Journal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Not a member yet
1806 research outputs found
Sort by
Efektivitas Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) dalam Menurunkan Halitosis yang Berhubungan dengan Indeks DMF-T dan OHI-S
Halitosis is a term that describes an unpleasant odor from the breath. The unpleasant odor is caused by the decaying activity of gram-negative microorganisms. The causes of halitosis are usually due to poor oral hygiene, deep caries, periodontal disease, oral infection, dry mouth, smoking, mucosal ulceration, pericoronitis, food residue in the mouth, and tongue coating. The essential oil in basil leaves is widely reported to have antibacterial activity, both gram-positive and gram-negative bacteria, fungi, and molds. The purpose of this study was to determine the effectiveness of basil leaves (Ocimum sanctum L.) in reducing halitosis associated with DMF-T index and OHI-S. This quantitative research design is a quasi-experimental, which is giving treatment to the sample group. The number of samples is 30 people. The technique used in this research is quota sampling method. The tool used to determine the halitosis score is a halimeter. The data obtained in the form of halitosis scores before and after using basil leaves were tested using the Wilcoxon non-parametric test. After that, to find out the relationship between DMF-T and OHI-S indexes, it was tested using a correlation test. Data analysis using Wilcoxon, it showed that basil leaves were effective in reducing halitosis scores, because the value of sig.(2-tailed) α<0.05. With the correlation test, the results obtained p <0.01, then there is a significant relationship between halitosis and DMF-T. And there is a significant relationship between halitosis and OHI-S because the p value < 0.01. The results of the study was shown that basil was effective in reducing halitosis. There is a relationship between halitosis with DMF-T and OHI-S indices
SPINA BIFIDA
Spina bifida berarti terbelahnya arcus vertebra yang bisa melibatkan jaringan saraf di bawahnya atautidak. Penyebabnya adalah kegagalan penutupan tube neural dengan sempurna sehingga mempengaruhineural dan struktur kutaneus ectodermal yang terjadi pada hari ke 17-20 kehamilan.Spina bifida dapat dideteksi dengan pemeriksaan AFP (alfa feto protein) pada cairan amnion atau AFPyang diperiksa pada darah ibu hamil dan bisa juga dideteksi dengan pemeriksaan ultrasonografi. Resikoseseorang secara spesifik dapat diketahui berdasarkan perbandingan usia kehamilan dan level AFP.Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian suplemen folic acid 400 microgram / hari sebelum hamildan 800 microgram / hari selama kehamila
Aedes aegypti sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah
Aedes aegypti merupakan vektor yang dapat menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
Sekilas Tentang Bioterorisme
Bioterorisme adalah penggunaan bakteri jahat, virus atau racun terhadap manusia, hewan atau tanaman dalam upaya untuk menyebabkan kerusakan dan menciptakan rasa takut
Toxolasmosis, terapi dan pencegahannya
Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dengan parasit obligatintraseluler Toxoplasma gondii
A Sago Positive Character: A Literature Review
Sago is a carbohydrate-rich food that contains resistant starch. In some parts of Indonesia, Malaysia, and Papua New Guinea, sago is a common staple food. Studies have been performed to elucidate the physicochemical and structural properties of sago starches. The paper's objective is to review potential positive physiological responses to sago-based product consumption from previous records. This study is a literature review of preceding published articles related to sago intake in human subjects’ research. The literature search was performed through databases with assigned keywords combination and then selection of the articles based on the criteria. The outcomes of this review concluded that sago had a lower glycemic index with immediate intestinal absorption. Sago-based products could provide a suitable energy source for sustaining physical performance and promoting faster recovery after exercise. It can be an appropriate alternative as an energy source for active healthy individuals
Strategi Preservasi dan Konservasi Bahan Pustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lamongan
ABSTRACTThe Lamongan Regional Library seeks to carry out preservation and conservation activities of library materials with the aim that users can take advantage of library materials without the existence of a damage. This study aims to find out about the preservation strategy and conservation of library materials at the Lamongan Regency Library Service and the obstacles faced. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained by conducting interviews with two librarians and observations with visiting the research site. The results showed that efforts were being made to preserve library materials by repairing damaged library materials. The librarian's strategy is to check library materials once a week and make improvements every day. In addition, the librarian also checks the library materials at the Subdistrict UPT in Lamongan and the reading garden in the Lamongan square every three months. However, there needs to be an increase every time from preservation and conservation of library materials and user awareness about the importance of maintaining collections when using them. Keywords: Preservation; Conservation; Library Material ABSTRAKPerpustakaan Daerah Lamongan berupaya melakukan kegiatan preservasi dan konservasi terhadap bahan pustaka dengan tujuan agar pemustaka bisa memanfaatkan bahan pustaka tanpa adanya suatu kerusakan. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui tentang strategi preservasi dan konservasi bahan pustaka di Dinas Perpustakaan Kabupaten Lamongan beserta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara kepada dua pustakawan dan observasi dengan mengunjungi tempat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan upaya yang dilakukan untuk melestarikan bahan pustaka dengan memperbaiki bahan pustaka yang rusak. Strategi pustakawan dengan melakukan pemeriksaan bahan pustaka setiap satu minggu sekali dan melakukan perbaikan setiap hari. Selain itu, pustakawan juga melakukan pemeriksaan bahan pustaka yang ada UPT Kecamatan yang ada di Lamongan dan taman baca yang berada di alun-alun Lamongan dilakukan tiga bulan sekali. Namun hal itu perlu adanya suatu peningkatan setiap waktunya dari kegiatan preservasi dan konservasi bahan pustaka dan kesadaran pemustaka tentang pentingnya menjaga koleksi saat memanfaatkannya.Kata Kunci: Preservasi; Konservasi; Bahan Pustak
Analisis Penerapan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi Di Perpustakaan Universitas Islam Nusantara
Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan salah satu unit pendukung utama kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi. Penelitian ini bermaksud menganalisis mengenai sejauh mana gedung Perpustakaan Universitas Islam Nusantara (UNINUS) menerapkan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 2 orang yaitu pengelola Perpustakaan UNINUS. Teknik analisa data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan UNINUS telah berupaya menerapkan peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan baik meskipun belum maksimal. Hal ini dikarenakan luas gedung perpustakaan yang hanya 608 m2 sehingga belum sesuai standar luas gedung yang seharusnya 3.882,5 m2. Hal ini menjadikan ruangan yang tersedia hanya terbagi menjadi dua ruangan yaitu, ruang pertama digunakan sebagai ruang layanan referensi dan ruangan kedua digunakan sebagai ruang untuk menyimpan koleksi sekaligus menjadi ruang layanan membaca, layanan sirkulasi, dan ruang kerja pustakawan. Lokasi perpustakaan termasuk dalam kategori strategis. Sarana dan prasarana yang tersedia sudah memenuhi standar. Pencahayaan di perpustakaan tersedia secara alami dan buatan. Temparatur suhu di ruangan mencapai 280 C karena belum tersedianya pendingin ruangan seperti kipas atau AC. Adanya berbagai komponen seperti luas ruangan dan temperatur suhu ruangan yang belum standar ini perlu menjadi perhatian karena akan berpengaruh pada kenyamanan pemustaka dan pustakawan dalam beraktivitas
Analisis Sektor Ekonomi Unggulan dan Pergeseran Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Ponorogo 2015-2019
The central government issued Laws No 32 and 33 2004 to carry out regional autonomy as best as possible. With regional autonomy, regions are required to develop the potential of their respective regions as capital for regional development. So the regions are expected to have and improve their abilities in managing the economic potential in their regions without waiting for assistance from the center. This study aims to see the regional economic potential that has a leading sector in increasing growth in Ponorogo Regency. This study uses GRDP data on the basis of 2010 constant prices 2015-2019, Ponorogo Regency and East Java Province. The analysis tools used are Static Location Quotient (SLQ) Analysis, Dynamic Location Quotient (DLQ), Classical Shift Share Analysis and Estaban-Marquilas (SS-EM) Shift Share Analysis. From the combined calculation of SLQ DLQ, which is the basic sector in the superior category is the Construction sector, Real Estate Sector, Education Service Sector, Other Service Sectors. Sectors that have a competitive advantage but are also specialized are the Agriculture, Forestry and Fisheries sectors; Information and Communication sector; Financial Services and Insurance sector; Real Estate sector; Government Administration, Defense and Compulsory Social Security sector; education services sector; the Health Services and Social Activities sector; other service sectors