Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
    4346 research outputs found

    IMPLIKASI PANDANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM BIDANG PRAGMATISME

    No full text
    Artikel ini tentang penelitian yang bertujuan (1) untuk memperoleh gambaran pandangan filsafat pragmatis Richard Rorty tentang epistemologi (pengetahuan dan kebenaran); (2) untuk mengetahui implikasi dari pandangannya tentang epistemologi dalam bidang pendidikan. Bahan utama kajian/penelitian ini adalah buku-buku yang ditulis oleh Richard Rorty, utamanya yang berkaitan dengan masalah pengetahuan dan kebenaran. Juga, buku-buku yang berkaiatan dengan filsafat pendidikan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan memfokuskan pada beberapa pertanyaan penelitian. Kemudian, data dianalisis dengan analisis filosofis yakni analisis filosofis-hermeneutis. Hasil penelitian tersebut adalah (1) pandangan filsafat pragmatisme Richard Rorty tentang epistemologi (pengetahuan dan kebenaran) adalah sebagai berikut: menurut Rorty, pengetahuan tidak dipandang sebagai persoalan untuk memperoleh realitas yang benar, atau untuk mencerminkan alam. Akan tetapi, pengetahuan dipandanag sebagai persoalan kebiasaan bertindak dalam rangka menguasai realitas, dan persoalan dialogis; (2) Kebenaran diartikan bukan terdapatnya kesesuaian antara pernyataan dan kenyataan (korespondensi kata-kata). Kebenaran juga bukan diartikan adanya kesesuaian antara pikiran dan kenyataan (korespondensi pikiran), melainkan diartikan sebagai apa yang baik bagi kita, kita percayai. Dalam hal ini, Rorty mengikuti pandangan relativisme kebenaran. Menurutnya, jika kita ingin menemukan pembenaran atau justifikasi kebenaran, kita harus mencarinya di masyarakat di mana kita mengadakan dialog yang disebut justifikasi social atau justifikasi percakapan; (3) Implikasi dari pandangannya tentang epistemologi dalam bidang pendidikan adalah bahwa proses pendidikan termasuk proses pembelajaran harus dipandang sebagai proses dilalogis antara pendidik dan peseta didiknya. Metode yang tepat dalam proses tersebut adalah metode dialogis dan diskusi, Dalam hal ini pendidik berperan sekali untuk mengaktifkan peserta didiknya agar terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Materi pelajaran/bahan ajar yang diperlukan untuk mendukung kemampuan seperti itu antara lain: bahasa, sastera, drama, ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan alam. Sedangkan evaluasi pembelajarannya yang utama adalah evaluasi proses untuk melihat kemampuan peserta didiknya dalam mengkomunikasikan gagasan dan pendapatnya dalam proses tersebu

    KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI YANG INKLUSIF DAN INOVATIF

    No full text
    Studi ini bertujuan untuk menyelidiki cara-cara kepemimpinan transformasional membantu terciptanya budaya perusahaan yang kreatif dan ramah. Untuk memahami efek dan dampak kepemimpinan transformasional dalam konteks budaya perusahaan yang inventif dan inklusif, kami menilai data terkait dengan menggunakan metodologi tinjauan pustaka. Kesimpulan studi menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional secara signifikan memengaruhi terciptanya tempat kerja yang kreatif, memotivasi, dan inklusif. Pemimpin transformasional mampu menginspirasi dan memotivasi anggota staf mereka karena hubungan yang kuat, pemberdayaan, dan satu tujuan. Kepemimpinan transformasional umumnya menghasilkan peningkatan kinerja, retensi staf, dan budaya perusahaan yang lebih inovatif. Untuk mengatasi tantangan dan meraih peluang dalam lingkungan bisnis yang kompleks dan terus berkembang, organisasi harus memupuk dan membantu para pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan transformasional

    KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH MELALUI NILAI KEARIFAN LOKAL BATATULUNGAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi keterampilan komunikasi interpersonal kepala sekolah SMKN 1 Binuang dalam membangun iklim organisasi sekolah melalui nilai kearifan lokal batatulungan, implementasi dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat serta solusi yang ditawarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal kepala sekolah SMKN 1 Binuang yaitu dengan: membuka ruang diskusi, bersikap empati dan membentuk budaya tim. Sedangkan, implementasi keterampilan komuniasi interpersonal yang dilakukan oleh kepala sekolah  yaitu dengan: menciptakan komunikasi yang bersifat terbuka, melakukan identifikasi terhadap permasalahan, mengklasifikasian pendekatan, melakukan pendampinagan, mentoring dan memberikan umpan balik, memberikan nilai-nilai dan memberikan motivasi serta membuat kebijakan yang dapat menciptakan iklim organisasi yang mendukung Adapun, solusi yang dilakukan kepala sekolah apabila terdapat tantangan dan hambatan yaitu dengan berusaha memahami/ mendengarkan, melakukan penanganan secara sistematis/ bertahap, berupaya mencari solusi yang bersifat konstruktif, adil dan bijaksana, serta membuat iklim sekolah yang penuh dukungan dan penghargaan sebagai upaya preventif

    KAJIAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI TERKAIT PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI ANTIOKSIDAN

    No full text
    Artikel ini mengulas kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi terkait pemanfaatan bahan alam sebagai antioksidan. Dari perspektif ontologi, antioksidan alami dipahami sebagai senyawa intrinsik dalam tumbuhan yang memiliki kemampuan menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan oksidatif pada sel. Kajian epistemologi membahas metode perolehan pengetahuan melalui pendekatan empiris, teknik ekstraksi, dan pengujian aktivitas antioksidan seperti DPPH, FRAP, dan ABTS. Sementara itu, kajian aksiologi mengeksplorasi nilai-nilai penting dari pemanfaatan antioksidan alami, mencakup aspek kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Integrasi ketiga kajian ini memberikan pemahaman holistik yang mendorong pengembangan strategi efektif dan berkelanjutan dalam pemanfaatan bahan alam sebagai sumber antioksidan, membuka peluang untuk penelitian lanjutan dan aplikasi praktis yang berpotensi meningkatkan kesehatan manusia sekaligus menjaga kelestarian lingkungan

    PERILAKU PEMBOROSAN PANGAN DALAM FOOD LOSS DAN FOOD WASTE DI CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

    No full text
    Pangan merupakan bagian dari kebutuhan manusia karena mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh untuk menunjang kehidupan dan menjalankan kahidupan sehari – hari. food loss merupakan sampah makanan yang berasal dari bahan pangan mentah yang tidak diolah sehingga dibuang begitu saja, sedangkan food waste dapat diartikan sebagai sampah makanan yang siap konsumsi atau siap saji namun tidak dikonsumsi dibuang begitu saja. Kabupaten Jember memiliki 20 perguruan tinggi negeri dan swasta, salah satunya yaitu Universitas Muhammadiyah Jember yang merupakan perguruan tinggi swasta berbasis islami.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya food loss dan food waste. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab terjadinya food loss dan food waste meliputi : kerusakan pada alat masak, cara memasak yang salah, bahan pangan, pikiran/diri kita sendiri, mengukur/tolak ukur dalam takaran memasak, dan lingkungan

    PERSEPSI PETANI JAGUNG TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI DESA BONDA RAYA

    No full text
    Petani jagung di Desa Bonda Raya menghadapi kendala akibat kurang optimalnya peran penyuluh pertanian dalam memberikan pendampingan serta solusi terhadap permasalahan usahatani. Kondisi ini menimbulkan persepsi yang beragam dari petani yang pada akhirnya mempengaruhi tingkat partisipasi dalam kegiatan penyuluhan serta penerapan inovasi teknologi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap efektivitas kinerja penyuluh pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2024 di Desa Bonda Raya, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah sampel sebanyak 31 petani jagung. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis secara kuantitatif deskriptif menggunakan persentase serta skor rata-rata pada tiap indikator persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dan komunikasi penyuluhan berada dalam kategori sedang dengan skor 60,00% dan 69,46%. Sedangkan materi dan media penyuluhan termasuk kategori rendah masing-masing 54,41% dan 53,76%. . Oleh karena itu, penyuluh disarankan lebih aktif dan konsisten

    CEMENT TREATED BASE (CTB) MENGGUNAKAN BOTTOM ASH LIMBAH BATU BARA SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT LOLOS SARINGAN NO. 4

    No full text
    Metode Cement Treated Base (CTB) atau "Base yang Diperkuat dengan Semen" adalah metode konstruksi jalan yang melibatkan penggunaan campuran bahan agregat dan semen untuk menciptakan lapisan dasar yang kuat dan stabil. Jumlah sumber daya alam yang terbatas untuk menyediakan material pembentuk beton menimbulkan sejumlah masalah yang signifikan. Bottom ash adalah limbah yang berasal dari sisa pembakaran batubara. Karena mengandung logam berat, limbah dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Salah satu upaya memperbaiki kerusakan pondasi jalan raya adalah dengan  pengembangan teknologi recycling terhadap perkerasan yang rusak menjadi pondasi dan stabilisasi tanah dasar dengan semen. CTB memiliki kekuatan tekan sebesar 45-55kg/cm². Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kuat tekan antara CTB normal dengan CTB yang menggunakan bottom ash sebagai substitusi agregat. Pada pengujian ini menggunakan kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% dan menggunakan variasi kadar air sebesar 6%, 7%, dan 8%. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Kadar Air 6% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 42,42kg/cm², 43,37 kg/cm², 52,79 kg/cm², dan 38,65 kg/cm². Kadar Air 7% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 45,25kg/cm², 47,14kg/cm², 50,91 kg/cm², dan 35,82 kg/cm². Kadar Air 8% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 39,60kg/cm², 41,48kg/cm², 44,31 kg/cm², dan 32,05 kg/cm². Pada penelitian ini di dapat nilai kuat tekan tertinggi pada Kadar Air 7% dan Kadar Subtitusi Bottom ash 25% dengan nilai 50,91 kg/cm²

    Pengembangan Mesin Potong Kabel Otomatis Berbasis ESP32 Dengan Fitur Mode Pemotongan Dan Sensor Deteksi Kabel Terintegrasi HMI Nextion

    No full text
    Mesin potong kabel otomatis merupakan sebuah perangkat yang dapat mengatasi masalah ketidakakuratan dan ketidakseragaman yang umum terjadi pada pemotongan manual. Penelitian ini mengembangkan mesin potong kabel otomatis berbasis ESP32 yang dilengkapi dengan fitur mode pemotongan dan sensor optocoupler. Tegangan masukan dan keluaran motor dapat berubah-ubah, sehingga dirancang sistem ini untuk menghasilkan pemotongan yang presisi dengan mengintegrasikan HMI Nextion sebagai antarmuka. Mesin ini menggunakan motor stepper sebagai penarik kabel dan motor servo sebagai pemotong. Melalui serangkaian pengujian dan kalibrasi, mesin ini mampu memotong kabel dengan akurat pada mode yang berbeda-beda. Sistem yang dikembangkan memberikan solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kemudahan operasional dalam pekerjaan elektro

    Pemilihan Teknik Pengelasan Optimal antara MIG dan TIG Menggunakan Metode AHP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik pengelasan yang optimal antara MIG (Metal Inert Gas) dan TIG (Tungsten Inert Gas) dalam proses produksi rangka bus di PT. Laksana Bus Manufaktur. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan mempertimbangkan tiga kriteria utama, yaitu kekuatan sambungan, efisiensi biaya, dan durasi waktu pengerjaan. Berdasarkan hasil perhitungan AHP, teknik MIG memperoleh bobot global sebesar 0,5863, lebih tinggi dibandingkan TIG yang hanya 0,3900. Kekuatan sambungan menjadi kriteria paling dominan dengan bobot 0,6333. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik MIG lebih optimal untuk digunakan dalam skala produksi besar, meskipun TIG tetap relevan untuk aplikasi yang membutuhkan presisi tinggi. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi industri karoseri dalam menentukan metode pengelasan secara kuantitatif dan objektif.Kata Kunci:  pengelasan MIG, pengelasan TIG, AHP, pemilihan teknik, karoser

    Penerapan Total Productive Maintanance Untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Steam Baglog Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness Di UMKM Jamur Pak Saiful

    No full text
    Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dan pengukuran efektivitas mesin dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada proses budidaya jamur tiram. Mesin steam baglog yang digunakan untuk sterilisasi media tanam sering mengalami masalah seperti pemanasan yang kurang maksimal, konsumsi energi tinggi, dan kerusakan mendadak, yang mengganggu kelancaran produksi. Melalui penerapan TPM dan analisis OEE, efisiensi mesin diharapkan meningkat, waktu henti berkurang, dan kualitas hasil produksi membaik. Data dikumpulkan setiap bulan ntuk mengetahui penyebab utama penurunan efektivitas mesin. Hasil menunjukkan bahwa nilai OEE tertinggi mencapai 90,75% pada bulan April, dengan rata-rata 88,41%. Nilai ini menunjukkan bahwa mesin bekerja cukup efisien, meskipun masih diperlukan perbaikan dalam aspek perawatan. Penerapan strategi ini berpotensi meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya jamur tiram.Kata kunci : Total Productive Maintenance (TPM);Overall Equipment Effectiveness (OEE);mesin steam baglog;budidaya jamur tira

    2,318

    full texts

    4,346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇