Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
PENYULUHAN HUKUM DALAM UPAYA PENCEGAHAN PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA DI SMK NEGERI 1 MARTAPURA
Penyuluhan hukum merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, khususnya di kalangan remaja yang rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Martapura sebagai upaya preventif untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk pelecehan dan kekerasan seksual, dampaknya, serta upaya perlindungan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab dengan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mengetahui istilah pelecehan seksual, namun belum memahami secara mendalam bentuk, dampak, dan sanksi hukumnya. Melalui penyuluhan ini, siswa menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga batas interaksi sosial, memahami konsep persetujuan (consent), serta mengetahui mekanisme pelaporan apabila terjadi tindakan kekerasan seksual. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan seksual. Dengan demikian, penyuluhan hukum ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya hukum yang berkeadilan, beretika, dan menghargai martabat manusia di kalangan remaja sekolah menengah kejuruan.Kata Kunci : Pencegahan, Pelecehan, Kekerasan, Seksual
Edukasi Pranikah Sebagai Persiapan Kesehatan Keluarga Muslim: Analisis Perspektif Mahasiswi STDI Imam Syafi’i Jember
The trend of premarital sex among Indonesian Muslim youth has become increasingly worrying at both global and national levels, largely due to limited knowledge and awareness. This phenomenon poses serious health risks, including sexually transmitted diseases such as HIV/AIDS and the possibility of unhealthy offspring. Premarital education is therefore expected to provide accurate information related to reproductive health, particularly for Muslim women. This study aimed to examine the general perceptions of female students at STDI Imam Syafi'i Jember regarding the quality and benefits of premarital reproductive health education. It also analyzed the correlation between age and differences in marriage plans with these perceptions. A quantitative approach was applied using a Likert-scale questionnaire administered to 130 female students. Data were analyzed using descriptive statistics, correlation tests, and the Mann–Whitney U test with JASP software. The findings showed that 92% of respondents held high or very positive perceptions of the quality and benefits of the education provided. These perceptions were not influenced by age or by differences in the students’ marriage plans. Overall, the results emphasize the urgency and relevance of premarital reproductive health seminars and the need for wedding education._____________________________________________________________Tren seks pranikah mengkhawatirkan baik secara global maupun nasional di kalangan remaja Muslim Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Masalah ini memiliki konsekuensi kesehatan yang parah, termasuk risiko penyakit seperti HIV/AIDS dan potensi keturunan yang tidak sehat. Pelaksanaan edukasi pranikah diharapkan mampu memberikan informasi terkait permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi terutama pada kalangan wanita muslimah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum persepsi mahasiswi STDI Imam Syafi’i Jember tentang kualitas dan manfaat dari edukasi kesehatan reproduksi pranikah yang dilakukan serta menguji korelasi usia dan perbedaan rencana menikah terhadap persepsi yang diberikan.. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, menggunakan kuesioner skala Likert pada 130 mahasiswi. Metode statistik deskriptif, uji korelasi dan uji Mann-Whitney U digunakan untuk menganalisis data dengan menggunakan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswi terhadap kualitas dan manfaat edukasi pranikah yang diberikan termasuk kategori tinggi/sangat positif (92%). Persepsi ini tidak dipengaruhi oleh usia maupun perbedaan rencana menikah dari mahasiswi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi pranikah melalui seminar kesehatan reproduksi yang dilakukan memiliki urgensi dan relevansi topik seminar tersebut sebagai bekal penting bagi wanita muslimah. Namun edukasi ini belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi persiapan pernikahan. Oleh karen itu perlu dilakukan seminar lanjutan untuk persiapan pernikahan
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Modeling untuk Meningkatkan Self-Confidence Siswa
Someone who has high self-confidence tends to believe that they can find answers to the obstacles they face. On the other hand, individuals with low self-confidence will feel that they cannot solve the problems they face. Based on preliminary studies, it was found that students' self-confidence tends to be low, which requires assistance so that students can become more resilient in the academic process. The modeling method is used in group guidance services provided as part of mentoring. This research aims to determine the increase in self-confidence through student modeling techniques at SMPN 02 Silo. Qualitative research design with PTBK research type. The respondents studied were 36 students, with 6 students selected using purposive sampling as the sample. The data collection method was carried out using a questionnaire. The research results showed that more than 75% of the sample experienced increased academic resilience. These findings indicate that the modeling technique of group guidance services can increase self-confidence. Future researchers are expected to truly understand the guidance of modeling technique groups for research success. ___________________________________________________________________Seseorang dengan self-confidence tinggi cenderung meyakini bahwa mereka mampu untuk mencari jawaban atas kendala yang mereka hadapi. Sebaliknya, seseorang dengan self-confidence rendah akan merasa bahwa mereka tidak mampu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan bahwa self-confidence siswa cenderung rendah, sehingga mereka memerlukan dukungan untuk menjadi lebih tangguh dalam menjalani proses akademik. Metode modeling diterapkan dalam layanan bimbingan kelompok sebagai bagian dari pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan self-confidence melalui teknik modeling siswa di SMPN 02 Silo. Desain penelitian kualitatif dengan jenis penelitian PTBK. Responden yang diteliti berjumlah 36 siswa, dengan 6 siswa dipilih secara purposive sampling sebagai sampel. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lebih dari 75% sampel mengalami peningkatan resiliensi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik modeling dapat meningkatkan self-confidence. Peneliti selanjutnya diharapkan benar memahami terkait bimbingan kelompok teknik modelling untuk keberhasilan penelitian
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Pertama
This study aims to analyze the direction and strength of the relationship between social media use and academic procrastination among seventh-grade students at SMP Negeri 27 Medan, while also providing an empirical foundation for the development of school-based guidance and counseling services. The research employed a quantitative approach using a correlational design. The sample consisted of 133 seventh-grade students selected through a convenience sampling technique from a single school population. Research instruments included a social media use scale and an academic procrastination scale, both of which fulfilled established validity and reliability requirements. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation technique. The results indicated a correlation coefficient of r = 0.483 with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), demonstrating a positive and statistically significant relationship between social media use and academic procrastination. The coefficient of determination showed that social media use contributed 1.7% to students’ academic procrastination, while the remaining 98.3% was influenced by other factors not examined in this study. Although the contribution was relatively small, social media use can still be considered a potential risk factor. _____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan menganalisis arah dan kekuatan hubungan antara penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik pada siswa kelas VII SMP Negeri 27 Medan serta memberikan dasar empiris bagi pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 133 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik convenience sampling pada satu sekolah. Instrumen yang digunakan berupa skala penggunaan media sosial dan skala prokrastinasi akademik yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,483 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan positif dan signifikan antara penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik siswa. Koefisien determinasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,017, artinya penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 1,7% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan 98,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun kontribusinya relatif kecil, penggunaan media sosial tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Secara praktis, hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya layanan Bimbingan dan Konseling yang bersifat preventif dan pengembangan, melalui layanan informasi, bimbingan klasikal, serta konselin
Hubungan antara Religiusitas dan Psychological Well-Being pada Remaja: Studi Literatur Sistematik
Adolescence is a complex developmental phase, where individuals face various emotional and social challenges that can affect their psychological well-being. Religiosity is believed to play a role in improving psychological well-being especially when individuals have meaning in life, emotional support, and stress management strategies. This study aims to explore the relationship between religiosity and psychological well-being in adolescents through a Systematic Literature Review (SLR) approach. This study analyzed 8 articles from the Scopus, Taylor & Francis, and Google Schoolar databases in the range of 2021-2024, which were selected through inclusion and exclusion criteria. The results showed that religiosity has a positive relationship with psychological well-being in adolescents at various levels of education, where adolescents who have high levels of religiosity tend to show better levels of psychological well-being, especially in aspects of self-acceptance, healthy social relationships, and clear life goals. However, religiosity is not the only factor that influences psychological well-being, as other variables such as social support, resilience, emotional intelligence, and economic conditions also play a significant role in shaping adolescent psychological well-being. _____________________________________________________________Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks, dimana individu menghadapi berbagai tantangan emosional dan sosial yang dapat mempengaruhi psychological well-being mereka. Religiusitas diyakini berperan dalam meningkatkan psychological well-being terlebih ketika individu memiliki makna hidup, dukungan emosional, serta strategi penanggulangan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara religiusitas dan psychological well-being pada remaja melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini menganalisis 8 artikel dari database Scopus, Taylor & Francis, dan Google Schoolar dalam rentang tahun 2021-2024, yang dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa religiusitas memiliki hubungan positif dengan psychological well-being pada remaja diberbagai jenjang pendidikan, dimana remaja yang memiliki tingkat religiusitas tinggi cenderung menunjukkan tingkat psychological well-being yang lebih baik, khususnya dalam aspek penerimaan diri, hubungan sosial yang sehat, serta tujuan hidup yang jelas. Meskipun demikian, religiusitas bukan merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhi psychological well-being, karena variabel lain seperti dukungan sosial, resiliensi, kecerdasan emosional, serta kondisi ekonomi turut berperan signifikan dalam membentuk psychological well-being remaja
PENGEMBANGAN PEMROGRAMAN BERBASIS PYTHON UNTUK ANALISIS DINAMIK STRUKTUR TRUSS 2D MENGGUNAKAN MODEL ELEMEN HINGGA
Secara umum, semua aplikasi pemograman elemen hingga komersial merupakan aplikasi berbayar yang cukup mahal. Oleh karena itu, pengembangan aplikasi pemrograman berbasis Python yang bersifat open-source menjadi solusi yang potensial dan relevan. Pada penelitian sebelumya telah dilakukan pengembangan aplikasi pemograman berbasis Python untuk analisis struktur truss 2D menggunakan metode elemen hingga. Namun penelitian tersebut hanya mencakup analisis statik. Maka pada penelitian ini dikembangkan pemograman Python menggunakan aplikasi Spyder untuk analisis dinamik struktur. Spyder merupakan Integrated Development Environment (IDE) yang dirancang khusus untuk pemrograman ilmiah dalam bahasa Python serta bersifat open-source. Pemograman python dirancang untuk analisis respon dinamik (frekuensi pribadi, modus bentuk, perpindahan, kecepatan dan percepatan) pada truss 2D. Hasil simulasi menggunakan Python dibandingkan dengan perhitungan manual dan sumber referensi. Dari hasil simulasi program Python diperoleh hasil yang sangat medekati perhitungan manual dengan nilai error keseluruhan hampir mendekati 0%. Kemudian, dari hasil pengaplikasian program Python hasil rancangan pada artikel referensi juga diperoleh akurasi yang cukup tinggi dengan nilai error keseluruhan dibawah 5%
SISTEM INFORMASI PEMESANAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI QUICK RESPONSE CODE (QR-CODE) PADA WARUNG KITA
Aplikasi ini dikembangkan sebagai aplikasi mobile yang bertujuan untuk memudahkan proses pemesanan makanan dan minuman dengan menggunakan Quick Response Code (QR-Code). Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah metode waterfall yang mengatur proses pembuatan perangkat lunak dalam urutan linear dan sistematis. Dengan adanya sistem informasi pemesanan makanan dan minuman dengan menggunakan QR-Code dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam proses pemesanan makanan dan minuman bagi pelanggan pada Warung Kita. Dengan penerapan teknologi QR Code, pelanggan dapat memesan dan membayar dengan cepat dan praktis melalui perangkat mobile mereka, mengurangi waktu tunggu dan meminimalkan kesalahan dalam transaksi. Sistem ini juga memberikan manfaat bagi pemilik Warungkita dengan pengelolaan data transaksi yang lebih terstruktur dan mudah diakses
RANCANG BANGUN REAKTOR PIROLISIS PLASTIK BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)
Limbah plastik menjadi isu lingkungan global yang memerlukan solusi yang kreatif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta menciptakan reaktor pirolisis plastik berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi dengan pemanas listrik berkisar antara 300 hingga 600 watt dan sistem kondensasi otomatis guna mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar cair. Rancangan reaktor ini mencakup integrasi sensor suhu, tekanan, dan deteksi kebocoran yang terhubung ke mikrokontroler Arduino, dengan tujuan untuk memantau dan mengendalikan proses pirolisis secara real-time. Sistem kondensasi dilaksanakan dengan penggunaan pompa air sederhana yang juga dikendalikan oleh Arduino untuk memastikan efisiensi dalam proses pengembunan uap hasil pirolisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa reaktor ini efektif dalam mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar cair dengan tingkat efisiensi konversi yang optimal, serta memungkinkan pemantauan jarak jauh melalui antarmuka IoT yang dapat diakses lewat website dan telegram. Reaktor pirolisis berbasis IoT ini tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah plastik yang ramah lingkungan, tetapi juga mendukung penerapan ekonomi sirkular serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik yang efisien dan terjangkau dalam skala kecil
SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI ANGKUTAN BARANG KAI DAOP 6
Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi eksekutif untuk mendukung pengambilan keputusan pada Divisi Angkutan Barang PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Terminal Lempuyangan. Metode yang diterapkan adalah prototipe dengan tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan antarmuka, pembangunan prototipe, serta evaluasi berulang dengan umpan balik pengguna. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif untuk memetakan kebutuhan informasi manajerial yang mencakup pemantauan volume pengiriman, pola asal dan tujuan, pemanfaatan sumber daya, dan perilaku pelanggan. Selain itu, pengujian fungsional digunakan untuk menilai kebenaran data, konsistensi respons filter, keterpaduan antarhalaman, keandalan perhitungan, dan kelancaran interaksi. Hasil kegiatan menunjukkan prototipe dasbor mampu menyajikan informasi secara jelas, ringkas, interaktif, dan real-time, sehingga mempercepat identifikasi masalah, memudahkan pemantauan kinerja, meningkatkan keterlacakan tindakan, serta memperbaiki mutu pelaporan. Penerapan sistem informasi eksekutif yang diusulkan berpotensi mengurangi waktu analisis, meningkatkan koordinasi lintas peran, mengefektifkan alokasi sumber daya, serta memperkuat perumusan strategi berbasis data pada Divisi Angkutan Barang, sekaligus mendorong budaya kerja yang lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika operasional
Digitalisasi Manajemen Pesanan Pabrik Abon melalui Aplikasi Mobile Point-of-Sales
Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi aplikasi penjualan berbasis perangkat bergerak untuk mendigitalisasi pesanan dan penjualan pada pabrik abon skala kecil di Boyolali. Pengembangan mengikuti tahapan metode Waterfall secara berurutan mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian fungsional, hingga evaluasi penerapan. Validasi fungsional dilakukan melalui pengujian Black Box dengan teknik pembagian kesetaraan, analisis nilai batas, dan pengujian alur penggunaan untuk memastikan kelengkapan fungsi inti: manajemen produk, pengelolaan mitra/akun, pembuatan dan pembaruan status pesanan, serta penyajian ringkasan dan analisis penjualan. Hasil menunjukkan seluruh skenario berjalan baik, data transaksi tersimpan terpusat dan dapat diakses secara waktu nyata, serta dasbor dan halaman analisis membantu pemilik mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. Studi ini menegaskan bahwa digitalisasi proses melalui aplikasi penjualan mobile mampu meningkatkan akurasi pencatatan dan efisiensi operasional, serta membuka peluang pengembangan peran pengguna tambahan agar mitra dapat melakukan pemesanan mandiri