Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
LEGAL REVIEW OF LAND TENURE BY COMMUNITIES ON COASTAL AND COASTAL BOUNDARIES IN PALU CITY AND PARIGI MOUTONG REGENCY
Land acquisition, especially in coastal border areas and coastal areas, has been largely dominated by traditional/customary communities who have lived and inhabited the area for a long time, so that the occupation of land by law for many years has become an assumption for the community as an effort to transfer property rights from the state to them. The formulation of the problem from this study is what is the status of land ownership controlled by the community on the coastal border and coastal areas.? and How to implement the granting of land rights on coastal borders and coastal areas in accordance with applicable laws and regulations. The purpose of this study is to find out the status of land ownership controlled by the community on the coastal and coastal borders. And the implementation of the granting of land rights on coastal borders and coastal areas. This research is empirical research, namely research obtained from experience, observations based on data in the field and information obtained from direct interviews with various sources. Ownership status for communities in coastal areas and coastal borders is a property right obtained from state land and has long been given to local, traditional and customary communities who have lived in the area for less than 20 years and have been making a living or carrying out activities around the coast for generations. The granting of rights to coastal areas is given with Land Rights in the form of Right to Use, namely land rights with a time limit to the community, the implementation of granting land rights in coastal areas and also coastal borders paying attention to the public interest, limited carrying capacity, sustainable development, ecosystem linkage, biodiversity and sustainability of environmental functions
Analisis Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disordes (MSDs) pada Awak Kapal Motor Tradisional Kabupaten Alor
Keluhan MSDs merupakan keluhan pada otot – otot skeletal yang terjadi akibat aktivitas tubuh yang berlangsung dalam waktu yang lama dan dilakukan berulang – ulang. Keluhan ini ditandai dengan rasa nyeri pada bagian tubuh dari yang ringan sampai sakit. keluhan ini termasuk salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada pekerjaan yang menggunakan kekuatan otot dan sikap kerja yang monoton pada waktu yang lama. Hal ini dapat menurunkan produktifitas kerja sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Diserdes (MSDs) pada awak kapal motor tradisional di Kabupaten Alor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian studi cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pekerja awak kapal motor tradisional di Kabupaten Alor sebanyak 74 pekerja dan yang menjadi sampelnya sebanyak 66 pekerja. Data di analisis menggunakan analisis univariat dan biavariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara usia (p value 0,004), masa kerja (p value 0,002), kebiasaan merokok (p value 0,028), sikap kerja (p value 0,001), dan jam kerja (p value 0,005) dengan keluhan Musculoskeletal Disordes (MSDs). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel usia, masa kerja, kebiasaan merokok, sikap kerja dan jam kerja memiliki hubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disordes (MSDs) pada awak kapal motor tradisional di Kabupaten Alor. Pekerja diharapkan rutin memeriksa kondisi kesehatan diri pada Puskesmas setempat, harus melakukan tindakan untuk meminimalisir bahaya kecelakaan yang terjadi, seperti mengambil waktu istirahat yang cukup, serta melakukan tindakan segera jika terjadi keluhan Musculoskeletal Disordes yang berkepanjangan melalui terapi kampung seperti pijat/urut
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Jamban Sehat Keluarga Jenis Tripikon S Di Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023
Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah suatu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Dalam upaya Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) yang menjadi salah satu program utama kesehatatan. Pemerintah berupaya menciptakan suatu inovasi bagi masyarakat secara luas terutama dalam mengatasi pencemaran di daerah perairan maka munculah ide atau gagasan menciptakan suatu Teknologi Tepat Guna (TTG) yaitu Jamban Sehat Jenis tripikon S. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Jamban Sehat Keluarga Jenis Tripikon S Di Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 174 buah pada dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 64 buah dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan dan pernyataan tentang pengetahuan, sikap, tingkat ekonomi, dukungan tokoh masyarakat dan dukungan tenaga kesehatan. Hasil dari penelitian ini 37 responden (57,8%) tidak menggunakan tripikon s, 27 responden (42,2%) menggunakan s. Tidak ada hubungan pengetahun dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,564), tidak ada hubungan sikap dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,067), ada hubungan tingkat ekonomi dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,003), tidak ada hubungan dukungan tokoh masyarakat dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,676), Tidak ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,632). Saran bagi pemilik agar dapat memaksimalkan penggunaan jamban tripikon s dan bagi peneliti diharapkan dapat meneliti variabel lainnya seperti faktor lingkungan dan faktor psikososial yang dapat mempengaruhi penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) jamban sehat keluarga jenis tripikon s di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tingkat Ekonomi, Dukungan, Penggunaan Tripikon S
Pengaruh Paparan Melalui Media Tik Tok dan Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Anemia di SMPN 2 Mbeliling Desa Cunca Lolos
Anemia adalah kondisi di mana kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah tingkat normal. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh paparan melalui media Tik Tok dan Leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang Anemia di SMPN 2 Mbeliling Desa Cunca Lolos, kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental design dengan rancangan penelitian “pretest-posttest group design”. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Mbeliling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari kelas VII, VIII, IX dan menggunakan teknik total sampling yang dibagi kedalam dua kelompok intervensi yang berbeda yaitu berjumlah 50 orang pada tiap kelompok. Teknik analisis data menggunakan uji Paired sampels T-Test dan uji Independent sampels T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dan perbedaan Tik-Tok dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap tentang anemia sebelum dan setelah intervensi yang signifikan (p-value = 0,000), perbedaan rata- rata = pengetahuan kelompok Tik-Tok 87,70 dan kelompok leaflet 76,40 dan rata-rata skor sikap kelompok Tik-Tok 87,54 dan kelompok leaflet 73, 88 Media Tik-Tok lebih efektif digunakan pada remaja dibandingkan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa di SMP Negeri 2 Mbeliling Desa Cunca Lolos. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk meneliti tentang anemia dengan media pembelajaran lain dan menambah variabel tindakan dalam mencegah terjadinya anemia dengan kadar hemoglobin yang rendah
ANALISIS PROBLEMATIKA DAN ALTERNATIF STRATEGI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK DI SEKOLAH DASAR
This study aims to identify problems and formulate alternative strategies for developing thematic teaching materials in elementary schools. The basis of this study is the limited development of thematic teaching materials in elementary schools and the lack of alternative development strategies by teachers. This study uses a qualitative approach with a literature review method. The data sources are articles in national journals over a period of 10 years (2014–2024). Based on the results obtained, it can be concluded that there are still several problems that must be addressed in the development of thematic teaching materials, including: teaching materials that are not in accordance with curriculum standards, teaching materials that are not integrated with local wisdom, and limited resources. Based on these problems, there are several alternative strategies for developing thematic teaching materials that can be implemented by teachers, including: multimedia integration, contextual relevance, and thematic-integrative learning models
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN: STRATEGI GURU KELAS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SLOW LEARNER DI SDI AL-CHUSNAINI
This research is motivated by the presence of slow learners in regular classes who experience difficulties in writing concentration and understanding teacher instructions. This is a challenging situation considering that not all students with special needs at SDI Al-Chusnaini have a shadow teacher (GPK). Thus, this research aims to describe teachers' strategies in improving the learning outcomes of slow learners at SDI Al-Chusnaini. The method used is a descriptive qualitative approach with interview and observation techniques. The research results indicate that teachers implement differentiated instruction by adjusting the difficulty level of the material and tasks, and using concrete and visual media. An emotional approach was also identified as an important factor in creating a positive learning environment. This finding indicates that adaptive, structured, and continuous learning strategies have a significant impact on the development of slow learners. This research is expected to provide recommendations for teachers in developing more effective learning strategies that are suitable for the needs of slow learners
INOVASI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENGATASI KETERBATASAN BAHAN AJAR AQIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Madrasah Ibtidaiyah, as an Islamic primary education institution, holds the responsibility of shaping a generation of Muslims with strong moral and spiritual integrity. One of the subjects that plays a crucial role in achieving this goal is Aqidah Akhlak (Islamic creed and ethics). However, the limited availability of contextual teaching materials that suit the characteristics of Madrasah Ibtidaiyah students poses a significant challenge in the learning process. This study aims to identify teachers’ strategies in overcoming the limitations of teaching materials and implementing interactive learning models in Aqidah Akhlak instruction. The research employed a qualitative descriptive method with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that teachers play an active role as developers of teaching materials and facilitators of learning through the use of Student Worksheets (LKS), storytelling, snowball throwing, group discussions, and simulations. The innovation in learning lies in the teachers’ efforts to combine these interactive models to overcome the limitation of conventional, text-based LKS materials. Rather than relying solely on the LKS, teachers expanded and adapted its content into contextual teaching materials integrated with storytelling activities, educational games, and collaborative group work. This approach encouraged students to become more active, enthusiastic, and better able to understand Aqidah Akhlak values in their daily lives. Teachers also designed reflective and remedial evaluations that support students’developmental progress. This strategy successfully created meaningful and enjoyable learning experiences that fostered the internalization of moral values in a holistic manner. The study recommends strengthening teachers’ capacity in developing contextual teaching materials and promoting active learning approaches aligned with the principles of the Merdeka Curriculum
PERAN PROFESIONALISME GURU PAI DALAM PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SD TUNAS HARAPAN KABUPATEN TANGERANG
The Pancasila student profile is one of the demands in the Independent Curriculum. The professionalism of PAI teachers plays a role in encouraging students to have Pancasila values within themselves. The aim of the study aims to analyze the role of PAI teacher professionalism in increasing the profile of Pancasila students. This study is qualitative research using a case study method at SD Tunas Harapan Pasar Kemis, Tangerang Regency. Data was collected through interview techniques, documentation studies and observations. After that, the data was collected, reduced, presented and concluded. The competency of PAI teachers at Tunas Harapan Elementary School shows that it is in accordance with the standards mandated by the 2003 National Education System Law. The roles of professional teachers that PAI teachers can play include, among others, uswatun hasanah, motivator, facilitator and evaluator. There are several efforts to improve the professionalism of PAI teachers to strengthen the profile of Pancasila students, including taking part in Diktats, Workshops, Webinars and playing a role in PAI subject clusters. Even as a professional teacher, there are obstacles and obstacles that we face, such as unsynchronized time, difficulties in determining dimensions and elements related to PAI teaching materials
PENGUATAN KAPASITAS PERANGKAT DESA DALAM UPAYA PERLINDUNGAN HAK EKOLOGIS MASYARAKAT LAHAN RAWA DI DESA ANDAMAN KECAMATAN ANJIR PASAR KABUPATEN BARITO KUALA
Lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala memiliki peran strategis bagi pertanian pasang surut, ekonomi lokal, serta sebagai penyimpan air alami yang berfungsi mencegah banjir dan kebakaran lahan gambut. Namun, keberlanjutan ekosistem rawa menghadapi berbagai tantangan, seperti alih fungsi lahan tidak terkontrol, penurunan produktivitas lahan (“taung”), dan pergeseran ke perkebunan sawit maupun karet yang berdampak pada kesuburan tanah. Permasalahan tersebut diperburuk oleh minimnya pemahaman masyarakat dan aparatur desa mengenai hak ekologis serta ketiadaan regulasi desa yang mengatur perlindungan lahan rawa. Aparatur desa juga masih terbatas dalam keterampilan mediasi dan penyelesaian konflik agraria. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Andaman, Kecamatan Anjir Pasar, dengan fokus pada penguatan kapasitas aparatur desa dalam perlindungan hak ekologis masyarakat rawa. Kegiatan mencakup dua tahap: pertama, penyuluhan hukum terkait regulasi lingkungan dan agraria serta perlindungan ekosistem rawa; kedua, pelatihan keterampilan mediasi konflik agraria dan pendampingan penyusunan Peraturan Desa (Perdes) tentang perlindungan lahan rawa. Kegiatan ini berdampak nyata pada peningkatan pemahaman aparatur desa mengenai hak ekologis, keterampilan dalam menyelesaikan sengketa agraria, serta terbentuknya Perdes Desa Andaman sebagai instrumen perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan ekosistem lahan rawa. Kata Kunci: Perangkat Desa, Hak Ekologis, Masyarakat Lahan Rawa
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN USAHA DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN TAPE GAMBUT DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN
Tape yang terkenal di Kabupaten Banjar berada di Kecamatan Gambut dan biasa disebut tapai Gambut. Tape Gambut yang dihasilkannya terkenal dengan ciri khasnya yaitu manis, empuk dan kering (tidak berair). Tape merupakan makanan tradisional Indonesia yang perlu dipertahankan sebagai kekayaan budaya kuliner. Metode dalam pengabdian ini mencakup tahapan sosialisasi, pelatihan, sera pendampingan manajemen usaha untuk meningkatkan penjualan tape gambut. Sosialisasi dilakukan dengan mengumpulkan para pengrajin tape gambut untuk merencanakan kegiatan pelatihan. Pelatihan diberikan dalam bentuk pemberian materi terkait manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen produksi dan manajemen sumber daya manusia. Setelah selesai pelatihan dilakukan pendampingan untuk mendampingi pengrajin dalam menerapkan materi yang mereka peroleh selama pelatihan. Hasil dari kegiatan pelatihan dan pendampingan manajemen usaha ini adalah meningkatnya pemahaman dan keterampilan peserta yaitu ibu-ibu rumah tangga yang mengolah dan memasarkan tape gambut dalam pengelolaan usaha, yang mencakup berbagai aspek seperti pemahaman tentang strategi pemasaran, perbaikan teknik produksi, pengelolaan sumber daya manusia, penyusunan pembukuan sederhana sehingga usaha tape gambut akan meningkat dan lebih berkembang. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini membekali para pengrajian tape gambut kemampuan praktis agar mereka dapat mengelola usaha secara lebih efektif, meningkatkan kualitas produk dan mengoptimalkan peluang bisnis, sehingga berkontribusi pada perluasan pasar dan peningkatan penjualan