Universitas Yapis Papua - Publikasi Jurnal
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN EKOSISTEM MANGROVE BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KAMPUNG NAFRI KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA
ABSTRAK Isu utama di pesisir seperti biofisik dan lingkungan, sosial, ekonomi, hukum dan kelembagaan masih belum terjalin dan terlaksanan secara baik. Kajian pemanfaatan ekosistem mangrove dan ekstensi masyarakat lokal mempunyai kearifan lokal dalam pengelolaan hutan dan sebagainya perlu dilakukan. Hasil yang dicapai adalah formulasi strategi pengelolaan ekosistem mangrove melalui pemanfaatan kearifan lokal secara terpadu dengan mengintegrasikan ekologi, ekonomi, sosial dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dimensi sosial budaya masyarakat dan teridentifikasinya nilai-nilai kearifan lokal serta mengetahui persepsi dan ketaatan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2014. Penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi faktual dan akurat tentang keberadaan kearifan lokal dalam pemanfaatan hutan mangrove di Kampung Nafri Distrik Abepura. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan survei lapangan, analisis data kualitatif menggunakan analisis triangulasi teori dan deskriptif komparatif. Data kuantitatif (persepsi dan ketaatan masyarakat) digunakan analisis dengan skala Likert. Dari penelitian ini diperoleh bahwa Kondisi Hutan Mangrove di Kampung Nafri sudah mengalami degradasi karena faktor-faktor Konversi lahan mangrove menjadi Tambak dan pembangunan dari pihak pemerintah dan swasta maupun dari masyarakat sendiri yang memanfaatkan mangrove untuk kepentingan pribadi. Pengelolaan sumberdaya laut dan hutan mangrove di kampung Nafri belum tumbuh pada tahap normative, hanya berkembang pada tataran kebiasaan (folkways). Aturan-aturan yang berupa norma atau peraturan tertulis pada tingkat kampung belum ada sama sekali, begitu pula sanksi dan pemegang legalitas pengelolaan sumberdaya laut dan hutan mangrove belum ada. Persepsi dan Ketaatan Masyarakat Kampung Nafri secara umum cukup baik dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan Mangrove. Kata Kunci : mangrove, kearifan lokal, persepsi dan ketaata
Pengaruh Rotasi Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Hotel Rasen Sentani Kabupaten Jayapura
Semakin ketatnya tingkat persaingan sumber daya manusia, baik dalam bisnis maupun dalam organisasi nirlaba mengakibatkan organisasi dihadapkan pada tantangan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup. Guna mencapai hal tersebut dalam organisasi kinerja karyawan diharapkan dapat performa yang baik. Beberapa cara untuk meningkatkan kinerja adalah rotasi karyawan untuk mengatasi kejenuhan karyawan di bidang tertentu, sehingga produktivitas dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rotasi karyawan terhadap kinerja karyawan pada Hotel Rasen Sentani Kabupaten Jayapura. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantatif. Jumlah sampel adalah total populasi sebanyak 22 pegawai. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalsisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa rotasi karyawan berpengaruh siginifikan terhadap kinerja karyawan Hotel Rasen Sentani, karena rotasi yang dilakukan dapat memberikan suasana baru, yang bermanfaat untuk menambah pengalaman karyawan dan mencegah kebosanan pada bidang lain, sehingga kinerja karyawan akan lebih meningkat. Kata kunci : Rotasi karyawan, Kinerja karyawa
Pengaruh Price Earning Ratio (PER), Debt To Equity Ratio (DER) Dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Food And Beverages Yang Terdaftar Di BEI Periode 2009 – 2013)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Price Earning Ratio , Debt to Equity Ratio dan Net Profit Marginterhadap Harga saham. Penelitian ini diambil karena masih terdapat perbedaan hasil penelitian antara penelitian yang satu dengan yang lain serta terdapat perbedaan antara keadaan riilnya dari data penelitian dengan teori yang ada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Annual Report.Teknik pengambilan data menggunakan metode purposive sampling.Dari empat belas perusahaan Food and Beverages, hanya diambil Sembilan perusahaan yang memenuhi kriteria sampel secara lengkap periode tahun 2009 – 2013. Metode yang digunakan adalah analisis linear berganda. Dengan menggunakan analisis regresi, maka dapat diketahui bahwa secara parsial Debt to Equity Ratio dan Net Profit Margin berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan Price Earning Ratio tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan semua variable yaitu Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio dan Net Profit Margin berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Kata kunci : Harga Saham, Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Net Profit Margi
Pemasaran Beras Komersial Perum Bulog Dengan Menggunakan Marketing Mix (Tinjauan Pada Perum Bulog Divisi Regional Papua Dan Papua Barat)
Dalam menjalankan pelayanan publik, peran dan fungsi Perum BULOG sangat mutlak mengelola single commodity berupa beras. Namun pada pelaksanaan tugas yang bersifat komersial memiliki kewenangan yang lebih luas untuk mengelola usaha multi komoditi termasuk komoditi pangan, seperti : gula, jagung, kedelai, dan sebagainya. Perum Bulog harus dapat merencanakan untuk membuka peluang bisnis perdagangan komersial khususnya beras untuk menembus beberapa segmentasi pasar dan bersaing dipasaran umum dengan mekanisme pasar seutuhnya untuk tujuan pencapaian keuntungan bagi perusahaan. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk yang dijual/ditawarkan, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat. Perusahaan dapat mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengan konsumen, sehingga diharapkan konsumen akan datang kembali untuk membeli produk tersebut. Hasil penelitian ini adalah untuk mendapatkan atau merebut pangsa pasar/market share serta untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar, maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin
Pengaruh Leverage, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel leverage, profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Seluruh data yang diteliti bersumber dari bursa efek Indonesia periode 2009 hingga 2013 pada perusahaan food and beverages dengan sampel sebanyak 12 perusahaan. Metode pengujian yang digunakan adalah debt ratio, return on equity, total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dan price book value dengan alat analisa menggunakan bantuan program SPSS Statistic 21. Hasil analisis yang diperoleh debt ratio memiliki nilai rata-rata 150,85%, return on equity 71,67%, total asset 468,192 juta rupiah dan price book value 414,56% selama periode 2009 hingga 2013. Dari hasil data yang diolah, diperoleh model regresi LnPBV = 4,294 + 0,089 LnDR + 0.422 LnROE - 0,236 LnTA + e dan hasil uji t menunjukan bahwa debt ratio berpengaruh tidak signifikan dengan nilai sig 0,604 dan thitung -0,521, return on equity berpengaruh signifikan dengan nilai sig 0,000 dan thitung 4,735, total asset berpengaruh tidak signifikan dengan nilai sig 0,363 dan thitung -0,917. Leverage, profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan secara simultan dengan nilai signifikansi 0,000 dengan nilai Fhitung 10,336. Besarnya nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) adalah sebesar 0,322 atau 32,2%. Kata kunci : Debt Ratio, Return On Equity, Jumlah Aset dan Price Book Valu
PERMASALAHAN PENGELOLAHAN PERIKANAN TUNA BERKELANJUTAN DI PERAIRAN PESISIR UTARA PROVINSI PAPUA
ABSTRAK Pesisir utara Papua (WPP 717) merupakan zona penangkapan berbagai jenis ikan pelagis, termasuk ikan tuna. Saat ini ikan tuna menyumbangkan 5% dari total produksi perikanan Papua per tahun. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan potensi kekayaan sumber daya perikanan Provinsi Papua, mengindikasikan terdapat permasalahan dalam pengelolahan Sumber Daya Perikanan Tuna (SDPT). Penelitian ini dilakukan selama 3 minggu (8-29 November 2014), di PPI dan TPI Hamadi, Jayapura. Menggunakan metode observasi, studi kepustakaan, dan analisis kualitatif. Terdapat 8 spesies ikan tuna famili Scombridae di Papua, terdiri dari 5 spesies tuna besar dan 3 spesies tuna kecil. Produksi perikanan Provinsi Papua dalam 4 tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang tidak signifikan, dengan rata-rata pertumbuhan produksi dalam tahun 2011-2013 yaitu 5,5%. Tahun 2012 hasil tangkapan ikan pelagis besar mencapai 43.446,00 ton, dimana 24.492 ton merupakan komoditi ikan tuna, dan hanya 13.579,80 ton yang berasal dari kawasan perairan utara Papua (Perairan Nabire, Jayapura, Sarmi, Waropen, dan Supiori), jumlah ini terlalu kecil. Kondisi ini mengindikasikan terdapat Permasalahan Penangkapan dan Pengolahan Perikanan Tuna Papua (P4TP), yaitu (1) Maraknya illegal fishing dan illegal trans-shiping, (2) Kapasitas dan kapabilitas SDPT belum memadai, (3) Penanganan mutu ikan tuna segar dan produk olahan yang belum sesuai Standart Operasional Prosedur (4) Tata niaga pemasaran yang belum efektif dan terintegrasi lintas sektor yang masih berorientasi pada pasar lokal (5) Data statistic SDPT yang belum optimal dan memadai. Penanggulangan P4TP harus senergikan dengan program prioritas pembangunan perikanan Papua, lebih khusus untuk pengelolaan perikanan tuna yang berkelanjutan di Papua dengan melaksanakan 8 rekomendasi P4TP. Kata kunci: Permasalahan, Perikanan, Tuna, Papu
Komposisi Jenis dan Tutupan Lamun di Perairan Teluk Yos Sudarso Kota Jayapura
Abstrak Lamun merupakan tumbuhan tingkat tinggi, tumbuh di perairan laut dangkal dan dapat tumbuh pada substrat berpasir, berlumpur dan kerikil. Teluk Yos Sudarso merupakan daerah perairan yang memiliki berbagai jenis lamun namun hingga saat ini belum terdapat penelitian yang menjelaskan mengenai tingkat kerusakan lamun dan komposisi jenis lamun. Dengan menggunakan metode Pengambilan data tutupan dan kekayaan jenis lamun disurvei dengan metode transek line. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh komposisi lamun di Pulau Kayupulo adalah lamun campuran, dimana ditemukan sebanyak 5 jenis lamun yang berasal dari 2 suku, yaitu Enhalus acoroides, Halophila ovalis (Hydrocaritaceae), Halodule uninervis (Potamogetonaceae) dan Syringodium isoetifolium (Potamogetonaceae). Enhalus acoroides merupakan jenis lamun utama pada perairan Pulau Kayupulo dengan 9 kali kemunculan dan frekuensi kemunculan 60%. Sedangkan Halodule uninervis merupakan jenis lamun dengan frekuensi kemunculan 46,67% dan yang paling terendah Halophila ovalis dan Syringodium isoetifolium hanya 13,33%. Kondisi tutupan lamun tertinggi yang ditemukan di stasiun 5 (Pulau Kosong) sebesar 78,3 % (Baik); stasiun 4 (Kayupulo) 50 % (kurang sehat) dan yang terendah pada stasiun 3 (Depan Pelabuhan) sebesar 25% (rusak/kurang sehat). Kata Kunci : Komposisi Lamun, Tingkat Kerusakan, lamun, Teluk Yos Sudars
ANALISIS IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN OLEH LEMBAGA BANTUAN HUKUM DI KOTA JAYAPURA
Abstrak : bahwa korban dari tindak pidana perkosaan seyogyanya dapat dilindungi hak-haknya dalam proses peradilan pidana. Bahkan bukan hanya perlindungan fisik dan psikis, tetapi diberikan hak kompensasi dan restitusi. Pendampingan terhadap korban perkosaan membutuhkan partisipasi masyarakat yang berempati terhadap apa yang telah dialaminya, sehingga memenuhi rasa kemanusiaan. Serta aspek penghambat korban memperoleh haknya atas kebenaran, keadilan, dan pemulihan, yaitu: Substansi hukum; pemerkosaan dapat dilakukan dengan jari, benda tumpul, atau benda-benda lainnya. Struktur hukum; unit dan prosedur khusus kekerasan perempuan belum tersedia termasuk fasilitasnya di semua tingkat penyelenggaraan hukum. Budaya hukum; penyikapan terhadap kasus tidak menunjukkan empati pada perempuan korban, bahkan cenderung ikut menyalahkan korban. Kata Kunci : Pendampingan Hukum, Korban, Tindak Pidana, Perkosaan, LB
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK TERSANGKA PADA PENYIDIKAN PERKARA PIDANA
Abstrak : Hak warga negara merupakan hak konstitusional yang pemenuhannya menjadi kewajiban negara. Hak konstitusional warganegara dalam bidang hukum antara lain meliputi, hak persamaan kedudukan dihadapan hukum (equality before the law), hak atas pengakuan, jaminan perlindungan, dan kepastian hukum yang adil, serta hak atas perlakuan yang sama dihadapan hukum. Perlindungan hukum bagi tersangka diatur dalam UU No.48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman, UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia dan UU No. 8 Tahun 1981 Tentang KUHAP. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Hak Tersangka, Penyidikan, Pidan
PENERAPAN HUKUMAN MATI BAGI TERPIDANA KORUPTOR DITINJAU DARI PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA
Abstrak :Bahwa Penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi jika hanya dikaji secara tekstual, maka penerapan hukuman mati bertentangan dengan Hak Asasi Manusia sebagaimana dicantukan dalam Pasal 28A ayat (1), 28I ayat(1), jo Pasal 4 Undang- undang Nomor 39 Tahun 1999, jo Pasal 3 DUHAM. Namun jika dikaji secara kontektual dengan menggunakan penafsiran extentif dan teleologis, maka sebenarnya penerapan hukuman mati tidak bertentangan dengan Hak Asasi Manusia. Argumentasi yang diberikan adalah bahwa akibat yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi jauh lebih besar dari kejahatan genosida, terorisme, narkotika, dan kejahatan-kejahatan kemanusiaan lainnya. Penerapan hukuman mati bagi terpidana koruptor melanggar hak asasi manusia karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 28A UUD 1945, serta di dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Kata Kunci : Hukuman Mati, Terpidana, Koruptor, Hak Asasi Manusi