Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENGEMBANGAN PCK CALON GURU KIMIA BERBASIS CORE DAN PAP-ERS DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN TERMOKIMIA
Guru sebagai pendidik profesional dengan kompetensi pedagogis yang mendalam agar mampu merancang pembelajaran yang efektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Pedagogical Content Knowledge (PCK) calon guru kimia melalui penggunaan Content Representation (CoRe) Framework dan Pedagogical and Professional Experience Repertoires (PaP-eRs) pada pembelajaran termokimia. CoRe digunakan untuk mengelaborasi delapan pertanyaan esensial mengenai ide pokok materi ajar, sedangkan PaP-eRs menyajikan narasi pengalaman pembelajaran berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari pengembangan CoRe. Pendekatan yang digunakan adalah interpretive research dengan paradigma interpretivisme, yang menempatkan peneliti sebagai bagian aktif dalam proses penelitian. Dua guru kimia berpengalaman dilibatkan sebagai kolaborator. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara guru dan siswa, jurnal reflektif calon guru, catatan observer, serta rubrik penilaian PCK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi dan refleksi melalui diskusi, observasi, dan penulisan jurnal mampu meningkatkan kemampuan calon guru dalam memahami dan menerapkan PCK secara lebih mendalam dan kontekstual
KAJIAN LITERATUR: PENGGUNAAN SOCIO SCIENTIFIC ISSUES DALAM PEMBELAJARAN KIMIA TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS
Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis yang bertujuan menelaah pengaruh Socio-Scientific Issues (SSI) dalam pembelajaran kimia terhadap kemampuan literasi sains siswa. Kajian dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA dengan meninjau artikel yang diperoleh dari Google Scholar, ERIC, Scopus, dan ScienceDirect pada periode 2020–2025. Dari 196 artikel yang diidentifikasi, hanya 14 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan SSI secara konsisten meningkatkan literasi sains, terutama dalam aspek pemahaman konsep, berpikir kritis, argumentasi ilmiah, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Model pembelajaran seperti PBL, inkuiri terbimbing, dan POEEd paling sering digunakan. Kendala utama penerapan SSI meliputi keterbatasan waktu dan kesiapan guru. Secara keseluruhan, SSI berperan penting dalam membentuk peserta didik yang melek sains, reflektif, dan peduli terhadap isu sosial serta lingkunga
PENERAPAN METODE SILVER MEAL UNTUK OPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU ARM REAR BRAKE KYEA PADA PT XYZ
Perkembangan pesat industri otomotif di Indonesia mendorong peningkatan produksi dan kebutuhan suku cadang, termasuk di PT XYZ, perusahaan manufaktur stamping logam. Salah satu tantangan spesifik yang dihadapi adalah kurangnya metode perencanaan kebutuhan material yang tepat dalam mengelola persediaan bahan baku plat SPCC, sehingga sering terjadi overstock atau out of stock yang menghambat produksi dan memperlambat turnover inventory. Selain itu, fluktuasi permintaan dan kurang optimalnya penentuan ukuran lot menyebabkan biaya penyimpanan yang tinggi dan potensi terjadinya kelebihan stok. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku dengan metode Silver Meal, sebuah teknik lot sizing untuk menekan biaya persediaan rata-rata per periode. Analisis menunjukkan bahwa meskipun perusahaan belum menerapkan metode ini, potensi efisiensi yang ditawarkan sangat signifikan. Dengan penerapan metode Silver Meal, ditemukan ukuran lot optimal untuk 11 periode yang mampu menghemat biaya sebesar 0,031% atau Rp430.450. Selain itu, metode ini secara efektif mengurangi biaya penyimpanan hampir hingga nol setiap bulannya. Oleh karena itu, metode Silver Meal diharapkan dapat membantu PT XYZ dalam meminimalkan biaya persediaan dan meningkatkan efisiensi operasional.Kata Kunci: Silver Meal, Pengendalian Persediaan, Ukuran Lot, Fluktuasi Permintaan, PT XYZ, Efisiensi Biaya
Analisis Penentuan Strategi Pemasaran Arya Frozen Food Pada Industri Makanan dan Minuman Dengan Menggunakan SWOT dan AHP
UMKM Arya Frozen Food merupakan suatu UMKM yang terletak di Desa Sladi Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan. UMKM ini bergerak dalam bidang frozen food, yaitu dalam bentuk makanan yang dibekukan di dalam freezer dengan suhu -13°C. Persaingan produk frozen food yang semakin hari semakin ketat dikarenakan keberadaan produk frozen food sudah tersebar luas di kota Pasuruan. Fokus penelitian ini yaitu apa saja faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi pemasaran di UMKM Arya Frozen Food menggunakan metode SWOT untuk memberikan ulasan strategi pemasaran dan metode AHP untuk pengambilan keputusan yang membantu mengevaluasi dan memilih alternatif terbaik berdasarkan kriteria yang berbeda. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada admin dan konsumen arya frozen food dan dokumentasi digunakan sebagai pelengkap bahan informasi yang mendukung data-data peneliti yang didapatkan dilapangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi penentu strategi pemasaran di arya frozen food yaitu faktor internal dan ekternal. Faktor-faktor tersebut didominasi oleh gaya hidup, sikap, kepercayaan, pelayanan, harga.Kata Kunci: Frozen Food, Pemasaran, SWOT, AH
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PENGUATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI NILAI KEARIFAN LOKAL MADIHIN DI SDN TINGGIRAN II.2 BARITO KUALA
Tujuan penelitian ini mengetahui : 1) Untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Madihin diintegrasikan dalam manajemen implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN Tinggiran II.2. Barito Kuala, 2) Untuk Menganalisis pengaruh implementasi manajemen Kurikulum Merdeka Belajar yang terintegrasi dengan nilai kearifan lokal Madihin terhadap tingkat kemandirian belajar siswa di SDN Tinggiran II.2. Barito Kuala dan 3) Untuk Mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi manajemen Kurikulum Merdeka Belajar yang terintegrasi dengan nilai kearifan lokal Madihin dalam upaya penguatan kemandirian belajar siswa di SDN Tinggiran II.2. Barito Kuala.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa SDN Tinggiran II.2 Barito Kuala.Hasil penelitian : 1) Integrasi nilai Madihin dilakukan secara terencana melalui fungsi-fungsi manajemen pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Nilai-nilai Madihin diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran yang terstruktur, kontekstual, dan bermakna, baik secara intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. 2) Implementasi tersebut berdampak positif terhadap kemandirian belajar siswa. Siswa menunjukkan peningkatan dalam hal inisiatif, kepercayaan diri, tanggung jawab, serta kemampuan refleksi dan pengelolaan belajar secara mandiri. Pembelajaran berbasis Madihin juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal. 3) Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan kepala sekolah, kreativitas guru, keterlibatan masyarakat, serta antusiasme siswa. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam memahami budaya lokal, sarana prasarana yang belum memadai, alokasi waktu yang terbatas, serta kurangnya keterlibatan sebagian orang tua. Sekolah mengatasi hambatan tersebut melalui pelatihan guru, pengembangan media kreatif, pelibatan tokoh budaya, serta penguatan monitoring dan evaluasiPenelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Kurikulum Merdeka Belajar yang mengintegrasikan nilai kearifan lokal Madihin secara efektif dapat memperkuat kemandirian belajar siswa sekaligus dapat melestarikan budaya daerah dalam konteks PendidikanKata Kunci : Kurikulum Merdeka, Manajemen Kurikulum, Kearifan Lokal, Madihin, Penguatan, Kemandirian Belaja
Automatic Essay Grading System (Simple-O) For Japanese Language Utilizing Bert And Bi-Lstm With Cosine Similarity
This research introduces an Automatic Essay Grading System (SIMPLE-O) for Japanese, designed to predict essay scores. The system integrates BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers) to generate sentence embeddings, effectively capturing contextual nuances essential for understanding the Japanese language. These embeddings are further processed by BiLSTM (Bidirectional Long Short-Term Memory) to analyze features associated with each question. For similarity assessment, Cosine Similarity is employed. The best results were achieved with a scenario utilizing 15 epochs, a batch size of 32, 64 BiLSTM units, and a learning rate of 0.001, yielding an average error of 30.08%. However, selecting the best-performing model from each scenario provides an optimal combination with a reduced average error of 27.73%. This study highlights the potential of SIMPLE-O to improve the performance and reliability of automated Japanese essay grading, contributing to advancements in educational technology and assessment methodologies
Reducing Classroom Anxiety in First-Grade Elementary Students Through Ice Breaking Strategies
This study explores the effectiveness of ice breaking strategies in reducing classroom anxiety among first-grade students at Ma’had Al-Zaytun Elementary School. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through classroom observations, interviews, and document analysis. Findings show that anxiety is influenced by emotional, social, and environmental factors. Ice breaking activities significantly reduced anxiety by creating a more relaxed and engaging classroom atmosphere. The results suggest that integrating emotional support strategies such as ice breaking into early-grade pedagogy enhances student readiness and participation in learning
Pedagogy Based Classroom Management Strategies: A Case Study of Teachers at Public Elementary School
This qualitative study aims to describe and analyze the classroom management strategies based on a pedagogical approach implemented by teachers at SD Negeri 24/II Koto Jayo, Pelepat Subdistrict, Bungo Regency, Jambi Province. The research adopts a single case study design involving seven homeroom teachers and two subject teachers as participants. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that the teachers planned classroom management systematically by organizing seating arrangements, setting clear class rules, and preparing detailed lesson plans. In practice, they created a supportive learning atmosphere through interactive teaching methods, ice breaking activities, and fostering positive communication between teachers and students. The study also finds that teachers addressed disruptive behavior not merely through punishment but by identifying underlying causes and involving students in setting classroom norms. Supporting factors include well-planned curricula, teachers’ pedagogical competence, and school support, while inhibiting factors are limited facilities, large class sizes, and students’ lack of awareness. These results demonstrate that the pedagogical approach in classroom management promotes a conducive learning climate, enhances student motivation, and encourages active participation. This research contributes to the development of contextual classroom management models in rural primary schools and provides practical insights for teachers, school principals, and policymakers to improve pedagogical competence and classroom climate. It is recommended that further studies explore similar models in various socio-cultural settings to strengthen the generalizability of best practices in pedagogical classroom management
The Development of a Storybook on Banten Culture as A Literacy Medium for Elementary and Islamic Elementary School Student
Fun and easy-to-understand literacy media for students are limited in availability. Current student literacy activities are quite concerning. Various parties in the world of education are asked to formulate ideas for both products and services to facilitate elementary school students in literacy activities. In addition, government regulations emphasize that there must be cultural elements or elaborate on local cultural wisdom in order to get closer to the learning by doing process. One of the various literacy media that is currently being developed is the development of Banten cultural legend books as a literacy medium for elementary school students. The purpose of this study is to transform the contextual story of Banten folklore in the form of "The Legend of Mount Pinang" which is suitable for use by students and to analyze student responses to Banten cultural legend books as a literacy medium. The R&D (Research and Development) method with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate) was used in this study. The results of the study showed that the Banten cultural smart book developed and validated by three validators obtained a very high level of feasibility (more than 90%). This smart book has been tested at MI An Nazwa, Banten and received a positive response and was considered suitable for wider use