Universitas Yapis Papua - Publikasi Jurnal
Not a member yet
    361 research outputs found

    Efek Mediasi Obedience Antara Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Utama Jayapura

    Full text link
    Tesis ini meneliti menguji pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai dengan variabel ketaatan merupakan dimensi Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel intervening untuk mengatasi kesenjagan hasil Tujuan penelitian: 1) Untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai, 2) Untuk mengetahui pengaruh obedience terhadap kinerja pegawai, 3) Untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi terhadap obedience, 4) Untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai melalui obedience. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan kategori penelitian dasar (basic research) atau foundamental research. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Utama Sentani yang berjumlah 198 orang pegawai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data kemudian diuji dengan The Structural Equation Modelling (SEM) dari paket software statistik AMOS akan digunakan dalam model dan pengujian hipotesis. Temuan membuktikan bahwa 1) Komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Utama Sentani. Komtimen organisasi pegawai yang tinggi meningkatkan kinerja pegawai, 2) Obedience mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Utama Sentani. Obedience yang yang tinggi dapat meningkatkan kinerja pegawai, 3) Komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap obedience pegawai pada Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Utama Sentani. Komitmen organisasi meningkatkan tingkat obedience pegawai, 4) Komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui obedience pada Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Utama Sentani. Komitmen organisasi yang baik akan meningkatkan kinerja pegawai apabila ditunjang dengan obedience yang tinggi.Kata Kunci: Obedience, Komitmen Organisasi, Kinerja Pegawai, The Structural Equation Modelling (SEM)

    EFEKTIFITAS PELAYANAN PEMBUATAN SERTIFIKAT TANAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL KOTA JAYAPURA

    Full text link
    Dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh lambatnya proses pembuatan sertifikat tanah di Badan Pertanahan (BPN) Kota Jayapura yang dikeluhkan masyarakat. Sehingga untuk mengetahui bahwa tercapainya efektivitas pelayanan  yang diberikan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perbedaan dalam mengintepretasikan tugas-tugas yang harus dilaksanakan, serta perilaku aparat dalam bekerja. Sehingga kedudukan dan peran aparat sangat penting dan menentukan keberhasilan dalam mengerjakan tugas-tugas yang dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Pelayanan Pembuatan Sertifikat Tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Jayapura hal ini dilihat dari ; optimasi tujuan, prespektif sistematika, dan perilaku pegawai dalam organisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu; memberikan gambaran atau penjelasan yang tepat secara objektif terkaitan keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti. Jenis data yang digunakan terdiri dari primer yaitu wawancara dan observasi langsung dilapangan dan data sekunder yang bersumber dari buku-buku, dokumen/catatan/laporan dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan Efektivitas Pelayanan Pembuatan Sertifikat Tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Jayapura masih belum efektif. Hal ini, diakibatkan karena indikator optimasi tujuan dari segi waktu dan sasaran, dimana penyelesaian sertifikat tanah pertama kali masih terkendala  sehingga kurang efektif. Namun, indikator prespektif sistematika, dan perilaku pegawai dalam organisasi dapat dikatakan efektif.Kata kunci; efektivitas pelayana

    KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH UMUM PADA PRA KEMERDEKAAN (MASA KOLONIAL BELANDA DAN MASA KOLONIAL JEPANG) PASCA KEMERDEKAAN (ORDE LAMA DAN ORDE BARU)

    Full text link
    Tujuan penulisan ini adalah membahas mengenai Pendidikan Agama di sekolah umum yang hadir di Nusantara sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia. Sebelum masuk kepada pembahasan mengenai kebijakan pemerintah terhadap pendidikan agama pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan.  Penelitian ini menggunakan penelitian penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran pendidikan Islam tidak diajarkan di sekolah umum pada masa penjajahan Belanda, pemerintah mengeluarkan peraturan yang disebut sekolah umum netral agama. Yakni bahwa pemerintah bersikap tidak memihak kepada salah satu agama sehingga sekolah pemerintah tidak mengajarkan agama dan pemerintah melindungi tempat peribadatan agama. Sedangkan pada masa pemerintahan Jepang membolehkan pembelajaran pendidikan agama di sekolah umum dengan syarat guru agama tidak dibayar oleh pemerintah.  Pada awal kemerdekaan yaitu pada masa Orde Lama, pembelajaran pendidikan agama diberikan kepada siswa dari SD sampai SMA dengan ketentuan, siswa boleh menolak diberikan pembelajaran pendidikan agama jika siswa tidak berkenan untuk belajar agama, sedangkan pada masa Orde Baru menghilangkan kata “tidak berkenan untuk belajar agama” sehingga pembelajaran pendidikan agama diajarkan pada tingkat dasar sampai tinggi.   Kata Kunci: Pendidikan Agama di sekolah umu

    TANGGUNG JAWAB HUKUM PARA PIHAK DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUKO DI KOTA JAYAPURA

    Full text link
    Tanggung jawab hukum para pihak dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa ruko dapat dilihat pada hak dan kewajiban para pihak, baik pihak yang menyewakan ruko maupun pihak penyewa ruko. Apabila pihak penyewa tidak melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya maka pihak yang menyewakan dapat menuntut untuk meminta pelaksanaan perjanjian, atau meminta ganti kerugian ataupun bisa kedua-duanya yaitu meminta pelaksanaan disertai dengan ganti rugi.Kata Kunci : Tanggung Jawab Hukum; Para Pihak; Perjanjian Sewa  Menyewa Ruk

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA GURU PADA YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CABANG KOTA JAYAPURA

    Full text link
    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru Pada Yayasan Pendidikan Islam Cabang Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktro-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru Pada Yayasan Pendidikan Islam Cabang Kota Jayapura.  Sampel penelitian adalah guru pada Pada Yayasan Pendidikan Islam Cabang Kota Jayapura. sebesar 66 responden, teknik Proportiionate Stratified  Random Sampling. Variabel penelitian adalah disiplin kerja, iklim kerja, dan kompensasi sebagai variabel bebas serta kinerja guru sebagai variabel terikat. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara simultan disiplin kerja, iklim kerja, dan kompensasi terhadap kinerja guru pada Yayasan Pendidikan Islam Cabang Kota Jayapura. dengan nilai Fhitung sebesar 17,717 dengan tingkat signifikan sebesar 0.000. Disiplin kerja mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja guru pada Yayasan Pendidikan Islam Cabang Kota Jayapura dengan nilai t hitung sebesar 5,703 dengan tingkat α = 0.000. Iklim kerja mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja guru pada Yayasan Pendidikan Islam Cabang Kota Jayapura dengan nilai t hitung sebesar 2,940 dengan tingkat α = 0.005. Kepusan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai pada Yayasan Pendidikan Islam Cabang Kota Jayapura dengan nilai t hitung sebesar 2.835 dengan tingkat α = 0.006.  Kata Kunci : Disiplin kerja, Iklim kerja, Kompensasi dan kinerj

    KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

    Full text link
    Kesimpulan besar tulisan ini adalah ada beberapa fase kebijakan Pendidikan Islam di Indonesia sebagai wujud dan perwujudan pendidikan Islam yaitu: Pertama, Masa sebelum merdeka (penjajahan belanda); Kedua,Masa pemerintahan orde lama (1960-1966); Ketiga, Masa pemerintahan orde baru (1966-1998); Keempat, Masa pemerintahan reformasi (1998- Sekarang). Kebijakan (Policy), merupakan kebijaksanaan dalam mengelola berbagai persoalan kegiatan atau urusan “ Prudence or wisdom in the management of affairs”. Kebijakan dilakukan dan diambil berdasarkan kebutuhan, tuntutan, perubahan, pembaharuan dan sebagainya. Dalam manajemen perencanaan mengacu pada pertumbuhan, perubahan, pembaharuan dan kesinambungan “growth, change, reform and continuity. Sejalan dengan berbagai kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia, maka dampak kebijakan tersebut sangat signifikan dan menimbulkan keadaan pendidikan Islam secara umum jauh lebih baik dari keadaan pendidikan sebelumnya.Simpulan: Kebijakan, Pendidikan Islam dan dampaknya, di Indonesia

    PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA PELAKU PENYEBAR HOAX MELALUI MEDIA MASA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertanggung jawaban perdata pelaku penyebar hoax melalui media massa. Penyebaran berita tidak benar atau hoax bertujuan untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang membuat berita tersebut. Penyebaran berita hoax yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu, sering kali menimbulkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat, apalagi penyebar berita hoax tersebut merupakan tokoh masyarakat yang terpandang atau memiliki masa pengikut. Konsekuensi membuat dan menyebarkan berita yang tidak benar atau hoax membuat masyarakat menjadi curiga dan bahkan membenci kelompok tertentu, menyusahkan dan menyakiti secara fisik atau bahkan sampai kehilangan nyawa orang yang tidak bersalah, memberikan informasi yang salah kepada pembuat kebijakan, dan menimbulkan kerugian harta benda. Pelaku penyebar berita tidak benar atau hoax dapat diminta pertanggungjawaban perdata oleh orang atau pihak-pihak yang menjadi korban akibat penyebaran berita tersebut, dengan dasar gugatan Pasal 1365 KUH Perdata ke pengadilan untuk menuntut ganti kerugian atas kerugian yang diderita. Gugatan tersebut bisa di ajukan secara sendiri-sendiri atau dengan menggunakan gugatan kelompok atau class action. Kata kunci : Pertanggungjawaban Perdata, Hoax, Media Mass

    PENEGAKAN HUKUM ATAS TINDAKAN PENGHINAAN TERHADAP PENGADILAN

    Full text link
    Proses persidangan di Indonesia mengenal asas persidangan terbuka dan dibuka untuk umum kecuali proses persidangan terhadap kasus kesusilaan dan anak sebagai terdakwa. Dengan adanya asas tersebut maka setiap orang dapat menghadiri, melihat dan mengikuti jalannya persidangan. Tindakan-tindakan penghinaan terhadap peradilan ini sebenanya bukanlah hal baru. Namun berbagai tindakan tersebut makin sering terjadi semenjak bergulirnya era reformasi yang lebih bebas. Penghinaan terhadap pengadilan merupakan suatu tindakan yang harus diperhatikan di Indonesia, hal ini dikarenakan tindakan penghinaan terhadap pengadilan dapat menghambat proses persidangan. Penegakan hukum terhadap terjadinya tindakan penghinaan terhadap pengadilan memiliki beberapa komponen sesuai dengan sistem peradilan pidana yaitu penanganan yang dimulai dari aparat kepolisian, pengadilan, kejaksaan, dan lembaga pemasyarakatan.Kata Kunci : Penegakan Hukum, Penghinaan, Pengadila

    KOMPARASI KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PMRI DAN PBL PADA HASIL BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR DAN SIKAP SISWA SD

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keefektifan pembelajaran matematika dengan menggunakan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia(PMRI) dan Problem-Based Learning(PBL) ditinjau dari aspek hasil belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa SD.  Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain pretes-posttest nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD/MI se Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul yang terdiri dari 34 SD/MI. Diambil empat sekolah sebagai sampel, dua sekolah digunakan sebagai kelompok eksperimen (kelompok eksperimen 1 yang dalam pembelajarannya menggunakan pendekatan PMRI terdiri dari 35 siswa dan kelompok eksperimen 2 yang dalam pembelajarannya menggunakan pendekatan PBL terdiri dari 25 siswa), dan dua sekolah sebagai kelompok kontrol yang dalam pembelajarannya mengunakan pendekatan konvensional, kelompok kontrol terdiri dari 30 siswa. Dalam satu sekolah masing-masing diambil satu kelas sebagai kelompok pengambilan data penelitian. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan uraian, wawancara mengenai motivasi belajar, serta angket sikap. Untuk menguji keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI dan pendekatan PBL digunakan analisis indeks keefektifan dan uji proporsi. Selanjutnya untuk membandingkan keefektifan data dianalisis dengan menggunakan Kontras Helmert.  Hasil penelitiannya adalah: 1) pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif ditinjau dari hasil belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa SD; 2) pembelajaran matematika dengan pendekatan PBL efektif ditinjau dari hasil belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa SD; 3) pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional efektif ditinjau dari hasil belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa SD; 4) pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI lebih efektif ditinjau dari hasil belajar matematika daripada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konvensional; 5) keefektifan pembelajaran matematika tidak berbeda antara pendekatan PMRI dan pendekatan PBL dengan konvensional ditinjau dari hasil belajar, motivasi belajar dan sikap siswa SD; dan 6) keefektifan pembelajaran matematika tidak berbeda antara pendekatan PMRI dengan pendekatan PBL ditinjau dari hasil belajar, motivasi belajar dan sikap siswa SD.  Kata Kunci : PMRI, PBL, hasil belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa S

    ISLAM TRANSNASIONAL DAN ANCAMAN RADIKALISMEDI KOTA JAYAPURA, PAPUA: STUDI AWAL HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) DAN KELOMPOK SALAFY JAFAR UMAR THALIB

    Full text link
    Penelitian ini akan mengeksplorasi Islam Transnasional di Papua. Sebelum melakukan hal tersebut, penulis akan mereview kajian terdahulu dan diskursus Islam transnasional dan diikuti oleh deskripsi perkembangannya di Asia dan Indonesia. Setelah itu, ia akan mendiskusikan kehadiran Islam transnasional, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Salafy of Jafar Umar Thalib (JUT) di Kota Jayapura, yang telah menciptakan ketegangan dan permusuhan di dalam komunitas Muslim. Tidak diragukan, kedua gerakan tersebut telah menyebarluaskan pengajaran Islam radikal melalui dakwah dan juga aktivitas yangmengancam Papua Tanah Damai. Sebagai akibatnya, kehadiran mereka telah menimbulkan perlawanan dari sejumlah organisasi massa Islam dan Non-Muslim. Singkatnya, paper ini dimaksudkan untuk menjelaskan kehadiran, aktivitas dan pengajaran radikal mereka. Selain itu, ketegangan dengan ormas Islam, khususnya Nahdhatul Ulama (NU), dan non-Muslims, dan juga dampak terhadap perdamaian dan toleransi beragama di Kota Jayapura, kota utama, di Papua.Kata kunci: Transnational Islam, Hizbut Tahrir Indonesia, Salafy, Papua Land of Peace, toleranc

    340

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Yapis Papua - Publikasi Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇