data collection methods in the form of structured interviews and observations. The results showed that resilience plays an important role in helping respondents to recover after experiencing traumatic events, with several factors such as social support, emotional intelligence, gratitude, optimism, self-acceptance, and learning from experience. Some respondents showed positive changes and attitudinal changes that encouraged them to rise and thrive. Social support, especially from family and being able to manage emotions and take lessons from traumatic experiences are key in building resilience. This study can contribute to understanding the processes and factors that support a person in overcoming crisis and trauma and developing psychological resilience

    PENYULUHAN HUKUM DALAM UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMA MUHAMMADIYAH KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR

    No full text
    ABSTRAKBullying di kalangan remaja sekolah merupakan masalah serius yang perlu ditangani dengan perhatian dan pendekatan yang tepat. Dalam rangka pemahaman dari aspek hukum pencegahan Bullying dalam guna memberikan pemahaman dalam Upaya meminimalisir dampak negative bullying serta melindungi generasi muda, Penyuluhan hukum tentang pencegahan Bullying dikalangan remaja sekolah di daerah merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan yang dihadapi sekarang ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan ke depannya dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan penguasaan terhadap penyuluhan Hukum Pencegahan Bullying di SMA Muhammadiyah Karang Intan Kabupaten BanjarKata kunci: Penyuluhan Hukum, Bullying, remaja, sekola

    MANAJEMEN PERENCANAAN KARIER BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN

    No full text
    Sumber daya manusia merupakan hal yang penting karena individu (manusia) inilah yang akan menggerakkan seluruh komponen yang berbeda dalam kehidupan. Setiap individu dapat mengembangkan dan merealisasikan kompetensinya secara penuh dan memiliki hak untuk mengembangkan potensi perencanaan kariernya. Anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas, seperti halnya anak normal lainnya, juga mempunyai kesempatan yang baik dalam melakukan pendidikan ataupun dalam hal memasuki dunia kerja.  Keterbatasan fisik yang dialami penyandang disabilitas tidak selamanya bergantung kepada orang lain, mereka juga dapat hidup seperti orang normal pada umumnya baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, bekerja serta menghasilkan karya kecuali penyandang disabilitas berat. Dengan itu sebelum melaksanakan karir yang sebenarnya maka diperlukan perencanaan karir terlebih dahulu guna mempersiapkan karir saat usia kerja. Salah satu perencanaan karir yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas salah satunya adalah keterampilan (kecakapan) untuk upaya mewujudkan nilai tambah bagi anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Dengan memberikan support dan arahan dari beberapa pihak (keluarga, kerabat, organisasi, lembaga, masyarakat, dll) kepada anak berkebuthan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas sehingga mereka memiliki kemampuan keterampilan (skill) agar dapat bersaing sehat di dunia pendidikan ataupun dunia kerja.Terdapat tiga metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 10 orang remaja disabilitas yang hadir pada saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Hasil kegiatan Workshop Manajemen Perencanaan Karier Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin menghasilkan: (1) Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin dapat melakukan manajemen perencanaan karier; (2) Hasil Pretes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah disabilitas borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Rendah (1,63); dan (3) Hasil Posttes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Sedang (4,4)  Kata kunci: Manajemen, perencanaan karier     

    Bagaimana Fenomena ‘Marriage is Scary’ dalam Pandangan Perempuan Generasi Z?

    No full text
    This research aims to examine the views of Generation Z women regarding the "marriage is scary" phenomenon, which reflects their concerns about marriage. The approach in this research is qualitative with a narrative method. Researchers interviewed 10 students from the Guidance and Counseling study program at Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA as a respondent. Researchers asked about the meaning of marriage, issues that make them worry about marriage and their views on the "marriage is scary" phenomenon.  The results of the research show that Generation Z women have a positive view of marriage, namely as a commitment that is full of challenges and concerns about violence that may occur and the increasingly widespread patriarchal culture. Apart from that, generation Z women also value marriage as a forum for personal growth and mutually supportive relationships. The worries they have in a marriage originate from both within themselves and outside themselves. The increasingly growing phenomenon of "Marriage is scary" strengthens their worries and increasingly encourages them to be more selective in finding a partner and to be more mentally prepared to move toward marriage. The implication for premarital guidance and counseling is that preventive services are needed that can resolve concerns about problems in marriage. _____________________________________________________________Penilitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan perempuan generasi Z mengenai fenomena “marriege is scary” yang mencerminkan apa saja kekhawatiran mereka dalam pernikahan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode naratif. Peneliti mewawancarai 10 mahasiswi program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA sebagai responden. Peneliti  menanyakan makna pernikahan, isu yang membuat mereka khawatir akan pernikahan dan pandangan mereka tentang fenomena “marriage is scary”.  Hasil dari penilitian menunjukkan bahwa pandangan positif perempuan generasi Z terhadap pernikahan, yaitu sebagai komitmen yang penuh dengan tantangan dan kekhawatiran terhadap kekerasan yang mungkin akan terjadi serta budaya patriarki yang kian meluas. Selain dari itu perempuan generasi Z juga menghargai pernikahan sebagai wadah untuk pertumbuhan pribadi dan hubungan yang saling mendukung. Kekahawatiran dalam sebuah pernikahan yang dimiliki baik yang bersumber dari dalam diri dan luar diri mereka. Fenomena yang kian berkembang soal “marriage is scary” memperkuat rasa khawatir mereka dan makin mendorong mereka untuk lebih memilih dalam mencari pasangan juga lebih memantapkan mental untuk menuju jenjang pernikahan. Implikasi pada bimbingan dan konseling pranikah adalah diperlukannya layanan preventif yang dapat menyelesaikan kekhawatiran akan permasalahan dalam pernikahan

    PERAN KOMUNITAS PEREMPUAN KECAMATAN TANJUNG BINTANG DALAM PENGEMBANGAN UMKM (STUDI PADA UMKM BINAAN DINAS KOPERASI DAN UMKM LAMPUNG SELATAN)

    No full text
    Empowering women in developing Micro, Small and Medium Enterprises through MSMEs is an important focus, especially in the context of the women's community in Tanjung Bintang District, South Lampung. Tanjung Bintang District is the focus of the study which shows the crucial role of the women's community in mobilizing MSMEs as a key element in supporting MSME development. This research aims to document, analyze and understand the role of the Tanjung Bintang District women's community in developing MSMEs. This research uses a qualitative approach with observation, interview and documentation study techniques. Information was obtained from the South Lampung Regency Cooperative and MSME Service, District Government Apparatus, Women's Community Administrators, MSME actors in Jati Baru Village, Jati Indah, Srikaton. The research results show that the Tanjung Bintang District women's community has a central role in the development of MSMEs. They are active in empowering village women, developing cooperation, and ensuring the sustainability of micro-enterprises. Empowering women in MSMEs has a positive impact on the economic and social improvement of village communitie

    Metode Cepat Pembuatan Aplikasi Web Bootstrap Akademik Pada SMK Kota Banjarmasin Berbasis Codeigniter

    Get PDF
    Dalam era digitalisasi pendidikan, penggunaan aplikasi web akademik menjadi suatu kebutuhan yang mendesak, terutama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Banjarmasin. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengembangkan metode cepat untuk pembuatan aplikasi web akademik bootstrap berbasis CodeIgniter dengan pemanfaatan fremwork.metode pengembangan menggunakan pendekatan prototyping untuk mempercepat proses pembangunan aplikasi. CodeIgniter dipilih sebagai framework dasar untuk memastikan kestabilan dan keamanan aplikasi. Bootstrap digunakan sebagai alat bantu untuk memudahkan pengelolaan database tanpa perlu penulisan query SQL secara manual.hasil dari penelitian ini adalah aplikasi web akademik yang dapat memfasilitasi kebutuhan administrasi dan manajemen pendidikan di SMK Kota Banjarmasin. Aplikasi ini mencakup fitur-fitur seperti manajemen data siswa, pengelolaan jadwal pelajaran, pencatatan nilai, dan monitoring kehadiran siswa.penerapan metode cepat ini diharapkan dapat memberikan solusi efisien dan efektif dalam pengembangan aplikasi web bootstrap akademik, mempercepat waktu implementasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di SMK Kota Banjarmasi

    SISTEM INFORMASI MONITORING POSYANDU DALAM PENGELOLAAN DATA KESEHATAN ANAK BALITA MENGGUNAKAN INDEKS ANTROPOMETRI

    Get PDF
    Diera globalisasi perkembangan teknologi yang pesat mengharuskan pekerjaan diselesaikan secara efektif menggunakan komputer sebuah informasi dan pengolahan data yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Monitoring Posyandu berbasis web dalam pengelolaan data kesehatan anak balita di Posyandu, yang memudahkan petugas dalam pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan data kesehatan secara akurat dan efisien, menggantikan metode tulis tangan yang rentan terhadap kesalahan dan memakan waktu lama. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, pengembangan sistem dengan pendekatan metodologi waterfall, serta  metode penentuan status gizi anak menggunakan indeks antropometri. Hasil penelitian ini adalah sistem informasi berupa website yang dapat membantu mempermudah petugas dalam pemantauan, pengelolaan data dan juga memberikan informasi hasil perkembangan anak pada  pelayanan posyandu.

    2,318

    full texts

    4,346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇