Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
PESAN JURNALISME BENCANA DALAM FOTO: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA EVAKUASI KORBAN LIKUEFAKSI PALU 2018
This study examines the journalistic message in Muhammad Fahrur Rasyid’s photograph of the evacuation of a victim during the 2018 Palu liquefaction disaster, employing Roland Barthes’ semiotic analysis. Photojournalism functions not merely as a factual record but also as a medium of social communication imbued with humanitarian meaning. The research data were collected through documentation and literature study, then analysed using Barthes’ three levels of signification: denotation, connotation, and myth. The findings reveal that at the denotative level the photo depicts the rescue process carried out by the SAR team; at the connotative level it symbolises vulnerability, hope, and solidarity; while at the myth level it represents a moral narrative of mutual aid as a universal humanitarian value. This research contributes to the study of disaster journalism by highlighting the humanistic and moral dimensions of a single photograph, shifting the focus away from mere representations of physical destruction or technical aspects of coverage. The study concludes that photojournalism can serve as a cultural text that fosters public empathy and collective memory of humanitarian tragedies
PENGARUH CITRA MEREK DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI PRODUK MIE INSTAN (Studi Pada Siswa SMA Negeri 1 Kuala Kapuas)
With market competition, one of the strategies used by companies to maintain their business is brand strategy. Price is also a determinant in consumer buying interest in the products offered from producers. By improving the brand quality of the product and producers can also promote these products using electronic media and social media, it can attract attention and with the quality of the brand. The purpose of this study was to determine the effect of brand image and price on buying interest in indomie. This study uses quantitative methods using a questionnaire. The data used used multiple linear regression analysis. The sample used was all SMA Negeri 1 Kuala Kapuas students with a population of 75 people. The results of data analysis show that there is an effect of brand image and price with a significant value of 0.000 or below 5% (0.05). The conclusion from the results of this study is that there is a positive and significant influence on buying interest in indomie
Pengaruh Konseling Kelompok Teknik Self-Management terhadap Disiplin Belajar Siswa Madrasah Aliyah
Learning discipline is a crucial factor in students’ academic success; however, Islamic senior high school students (Madrasah Aliyah) often experience problems such as tardiness, task procrastination, and poor time management. This study aimed to examine the effect of group counseling services using the self-management technique on students’ learning discipline. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The participants consisted of seven eleventh-grade students selected through purposive sampling. The intervention was conducted in four group counseling sessions focusing on self-monitoring, self-evaluation, and self-reinforcement. Data were collected using a learning discipline scale with established validity and reliability, and analyzed using a paired sample t-test. The results indicated a significant difference in students’ learning discipline levels before and after participating in the group counseling sessions. These findings suggest that strengthening self-regulation through group-based self-management activities is positively associated with improved learning discipline. This study concludes that group counseling with the self-management technique has the potential to serve as a contextual guidance and counseling strategy for fostering learning discipline among Madrasah Aliyah students. _____________________________________________________________Disiplin belajar merupakan aspek penting dalam keberhasilan akademik siswa, namun pada jenjang Madrasah Aliyah masih ditemukan berbagai permasalahan seperti keterlambatan hadir, prokrastinasi tugas, dan rendahnya pengelolaan waktu belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik self-management terhadap disiplin belajar siswa Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah tujuh siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui empat sesi konseling kelompok yang menekankan tahapan self-monitoring, self-evaluation, dan self-reinforcement. Data dikumpulkan menggunakan skala disiplin belajar yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat disiplin belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik self-management. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan pengelolaan diri melalui dinamika kelompok berasosiasi positif dengan peningkatan disiplin belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik self-management berpotensi menjadi strategi layanan bimbingan dan konseling yang kontekstual dalam membina disiplin belajar siswa Madrasah Aliyah
Dinamika Perilaku Fidgeting sebagai Regulasi Emosi pada Remaja dengan Kecenderungan Perfeksionis
The phenomenon of fidgeting in perfectionist adolescents is characterized by the emergence of small, repetitive movements in response to academic pressure, anxiety, and the demand for perfection. This study aims to describe the forms of fidgeting behavior, the factors underlying its emergence, and its impact on perfectionist adolescents. This study used a descriptive qualitative approach with a single-case qualitative study design conducted from September to November in Penusupan Village, Pangkah District, Tegal Regency. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation with one primary source and two secondary sources, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions with validity tests using source and technique triangulation. The results of the study indicate that fidgeting behavior appears as a response to academic anxiety, perfectionistic pressure, and emotional tension, and functions as a temporary mechanism to relieve stress, but also has the potential to cause negative perceptions from the social environment. Based on the case findings, this study identified that service approaches focused on emotion management, self-awareness enhancement, and cognitive restructuring, such as emotion regulation, mindfulness, and cognitive-behavioral counseling, have conceptual relevance for helping perfectionist adolescents manage fidgeting behavior adaptively, while still considering the limitations of the case study design. ___________________________________________________________________ Fenomena fidgeting pada remaja perfeksionis ditandai oleh munculnya gerakan kecil berulang sebagai respons terhadap tekanan akademik, kecemasan, dan tuntutan untuk tampil sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perilaku fidgeting, faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculannya, serta dampaknya pada remaja perfeksionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal (single-case qualitative study) yang dilaksanakan pada bulan September hingga November di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap satu narasumber primer serta dua narasumber sekunder, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku fidgeting muncul sebagai respons terhadap kecemasan akademik, tekanan perfeksionistik, dan ketegangan emosional, serta berfungsi sebagai mekanisme sementara dalam meredakan stres, namun juga berpotensi menimbulkan persepsi negatif dari lingkungan sosial. Berdasarkan temuan kasus tersebut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa pendekatan layanan yang berfokus pada pengelolaan emosi, peningkatan kesadaran diri, dan restrukturisasi kognitif seperti regulasi emosi, mindfulness, dan konseling CBT memiliki relevansi konseptual untuk membantu remaja perfeksionis mengelola perilaku fidgeting secara adaptif dengan mempertimbangkan keterbatasan desain studi kasus
Optimalisasi Pemasangan Aktivasi Jaringan Berbasis Mobile Pada PT. Infratech Indonesia Regional Kalimantan Selatan
Pengolahan data pemasangan aktivasi jaringan pada PT. Infratech Indonesia Regional Kalimantan Selatan, saat ini masih dilakukan secara semi komputer seperti menggunakan desktop dan menggunakan formulir serta microsoft excel. Dan penyimpanan dokumen masih memungkinkan terjadinya kehilangan dokumen dikarena pengolahan data masih menjadi tanggung jawab pada setiap bidang yang ditugaskan melaksanakan kegiatan tersebut , sehingga sering terjadinya kegiatan yang tumpang tindih pada satuan kerja akibat data yang belum dikelola dengan baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Waterfall yang mempunyai 5 tahapan yaitu : Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak, Perancangan Perangkat Lunak, Pengkodean, Pengujian Perangkat Lunak, Pemeliharaan Perangkat Lunak. Teknik testing sistem menggunakan teknik Blackbox. Dalam penelitian ini pengumpulan data mengunakan teknik observasi dan wawancara langsung. Permodelan yang digunakan dalam proses pembuatan sistem pembangunan perangkat lunak menggunakan Unified Modeling Language untuk menggambarkan bagaimana sistem yang nantinya akan berjalan. Bahasa pemprograman yang digunakan adalah Visual Studio Code, dan Android Studio. Dengan adanya sistem optimalisasi pemasangan aktivasi jaringan berbasis mobile pada PT. Infratech Indonesia Regional Kalimantan Selatan ini, dapat merelasikan seluruh data dan informasi lebih cepat,efektif dan efisien. Kata Kunci : Optimalisasi, Aktivasi Jaringan, Sistem Mobile, Android Studio
Segementasi Pola Makan Menggunakan Unsupervised Learning pada Usia Produktif di Indonesia
Ketahanan pangan berkelanjutan merupakan tantangan utama bagi Indonesia yang memiliki keberagaman geografis, sosial, dan budaya konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model segmentasi pola konsumsi masyarakat guna mendukung ketahanan pangan melalui pendekatan machine learning. Metode yang digunakan mencakup Hierarchical Clustering, K-Means Clustering, dan Gaussian Mixture Model untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan karakteristik konsumsi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, preferensi pangan berkelanjutan, pola konsumsi pangan, kepedulian terhadap kesehatan, karakteristik sosio-demografi dan aksesibilitas terhadap pangan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 353 responden usia 17–45 tahun dan melalui proses pre-processing, Hierarchical Clustering, K-Means Clustering, dan Gaussian Mixture Model, evaluasi dengan Silhouette Score untuk menilai kualitas klaster. Hasil menunjukkan Gaussian Mixture Model menghasilkan segmentasi dengan skor siluet sebesar 0,2801 diikuti K-Means dengan 0,3513 dan Hierarchical Clustering dengan 0,3398. Setiap segmen menunjukkan preferensi pangan yang berbeda, seperti konsumsi pangan sehat, ketergantungan pada makanan instan, hingga kepedulian tinggi terhadap pangan lokal. Temuan ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan berbasis data yang adaptif untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia
ANALISIS QUALITY OF SERVICE DAN QUALITY OF EXPERIENCE JARINGAN INTERNET BERBASIS WIRELESS PADA LAYANAN TELKOMSEL ORBIT
Kemajuan jaman berdampak pada kualitas dan kuantitas terhadap layanan internet. Telkomsel Orbit menjadi salah satu layanan internet pada fasilitas modem tanpa kabel, harga ramah kantong serta kualitas kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganilis kualitas layanan pada jaringan Telkomsel Orbit berdasarkan Parameter QoS dan QoE yaitu: Troughput, Packet Loss, Delay, Jitter dan MOS (Mean Opinion Score) menggunakan aplikasi WireShark pada saat melakukan streaming video youtube. Streaming video youtube harus didukung dengan kualitas jaringan bagus yang diukur melalui parameter Quality of Service (QoS). Selain itu, kondisi jaringan yang bagus tentunya sesuai dengan kualitas layanan yang diterima oleh pengguna (end user). QoS mengukur kualitas jaringan secara objektif dengan menggunakan formula, sedangkan QoE mengukur secara subjektif berdasarkan pengalaman pengguna. Berdasarkan hasil pengujian secara keseluruhan nilai QoS jaingan telkomsel orbit pada saat streaming video youtube dapat dikategorikan bagus pada kedua wilayah dengan indeks 3 untuk wilayah Desa Puruk Batu dan indek 3,3 untuk wilayah Kelurahan Beriwit. Sedangkan berdasarkan survei yang dilakukan pada 60 pengguna Layanan Telkomsel Orbit didapatkan hasil MOS menunjukan bahwa layanan Telkomsel Orbit memiliki kualitas yang kurang baik pada kedua wilaya
Effects of Dual Role Conflict, Work Stress, and Work–Family Balance on Female Lecturer Performance
This study examines the direct and indirect effects of dual-role conflict and job stress on the performance of female lecturers, with work–family balance as a mediating variable. The research employed a quantitative, explanatory approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with 150 respondents—married female lecturers at Universitas Borneo Tarakan. Data were collected using validated instruments adapted from the Occupational Stress Index and the Carlson et al. work–family balance model. The findings reveal that dual-role conflict significantly and negatively affects female lecturer performance both directly and indirectly through reduced work–family balance. In contrast, job stress does not show a significant direct effect but has a significant indirect impact on performance through the mediating role of work–family balance. Additionally, work–family balance emerged as a strong positive predictor of performance. These results highlight the critical role of psychological balance in mitigating the adverse effects of work-related and domestic pressures. The study offers valuable insights for institutions to develop support mechanisms that enable female academics to maintain optimal professional performance while managing multiple roles
The Effect of Social Media Marketing and Electronic Word of Mouth on Purchase Decision: The Moderator Role of Brand Trust Case Study on E-Commerce Tokopedia
Tokopedia, as one of the largest e-commerce platforms in Indonesia, faces market dynamics characterized by an increase in the number of users but also a decrease in transaction value. This study aims to analyze the effect of Social Media Marketing and Electronic Word of Mouth on Purchase Decision with Brand Trust as a moderator variable in Tokopedia e-commerce. This study uses quantitative methods with a population of Tokopedia users in Yogyakarta. The sampling technique was carried out using a non-probability sampling method, with 170 respondents. The data obtained was analyzed using the IBM SPSS Statistics V25 application with validity, reliability, and classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity). Data analysis was carried out through multiple linear regression, coefficient of determination, t test (partial), and Sobel test to measure the mediation effect. The results showed that Social Media Marketing has no significant effect on Purchase Decision, while Electronic Word of Mouth has a positive and significant effect on Purchase Decision. In addition, Brand Trust is proven to mediate the relationship between Social Media Marketing and Electronic Word of Mouth on Purchase Decision. Review features are an important factor in shaping consumers' perceptions of brands and convincing them to make purchases
PENGARUH WORKSHOP TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MGMP KIMIA DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA PADA MATERI KONFIGURASI ELEKTRON
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MGMP Kimia Kabupaten Bireuen dalam merancang dan menggunakan media congklak berbasis budaya lokal pada materi konfigurasi elektron. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen one group pretest-posttest dengan instrumen berupa angket dan rubrik demonstrasi yang dikembangkan berdasarkan indikator Pedagogical Content Knowledge (PCK). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,05), dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,66 yang termasuk dalam kategori sedang. Metode gallery walk yang diterapkan berhasil mendorong keterlibatan aktif, interaksi reflektif, serta kolaborasi antarguru. Penggunaan congklak sebagai media juga memudahkan visualisasi konsep abstrak secara kontekstual dan bermakna. Pelatihan ini terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru, tetapi juga dalam memperkuat implementasi pembelajaran berbasis budaya dan pendekatan culturally responsive teaching (CRT)