Journal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Not a member yet
    1806 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora): Factors That Influence The Income of Robusta Coffee Farming (Coffea canephora)

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani kopi Robusta di Desa Compang Tenda, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Faktor-faktor spesifik yang dianalisis adalah luas lahan, tenaga kerja, dan biaya produksi. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengkaji pengaruh simultan dan parsial variabel-variabel independen tersebut terhadap pendapatan usahatani. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, sehingga menghasilkan 44 petani kopi Robusta yang terpilih sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, dan biaya produksi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani kopi Robusta. Lebih lanjut, hasil uji-t parsial menunjukkan bahwa masing-masing variabel secara individual berpengaruh positif signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung untuk luas lahan (5,882), tenaga kerja (4,609), dan biaya produksi (7,621), yang semuanya melebihi nilai t-tabel (2,021). Hasil ini menggarisbawahi bahwa ketiga faktor tersebut merupakan penentu penting profitabilitas usahatani kopi Robusta di lokasi penelitian. Kata kunci: Biaya Produksi, Luas Lahan, Pendapatan, Tenaga Kerja. This study was conducted to determine the factors influencing the income of Robusta coffee farming in Compang Tenda Village, Borong Subdistrict, East Manggarai Regency. The specific factors analyzed were land area, labor, and production costs. A quantitative research approach was employed, utilizing multiple linear regression analysis to assess the simultaneous and partial effects of these independent variables on farming income. The sampling technique used was the Slovin formula, resulting in 44 Robusta coffee farmers being selected as respondents. Data were collected through structured questionnaires. The findings reveal that land area, labor, and production costs simultaneously have a significant effect on the income of Robusta coffee farming. Furthermore, the results of the partial t-test demonstrate that each variable individually has a significant positive effect. This is evidenced by the t-count for land area (5.882), labor (4.609), and production costs (7.621), all of which exceed the t-table value (2.021). These results underscore that these three factors are critical determinants of profitability in Robusta coffee farming in the studied location. Keywords: Production Costs, Land Area, Income, Labor

    ALOKASI WAKTU KERJA PETANI PADI SAWAH DALAM POLA NAFKAH GANDA PADA USAHA PEMBESARAN IKAN AIR TAWAR DI KECAMATAN PADANG JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA: Working Time Allocation of Rice Paddy Farmers in Dual Livelihood Pattern on Freshwater Fish Raising Business in Padang Jaya Sub-District North Bengkulu Regency

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis alokasi waktu dan faktor-faktor yang mempengaruhi petani padi yang menerapkan strategi pendapatan ganda dengan mengintegrasikan budidaya ikan air tawar di Kecamatan Padang Jaya, daerah Minapolitan di Kabupaten Bengkulu Utara. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini bertujuan untuk menilai distribusi waktu kerja antara kedua aktivitas tersebut dan mengidentifikasi faktor penentu alokasi tenaga kerja untuk perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menghabiskan rata-rata 119 jam per bulan untuk pertanian padi dan 151 jam untuk budidaya ikan. Faktor-faktor kunci yang secara signifikan mempengaruhi alokasi waktu kerja untuk budidaya ikan air tawar adalah motivasi budidaya ikan, persepsi profitabilitas pertanian padi, dan usia petani. Sebaliknya, tingkat pendidikan formal dan jumlah tanggungan ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menyoroti kelayakan sistem agrikultur-akuakultur terintegrasi dan menggarisbawahi pentingnya motivasi intrinsik dan persepsi ekonomi dalam strategi diversifikasi tenaga kerja di daerah Minapolitan. Kata kunci: Alokasi Waktu Kerja, Pembesaran Ikan Air Tawar, Pola Nafkah Ganda. This study analyzes the time allocation and influencing factors for rice farmers who adopt a dual-income strategy by integrating freshwater fish farming in Padang Jaya District, a Minapolitan area in North Bengkulu Regency. Using a quantitative approach with multiple linear regression analysis, the research aimed to assess working time distribution between the two activities and identify determinants of labor allocation to fisheries. Results indicate that farmers spend an average of 119 hours monthly on rice farming and 151 hours on fish farming. Key factors significantly influencing the allocation of working time to freshwater fish farming are motivation for fish farming, perceptions of rice farming profitability, and farmer age. In contrast, formal education level and the number of dependents were found to have no significant effect. The findings highlight the viability of integrated agri-aquaculture systems and underscore the importance of intrinsic motivation and economic perceptions in labor diversification strategies within Minapolitan zones. Keywords: Work Time Allocation, Freshwater Fish Farming, Dual Livelihood Pattern

    Membranous Tonsilitis as a Clinical Presentation of Acute Monocytic Leukemia: A Rare Case Report

    Full text link
    Background: Acute myeloid leukemia (AML) is a heterogeneous hematologic malignancy characterized by the clonal proliferation of immature myeloid precursor cells in the bone marrow and peripheral circulation. Hematologic manifestations such as anemia, thrombocytopenia, and leukocytosis are welldocumented, its association with oral involvement, particularly tonsillitis, is a rare presenting feature. Objective: This case report emphasizes membranous tonsilitis as the primary presenting feature in acute monocytic leukemia (AML-M5). The aim of writing this case study is to provide an illustration that the causes of membranous tonsillitis, beside from the infection, can also be caused by infiltration of leukemia cells. Case Presentation: We report a case of a 27-year-old female presented with fever and was found to have a fluctuating mass on the right side of the neck along with gingival swelling and hyperemic, hypertrophic tonsils with a membranous exudate. The diagnosis from bone marrow aspiration and immunophenotyping revealed as acute monocytic leukemia (AML-M5). Bacterial and fungal infections were excluded through gram staining, potassium hydroxide (KOH) examination, and throat swab culture. The patient was initially stabilized with hydroxyurea, with subsequent clinical improvement, before being referred to a tertiary center for definitive management. Result: This diagnostic workup altogether from all the clinicians leads to the diagnosis of acute myeloid leukemia (AML-M5). Conclusion: This case highlights primary tonsilitis as the primary presenting feature of acute myeloid leukemia (AML-M5), emphasizing the need for continued monitoring and regular follow-up assessment to detect potential relapses and ensure optimal disease managemen

    RISIKO PRODUKSI USAHATANI LADA PUTIH DI KECAMATAN AIR GEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN: Production Risk of White Pepper Farmingin Air Gegas District South Bangka Regency

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi yang dihadapi petani lada putih di Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei terhadap 50 petani yang dipilih secara purposive sampling. Analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko, analisis kuantitatif dengan koefisien variasi untuk mengukur tingkat risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi usahatani lada putih bersumber dari faktor alam seperti cuaca tidak menentu, serta faktor teknis seperti serangan hama dan penyakit, pemupukan yang tidak tepat, penggunaan bibit tidak unggul, pestisida yang tidak sesuai anjuran, dan tajar mati yang mudah lapuh. Tingkat risiko produksi tergolong tinggi dengan nilai koefisien variasi sebesar 0,73. Pengendalian risiko yang dilakukan petani masih bersifat kuratif, bukan preventif. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kemampuan petani dalam manajemen risiko serta dukungan kelembagaan dan penyuluhan agar produksi lada putih dapat berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan strategi pengelolaan risiko usahatani lada putih di tingkat lokal. Kata kunci: Lada Putih, Risiko Produksi, Usahatani. This study aims to analyze the production risks faced by white pepper farmers in Air Gegas District, South Bangka Regency. The research was conducted using a survey method involving 50 farmers selected through purposive sampling. The analysis included descriptive analysis to identify sources of risk and quantitative analysis using the coefficient of variation to measure the level of risk. The results showed that production risks in white pepper farming stem from natural factors such as extreme weather, as well as technical factors such as pest and disease attacks, improper fertilization, the use of non-superior seeds, inappropriate pesticides, and weak support stakes (tajar). The level of production risk is classified as high, with a coefficient of variation of 0.73. These findings indicate the need to improve farmers' capacity in risk management, along with institutional support and agricultural extension services, to ensure the sustainability of white pepper production. This study is expected to serve as a reference in formulating local-level risk management strategies for white pepper farming. Keywords: Farming, Production Risk, White Pepper. Keywords: Farming, Production Risk, White Peppe

    PERENCANAAN PERKUATAN LERENG MENGGUNAKAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE GRAVITY WALL DI SUNGAI MANIKIN KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG

    No full text
    Sungai Manikin terletak di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Peningkatan debit pada saat musim penghujan sering menyebabkan terjadinya banjir pada bagian hilir dari Sungai Manikin. Selain itu peningkatan debit pada musim penghujan juga mengakibatkan gerusan pada lereng sungai. Beberapa titik pada kawasan sungai sangat rentan mengalami gerusan dan akan berkembang semakin parah setiap tahunnya. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan ini maka dilakukan penelitian dengan melakukan pengkajian pada titik longsor akibat gerusan sungai dan kemudian dilakukan perencanaan perkuatan lereng yang bertujuan untuk meminimalisir dampak yang dapat ditimbulkan. Perencanaan perkuatan lereng pada lokasi studi menggunakan Dinding Penahan Tanah tipe Gravitasi (Gravity Wall). Perencanaan Dinding Penahan Tanah ini tentunya dilakukan melalui perhitungan secara manual dan dengan bantuan aplikasi Plaxis. Hasil perencanaan manual dinding penahan tanah tipe gravitasi (Gravity Wall) diperoleh dimensi tinggi (H) 6 meter, lebar tapak pondasi bawah 3 meter, tinggi tapak pondasi bawah 0,5 meter, dan lebar atas 0,5 meter. Perhitungan manual diperoleh analisis stabilitas terhadap guling menunjukkan nilai safety factor (SF) 2,17 (memenuhi syarat leboh besar dari 2), safety factor (SF) untuk analisis stabilitas terhadap geser menunjukkan nilai 1,73 (memenuhi syarat lebih besar dari1,5), dan safety factor (SF) daya dukung tanah menunjukkan nilai 7,83 (memenuhi syarat lebih besar dari 3). Hasil analisis stabilitas dinding penahan tanah dengan bantuan program Plaxis 2D menunjukkan nilai Safety Factor (SF) 2,14 lebih besar dari 1,5 (memenuhi syarat). Perencanaan dinding penahan tanah tipe gravitasi baik secara manual maupun dengan bantuan program Plaxis 2D menghasilkan nilai safety factor (SF) yang berada di atas batas persyaratan atau dalam kategori aman

    ANALISIS IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI BERBASIS HIRADC

    Full text link
    Hazard Identification, Risk Assessment, And Determining Control atau disingkat HIRADC merupakan salah satu program K3 yang terdiri dari serangkaian kegiatan untuk mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi di lokasi proyek konstruksi. Metode penelitian diawali dengan menyusun dan mengidentifikasi variabel berdasarkan tinjauan literasi dan penelitian sebelumnya kemudian melakukan pengambilan data lewat  kuesioner. Dengan menggunakan aplikasi statistik khusus yaitu SPSS versi 27, lalu dilanjutkan dengan analisis data dengan melakukan penilaian terhadap tingkatan risiko dan menentukan pengendalian risiko berbasis HIRADC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang paling berpengaruh adalah faktor pengecoran dengan indikator terciprat adonan beton. Untuk meminimalisir kecelakaan kerja pada faktor dominan, tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah setiap pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri  standard seperti Helm Safety, sepatu Safety, dan masker. Selain itu, kontrol tambahan dapat dilakukan dengan memasang rambu-rambu K3. Selanjutnya setelah dilakukan pengelolaan risiko dihasilkan perubahan tingkat risiko ekstrim dari 25,71 persen menjadi 0 persen dan perubahan tingkat risiko tinggi dari 25,71 persen menjadi 0 persen, Tingkat risiko sedang kisaran bahaya 25,71 persen menjadi 31,42 persen dan tingkat risiko rendah berkisar antara 22,87 persen hingga 68,58 persen

    Circular Public Procurement: Inovasi Transformasi Tata Kelola Menuju Indonesia Berkelanjutan

    Full text link
    The amount of national expenditure related to the procurement of goods and services in the public sector has a significant influence because it includes the procurement of goods and services on a national scale which has an impact on various economic and development sectors. In this context, Circular Public Procurement (CPP) can be an innovative concept that supports the circular procurement of goods and services to create demand for products or services that support aspects of the circular economy, such as reusability or recycling. This research aims to analyze the steps involved in implementing CPP practices, analyzing the implementation of CPP practices in other countries, and analyzing the opportunities and challenges of implementing CPP practices in Indonesia. This research uses a literature study through a scoping review to collect information from the scope of the research and assess how the research topic that can be the basis of this research has developed in the last ten years. The results of this research indicate that CPP practices can be implemented in stages. Several countries such as the Netherlands, Denmark, Spain, and Sweden have adopted CPP practices through different approaches. In Indonesia, implementing CPP practices has opportunities and challenges in becoming a circular public procurement innovation. Therefore, the government is advised to create special regulations or policies regarding the implementation of CPP practices to address environmental, economic, and government governance issues

    Pengaruh Pajak Dan Insentif Tunneling Terhadap Keputusan Transfer Pricing Pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2023

    Full text link
    The following is the new author guidelines and article templates of this research discusses the influence of taxes and tunneling incentives on transfer pricing decisions, where taxes are one of the sources of state revenue in Indonesia, but multinational companies misuse transfer pricing to manipulate taxes to countries with lower tax rates, and the greater the tunneling incentives, the more significant the unreasonable transfer pricing practices for the benefit of majority shareholders. One of the causes is the high ratio of related party receivables to the company's total receivables and the high tax burden. This study aims to determine whether taxes and tunneling incentives affect transfer pricing decisions

    SIMULASI PEMANFAATAN AIR BENDUNGAN CIJUREY KABUPATEN BOGOR

    Full text link
    Ketersediaan air yang terbatas menuntut pengelolaan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bendungan Cijurey berperan penting dalam penyediaan air irigasi, air baku, dan pembangkit listrik. Penelitian ini mengkaji optimasi pola operasi waduk guna meningkatkan efisiensi distribusi air dan mendukung intensitas tanam. Analisis optimasi pola operasi, dilakukan dengan melakukan analisis pengaruh bukaan pintu radial pada Pelimpah. Dari hasil analisis optimasi, didapatkan bahwa waduk mampu memenuhi kebutuhan air baku untuk kecamatan Sukamakmur dan Cariu sebesar 0.38 m3/detik dan dapat memenuhi kebutuhan air baku industri maksimal sebesar 0.99 m3/detik. Selain itu, pada analisis potensi pembangkit listrik didapatkan bahwa energi listrik yang dihasilkan adalah 535.86 MwH. Direncanakan pola tanam dengan Padi – Padi – Padi dengan besar debit kebutuhan 1.35 m3/detik. Dari hasil analisis waduk mampu mempertahankan muka air efektif pada periode akhir dan memenuhi kebutuhan air dengan memanfaatkan pengaruh operasi pintu radial pelimpah, didapatkan hasil memenuhi kebutuhan air baku dan kebutuhan air irigasi dengan pola tanam Padi – Padi – Padi dengan intensitas 300% dengan memanfaatkan pengaruh pola operasi pintu radial pada pelimpah

    ANALISIS DAN STRATEGI PEMELIHARAAN KANTONG LUMPUR PADA JARINGAN IRIGASI BENDUNG PAMARAYAN BERDASARKAN POLA AKUMULASI SEDIMEN

    Full text link
    Sistem irigasi yang andal sangat bergantung pada kemampuan jaringan untuk mendistribusikan air secara efisien dan berkelanjutan. Salah satu permasalahan utama yang dapat mengganggu fungsi jaringan irigasi adalah akumulasi sedimen yang tinggi, terutama di kantong lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemeliharaan kantong lumpur pada jaringan irigasi Bendung Pamarayan berdasarkan pola akumulasi sedimen yang terjadi. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengambilan sampel sedimen, analisis laboratorium, serta perhitungan volume dan laju akumulasi sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata akumulasi sedimen di beberapa lokasi mencapai 2.000–3.000 m³ per tahun. Strategi pemeliharaan yang efektif adalah dengan melakukan pembersihan minimal dua kali dalam setahun, yaitu sebelum dan sesudah musim hujan. Rencana pemeliharaan disusun berdasarkan efisiensi operasional, aksesibilitas lokasi, dan kebutuhan kontinuitas suplai air irigasi. Penerapan strategi ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan fungsi irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian

    1,522

    full texts

    1,806

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇