Journal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Not a member yet
1806 research outputs found
Sort by
Kepemimpinan Transformasional Dan Kinerja Aparatur Negara: Analisis Peran Kepuasan Kerja Sebagai Mediator
This study aims to analyze the effect of transformational leadership on performance through the mediating role of job satisfaction. Using a quantitative approach and Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS), this study examines relationships among variables: transformational leadership as the exogenous variable, job satisfaction as the mediator, and performance as the endogenous variable. Data were collected through purposive sampling from employees at the State Treasury Service Office (KPPN) in the Gerbangkertosusila area, East Java Province. The results from 120 samples show that job satisfaction significantly mediates the effect of transformational leadership on performance. This indicates that job satisfaction plays a key role in channeling transformational leadership's impact on employee performance. Additionally, findings reveal a direct effect of transformational leadership on performance and of job satisfaction on performance. Thus, leadership practices that inspire and motivate directly improve performance, while higher job satisfaction correlates with better performance. Job satisfaction serves as a vital motivational factor, fostering comfort, recognition, and productivity, ultimately enhancing performance quality
Pengaruh Motivasi Belanja Hedonis, Promosi Penjualan, Dan Atmosfer Toko Terhadap Pembelian Impulsif
competition with other companies. Therefore, companies need to implement strategies that can create and increase impulsive buying behavior among consumers. In shopping, consumers are not only interested in the quality of a product offered in the store. They sometimes shop just for fun without considering the direct benefits of the product they buy. This study aims to examine and analyze the influence of hedonic shopping motivation, sales promotion, and store atmosphere on impulsive buying among Miniso visitors at Pakuwon Mall Surabaya. The population of the study was Miniso Pakuwon Mall Surabaya consumers who live in Surabaya and are at least 18 years old and have visited and shopped at Miniso Pakuwon Mall Surabaya. The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling method. The number of samples used was 100 respondents. In this study, the hypothesis will be tested and proven using multiple linear regression analysis. The results showed that hedonic shopping motivation had a significant effect on impulsive buying among Miniso Pakuwon Mall Surabaya consumers. Sales promotion had a significant effect on impulsive buying among Miniso Pakuwon Mall Surabaya consumers. Meanwhile, the store atmosphere does not have a significant influence on impulsive purchases among consumers at Miniso Pakuwon Mall Surabay
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KELURAHAN POTA KECAMATAN SAMBI RAMPAS KABUPATEN MANGGARAI TIMUR (Feasibility Analysis of Shallot Farming in Pota Village, Sambi Rampas District, East Manggarai Regency)
This research is entitled The Role of Cooperatives in Increasing Pineapple Farmer Income. This study aims to analyze the revenue, income and also the feasibility of shallot farming in Pota Village, Sambi Rampas District, East Manggarai Regency. This study used a descriptive method. The type of data is qualitative and quantitative data. Data sources are primary data and skunder data. The analysis used in this study is a business feasibility analysis including revenue, income and R/C. The results showed that the average revenue of onion farmers in one harvest season was Rp. 51,014,286. The average income of farmers in one harvest season is Rp. 32.810.394. The R/C value of 2,80, where this value is greater than 1 (2,80>1), it can be concluded that the shallot farming business in Pota Village, Sambi Rampas District, East Manggarai Regency deserves to continue.Keywords: receipts, revenue, R/C ratio, Shallot
OPTIMALISASI WAKTU PADA PELAKSANAAN PROYEK GEDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM DAN PERT (Studi Kasus Gedung Laboratorium School Internasional Unesa Surabaya)
ABSTRAK: Optimalisasi waktu sangat penting untuk diketahui pada perencanaan suatu proyek konstruksi. Waktu yang optimal maka pelaksanaan proyek mendapatkan keuntungan maksimal. Tujuan penelitian (1) Untuk mengetahui aktivitas pekerjaan yang berada dalam lintasan kritis dan tidak kritis pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium School Internasional Unesa Surabaya (2) Untuk mengetahui waktu yang optimal pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium School Internasional Unesa Surabaya (3) Untuk mengetahui besaran biaya yang optimal pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium School Internasional Unesa Surabaya. Metode penelitian yang digunakan CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique). Hasil penelitian menggunakan metode CPM diketahui lintasan kritis yaitu Pekerjaan Pembersihan Lahan (A), Pekerjaan Tanah (C), Pekerjaan Pondasi (E), Pekerjaan Beton (Lt.1-Lt.Atap) (F), Pekerjaan Pasangan & Beton Praktis (Lt.1-Lt.4) (G), Pekerjaan Kanopi (Lt.1) (I), Pekerjaan Kusen Pintu/Jendela (Lt.1-Lt.4) (N), Pekerjaan GWT Air Bersih & Rumah Pompa (R), Pekerjaan Jalan Paving (T) sedangkan menggunakan metode PERT didapatkan dapat selesai tepat waktu yaitu dalam kurun waktu 26 minggu adalah 92,51 persen. Total biaya optimal proyek adalah sebesar Rp 14.744.954.569. KATA KUNCI : Crashing Time, CPM, Lintasan Kritis, Optimalisasi Waktu, dan PER
Eksistensi Ulos Tujung pada Upacara Kematian Adat Batak Toba
Abstrak ini mengulas tentang eksistensi Ulos Tujung, sebuah kain tradisional suku Batak Toba, dalam konteks upacara kematian adat mereka. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi peran serta makna yang terkandung dalam penggunaan Ulos Tujung selama prosesi pemakaman. Metode penelitian melibatkan pengamatan langsung serta wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh adat dan anggota komunitas Batak Toba yang terlibat dalam upacara kematian. Hasilnya menunjukkan bahwa Ulos Tujung tidak hanya berfungsi sebagai pakaian seremonial, tetapi juga memiliki nilai simbolis yang mendalam dalam mewarisi identitas budaya, menghormati leluhur, dan memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat Batak Toba. Kata Kunci: Ulos Tujung, Upacara Kematian, Batak TobaAbstractThis article explores the existence of Ulos Tujung, a traditional cloth of the Batak Toba tribe, within the context of their ceremonial funeral rites. The aim is to delve into the roles and meanings encapsulated in the utilization of Ulos Tujung during the funeral processions. The research methodology involves direct observations and in-depth interviews with cultural figures and community members of the Batak Toba involved in the funeral ceremonies. The findings reveal that Ulos Tujung not only serves as ceremonial attire but also holds profound symbolic value in preserving cultural identity, honoring ancestors, and strengthening social bonds within the Batak Toba society. Keywords: Ulos Tujung, Traditional Funeral Ceremony, Batak Toba
Analisis Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas II SD Inpres 26 Klamono Kabupaten Sorong
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis permulaan siswa kelas dua SD Inpres 26 Klamono Kabupaten Sorong. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2022-2023. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan menulis permulaan kelas dua SD Inpres 26 Klamono Kabupaten Sorong cukup baik. Hal ini ditandai dengan kemampuan sebagian besar siswa yang dapat menulis permulaan dengan baik dan benar. Hanya ada empat dari 19 (sembilan belas) siswa yang mengalami kesulitan belajar menulis permulaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang menyebabkan kesulitan belajar menulis permulaan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor internal seperti kurangnya perhatian dan minat belajar serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan keluarg
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SDN BABATAN IV SURABAYA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA WORDWALL
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan hasil belajar siswa melalui model Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran wordwall. Subjek dalam penelitian ini adalah 21 siswa kelas III B SDN Babatan IV Surabaya. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan proses pelaksanaan pembelajaran melalui model Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran wordwall secara umum berjalan secara kondusif dan hasil belajar meningkat dari ketuntasan hasil belajar siswa sebelum tindakan hanya 29% setelah siklus I dilaksankan menjadi 43% (meningkat 14%) dari sebelum tindakan, setelah dilakukan siklus II menjadi 95% (meningkat 52%) dari siklus I. Maka disimpulkan bahwa melalui model Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran wordwall dapat meningkatkan hasil belajar siswa SDN Babatan IV Surabaya
POPULISME VERSUS KEKUASAAN ELIT: DINAMIKA KANDIDAT VOTE GETTER DALAM SISTEM PROPORSIONAL TERBUKA DI INDONESIA
Latar belakang dari penelitian ini adalah fenomena vote getter di Indonesia, di mana individu yang mendapat harapan besar dari masyarakat sering kali tidak mampu menjawab tantangan dalam realitas politik setelah terpilih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif untuk menganalisis dinamika vote getter di Indonesia dan Filipina. Analisis ini didasarkan pada teori elitisme dan hukum besi oligarki Robert Michels, serta diperkuat dengan teori populisme. Data primer diambil dari studi kasus di kedua negara, sementara sumber sekunder meliputi produk hukum tata negara dan jurnal terkait elitisme dan populisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vote getter merupakan fenomena umum dalam sistem pemilihan proporsional terbuka, terutama di masyarakat yang mengagungkan figur personal. Meskipun begitu, kekuasaan yang mereka peroleh sering kali terhalang oleh struktur kepartaian dan elit politik yang menuntut konsolidasi dan kompromi untuk menjaga stabilitas kekuasaan. Regulasi hukum di Indonesia, seperti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2024 dan Undang-Undang Kepartaian Nomor 2 Tahun 2008 beserta perubahannya, menekankan pentingnya keseimbangan kekuasaan dalam sistem politik dan mencegah dominasi kekuasaan personal. Ini menciptakan dinamika di mana kekuasaan formal yang diperoleh melalui pemilu harus disesuaikan dengan kepentingan elit dalam proses politik. Kata Kunci: vote getter, pemilu, sistem proporsional terbuk
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI TAMAN BUNGKUL KOTA SURABAYA
AbstrackLocal government policies or public policies are government tools that are not only associated with government officials but in a broader context must be understood as part of good governance. Regulations regarding Street Vendors (PKL) are public policies that still tend to be top-down, causing many conflicts. Street vendor management is an effort to organize and regulate street vendors. This study uses a qualitative descriptive method. Using secondary data sources. In its implementation, the street vendor management program has a positive impact that is more felt by the local government and a negative impact on street vendors. Various obstacles arise in the implementation of the structural program, such as the rejection of the target group of street vendors, and the lack of resettlement locations that are by the wishes of street vendors, namely strategic locations and many buyers. The various obstacles that exist need more attention from related agencies during program implementation so that the program can be improved during subsequent implementation
MAKNA DAN FUNGSI ULOS ANTAK-ANTAK SEBAGAI WARISAN BUDAYA KAJIAN TEORI SEMANTIK
Ulos merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Batak di Indonesia. Kain tradisional ini memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak. Ulos ini mengandung berbagai simbol yang penting dalam budaya Batak, seperti Ulos antak-Antak yang digunakan saat melayat ke tempat orang meninggal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun teori yang digunakan, yaitu teori semantik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan fungsi yang terdapat di dalam kain Ulos Antak-Antak secara mendalam dengan fakta dan apa adanya. Selain itu, Ulos Antak-Antak juga memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Kata Kunci: Ulos Antak-Antak, Fungsi Ulos, Warisan Buday