Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
Analisis Postur Kerja dan Risiko Muskuloskeletal Menggunakan Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA) pada Pekerja Kantor
Aktivitas kerja dengan komputer dalam durasi panjang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal dan kelelahan visual akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keergonomisan postur kerja, kondisi kelelahan mata, serta mengidentifikasi faktor penyebab dan memberikan saran perbaikan pada staf pengguna komputer dengan sample sebanyak 30 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ergonomi. Instrumen yang digunakan meliputi Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ) untuk mengukur tingkat keluhan muskuloskeletal, Rapid Office Strain Assessment (ROSA) untuk menilai risiko postur kerja, dan Visual Fatigue Index (VFI) untuk mengevaluasi tingkat kelelahan mata. Hasil analisis CMDQ menunjukkan bahwa bagian tubuh dengan keluhan tertinggi adalah leher (14,48), punggung bawah (12,82), dan pinggul/pantat (11,25). Berdasarkan hasil ROSA diperoleh skor antara 6 dan 7 yang menunjukkan kategori risiko tinggi. Sementara itu, hasil VFI menunjukkan bahwa sebagian besar responden (63,3%) berada pada kategori kelelahan mata rendah, dan 36,7% berada pada kategori sedang–tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh durasi kerja selama 8 jam, kursi kerja tidak dapat diatur, armrest bertabrakan dengan meja, dan punggung tidak mendapat sandaran . Rekomendasi perbaikan mencakup penggunaan kursi ergonomis, pengaturan posisi monitor sejajar pandangan mata, penerapan istirahat mikro, serta edukasi mengenai postur kerja yang benar untuk mencegah gangguan muskuloskeletal dan kelelahan visual
Analysis Of Factors Associated With Utilisation Of Health Services In Inpatients UPT. RSUD Kuala Kurun
Utilisation of health services at UPT. RSUD Kuala Kurun in the last two years has decreased. Factors that influence the utilisation of health services include education level, accessibility, and facilities. To determine the relationship between education level, accessibility, and facilities with the utilisation of health services among inpatients at the Kuala Kurun Regional Hospital. This study used a cross sectional design. The research subjects consisted of 105 people at UPT Kuala Kurun Hospital. Data analysis chi square test and multiple logistic regression test. The results showed that the most dominant variables related to the utilisation of health services in inpatients of UPT. RSUD Kuala Kurun were accessibility (13,022), education level (6,690), and facilities (3,638). There is a relationship between the level of education, accessibility and facilities to the utilisation of health services in inpatients UPT. RSUD Kuala Kurun. The most dominant variable is accessibility
Evaluasi Kandungan Escherichia coli dalam Air Bersih dan Air Minum Rumah Tangga di Wilayah Puskesmas Bandar Senembah, Kota Binjai
Kualitas air bersih dan air minum sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan akses sanitasi yang terbatas. Air yang terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) dapat menimbulkan berbagai penyakit, termasuk diare, kolera, dan infeksi saluran pencernaan. E. coli sering digunakan sebagai indikator biologis untuk menilai adanya kontaminasi feses dalam air, yang menunjukkan risiko kesehatan masyarakat akibat sanitasi yang tidak memadai Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi tingkat kontaminasi E. coli dalam air bersih dan air minum di wilayah kerja Puskesmas Bandar Senembah, Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 19 rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Bandar Senembah, Kota Binjai, dan diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 53% dari sampel air bersih terkontaminasi E. coli, dengan tingkat kontaminasi tertinggi mencapai 12 CFU/100 ml. Sementara itu, 26% dari sampel air minum terkontaminasi, dengan tingkat kontaminasi tertinggi sebesar 3 CFU/100 ml. Hasil ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan kualitas sanitasi dan pengolahan air untuk mencegah kontaminasi lebih lanjut, baik dari pihak instansi kesehatan maupun peningkatan kesadaran masyarakat
Hubungan Postur Kerja Dan Lama Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Bagian Sewing PT. Maju Abadi Garment
Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikeluhkan oleh pekerja bagian sewing PT Maju Abadi Garment. Penerapan target produksi harian di bagian sewing berdampak pada penambahan jam kerja atau lembur apabila target tidak tercapai dalam waktu kerja normal. Kondisi ini menyebabkan munculnya gejala kelelahan kerja, seperti pusing, lesu, dan menurunnya konsentrasi, baik saat bekerja maupun setelah bekerja. Gejala tersebut berkaitan dengan postur kerja yang monoton dan statis, di mana pekerja berada dalam posisi membungkuk dalam lama kerja yang melebihi 8 jam per hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dan lama kerja dengan kelelahan pada bagian jahit PT Maju Abadi Garment. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan crosssectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bagian sewing PT Maju Abadi Garment dan sampel penelitian sebanyak 60 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Variabel bebas adalah postur kerja dan lama kerja serta variabel terikat adalah kelelahan kerja. Data primer dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square , tingkat signifikansi 95% (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,023) serta antara lama kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,001) pada pekerja bagian sewing PT Maju Abadi Garment. Temuan ini mengindikasikan bahwa postur kerja yang tidak ergonomis dan lama kerja yang melebihi waktu normal berkontribusi terhadap peningkatan tingkat kelelahan kerja. Diharapkan pekerja menerapkan postur kerja ergonomis dan melakukan peregangan secara berkala guna meminimalkan risiko kelelahan
Kajian Risiko Bencana Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Di Nusa Tenggara Timur
Indonesia adalah negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi karena kondisi geografisnya. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi berbagai ancaman bencana, termasuk gempa bumi, banjir, dan kekeringan, yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara risiko bencana dan kualitas hidup masyarakat di NTT. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan survei terhadap 20 responden yang tinggal di kawasan rawan bencana selama lebih dari lima tahun. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan dianalisis menggunakan indeks kesiapsiagaan dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden tidak memiliki kesiapsiagaan memadai terhadap bencana. Meskipun demikian, 70% responden mengategorikan kualitas hidup mereka sebagai "cukup baik". Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, perbaikan sistem mitigasi, dan penguatan rencana tanggap darurat. Saran yang diberikan mencakup peningkatan pelatihan bencana, pengembangan infrastruktur tahan bencana, dan pemberdayaan masyarakat lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami risiko bencana di NTT dan langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah rawan bencana. Kata kunci : Bencana, Kajian Risiko, Kualitas Hidu
Hubungan Status Gizi dan Riwayat Kontak dengan Kejadian Tuberculosis di Kota Palembang Tahun 2025
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri dan masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Palembang. Status gizi dan riwayat kontak sangat berpengaruh pada risiko kejadian TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan riwayat kontak dengan kejadian tuberkulosis di Kota Palembang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder dari kegiatan Active Case Finding (ACF) tahap 3 di 20 Puskesmas Kota Palembang pada Februari-Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 1.963 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian tuberkulosis (p=0,002; OR=2,141; 95% CI:1,349-3,398), yang berarti responden dengan gizi kurang memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami TBC dibandingkan responden dengan status gizi baik. Namun, pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara riwayat kontak dengan kejadian tuberkulosis (p=0,198). Temuan ini menunjukkan bahwa status gizi merupakan faktor risiko kejadian TBC di Kota Palembang, sedangkan riwayat kontak tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Diperlukan upaya dalam peningkatan status gizi dan pencegahan penularan TBC di tingkat masyarakat
IMPLEMENTATION OF CHATBOT USING TEMPLATE MATCHING AND ARTIFICIAL INTELLIGENCE METHOD TO INCREASE STUDENT READING INTEREST
Student reading interest in Indonesia remains relatively low, which impacts the utilization of library resources. One contributing factor is limited access to fast and easy information, making students reluctant to seek references beyond academic requirements. This study aims to develop a library chatbot using the Template Matching method integrated with ChatGPT artificial intelligence. The chatbot is designed to deliver interactive, quick, and relevant information services. System development followed the Waterfall method, while evaluation employed black-box testing and a Likert scale survey to measure user satisfaction. Results showed an average score of 83.12%, categorized as “Strongly Agree.” These findings indicate that the chatbot effectively facilitates access to library information and enhances user satisfaction. Moreover, it has the potential to increase student engagement with library services and contribute positively to improving reading interest. Future research should explore broader applications and long-term impacts of chatbot-based information systems
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA UMSIDA
This research is motivated by the existence of problems related to academic procrastination among students of Muhammadiyah University of Sidoarjo. Students have a tendency to leave or avoid their tasks and activities in the academic world intentionally, which makes it difficult to complete lectures on time. Students have feelings of dislike for the tasks they get, as well as feelings of fear of failure, fighting against control and difficulty in making decisions. The purpose of this study is to determine the relationship between peer social support and academic procrastination in students. This research method is quantitative correlation with a population of 10,006 students of Muhammadiyah University of Sidoarjo and used as a sample of 370 based on the Krejcie and Morgan table with a 5% error rate. The sample determination uses an accidental sampling technique. The variables in this study are peer social support and academic procrastination. Data collection in this study used a scale of peer social support and academic procrastination with a Likert scale model adopted from previous studies with a reliability value of 0.892 for the peer social support variable and 0.775 for the academic procrastination variable. Data analysis in this study used the Spearman Rho correlation test with the help of SPSS. The results showed that there was a negative relationship between peer social support and academic procrastination in students of the University of Muhammadiyah Sidoarjo, with a value of r = -0.334 with a significance value of p = 0.000 (p <0.05). The higher the peer social support, the lower the academic procrastination and vice versa
PELATIHAN AQUAPONIK DENGAN BUDIKDAMBER SEBAGAI UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN NABATI DAN HEWANI DILAHAN TERBATAS MASYARAKAT DESA NGADISONO KABUPATEN WONOSOBO
Ketahanan pangan merupakan isu penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama di daerah yang terisolasi dari pasar. Desa Ngadisono, Kabupaten Wonosobo, menghadapi tantangan dalam akses pangan bergizi, khususnya protein hewani dan nabati. Sebagai solusi, program BUDIKDAMBERBudidaya ikan dalam ember diperkenalkan untuk mendukung ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Sistem aquaponik sederhana ini menggabungkan budidaya ikan lele dan tanaman kangkung dalam satu ember, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan lahan terbatas dan meningkatkan ketersediaan pangan yang lebih mandiri.. Metode pelaksanaan terdiri dari pelatihan, diskusi, dan praktik langsung untuk memberikan pemahaman serta keterampilan kepada warga, terutama ibu rumah tangga, tentang teknik budidaya ikan dan tanaman secara bersamaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa budikdamber efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pertanian yang ramah lingkungan dan memperkaya konsumsi pangan bergizi dengan cara yang efisien. Program ini juga memberikan manfaat seperti penghematan air dan pengurangan limbah. Dengan demikian, budikdamber menjadi alternatif yang inovatif dalam mendukung ketahanan pangan dan memberdayakan masyarakat di desa Ngadisono
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGEMASAN PRODUK HASIL KEBUN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA SEBAMBAN KABUPATEN BARITO KUALA
Community empowerment must be carried out continuously, considering that change occurs constantly. Changes can be caused by government policies, economic conditions, or changes in natural conditions. This impacts the community's lifestyle, which also follows these changes.This training activity aims to assist and provide guidance to rubber farmers in overcoming economic disparities while awaiting harvest. This activity can encourage creative thinking and ideas to produce other products so they can earn their own income without relying on continuous government assistance. This training is expected to increase innovation among rubber farmers using their own capital.The challenges faced by rubber farmers include meeting daily needs, lacking skills, and facing challenges while awaiting harvest. Therefore, the environment demands creativity and innovation using their own capital. This training can broaden the thinking of farmers to explore business opportunities with relatively small capital