Journal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Not a member yet
    1806 research outputs found

    PENGARUH KARAKTERISTIK PETANI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI DI DESA WONOKASIAN KECAMATAN WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2024 (The Influence of Farmers Characteristics on Rice Farming Income in Wonokasian Village, Wonoayu District, Sidoarjo Regency in 2024)

    Full text link
    Farmer characteristics are important in determining changes in farming. Farmers who have good characteristics in developing their farming business can easily adjust to problems and use every opportunity to increase income. Farmers' income from rice farming is largely influenced by farmer characteristics. Farmer characteristics in this research are defined as a condition that is an attribute and inherent in a farmer's personality. The characteristics of farmers in Indonesia are correlated with the farmer's profile and the profile of their farming business. Farmer characteristics such as age, education, farming scale, number of family dependents, farming experience. The aim of this research is to analyze whether farmer characteristics influence rice farming income. This research is descriptive qualitative research. The method used is a purposive method in determining the location, a random method in determining respondents, an interview method in collecting data, and a data analysis method using regression analysis.Keywords: Analysis, Influence, Characteristics, Incom

    Analisis Puisi Sajak Desember Karya Sapardi Dkolo Damono Dengan Pendekatam Struktural

    No full text
    Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang didalamnya mengungkapkan perasaan, gagasan, pikiran, dan imajinasi penyair dengan bahasa yang indah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik, dan struktur batin puisi yang terdapat dalam puisi yang berjudul Sajak Desember karya Sapardi Djoko Damono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa teknik studi pustaka dan teknik analisis struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 7 jenis struktur fisik yang terdiri dari bunyi, diksi, gaya bahasa, citraan, sarana retorika, wujud visual, dan kata konkret. Terdapat 4 jenis struktur batin yang terdiri dari tema, nada, suasana, dan amanat.Kata kunci: Analisis struktural, puisi, struktur fisik, struktur bati

    Analisis Sosiolek Dan Fungsiolek Pada Film Pendek Tilik Karya Wahyu Agung Prasetyo

    Full text link
    This study aims to analyze the use of sociolect and functolect in the short film Tilik by Wahyu Agung Prasetyo. Sociolect refers to the variation of language used by individuals in a particular social context, while functolect is a variation of language that appears based on the function or purpose of communication. The film Tilik depicts social dynamics, through the dialogue in this film, there is a representation of various sociolects used by the characters according to social status, age, background, and relationships between individuals, such as the use of slang, regional languages, and formal language. This study found that sociolect variation plays an important role in depicting the characters and social contexts in the film. Younger characters use slang and informal language, while older ones tend to use more formal or traditional language. Meanwhile, functolect can be seen in the way characters use language to achieve certain goals, such as providing information, expressing feelings, or building social relations. The results of this study indicate that the film Tilik is not only an audiovisual work of art, but also a means to study how language variation is used in a broader social context. The diversity of languages used in this film reflects the social diversity that exists in Indonesian society

    Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Peserta Didik

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pencapaian belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada topik puisi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dengan pola siklus modifikasi dan refleksi diri secara spiral. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Dukuh Kupang V Surabaya pada semester II tahun ajaran 2024/2025 dengan partisipasi 30 siswa kelas IV B. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes; observasi dilakukan untuk memantau implementasi PBL pada materi puisi, sementara tes digunakan setelah siklus 1 dan siklus 2 untuk mengevaluasi peningkatan hasil belajar siswa. Nilai sebelum intervensi, setelah siklus 1, dan setelah siklus 2 dibandingkan untuk mengukur perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui model PBL pada setiap siklus. Pada siklus I, persentase rata-rata hasil belajar siswa pada kategori baik mencapai 70,96% pada pertemuan pertama dan meningkat menjadi 76,98% pada pertemuan kedua. Peningkatan lebih signifikan terjadi pada siklus II, di mana aktivitas keaktifan siswa meningkat dengan persentase rata-rata 81,02% pada pertemuan pertama dan mencapai 86,20% pada pertemuan kedua, yang dikategorikan sebagai baik dan sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa tetapi juga memperkuat keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan demikian, model PBL terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesi

    STRATEGI CITY BRANDING KOTA MALANG MELALUI KAMPUNG WARNA-WARNI JODIPAN OLEH POKDARWIS UNTUK MENARIK MINAT WISATAWAN MANCANEGARA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi city branding yang diterapkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) sebagai ikon pariwisata Kota Malang untuk menarik minat wisatawan mancanegara. Kajian ini menjadi penting karena masih terbatasnya penelitian yang mengeksplorasi peran komunitas lokal, khususnya Pokdarwis, dalam strategi city branding berbasis komunitas. Dengan mengacu pada model city branding Kavaratzis yang meliputi landscape and infrastructure, people and culture, events and experiences, serta promotion and communication, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi city branding KWJ berhasil menciptakan identitas visual yang kuat melalui estetika kampung, partisipasi aktif masyarakat, pengalaman wisata otentik, serta promosi berbasis media sosial dan ulasan digital. Namun, ditemukan pula sejumlah tantangan seperti kurangnya pengelolaan promosi digital yang profesional, keterbatasan infrastruktur, dan kendala bahasa dalam melayani wisatawan mancanegara. Temuan ini memaknai bahwa city branding berbasis komunitas mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata secara global jika didukung oleh sinergi antar aktor dan strategi komunikasi yang efektif. KWJ menjadi contoh praktik city branding yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga merepresentasikan kekuatan partisipasi lokal dan narasi budaya sebagai aset pariwisata yang otentik dan berkelanjutan

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN URBAN FARMING DI KOTA SURABAYA: Analysis of Factors Influencing Community Participation in Urban Farming Management in Surabaya City

    Full text link
    Urban Farming menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Urban Farming di Kota Surabaya dengan menekankan aspek ekonomi, ekologi, sosial budaya, edukasi & wisata, serta kesehatan. Penelitian dilakukan pada bulan April–Juni 2025 di tiga kelompok tani di Surabaya Timur dengan melibatkan 50 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan Urban Farming telah berjalan cukup optimal, terutama pada aspek ekologi, sosial budaya, edukasi & wisata, serta kesehatan, yang memperoleh nilai tinggi pada dimensi kepentingan dan kinerja. Aspek kesehatan menampilkan kesesuaian tertinggi antara harapan masyarakat dan pelaksanaan di lapangan. Sebaliknya, aspek ekonomi masih menunjukkan kinerja terendah dengan gap terbesar, menandakan perlunya penguatan dalam hal pengelolaan hasil, akses pasar, dan pemberdayaan ekonomi komunitas. Dengan demikian, Urban Farming di Surabaya terbukti memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan kesehatan yang signifikan, namun perlu strategi lebih lanjut agar kontribusi ekonominya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Kata kunci: Importance Performance Analysis (IPA), Ketahanan Pangan, Kota Surabaya, Partisipasi Masyarakat, Urban Farming. Urban Farming is an alternative solution to address limited agricultural land in urban areas while supporting food security. This study aims to analyze the level of community participation in managing Urban Farming in Surabaya City, focusing on economic, ecological, socio-cultural, educational & tourism, and health aspects. The study was conducted from April–June 2025 in three farmer groups in East Surabaya, involving 50 respondents. Data were collected through questionnaires, interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Importance Performance Analysis (IPA) method. The results of the study indicate that overall Urban Farming has been running quite optimally, especially in the ecological, socio-cultural, educational & tourism, and health aspects, which received high scores on the importance and performance dimensions. The health aspect shows the highest satisfaction between community expectations and implementation in the field. Conversely, the economic aspect still shows the lowest performance with the largest gap, indicating the need for strengthening in terms of yield management, market access, and community economic empowerment. Thus, Urban Farming in Surabaya has been proven to provide significant environmental, social, and health benefits, but further strategies are needed so that its economic contribution can be optimally felt by the community. Keywords: Importance Performance Analysis (IPA), Food Security, Surabaya City, Community Participation, Urban Farming

    PENERAPAN VALUE ENGINEERING TERHADAP STRUKTUR BAWAH PADA PROYEK PEMBANGUNAN FLYOVER KRIAN

    Full text link
    Pelaksanaan pembangunan proyek pembangunan Flyover Krian ini memerlukan biaya yang cukup besar yaitu Rp. 147.671.577.008,40. Menurut permasalahan di atas maka peneliti akan menerapkan upaya optimasi menggunakan metode value engineering karena upaya ini dirasa akan menghasilkan produk konstruksi dengan biaya yang optimal dan memiliki kemampuan dan kelayakan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dari rekomendasi alternatif desain paling optimal. Berdasarkan hasil dari breakdown cost, grafik hukum pareto dan analisa fungsi, didapatkan bahwa pekerjaan pondasi tiang pancang D600 memiliki rasio cost/worth yang paling besar sebesar 2,139 sehingga layak untuk dilakukan upaya optimasi menggunakan metode rekayasa nilai. Penelitian ini menggunakan dua alternatif, alternatif 1 adalah pondasi tiang pancang D800 sementara alternatif 2 adalah pondasi bore pile D1000. Berdasarkan tahap analisis yang menggunakan analisa keuntungan dan kerugian serta siklus daur hidup proyek (life cycle cost), Alternatif yang dipilih karena paling optimal dan efisien adalah alternatif 1 tiang pancang D800. Optimasi yang dapat dihasilkan dari penggunaan alternatif yang telah ditetapkan sebesar Rp 9.453.601.302,37 Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa alternatif 1 adalah desain terbaik karena memiliki nilai daya dukung pondasi yang lebih besar dari daya dukung desain eksisting serta memiliki biaya yang paling hemat dari desain eksisting

    KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS MENGENAI KONSEP TEKNOLOGI INFORMASI DALAM INDUSTRI KONSTRUKSI SERTA MANFAAT PENDEKATAN TI YANG PRAGMATIS

    Full text link
    Transformasi digital dalam industri konstruksi telah menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan efisiensi, kompleksitas proyek, serta tuntutan keberlanjutan. Namun, proses adopsi teknologi informasi (information technology) di sektor ini masih menghadapi berbagai kendala, terutama di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep dan sistem TI yang telah diterapkan di industri konstruksi serta mengevaluasi manfaat dari pendekatan pragmatis dalam pengembangannya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis kerangka kerja PICo, dengan menganalisis 34 artikel dari database Scopus (2019 sampai 2025). Hasil menunjukkan bahwa Building Information Modeling (BIM) merupakan teknologi paling dominan, digunakan dalam 44 persen artikel, diikuti oleh IoT dan Construction 4.0 (masing-masing 14 persen), serta AI dan computer vision (12 persen). Kontribusi utama yang paling banyak ditemukan adalah peningkatan efisiensi dan produktivitas (32,1 persen), diikuti oleh pengembangan framework/metodologi baru (21,4 persen). Sementara itu, kelemahan paling umum adalah keterbatasan validasi empiris (39,1 persen). Pendekatan pragmatis terbukti efektif dalam menyesuaikan teknologi dengan kondisi lokal dan meningkatkan keberhasilan implementasi. Studi ini memberikan gambaran tematik dan kuantitatif sebagai dasar strategi adopsi teknologi informasi konstruksi, khususnya di Indonesia

    ANALISIS KINERJA KONSULTAN PENGAWAS DALAM PELAKSANAAN PROYEK REHABILITASI JEMBATAN

    Full text link
    Proyek pelebaran Jembatan Malo – Selogabus 14 di Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume lalu lintas seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Jembatan ini merupakan penghubung utama antara wilayah Kecamatan Malo dengan kecamatan lainnya, serta menjadi akses penting menuju pusat kota Bojonegoro. Dengan adanya peningkatan arus kendaraan terutama kendaraan berat seperti truk pengangkut hasil pertanian atau industri lainnya sehingga tentu akan berdampak pada tingginya beban lalu lintas di jembatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja konsultan pengawas konstruksi dalam pelaksanaan proyek jembatan, dengan studi kasus Proyek Pelebaran Jembatan Malo – Selogabus 14, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui survei kuesioner terhadap responden yang terlibat langsung dalam proyek, dengan analisis data menggunakan  metode Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja konsultan pengawas dipengaruhi oleh tujuh faktor utama, yaitu sumber daya manusia, alat, material, biaya, waktu, kualitas, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dari ketujuh faktor yang dianalisis, Sumber Daya Manusia dan K3 muncul sebagai faktor yang paling dominan, masing-masing dengan nilai pengaruh sebesar 0,960. Faktor SDM tercermin dari indikator kemampuan konsultan dalam melakukan survei kondisi lapangan secara tepat dan menyeluruh. Sementara itu, faktor K3 terlihat melalui indikator pemberian teguran kepada kontraktor agar tenaga kerja selalu menggunakan peralatan keselamatan saat bekerja. Selanjutnya, faktor Waktu dengan nilai 0,947 juga berperan penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal melalui indikator pengecekan tingkat pencapaian volume pekerjaan

    Stratifikasi Sosial Dalam Pendidikan di Probolinggo Pada Era Kolonial Belanda

    Full text link
    This study aims to explore social stratification in education during the Dutch colonial era in Probolinggo. Previous studies have shown that various educational policies implemented by the Dutch in Probolinggo were intended to prepare administrative and manual labor workers who would play an important role in building the economy. However, these policies have actually resulted in unfair social stratification in society. Although native education offered opportunities to obtain an education, these schools were established with a specific purpose: to meet the needs of manual labor workers for the benefit of Dutch capital. Native education mostly provided basic skills needed to work in specific sectors. This study was conducted using a historical approach consisting of heuristic, criticism, interpretation, and historiography stages. The results confirm that Dutch colonial education policies in Probolinggo not only produced manual labor workers but also strengthened the position of the Dutch East Indies government.Keywords: Social Stratification, Education, Probolinggo, Dutch Colonial

    1,522

    full texts

    1,806

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇