Universitas Yapis Papua - Publikasi Jurnal
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Profitabilitas, Produktivitas, Dan Penilaian Pasar Pada Perusahaan Yang Konsisten Terdaftar Di LQ45 BEI Tahun 2010-2012
This paper examines the association between Intellectual Capital (IC) and corporate performance, can be explained by profitability, productivity, and market valuation of companies listed on Bursa Efek Indonesia by investigating value creation efficiency , as measured by Value Added Intellectual Capital ( VAIC). The independent variabel that used in this research are intellectual capital that proxy by Value Added Intellectual Capital ( VAIC), physical capital that proxy by Value Added Capital Employed (CEE), human capital that proxy by Value Added human capital ( HCE) and structural capital that proxy by Value Added Structural capital(SCE). The dependent variabel that used in this research are profitability that proxy by return on asset (ROA), productivity thar proxy asset turn over ( ATO) and market valuation that proxy market capitalization( MB) The research used secondary data from Indonesia Capital Market Directory (ICMD) that given to 91 companies in the LQ45 Bursa Efek Indonesia years 2010 -2012. Correlation and regression models were used to examine the relationship between corporate value creation efficiency and firms’ profitability, productivity and market valuation. The findings from this study show that intellectual capital ( VAIC) influenced profitability and productivity significantly but didn’t influence market valuation. The study also suggests that individually , each component of the VAIC commands different values compared to the aggregate measure , which implies that the investors place different value on the three VAIC components. The result also indicates that physical capital efficiency is not significant variable related profitability, productivity and market valuation. Human capital efficiency is of great importance in enhancing the productivity of the companies. Structural capital efficiency is significant variable related profitability and productivity, but fails to explain market valuation. Kata Kunci : Intellectual capital, Profitability, Productivity, Market valuatio
Pengaruh Jumlah Pemeriksaan Pajak, Sanksi Perpajakan Dan Sikap Fiskus Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan Dengan Kepatuhan Wajib Pajak Sebagai Variabel Intervening Pada Kpp Pratama Jayapura
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis Jumlah Pemeriksaan Pajak, Sanksi Perpajakan dan Sikap Fiskusterhadap penerimaan pajak dengan Kepatuhan Wajib Pajak sebagai variabel intervening pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jayapura. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah Jumlah Pemeriksaan Pajak berpengaruh terhadap penerimaan pajak, sanksi perpajakan berpengaruh terhadap peneriaan pajak penghasilan melalui kepatuhan wajib pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jayapura. Populasi penelitian adalah seluruh Jajaran dan Staff Pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jayapura. Hasil analisis dengan menggunakan analisis jalur (path Analysis) diperoleh hasil bahwa jumlah pemeriksaan pajak berpengaruh secara langsung terhadap penerimaan pajak dengan nilai Koefisiensebesar 0.407 yang berarti bahwa, H1 diterima atau hipotesis diterima.Sanksi Perpajakan berpengaruh terhadap penerimaan pajak melalui kepatuhan wajib pajakbesarnya koefisien jalur tidak langsung (0.048) melalui Kepatuhan Wajib hasil penelitian inimendukung hipotesis 2.Hasil analisis menunjukkan bahwa Sikap Fiskus memiliki nilai thitung sebesar 1.715 yang adalah lebih besar dari nilai ttabel yaitu 1.667 (1.715 > 1.667) dengan koefisien sebesar 0.236 yang berarti bahwa, terima H3 atau hipotesis diterima. Kata Kunci : Jumlah Pemeriksaan Pajak, Sanksi Perpajakan, Sikap Fiskus, Penerimaan Pajak, Kepatuhan Wajib Paja
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROAVERTEBRATA AIR PADA KERAPATAN VEGETASI RIPARIAN YANG BERBEDA DI SUNGAI AIMASI KABUPATEN MANOKWARI
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROAVERTEBRATA AIR PADA KERAPATAN VEGETASI RIPARIAN YANG BERBEDA DI SUNGAI AIMASI KABUPATEN MANOKWARISimon P.O. Leatemia1*, Erick C. Wanggai2, Selfanie Talakua11 Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan – Universitas Papua 2 Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan – Universitas PapuaReceived: 08 Juni 2016 - Accepted: 23 Juli 2016 ABSTRACT Riparian vegetation on the edge of the stream is one of important factors affecting the availability of water macroinvertebrates in the river basin. This study was aimed to determine the effect of different riparian vegetation density on the abundance and diversity of water macroinvertebrates in the Aimasi stream. Four observation stations were determined by different riparian vegetation density within the Aimasi stream. Simple regression analysis showed a significant correlation between the density of riparian vegetation with the density and diversity of water macroinvertebrates, where higher density ofriparian vegetation were followed by higher abundance and diversity of water macroinvertebrates. The results showed a positive correlation between the density of riparian vegetation with the density and diversity water macroinvertebrates,therefore a seriously attention is needed to address land clearing activity that cause changes to riparian vegetationon in Aimasi stream. Key words: water macoinvertebrates, riparian vegetation, Aimasi strea
Manajemen Pengelolaan Bantuan Sosial Terhadap Nelayan Miskin Pada Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Papua Barat
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Prosedur Pengelolaan Belanja Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi Papua Barat. Untuk menjawab masalah penelitian maka teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Alasan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif, yaitu karena hanya ingin mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana apa adanya, tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Semua proses berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan apa yang tertera pada petunjuk pelaksanaannya, hal lain perlu menjadi perhatian adalah proses sosialisasi yang kurang oleh pihak pemerintah daerah, ada beberapa masalah yang kemudian bisa timbul dari sosialisai yang kurang ini. Dalam proses penatausahaan semua proses penyampaian proposal lewat Dinas Perikanan dan Kelautan. Pertanggungjawaban dari penerima manfaat cukup transparan dan akuntabel, dengan demikian maka proses pengawasan sangatlah terbuka. Prosedur yang idial dari proses pertanggung jawaban inipun berjalan dengan baik, artinya dari sisi aturan sedikit kemungkinan terjadi penyelewangan. walaupun tercermin transparan tetapi, dalam hal penyampaian laporan pertanggungjawaban penggunaan bantuan tidaklah patuhan itu tercermin dengan keterlampatan laporan melebihi batas waktu yang ditentukan yakni bulan januari tahun anggaran yang baru.Kata Kunci : Manajemen, Bantuan Sosial, Nelayan, Miski
PENYELESAIAN KRDIT BERMASALAH MELALUI LITIGASI DAN NON LITIGASI PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk.KANTOR CABANG JAYAPURA
ABSTRAK : Proses Penyelesaian Kredit bermasalah pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor Cabang Jayapura dapat dilakukan melalui: Jalur Litigasi, Penyelesaian kredit bermasalah melalui jalur litigasi dapat ditempuh dengan mengajukan somasi, gugatan pengadilan, penyitaan, pelelangan dan jalur non Litigasi, dimana penyelesaian kredit bermasalah melalui jalur non litigasi dapat ditemuh dengan cara rechsculding, rekstruturing, reconditioning.Kata Kunci : Kredit Bermasalah,Penyelesaian melalui Litigasi dan Non Litigasi
Analisis Return On Equity, Return On Asset, FDR, Bopo Dan Suku Bunga Terhadap Tingkat Deposito Mudharabah (Studi Bank Umum Syariah 2012-2014)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return On Equity, Return On Asset, FDR, BOPO dan Suku bunga secara parsial dan simultan terhadap Tingkat Deposito Mudharabah pada Bank Umum Syariah 2012 - 2014. Rumusan penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh Return On Equity, Return On Asset, FDR, BOPO dan Suku bunga secara parsial dan secara simultan terhadap Tingkat Deposito Mudharabah pada Bank Umum Syariah. Metode analisis data pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda, uji asumsi klasik, dan pengujian hipotesis dengan menggunakan SPSS 21. Populasi dalam penelitian ini adalah 12 semua Bank Umum Syariah dengan jumlah sampel sebanyak 7 Bank Umum Syariah. Hasil analisis dengan menggunakan regresi linear berganda diperoleh hasil analisis menunjukkan nilai F 17,294 dengan nilai signifikan 0,000. Dengan demikian ke lima variabel tersebut menunjukkan adanya pengaruh terhadap Tingkat Deposito Mudharabah. Secara parsial Return on equity berpengaruh positif dan signifikan, Return on asset berpengaruh negatif dan signfikan, FDR berpengaruh negatif dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan, dan Suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Deposito Mudharabah. Kata kunci : Return on Equity, Return On Asset, FDR, BOPO, Suku bunga dan Tingkat Deposito Mudharaba
PERAN DAN FUNGSI BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL DAERAH UNTUK MENARIK INVESTASI ASING DI PROVINSI PAPUA
Abstrak : Peran dan fungsi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Papua untuk menarik investasi asing telah memberikan hasil yang maksimal, ini dapat dilihat dari perkembangan dan peningkatan investasi asing yang masuk ke Provinsi Papua mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Strategi utama BKPMD Provinsi Papua adalah dengan memberikan dukungan penuh kepada dunia usaha dan kerjasama antar daerah, lembaga teknis terkait serta masyarakat.(Kata Kunci: Investasi Asing, Pemerintah Daerah, Badan Korordinasi Penanaman Modal Daerah)
Tipe Pasang Surut Dan Arah Arus Di Pantai Bosnik Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua
AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menginformasikan tipe pasang surut dan arah serta kecepatan arus di Pantai Bosnik Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Adapun sasaran dari penelitian ini adalah untuk menyajikan serta mendokumantasikan data dan informasi mengenai tipe pasang surut, arah dan kecepatan arus di pantai Bosnik, sehingga menjadi bahan acuan atau rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam penanggulangan kerusakan pantai. Penelitian ini dilakukan di pantai Bosnik, pada bulan Mei tahun 2007. Lokasi penelitian di dermaga Bosnik, depan Kampung Orwek. Pelaksanaanya memperhatikan umur bulan, yakni pada saat kedukukan bulan purnama (umur bulan ke-15). Secara umum metoda yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metoda studi lapangan. Parameter yang diukur antara lain pasang surut dan arah serta kecepatan arus permukaan. Dari penelitian yang dilakukan dalam waktu yang berbeda menunjukan bahwa tipe atau karekteritik pasanga surut di pantai Bosnik yaitu tipe harian ganda, (semi dyurnal tipe) yakni dalam waktu 24 jam terdapat 2 kali pasang dan 2 kali surut. Sedangkan kecapatan arus permukaan dekat dengan daratan sekitar 20 cm/detik dengan arah mengikuti pasang dan surut. Pada temapt yang agak ke laut ditemukan kecepatan arus sekitar 45 cm/detik dengan arah utara dan tenggara. Fenomena pasang surut dan arus adalah gejala alam. Sehingga penelitiannya tidak dapat dilakukan sesaat saja. Oleh karena itu untuk memperoleh penelitian yang lebih komprehensif, perlu dilakukan penelitian dalam jangka yang lama.Kata Kunci : pasang surut, arus, pantai Bosnik, Biak Numfo
EKSISTENSI KONSEP RESTORATIVE JUSTICE DALAM SISTEM HUKUM PIDANA DI INDONESIA
Abstrak: Perkembangan kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan hukum sebagai pranata kehidupan bermasyarakat memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan penerapan hukum pidana di Indonesia. Fenomena menunjukkan munculnya berbagai kontroversi terhadap proses dan putusan sistem peradilan pidana yang dianggap oleh sebagian pihak tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Dampak dari penerapan konsep hukum pidana yang diwariskan Belanda dan mengadopsi konsep-konsep barat dalam pengembangan hukum pidana tersebut, ternyata belum dapat mewujudkan tujuan hukum untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat yang secara alamiah telah memiliki nilai-nilai kearifan lokal untuk menyelesaikan konflik dan permasalahan hukum yang dihadapi. Munculnya Konsep restorative justice yang dianggap sebagai gagasan baru dalam sistem hukum pidana, pada dasarnya memiliki metode dengan pola tradisional penyelesaian konflik dan kejatahan yang telah hadir di berbagai kebudayaan sepanjang sejarah manusia. Sistem hukum pidana di Indonesia memberikan ruang untuk diterapkannya konsep restorative justice, yang secara substansial juga tidak bertentangan dengan nilai-nilai hukum pidana Islam. Oleh karena itu, konsep restorative justice dianggap sebagai konsep yang tepat dalam proses penyelesaian perkara pidana, dan lebih efektif untuk dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat. Namun demikian, konstruksi konsep keadilan restoratif perlu disesuaikan dengan sistem penegakan hukum pidana di Indonesia yang menganut konsep keadilan restitutive dalam pluralisme budaya.Kata Kunci : Konsep Restorative justice, penegakan hukum pidana, rasa keadilan masyarakat, penyelesaian masalah hukum, hukum pidana Indonesia, hukum pidana isla
PENEGAKAN HUKUM PIDANA LINGKUNGAN HIDUP DALAM MENANGGULANGI KERUGIAN NEGARA
Abstrak: Upaya penegakan hukum pidana lingkungan dalam menanggulangi kerugian Negara meliputi penegakan hukum dalam arti luas berupa peningkatan kualitas pembangunan dan penegakan hukum tidak semata-mata menjadi tanggung jawab para aparat penegak hukum dan lembaga pengadilan, tetapi juga menjadi pusat perhatian dan tanggung jawab semua aparat dan pemegang peran di seluruh bidang kehidupan (pemerintahan, politik, ekonomi, perdagangan, perbankan, pertahanan-keamanan dan sebagainya) termasuk masyarakat. Tindak pidana lingkungan tidak hanya menyebabkan Kerugian secara materi (ekonomi) disamping itu juga dapat bersifat ancaman kerusakan yang potensial baik terhadap lingkungan hidup ataupun kesehatan umum.Kata Kunci: Penegakan Hukum, Pidana Lingkungan, Kerugian Negar