Universitas Yapis Papua - Publikasi Jurnal
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Analisis Perusahaan Yang Diprediksi Mengalami Financial Distress Menurut Metode Altman Z-Score (Studi Kasus Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2012-2014)
Masalah keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang berdampak pada kebangkrutan perusahaan. Perusahaan yang mengalami kesulitan dalam pembayaran hutang jangka pendek atau dapat disebut sebagai masalah likuiditas memungkinkan perusahaan masuk dalam kondisi kesulitan keuangan atau financial distress. Untuk mengetahui kondisi tersebut maka dapat menggunakan metode Altman-Z-Score. Metode Altman Z-Score dapat menunjukkan kondisi dari suatu perusahaan apakah perusahaan tersebut berada dalam kondisi kesulitan keuangan atau tidak dan dapat juga digunakan sebagai peringatan awal agar perusahaan dapat terhindar dari kebangkrutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana hanya mengukur kondisi masing-masing perusahaan tanpa mencari hubungan atau pengaruh perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. Obyek penelitian yaitu perusahaan sektor pertambangan di Indonesia yang dipilih melalui tahap purposive sampling atau sesuai dengan kriteria, yaitu perusahaan sektor pertambangan yang go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. serta mempunyai audit laporan keuangan yang tersedia sebagai data sekunder. Hasil analisis hanya ada dua perusahaan yang dominan berada dalam zona aman yaitu perusahaan PTBA dan ANTM, sedangkan yang dominan berada dalam zona abuabu yaitu perusahaan PKPK dan ELSA yang dapat juga memungkinkan mengalami rawan kesulitan keuangan ataupun kebangkrutan, sedangkan perusahaan RUIS yang konsisten dominan dalam zona kesulitan. Kata Kunci : Metode Altman Z-Score, Financial Distress, Kebangkrutan, Perusahaan Pertambanga
Pengaruh Current Ratio, Return On Assets Dan Total Assets Turnover Terhadap Investasi Aktiva Tetap
Latar Belakang. Mengingat persaingan dalam dunia usaha yang tinggi menuntut kinerja perusahaan selalu efektif dan efisien agar dapat menghasilkan laba optimal dan unggul dalam persaingan.Untuk itulah pihak manajemen perusahaan harus mengoptimalkan kegiatan usaha perusahaan dalam menginvestasikan aktiva tetap.Untuk dapat mengoptimalkan investasi aktiva tetap maka perusahaan memerlukan informasi keuangan dengan melakukan interprestasi atau penilaian terhadap kinerja keuangan berdasarkan atas laporan keuangan.Dalam pengoptimalan investasi aktiva tetap maka perusahaan memerlukan informasi keuangan dengan melakukan interpretasi atau penilaian terhadap kinerja keuangan berdasarkan atas laporan keuangan. Tujuan penelitian. Untuk menguji pengaruh current ratio, return on assets dan total assets turnover yang diukur dengan investasi aktiva tetap. Metode Penelitian. Penelitian bersifat deduktif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk otesis melalui validasi teori pada keadaan tertentu, hasil pengujian data digunakan sebagai dasar untuk kesimpulan penelitian, yaitu mendukung atau menolak hipotesis yang dikembangkan dari kajian teoritis. Hasil Penelitian. Uji signifikansi parsial (Uji t) bahwa Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap investasi aktiva tetap sebesar 0,005 > 0,5. Return On Assets berpengaruh tidak signifikan terhadap investasi aktiva tetap sebesar 0,772 > 0,05. Total Assets Turnover berpengaruh signifikan terhadap investasi aktiva tetap sebesar 0,041 > 0,05. Dan secara uji signifikansi simultan (uji F) bahwa current ratio, return on assets, dan total assets turnover secara simultan berpengaruh signifikan sebesar 0,028 terhadap investasi aktiva tetap. Besarnya nilai koefisien determinasi (R) adalah sebesar 0,335 atau 33,5% dan sisanya yaitu 66,5% dipengaruhi atau dijelaskan oleh model lain diluar penelitian ini. Kata kunci : Current Ratio, Return on Assets, Total Assets Turnover, dan Nilai Buku Aktiv
Pengaruh Stres Kerja Dan Konflik Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera Jayapura Papua
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan konflik kerja terhadap kinerja pegawai asuransi jiwa bersama bumi putera jayapura papua.Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah stres kerja dan konflik kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berjumlah 29 orang,maka semua populasi diambil untuk menjadi sampel penelitian.Model analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian membuktikan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerjaHal ini dibuktikan dengan membandingkan tingkat signifikan alpha 0,05 dengan nilai probabilitas stres kerja 0,055. Dengan demikian 0,05 < 0,055 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Konflik kerja berpengaruh positif terhadap kinerja.Hal ini dibuktikan dengan membandingkan tingkat signifikan alpha 0,05 dengan nilai probabilitas konflik kerja 0,001. Dengan demikian 0,05 > 0,001 maka Ho ditolak dan Ha diterma. Kata Kunci : stres kerja, konflik kerja, dan kinerj
Analisis Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Adminitrasi Perhubungan Jayapura
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana besaranya pengaruh budaya organisai terhadap kinerja pegawai pada kantor Admnistrasi Perhubungan Jayapura. Budaya organisasi mempunyai kekuatan penuh berpengaruh pada individu kinerjanya bahkan terhadap lingkungan kerja . Budaya pada dasarnya merupakan totalitas pola tingkah laku sosial, seni, keyakinan, kelembagaan dan produk kerja serta pemikiran manusia lainnya dari suatu kemunitaas atau populasi tertentu Keutamaan budaya organisasi merupakan pengendali dan arah dalam membentuk sikap dan perilaku manusia yang melibatkan diri dalam suatu kegiatan organisasi. Pengaruh budaya organisasi tidak bersifat statis karena terus terjadi perubahan pada kinerja pegawai untuk lebih jelasnya bahwa pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pada kantor administrasi perhubungan jayapura menunjukkan bahwa budaya organisasi (X) terhadap kinerja(Y) adalah positif Besarnya kontribusi variabel (X) budaya organisasi adalah R² = 0,563 atau sebesar 56,39% sedangkan sisanya 43,7% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model ini seperti motivasi, lingkungan kerja, disiplin dan lain sebagainya. Kata Kunci : Budaya, Organisasi, Kinerj
Pengaruh Manajemen Konflik Dan Perubahan Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Papua
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Manajemen Konflik dan Perubahan Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sampling jenuh dengan membagikan kuesioner pada seluruh Pegawai Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua. Metode analisis yang dipergunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis statistik parametris yaitu analisis regresi linear berganda, Uji t, Uji F dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel manajemen konflik (X1) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua. Sedangkan variabel perubahan organisasi (X2) secara parsial sebagai variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua. Variabel manajemen konflik dan perubahan organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua. Kata Kunci : Manajemen Konflik, Perubahan Organisasi, Kinerja Pegawai
Kendala dan Strategi Pengelolaan Sampah Pulau Barrang Lompo
AbstrakPenelitian ini ingin mengetahui komposisi sampah daratan dan perairan pulau kecil padat penduduk serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah sehingga dapat dirumuskan strategi yang tepat untuk mengelola sampah di pulau tersebut. Data yang diperoleh adalah data komposisi sampah rumah tangga dan sampah lautan serta kendala yang dihadapi pengelolaan yang ada saat ini. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa sampah rumah tangga dominan organik sedangkan sampah lautan dominan plastik. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah di Pulau Barrang Lompo adalah perilaku penduduk, kurangnya kepedulian pemerintah, tidak ada pendampingan pada kegiatan pengelolaan yang telah dilaksanakan, belum ada peraturan pengelolaan sampah yang mengatur tentang pemilahan, larangan, dan sanksi, sampah kiriman, sampah lautan yang dominan bukan termasuk plastik untuk ditabung di bank sampah, jumlah penduduk semakin meningkat serta tingkat pendidikan penduduk yang umumnya masih rendah. Strategi yang tepat untuk mengelola sampah di pulau ini berdasarkan komposisi sampah dan kendala yang ada adalah penanganan secara preventif, daur ulang, dan pengomposan.Kata Kunci : Pengelolaan, Sampah, Pengomposan, Kendala, Strateg
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN PANTAI KAMPUNG HOLTEKAMP DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN PANTAI KAMPUNG HOLTEKAMP DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA Alfred Eryon Metekohy11Program Studi Manajemen Sumberdaya Pesisir – Universitas Ottow Geissler PapuaReceived: 08 Juni 2016 – Accepted: 15 Juli 2016 ABSTRACTThe purpose of this study was to determine community structure of seagrass include species composition, density and seagrass management strategies in the Holtekamp village coastal waters. This study was conducted in Holtekamp village waters, Muara Tami District, Jayapura City, Papua Province for 3 months (April-June 2016). A line transect sampling technique squared was applied in this study. In addition, a SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), which is an internal factors assessment (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats was utilized to obtain the strategies for seagrass ecosystem management in Holtekamp coastal waters. . Based on seagrass species identification at research site , seven species were found and classified into two families, namely Cymodoceaceae and Hydrocharitaceae consists of 3 genera and 4 species were Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Syringodium isoetifolium , While Hydrocharitaceae also consists of 3 genera and 3 species, namely Enhalus acoroides, Halophila ovalis, and Thalassia hemprichii. A density value of seagrass species in Holtekamp village coastal waters can be sorted as follows: Thalassia hemprichii (82 ind/m²), Halodule pinifolia (46 ind/m²), Enhalus acoroides (40 ind/m²), Cymodocea serrulata (35 ind/m²), Syringodium isoetifolium (22 ind/m²), Halodule uninervis (12 ind/m²), Halophila ovalis (12 ind/m²). From the results of SWOT analysis, 11 seagrass ecosystem management strategies were formulated for Holtekamp Village.. Key words: Seagrass, Management Strategies, Holtekamp Villag
POLA PEMANFAATAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI PULAU NUSALAUT KABUPATEN MALUKU TENGAH
POLA PEMANFAATAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI PULAU NUSALAUT KABUPATEN MALUKU TENGAH Jolanda Sitaniapessy11 Jurusan Budidaya Perairan – Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Santo Thomas Aquinas JayapuraDiterima: 02 juni 2016 – Disetujui: 20 Juli 2016 ABSTRACT The purpose of this study was to determine the forms and patterns resources extraction of mangrove areas and to develop management strategies mangrove ecosystem in the ideal use of resources. A SWOT Analysis was used to determine the strategy of managing coastal resources that includes Internal and External scopes. This analysis identifies various reasons systematically to formulate an action strategy based on the logic that maximizes the power and opportunity but at the same time cuts the weaknesses and threats. After each of the elements from SWOT analysis identified of both internal and external reasons then they were linked in a matrix to get several alternative strategies. The results showed that the various extraction forms conducted in mangrove ecosystems undertaken by coastal communities be a threat in the next few years of mangrove ecosystems management. A weakness of Mangrove Ecosystems management in Nusalaut Island was that it is not suitable as a protected area and the tourist area, Weak oversight of the mangrove ecosystem protection community activities that affected the mangrove ecosystem. Opportunity reasons of Mangrove Ecosystems management in the Nusalaut Island include: Decree No. 32 of 1990, Law No. 1997, Law 27 of 200. Threat factors were high extraction of sand and stone, no serious actions of local government in providing proper help to regrow mangrove seedlings that meet the environmental conditions, mangrove forest clearance for the boat dock area construction, and lack of the Government's attention on mangrove ecosystem management efforts, especially in the context of reforested mangrove. Strategic management of sustainable development of the area were to use it as a conservation area, models development and their local rules development. Key words: Management Strategies, Mangrove Ecosystem, Nusalaut Island
KENDALA DALAM PELAKSANAAN PEMBELIAN TERSELUBUNG (UNDERCOVER BUY ) DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA NARKOTIKA OLEH PENYIDIK POLRI
Abstract : Penyidik mempunyai peran penting dalam mengungkap tindak pidana narkotika, salah satu cara yaitu dengan menggunakan teknik pembelian terselubung (undercover buy). Dalam pelaksanaannya penyidik sering mengalami kendala, diantaranya : faktor kurangnya jumlah peralatan yang diperlukan, terbatasnya biaya operasional, penyidik mendapatkan teror dan menjadi saksi dalam persidangan, kendala dalam mendapatkan informan, kendala menentukan lokasi pembelian terselubung,dan jaringan narkoba yang menggunakan teknik ranjau. Sehingga, upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, yaitu: meningkatkan SDM dan melaporkan agar dapat segera dipenuhi, mengajukan rencana penambahan jumlah anggaran dasar, penyidik harus bersikap profesional dalam melakukan tugasnya, mengoptimalkan peran tersangka atau kurir yang telah tertangkap, mencari lokasi pembelian terselubung yang jauh dari masyarakat, dan dengan memanfaatkan pasal 86 ayat (2) Undang-Undang Narkotika.Kata Kunci : Penyidik , Pembelian Terselubung, Tindak Pidana Narkotik
Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Loan To Deposit Ratio Dan Return On Asset Terhadap Pembiayaan Pada Perbankan Syariah
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Dana Pihak Ketiga, Loan to Deposit Ratio dan Return On Asset terhadap Pembiayaan. Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dan menggunakan rancangan penelitian kausalitas, yaitu menganalisis hubungan kausalitas antara variabel penelitian sesuai dengan hipotesis yang disusun. Rancangan penelitian disusun berdasarkan laporan keuangan tahunan perbankan syariah periode 2009-2013. Variabel yang digunakan dalam penelitian terdiri dari Dana Pihak Ketiga (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Return on Asset (ROA). Sampai pada tahun 2013 jumlah pembiayaan yang di salurkan oleh perbankan syariah mencapai 179,28 triliun. Pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) perbankan syariah mencapai kisaran angka 87,2%, Loan to Deposit Ratio (LDR) juga mengalami peningkatan yang pada tahun 2012 sebesar 83,8% naik ke angka 89,9% pada tahun 2013. Peningkatan Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak dapat dilepaskan dari kinerja penghimpunan dana yang menurun seiring makin ketatnya persaingan penghimpunan dana pihak ketiga disertai kenaikan biaya dana antara lain sebagai respon atas kenaikan BI rate. Pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan tercatat menurun dari 15,8% (yoy) tahun 2012 menjadi 13,6% (yoy) pada tahun 2013. Sedangkan untuk Return On Asset (ROA) sendiri mengalami penurunan presentase rasio keuangan dari tahun 2012 sebesar 2,04% turun menjadi 2,01% pada tahun 2013. Hasil pengujian diperoleh bahwa dana pihak ketiga berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan dengan nilai t-hitung sebesar 51,388 dengan nilai signifikan 0,000, loan to deposit ratio berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung sebesar 3,816 dengan nilai signifikan 0,001, return on asset tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung sebesar -0,463 dengan nilai signifikan 0,646, dan secara simultan variabel- variabel independen seperti dana pihak ketiga, loan to deposit ratio dan return on asset berpengaruh positif terhadap pembiayaan dengan nilai F-hitung sebesar 889.88 dengan nilai signifikan 0.000. Kata Kunci : Dana pihak ketiga, loan to deposit ratio, return on asset, pembiayaa