Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA: UJI PERBEDAAN MELALUI LKS IPA BIDANG KIMIA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI PARTIKEL PENYUSUN BENDA DAN MAKHLUK HIDUP TERINTEGRASI RAWA DAN NILAI KEISLAMAN
Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan penting untuk dikembangkan kepada peserta didik terutama dalam pembelajaran IPA khususnya bidang kimia ditentukan dengan penggunaan LKS IPA bidang kimia pada materi partikel penyusun benda dan makhluk hidup terintegrasi rawa dan nilai ke-Islaman. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan The Static Group Comparison Design. Sampel penelitian berjumlah 38 orang siswa kelas IX di MTs Raudhatusysyubban yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana teknik sampling menggunakan cluster sampling. Data dikumpulkan melalui teknik tes dengan instrumen berupa soal essay dan angket observasi serta dianalisis menggunakan SPSS uji Mann Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa menggunakan LKS IPA bidang kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi partikel penyusun benda dan makhluk hidup. LKS IPA bidang kimia berbasis inkuiri terbimbing yang digunakan dalam penelitian ini dapat dijadikan alternatif media pembelajaran kimia tingkat SMP dan sederajat yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa
EVALUASI PENCAHAYAAN DAN SUHU UNTUK PEMBELAJARAN DI RUANG KELAS (STUDI KASUS : SMA KRISTEN YPKPM AMBON)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pencahayaan dan suhu di ruang kelas sebagai faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran di SMA Kristen YPKPM Ambon. Pencahayaan dan suhu yang tidak memadai dapat berdampak negatif pada konsentrasi, kenyamanan, dan performa belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengukuran langsung parameter pencahayaan dan suhu di beberapa kelas pada waktu yang berbeda dalam sehari. Pengukuran pencahayaan dilakukan menggunakan lux meter untuk memastikan apakah intensitas cahaya di setiap kelas memenuhi standar minimal yang disarankan untuk aktivitas belajar, yaitu sekitar 300-500 lux. Suhu di dalam kelas diukur menggunakan termometer digital untuk mengidentifikasi fluktuasi suhu sepanjang hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kelas memiliki tingkat pencahayaan yang kurang optimal terutama pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi hari ketika cahaya alami belum maksimal atau siang hari ketika intensitas cahaya tinggi. Suhu di dalam kelas juga bervariasi, ditemukan ada kelas yang mengalami suhu terlalu tinggi pada siang hari. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan beberapa langkah perbaikan, seperti penambahan sumber cahaya buatan, peningkatan ventilasi, dan jendela, atau penggunaan pendingin ruangan seperti kipas angin untuk menjaga suhu tetap stabil dan nyaman. Implementasi perbaikan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang terstandar, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa
STUDI PENJADWALAN MENGGUNAKAN METODE PDM PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN KIRAM – BAJUIN RUAS I, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN
Manajemen proyek memiliki peran yang sangat penting dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek konstruksi. Manajemen yang baik akan memastikan kelancaran jalannya proyek sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik, termasuk penyelesaian dalam kurun waktu yang singkat untuk menghindari kerugian, baik dalam segi waktu maupun materi. Oleh karena itu, penjadwalan proyek mutlak dilakukan. Pada Proyek Pembangunan Jalan Kiram – Bajuin Ruas I, merupakan proyek jalan yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, proyek ini memiliki target waktu 120 hari kalender berdasarkan jadwal awal yang diberikan dalam bentuk Barchart. Mengingat tuntutan agar pelaksanaan proyek ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang sesingkat-singkatnya, dilakukanlah analisis penjadwalan ulang menggunakan metode yang lebih rinci dan fleksibel, yaitu Precedence Diagram Method (PDM).Penelitian ini menerapkan metode Precedence Diagram Method (PDM), atau yang dikenal juga sebagai Activity-on-Node (AON). Dalam metode ini, setiap kegiatan direpresentasikan oleh node (titik), sedangkan hubungan antar kegiatan digambarkan melalui anak panah yang menghubungkan node-node tersebut. Proses analisis mencakup perhitungan durasi dan identifikasi ketergantungan pada setiap item pekerjaan. Selanjutnya, penjadwalan disusun menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Project 2019 untuk menghasilkan network diagram serta menentukan lintasan kritis proyek.Dari hasil analisis penelitian penjadwalan pada Proyek Pembangunan Jalan Kiram – Bajuin Ruas I didapatkan bahwa untuk metode PDM dengan bantuan Microsoft Project proyek dapat dikerjakan selama 103 hari kalender. Pekerjaan dimulai pada tanggal 15 Februari 2024 dan berakhir pada tanggal 13 Juni 2024. Pada hasil analisis ini terdapat 14 lintasan kritis, lintasan kritis dimulai dari pengerjaan Penyiapan Badan Jalan Tahap I dan berakhir pada pengerjaan Marka Jalan Termoplasti
Pencarian Rute Rujukan Tercepat dari RS Restu Ibu ke RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan Metode Steepest Ascent Hill Climbing
Permasalahan kesehatan di Indonesia secara umum masih didominasi oleh keterbatasan fasilitas dan sumber daya di berbagai daerah, sehingga tidak semua pasien dapat langsung memperoleh layanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini mencari alternatif pencarian rute tercepat dari Rumah Sakit Restu Ibu ke RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo yang diimplementasikan melalui metode Steepest Ascent Hill Climbing. Rumah Sakit Restu Ibu di Balikpapan adalah salah satu rumah sakit swasta yang memiliki status akreditasi PARIPURNA dan merupakan rumah sakit tipe C. Pengolahan data mengunakan persamaan nilai heuristic dan algoritma Steepest Ascent Hill Climbing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan total nilai heuristic pada 4 jalur alternatif, ditemukan jalur 2 memiliki nilai heuristic terendah dengan total jarak tempuh 229.221 (h(n)). Hasil dari perhitungan ini membuktikan bahwa metode yang digunakan efektif dalam mengoptimalkan pencarian rute tercepat dari Rumah Sakit Restu Ibu ke RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo.Kata Kunci: Google Earth, Rumah Sakit, Rute Terdekat, Steepest Ascent Hill Climbin
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Pendekatan Economic Order Quantity Untuk Efisiensi Pemesanan Bahan Baku pada PT. Murni Mapan Makmur Purwosari
Menjaga ketersediaan bahan baku dalam jumlah tepat penting untuk kelancaran produksi dan pemenuhan permintaan pasar. PT. Murni Mapan Makmur Purwosari, perusahaan manufaktur plastik, menghadapi tantangan akibat fluktuasi permintaan yang menyebabkan kelebihan atau kekurangan stok. Hal ini mengganggu efisiensi produksi dan meningkatkan biaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Economic Order Quantity (EOQ) untuk mengevaluasi sistem persediaan. EOQ menghitung jumlah dan frekuensi pemesanan paling ekonomis dengan mempertimbangkan biaya pemesanan dan penyimpanan. Hasilnya, metode ini membantu perusahaan memesan bahan baku secara efisien dan mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan stok.Kata Kunci: Economic Order Quantity (EOQ), Pengelolaan Persediaan, Ketersediaan Bahan Baku
Implementasi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Unit Produksi untuk Meningkatkan Kemandirian Berwirausaha Siswa melalui Nilai Cangkal di SMKS Kodeco
Fokus utama di Sekolah Menengah Kejuruan adalah meningkatkan kemampuan siswa untuk berwirausaha sendiri. Pengelolaan fasilitas produksi sebagai tempat pembelajaran adalah salah satu tindakan strategis yang dilakukan. Nilai lokal cangkal, yang berasal dari bahasa Banjar, mencerminkan semangat gigih, rajin, dan ulet agar membentuk karakter di SMKS Kodeco melalui unit produksi. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif yang terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Purposive Sampling terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala program studi, guru kejuruan, siswa, dan mitra industri. Model Miles dan Huberman digunakan untuk melakukan analisis data, yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala sekolah bertindak sebagai perancang kebijakan, membentuk tim kolaboratif, dan mendorong budaya kerja berbasis nilai cangkal; (2) unit produksi terintegrasi dalam pembelajaran proyek dan teaching factory melalui pemberdayaan kepala program, transparansi keuangan, dan partisipasi siswa dalam simulasi bisnis; (3) masalah seperti ketimpangan antarjurusan dan keterbatasan fasilitas diatasi melalui kerja sama bersama mitra industri, pelatihan, dan optimalisasi dana sekolah; dan (4) pengelolaan unit produksi berdampak positif pada peningkatan keterampilan dan karakter kewirausahaan siswa berbasis nilai lokal.Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan kolaboratif mampu menjadikan unit produksi sebagai sarana strategis pembentukan kemandirian berwirausaha siswa.Kata Kunci: Kepemimpinan kepala sekolah, unit produksi, kemandirian berwirausaha, nilai cangkal, SMK
MANAJEMEN KONFLIK DAN KOMUNIKASI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA MENGAJAR GURU MELALUI NILAI BADAMAI DI SDN SAMPANAHAN HILIR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen konflik dan komunikasi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja mengajar guru melalui nilai lokal Badamai di SDN Sampanahan Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Rumusan masalah mencakup: strategi kepala sekolah dalam merencanakan dan menangani konflik antar guru; implementasi nilai lokal Badamai dalam penyelesaian konflik melalui forum musyawarah sekolah; pengaruh gaya komunikasi interpersonal kepala sekolah terhadap motivasi dan komitmen kerja guru; serta dampak strategi komunikasi dan manajemen konflik terhadap peningkatan kinerja mengajar guru.Penelitian ini menguraikan latar belakang pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Pembahasan teori mengenai manajemen konflik, komunikasi interpersonal, kinerja guru, serta nilai budaya lokal Badamai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan pendekatan kolaboratif dan musyawarah untuk meredakan konflik, serta memanfaatkan nilai Badamai sebagai solusi berbasis kearifan lokal. Gaya komunikasi kepala sekolah yang terbuka dan suportif meningkatkan semangat kerja guru.Strategi komunikasi yang efektif dan pengelolaan konflik berbasis budaya lokal mampu meningkatkan kinerja mengajar guru. Perlunya pelatihan penguatan budaya dialog dan pelatihan komunikasi interpersonal di lingkungan sekolah.Kata Kunci: Manajemen Konflik, Komunikasi Kepala Sekolah, Kinerja Guru, Nilai Badamai, Budaya Sekolah
UPAYA DIKLAT BULUTANGKIS LEMBANG BADMINTON CLUB (LBC) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI ATLET
Bulutangkis merupakan cabang olahraga paling populer dan berprestasi di Indonesia yang secara konsisten menyumbangkan medali di kancah internasional serta menjadi sumber kebanggaan nasional. Prestasi ini tidak lepas dari peran klub-klub bulutangkis yang berfungsi sebagai garda terdepan dalam pembinaan dan pengembangan atlet sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Diklat Bulutangkis Lembang Badminton Club (LBC) dalam meningkatkan prestasi atlet di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pelatih, pengurus diklat, dan beberapa atlet binaan LBC. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan keabsahan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LBC menerapkan berbagai strategi pembinaan yang meliputi program latihan terstruktur dengan frekuensi 3-4 kali per minggu, pembinaan mental dan fisik yang komprehensif, pendampingan intensif oleh pelatih berkompeten dengan latar belakang akademik dan pengalaman sebagai atlet, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Strategi pembinaan juga mencakup partisipasi aktif dalam kejuaraan di berbagai tingkat dan dukungan orang tua yang konsisten. Upaya-upaya tersebut terbukti efektif dalam mendukung peningkatan prestasi atlet, baik pada tingkat kejuaraan daerah maupun provinsi, dengan beberapa atlet berhasil meraih medali dan mengikuti seleksi tingkat nasional
TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI ATLET FUTSAL DI AKADEMI PANGSUMA FC
Kepercayaan diri atlet merupakan salah satu komponen utama yang dapat menunjang prestasi. Tujuan penelitian mengetahui tingkat percaya diri atlet. Penelitian berupa deskriptif kuantitatif. Data dari penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang memiliki 23 pernyataan negatif dan positif. Kuesioner yang digunakan berdasarkan skala likert. Sampel penelitian sebanyak 30 atlet rentang usia 13-18 tahun. Data dianalisis menggunakan bantuan microsoft excel dan spss 23. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan tingkat kepercayaan diri atlet 43% berada pada kategori sangat baik. Terdapat 2 faktor yang memengaruhi tingkat kepercayaan diri, (1) faktor internal 33% berada pada kategori baik; (2) faktor eksternal 44% berada pada kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa tingkat percaya diri atlet Akademi Pangsuma dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, yang berarti kepercayaan diri atlet perlu di tingkatkan dengan metode psikologis olahraga sehingga prestasi maksimal
The Voice of Inclusion from Madrasah Ibtidaiyah
This research highlights the practice of inclusive education in Madrasah Ibtidaiyah (MI) as a concrete manifestation of fulfilling every child's right to education without discrimination. The aim of this study is to explore the voices of inclusion within the MI educational environment through various perspectives: the head of the madrasah, teachers, parents, and students. This research seeks to understand how inclusion is implemented in madrasahs and what model of inclusive education is used by the institutions. A qualitative method with a phenomenological approach was employed. The main focus is directed at the opinions of heads of madrasahs, teachers, parents, and students who are part of the inclusion process, gathered through interviews and field observations at five MI in Cilacap Regency. The findings indicate that: (1) Facilities and infrastructure remain very limited, (2) There is a lack of trained human resources, (3) There is a lack of understanding about inclusive education, (4) Funding is insufficient, (5) Flexible curricula are limited, (6) Negative perceptions toward students with special needs persist, (7) Collaboration between stakeholders is lacking, (8) Students face emotional and social challenges, (9) Diverse needs among students vary greatly, (10) Assessment and evaluation pose significant challenges