Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
Peningkatan Self-confidence Siswa melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Reframing
Someone with high self-confidence tends to believe they can find answers to the obstacles they face. On the other hand, individuals with low self-confidence will feel that they cannot solve the problems they face. Based on the phenomenon found at SMPN 02 Silo school, some students have low levels of self-confidence, including being nervous when meeting new people, shy when asked questions, and not daring to express opinions. With this phenomenon, the research aims to increase students' self-confidence. The research method uses a qualitative approach with a PTBK design. The respondents studied were 28 students, with 6 students selected using purposive sampling as samples. The data collection method was carried out using a questionnaire. From the results of observations of the service action process, it was discovered that the level of student self-confidence increased in each research cycle, in cycle I it reached a percentage of 66% of the sample in the medium category (81-120), then in the second cycle the percentage of students had reached 83% of the sample in the high category (121-160), so it can be said that providing guidance services for the reframing technique group was able to increase the self-confidence of class VIII B students at SMPN 02 Silo. __________________________________________________________________Seseorang dengan Self-confidence tinggi cenderung yakin bahwa mereka mampu untuk mencari jawaban atas kendala yang mereka hadapi. Sebaliknya, seseorang dengan Self-confidence rendah sering merasa tidak mampu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Berdasarkan fenomena yang ditemukan di sekolah SMPN 02 Silo bahwa sebagian siswa memiliki tingkat Self-confidence yang rendah diantaranya gugup ketika bertemu orang baru, malu ketika ditanya, serta tidak berani mengungkapkan pendapat. Dengan adanya fenomena tersebut maka tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan Self-confidence siswa. Metode penelitian menggunaakan pendekatan kualitatif dengan desain PTBK. Responden yang diteliti berjumlah 28 siswa, dengan 6 siswa dipilih secara purposive sampling sebagai sampel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Pada hasil pengamatan proses tindakan layanan diketahui bahwa tingkat Self-confidence siswa meningkat pada tiap siklus penelitian, pada siklus I mencapai persentase 66% sampel dalam kategori sedang (81-120), kemudian pada siklus ke II persentase siswa telah mencapai 83% sampel dalam kategori tinggi (121-160), Hal ini menunjukkan bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok teknik reframing mampu meningkatkan Self-confidence siswa kelas VIII B SMPN 02 Silo
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Deteksi Ide Bunuh Diri pada Remaja
The identification of suicidal ideation is a crucial first step in comprehensive suicide prevention efforts because it enables timely intervention and appropriate support for individuals at risk. To ensure accuracy, the assessment process requires a measurement instrument that has been empirically tested and proven suitable for the intended population. This study aimed to validate a suicidal ideation detection instrument to confirm its readiness for practical application. The instrument was developed using a research-and-development approach guided by Saifuddin Azwar’s scale development design. The development procedures included defining measurement objectives, determining the measurement domain, operationalizing the construct, preparing a scale blueprint, formulating items, conducting qualitative reviews, carrying out pilot testing, performing item analysis, compiling the initial draft, selecting qualified items, and continuing with reliability and validity testing before producing the final instrument format. Content validity was assessed by three expert validators, followed by field testing involving 200 students. Quantitative data were analyzed using JASP version 0.16 software. The findings showed that the suicidal ideation detection instrument met the required validity criteria, demonstrated by an Aiken’s V coefficient categorized as high (0.866). Additionally, all items exhibited strong discrimination, and the overall reliability score reached 0.926, confirming that the instrument is suitable and effective for early detection among students._____________________________________________________________Deteksi ide bunuh diri sangat penting dilakukan sebagai tahap awal upaya pencegahan bunuh diri. Deteksi ide bunuh diri harus dilakukan menggunakan instrumen asesmen yang telah teruji valid dan layak digunakan. Penelitian ini berusaha melakukan validasi pada instrumen asesmen deteksi ide bunuh diri agar siap digunakan. Pengembangan instrumen menggunakan metode R&D dengan desain penyusunan skala Saifuddin Azwar. Adapun langkah penyusnan yaitu identifikasi tujuan ukur, pembatasan domain ukur, operasionalisasi konsep, penelitian item berdasarkan indikator yang disajikan dalam kisi-kisi skala, reviu kualitatif, uji coba, analisis item, kompilasi I seleksi item, pengujian reliabilitas, validasi, dan kompilasi II format final. Pengujian validitas dilakukan oleh tiga orang validator ahli, dan diujicobakan pada 200 siswa untuk uji validitas. Pengujian kuantitatif dilakukan menggunakan bantuan aplikasi JASP versi 0.16. Hasil menunjukkan bahwa instrumen asesmen deteksi ide bunuh diri valid digunakan karena memenuhi syarat validitas nilai Aiken’s V pada kategori tinggi dengan nilai 0,866. Instrumen memperoleh nilai tinggi pada tiap butir item pada uji daya diskriminasi, dan memiliki reliabilitas tinggi dengan skor 0,926
Intensitas Mendengarkan Musik K-Pop dengan Self-Love dan Kesehatan Mental Mahasiswa
This research investigates the relationship between listening K-Pop music consumption and levels of Self-Love and mental health among students in the Faculty of Teacher Training and Education, class of 2021, at Tadulako University. The research participants consisted of 146 students from the Faculty of Teacher Training and Education, a 2021 batch, who actively listened to K-Pop music. Data collection employed adapted questionnaire instruments: a listening K-Pop music consumption questionnaire, a Self-Love scale, and a mental health assessment scale. The research employed a quantitative research methodology with a causal-associative design, utilizing correlation analysis to examine the relationships between variables. The Pearson Product-Moment correlation analysis yielded the following results: The correlation between BTS music consumption (Variable X) and Self-Love (Variable Y1) had a significance value (2-tailed) of 0.483, which is greater than 0.05. Similarly, the correlation between listening K-Pop music consumption (Variable X) and mental health (Variable Y2) yielded a significance value (2-tailed) of 0.877, which is greater than 0.05. Based on these statistical findings, both relationships demonstrate non-significant correlations. For the BTS music and Self-Love variables, the significance value (2-tailed) exceeds 0.05, leading to the rejection of the alternative hypothesis (Ha). which means there is no relationship between listening K-Pop music and Self-Love and mental health____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021, subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021 Universitas Tadulako yang mendengarkan intensitas mendengarkan musik K-Pop. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 146 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner adaptasi yaitu kuesioner intensitas mendengarkan musik K-Pop, skala Self-Love, dan skala kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal menggunakan analisis korelasi. Hasil dari uji korelasi Product Moment Pearson terhadap variabel X dengan variabel Y1 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel Self-Love signifikan (2-tailed) 0,483 > 0,05. Pada variabel X dengan variabel Y2 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel kesehatan mental signifikan (2-tailed) 0,877 > 0,05. Maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love. Pada variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan kesehatan mental hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental
ANALISIS PERUBAHAN RASIO BAHAN BAKAR DAN UDARA TERHADAP NILAI EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR
AbstrakSepeda motor merk Yamaha terdapat teknologi pengaturan CO (Carbon Monoksida), teknologi ini akan berdampak pada konsumsi bahan bakar. Perubahan rasio bahan bakar dan udara/Air fuel ratio (AFR) dan putaran engine akan mempengaruhi seberapa besar nilai emisi gas buang pada kendaraan bermotor. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari s/d Juni 2024 di workshop Otomotif SMKN 1 Balikpapan. Objek penelitian yaitu sepeda motor Yamaha Gear 125. Pengujian AFR sebanyak 6 kali percobaan dengan cara diadjuster melalui FI diagnostic tool pada angka -2, 0, +1, +2, +3, dan +4 dengan menggunakan bahan bakar Pertamax dan Pertalite. Pada pengaturan AFR di angka -2 konsumsi kedua jenis bahan bakar lebih hemat, hal ini akan mengakibatkan nilai performansi engine mengalami penurunan, sehingga nilai emisi gas buang yang dihasilkan juga relatih lebih kecil. Sedangkan untuk percobaan pengaturan AFR di angka +1 +2, +3 dan +4 konsumsi bahan bakar lebih boros dan nilai emisi gas buang mengalami kenaikan, namun performansi engine yang dihasilkan besar
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN VEGETASI PADA LUAS LAHAN PERTANIAN TERHADAP PERKEMBANGAN AREA PERSAWAHAN DI WILAYAH TAMBAN MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2
Sawah merupakan salah satu bentuk pemanfaatan lahan yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pemantauan perubahan luas sawah secara berkala menjadi hal yang esensial untuk mengantisipasi tekanan alih fungsi lahan, degradasi kualitas lingkungan, serta untuk mendukung perencanaan pembangunan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sawah di wilayah Tamban, Kalimantan Selatan, dengan mengintegrasikan indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan metode klasifikasi unsupervised K-Means berbasis citra Sentinel-2 pada periode 2020–2024. Metode penelitian meliputi beberapa tahapan, yakni pra-pengolahan citra dengan masking awan, perhitungan NDVI, serta klasifikasi K-Means untuk membedakan sawah aktif dan non-sawah. Analisis dilakukan pada lima Area of Interest (AOI) dengan fokus pada perhitungan luas sawah dan pemantauan perubahan temporal. Validasi dilakukan menggunakan titik sampel lapangan dan penghitungan confusion matrix untuk memperoleh nilai akurasi klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi NDVI dan K-Means mampu mengidentifikasi sawah secara akurat dengan pola spasial yang mengikuti petak lahan. Validasi menghasilkan nilai overall accuracy sebesar 98,69% dan kappa coefficient sebesar 97,21%, yang membuktikan reliabilitas metode ini. Analisis temporal memperlihatkan dinamika yang beragam antar AOI. AOI 1 dan AOI 5 menunjukkan tren peningkatan luas sawah yang mengindikasikan optimalisasi lahan, AOI 2 dan AOI 4 mengalami penurunan luas yang konsisten sehingga memerlukan perhatian khusus, sementara AOI 3 menunjukkan pola yang sangat fluktuatif dengan potensi besar namun juga rentan terhadap faktor eksternal. Variasi ini menegaskan bahwa dinamika sawah di tingkat lokal dipengaruhi oleh kondisi biofisik, sosial-ekonomi, serta praktik pengelolaan lahan yang berbeda. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi NDVI dan K-Means efektif, efisien, dan aplikatif dalam memantau perubahan sawah. Pendekatan ini berkontribusi penting bagi penyediaan informasi spasial yang dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pertanian, pengendalian alih fungsi lahan, serta kebijakan pengelolaan sumber daya lahan yang berkelanjutan
Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi Si Kelesan Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) dan End User Computing Satisfaction (EUCS)
Dalam era digital saat ini, pemanfaatan teknologi informasi telah menjadi elemen krusial dalam meningkatkan efisiensi kerja, termasuk dalam kegiatan promosi dan pengemasan produk bagi pelaku UMKM. Salah satu inovasi yang mendukung transformasi ini adalah aplikasi Si Kelesan, yang dirancang oleh UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Aplikasi ini hadir sebagai solusi digital untuk membantu pelaku UMKM dalam mengakses layanan promosi dan kemasan secara daring. Untuk mengetahui sejauh mana aplikasi ini diterima dan memuaskan penggunanya, dilakukan evaluasi dengan pendekatan gabungan dari model Technology Acceptance Model (TAM) dan End-User Computing Satisfaction (EUCS) merupakan dua kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian ini untuk memahami penerimaan dan kepuasan pengguna terhadap sistem informasi. Sementara itu, EUCS menilai kepuasan pengguna berdasarkan aspek konten informasi, penyajian tampilan, ketepatan data, kemudahan interaksi, serta kecepatan penyajian informasi. Penilaian dilakukan melalui survei terhadap 100 pengguna aktif aplikasi Si Kelesan. Dari hasil yang diperoleh, mayoritas responden menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Sebanyak 93,75% pengguna menyatakan puas terhadap pengalaman menggunakan aplikasi ini, menunjukkan bahwa aplikasi Si Kelesan berhasil memenuhi ekspektasi penggunanya dalam mendukung kegiatan UMKM secara digita
Exploring the Interplay Between Job Performance, Quality of Work Life, and Job Involvement
This study explores the relationship between Quality of Work Life (QWL), job involvement, and job performance within contemporary organizational settings. The research emphasizes the role of job involvement as a mediator in the relationship between QWL and job performance. The findings indicate that while QWL positively influences job performance through job involvement, this effect is not always statistically significant in some contexts. Factors such as organizational climate, leadership styles, and work culture can moderate this relationship. The study suggests that fostering an environment with high QWL can enhance job involvement, thereby improving job performance. The implications of these findings highlight the importance of supportive work environments in driving employee engagement and performance. Further research is needed to examine other moderating variables and extend these findings to various organizational contexts.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN USAHA TERNAK KAMBING PERAH PERANAKAN ETTAWA (PE) DI KABUPATEN SLEMAN
Usaha Ternak Kambing Perah Peternakan Ettawa (PE) di tingkat peternak perdesaan menghadapi berbagai kendala terkait input produksi yang harus dikeluarkan guna mengoptimalkan keuntungan. Penggunaan berbagai input produksi harus mempertimbangkan ketersediaan modal yang dimiliki peternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha Ternak Kambing Perah PE di Kabupaten Sleman. Metode analisis data menggunakan fungsi keuntungan Unit Output Price (UOP) Cobb douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan usaha ternak Kambing Perah PE di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman dipengaruhi secara signifikan oleh harga penyusutan kandang & peralatan, harga pakan konsentrat, harga pakan hijauan, dan harga bibit kambing. Variabel yang tidak berpengaruh secara nyata (non signifikan) terhadap keuntungan usaha ternak Kambing Perah PE, yaitu harga obat-obatan ternak, upah tenaga kerja, dan harga suplemen
EFEK PEMBERIAN TEH BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) DAN KUNYIT MELALUI AIR MINUM TERHADAP LEMAK ABDOMINAL DAN PERSENTASE KARKAS BROILER
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh bajakah dan kunyit dalam air minum terhadap persentase karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Penelitian menggunakan 100 ekor ayam broiler dengan perlakuan dimulai pada umur 14 sampai 35 hari. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, masing - masing ulangan terdiri dari 5 ekor ayam, jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Perlakuan yang diberikan meliputi : T0: air minum tanpa larutan teh bajakah dan kunyit (kontrol), T1 : air minum + 10 ml larutan teh bajakah dan kunyit per liter, T2 : air minum + 20 ml larutan teh bajakah dan kunyit per liter, T3 : air minum + 30 ml larutan teh bajakah dan kunyit per liter. Parameter yang diamati meliputi persentase karkas, lemak abdominal, dan bobot hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian teh bajakah dan kunyit berpengaruh nyata (P0,05) terhadap persentase karkas dan bobot hidup. Dapat disimpulkan bahwa pemberian teh bajakah dan kunyit pada air minum mampu menurunkan kadar lemak abdominal pada perlakuan T3 sebesar 0,14%, dengan bobot hidup tertinggi sebesar 1877,6 gr dan persentase bobot karkas sebesar 71, 43%. Kata Kunci : Lemak abdominal, Persentase karkas, Teh bajakah, Kunyit, Broile
UJI IN SILICO SIFAT ANTIOKSIDAN, TOKSISITAS DAN FARMAKOKINETIKA MOLEKUL KAEMFEROL TERPENILASI
Senyawa kaempferol terpenilasi diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang sangat baik. Akan tetapi belum ada diteliti potensi kaemferol terpenilasi sebagai obat secara eksperimen maupun teoritis. Tujuan riset ini untuk mengetahui potensi senyawa kaemferol terpenilasi yaitu 8-prenylkaempferol sebagai obat melalui penentuan aktivitas antioksidan, toksisitas dan skor obat secara teoritis. Perhitungan Density Functional Theory (DFT) dengan basis set B3LYP/6-31G digunakan untuk menganalisis reaksi antioksidan. Mekanisme single electron transfer-proton transfer (SET-PT) lebih disukai untuk pemutusan ikatan O-H, dengan posisi C3-OH sebagai situs yang paling aktif. Parameter reaktivitas global mengkonfirmasi reaktivitas antioksidan yang lebih tinggi dari 8-prenylkaempferol dibanding kaemferol. Nilai pKa yang dihitung sebesar 7,50 menunjukkan kelarutan yang baik dalam darah. Penilaian toksisitas menggunakan perangkat lunak OSIRIS Property Explorer mengungkapkan tidak ada risiko mutagenisitas, tumorigenitas, toksisitas reproduksi, atau iritasi untuk 8-prenylkaempferol, dengan skor obat yang menguntungkan sebesar 0,585. Nilai farmakokinetika sesuai dengan aturan Lipinski 5. Temuan ini menunjukkan 8-prenylkaempferol potensial sebagai kandidat obat