Yarsi Academic Journals
Not a member yet
1729 research outputs found
Sort by
Dinamika Psychological Well-Being Lansia Berstatus Janda Di Daerah Marginal (Studi Fenomenologi)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada lansia berstatus janda yang tinggal di daerah terpencil, yaitu Kampung Sungai Labuh dan Kampung Sungai Keramat, Desa Pantai Harapan Jaya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini melibatkan dua subjek lansia berstatus janda dan dua informan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Ryff dengan enam dimensi psychological well-being, yaitu: 1) Penerimaan diri; 2) Hubungan positif dengan orang lain; 3) Kemandirian; 4) Penguasaan lingkungan; 5) Tujuan hidup; dan 6) Perkembangan pribadi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological well-being melekat pada diri kedua subjek, yang ditandai dengan kualitas mental yang berkembang baik, kepercayaan diri dalam mengambil keputusan, dan rasa syukur meskipun hidup dalam kondisi sulit tanpa suami. Meskipun kedua subjek sama-sama mengalami kesejahteraan psikologis, terdapat perbedaan menonjol pada dua dimensi, yaitu penerimaan diri dan tujuan hidup. Dinamika psychological well-being pada kedua subjek dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan kondisi internal masing-masing individu. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas subjek penelitian ke kalangan remaja dan dewasa awal di daerah marginal yang sama. Hal ini bertujuan untuk melihat perbedaan psychological well-being di setiap kelompok usia. 
Self Diagnosis Kesehatan Mental Ditinjau dari Literasi Kesehatan Mental dan Dukungan Sosial Teman Sebaya
Seiring dengan kemudahan akses terhadap berbagai informasi kesehatan mental dari media sosial, melakukan self-diagnosis terkait kesehatan mental pribadi menjadi fenomena yang banyak muncul di kalangan masyarakat. Namun studi yang mengungkap faktor-faktor yang berkaitan dengan self-diagnosis kesehatan mental masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi kesehatan mental dan dukungan sosial teman sebaya terhadap self-diagnosis kesehatan mental. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dan didapatkan 437 responden yang aktif mencari informasi terkait kesehatan mental dan didapatkan dari followers Instagram @studiodjiwa, @socialconnect.id, dan @psycircle.id. Pengukuran menggunakan instrumen Identification of Having a Mental Illnes (SELF-I) Scale, Mental Health Literacy Scale dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Data penelitian dianalisis dengan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian membuktikan literasi kesehatan mental dan dukungan teman berperan positif dan signifikan terhadap self-diagnosis kesehatan mental. Literasi kesehatan mental berkontribusi lebih besar terhadap self-diagnosis kesehatan mental (12,7%) dibandingkan dukungan sosial teman sebaya (2,4%). Penelitian ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental dan dukungan sosial teman sebaya dapat mendorong seseorang melakukan self-diagnosis kesehatan mental. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya program yang meningkatkan literasi kesehatan mental yang komprehensif yang mendorong masyarakat untuk menghindari self diagnosis kesehatan mental
Hubungan Resiliensi dan Optimisme Pada Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit X
Pasien yang menerima vonis penyakit gagal ginjal diharuskan menjalani hemodialisis untuk menggantikan peran ginjal dalam tubuh mereka. Hemodialisis sendiri harus dilakukan secara rutin sepanjang sisa hidup pasien meskipun memiliki dampak secara fisik dan psikologis. Dibutuhkan ketahanan dan optimisme pasien untuk dapat secara rutin melakukan hemodialisis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi resiliensi dengan optimisme pasien hemodialisis di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, tiga puluh pasien gagal ginjal yang menjalani proses hemodialisis direkrut dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji normalitas menunjukkan data penelitian tidak terdistribusi secara normal sehingga Spearman’s correlation yang digunakan sebagai uji korelasi. Hasil analisis uji korelasi membuktikan adanya korelasi positif signifikan dengan efek besar antara resiliensi dan optimisme (rs = 0,527, p < 0.001). Hal ini dapat bermakna bahwa semakin tinggi resiliensi pasien, semakin tinggi pula optimisme pasien. Hasil perhitungan koefisien determinasi adalah sebesar 0.278 yang dapat bermakna bahwa optimisme pasien dapat menjelaskan resiliensi pasien sebesar 27,8% dan sebaliknya resiliensi pasien dapat menjelaskan optimisme pasien sebesar 27,8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penting bagi pasien untuk resilien agar tetap optimis selama menjalani hemodialisis
PELATIHAN MINDFULNES UNTUK MENGURANGI EMOSI MARAH PADA PENGEMUDI USIA REMAJA
Peneltian-penelitian sejauh ini telah menemukan bahwa emosi marah terkait dengan perilaku mengemudi berisiko dan keterlibatan dalam kecelakaan. Dilihat dari kelompok umur, pengemudi usia muda (17-25) merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap efek marah terhadap angka kecelakaan. Salah satu cara yang mungkin efektif untuk dapat menurunkan agresivitas dalam mengemudi adalah dengan melakukan terapi mindfulness. Studi ini bertujuan untuk melihat apakah terapi mindfulness sederhana berupa mindful breathing mampu mereduksi pengalaman emosional marah pada kelompok pengendara muda. Eksperimen within-group dilakukan terhadap 23 pengendara muda. Pre test dan post test melihat efektifitas dari terpai ini. Mereka diminta untuk berlatih dan menerapkan terapi mindful breathing. Emosi marah dalam penelitian ini dibangkitkan melalui induksi berupa autobiographical recall, di mana partisipan diminta untuk mengingat lalu menuliskan pengalaman emosi marah yang sangat intens yang pernah mereka alami. Analisis uji-t paired sample menunjukkan bahwa penurunan emosi marah yang signifikan secara statistik (t(21)=8,763, p<0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa teknik mindful breathing dapat menurunkan pengalaman emosi marah secara siginfikan setelah proses induksi emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi mindfulness sederhana memiliki potensi untuk dapat digunakan secara efektif dalam menurunkan emosi marah ketika mengemudi. Oleh karena itu, para pengendara diharapkan dapat menerapkannya ketika berkendara untuk meminimalkan agresivitas ketika berkendara sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan
PENGARUH STRES TERHADAP CRAVING PADA INDIVIDU PENYALAHGUNAAN NAPZA
Stres merupakan suatu kondisi atau perasaan yang dialami individu ketika memiliki tuntutan-tuntutan melebihi sumber daya sosial dan kemampuan personal. Tingkat stres yang dialami oleh individu memiliki peran penting dalam penyalahgunaan zat dan relapse. Stres yang dialami indvidu akan meningkatkan cortisol berespon lebih cepat dan berpengaruh dengan pelepasan dopamin di ventral striatum, dopamin tersebut merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kesenangan. Saat individu mengalami stres maka akan mengaktifkan otak bagian limbik CRF yang akan meningkatkan dopamin. Paper ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai pengaruh stres terhadap craving pada individu penyalahgunaan NAPZA berdasarkan studi literatur dari berbagai penelitian empirik
PERAN KEPRIBADIAN BIG FIVE TERHADAP RESILIENSI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN
Mahasiswa kedokteran merupakan calon dokter yang memiliki peranan yang sangat signifikan dalam dunia kesehatan atau medis di masa depan. Mahasiswa kedokteran harus melalui beberapa tahapan dalam proses belajar, sehingga dilaporkan mahasiswa kedokteran memiliki kerentanan stress paling tinggi, sehingga mempengaruhi performa akademik. Untuk berfungsi normal kembali maka mahasiswa harus memiliki kemampuan resiliensi yang baik. Dalam meningkatkan resiliensi dibutuhkan untuk mengetahui kepribadian individu tersebut. Dengan mengetahui ciri kepribadian maka peningkatan resiliensi akan lebih terarah. Teori kepribadian big five paling sering digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan faktor-faktor kepribadian big five terhadap resiliensi pada mahasiswa kedokteran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuantitatif. Sampel yang digunakan berjumlah 300 mahasiswa kedokteran semester 1-8 yang berdomisili di Jakarta, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel incidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah CD-RISC (Connor Davidson-Resilience Indicator Scale) untuk mengukur resiliensi dan BFI (Big Five Inventory) untuk mengukur kepribadian big five. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor kepribadian big five memiliki peranan terhadap resiliensi sebesar 48,8%. Openness to experience, conscientiousness, extraversion, dan agreeableness memiliki peranan positif terhadap resiliensi. Sedangkan neuroticism memiliki peranan negatif terhadap resiliensi. Faktor kepribadian yang memiliki peran paling besar adalah openness to experience dan conscientiousness, sehingga menjadi penting untuk mengembangkan ciri kepribadian tersebut dalam pengembangan resiliensi
The Comparative Effects of Almond and Peanut on Adipose Tissue Profile and Blood Sugar Levels in Rats: A Review from an Islamic Perspective
Type 2 diabetes and cardiovascular disease are associated with high blood sugar and poor lipid profiles. Almonds and peanuts have the potential to reduce these risks. This study aims to evaluate the effects of these two nuts on blood sugar levels and lipid profiles, within the Islamic perspective of halal and thayyib foods. An experimental study was conducted with 4 groups: standard feed (K1), high-fat feed (K2), almond feed (K3), and peanut feed (K4) over 4 weeks. Blood sugar measurements were taken using the GOD-PAP method, and histopathological analysis of adipose tissue was performed using Hematoxylin-Eosin (HE) staining. The results showed that both almonds and peanuts significantly (P<0.05) increased blood sugar levels. When compared to the high-fat feed group, the nut groups were more effective in inhibiting this increase. However, changes in blood sugar levels and lipid profiles were not statistically significant (P>0.05). From the study results, it can be concluded that there are differences in blood sugar and lipid profiles after the consumption of almonds and peanuts, although not significant. The consumption of halal and thayyib foods is recommended in Islam
TINDAKAN PETUGAS KESEHATAN DALAM PERAWATAN PASIEN GANGGUAN JIWA SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan petugas kesehatan dalam perawatan pasien skizofrenia di Rumah Sakit khusus Daerah Propinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah petugas kesehatan yaitu dokter spesialis jiwa dan perawat yang menangani pasien gangguan jiwa khususnya pasien skizofrenia, keluarga pasien yang sering menjenguk pasien dan pasien yang sudah menjalani tahap rehabilitasi (pemulihan) yang memenuhi kriteria informan. Berdasarkan kriteria tersebut maka terdapat 17 Informan yang terdiri dari 10 perawat, 2 orang dokter spesialis jiwa, 3 orang pasien skizofrenia dan 2 orang keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukkan tindakan petugas kesehatan dalam menciptakan suasana aman bagi pasien skizofrenia dilakukan dengan cara pendekatan, pemindahan pasien ke ruangan lain, pemberian obat serta tindakan fiksasi (pengikatan). Komunikasi terapeutik juga diterapkan oleh perawat dengan berbagai macam cara, seperti pendekatan dan memfiksasi pasien skizofrenia yang berperilaku kekerasan. Perawat juga membantu pasien untuk menjaga kebersihan diri dan melakukan pengawasan kepada pasien, namun minimnya jumlah tenaga perawat dan terbatasnya fasilitas maka tindakan perawatan tersebut tidak dapat dilakukan secara maksimal. Informan dari dokter spesialis jiwa hanya terlibat dalam proses membantu menciptakan rasa aman bagi pasien skizofrenia. Berdasarkan penelitian ini disarankan perlunya penambahan jumlah perawat untuk pasien gangguan jiwa yang didukung dengan ketersediaan fasilitas untuk pemenuhan kebutuhan pasien Skizofrenia untuk sembuh
GAMBARAN MENGENAI PERILAKU PERILAKU HIDUP SEHAT DI KALANGAN MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
Selaras dengan berkembangnya pengetahuan mengenai penyakit dan kaitannya terhadap kesehatan seseorang, ternyata salah satu penyebab utama timbulnya penyakit dalam diri seseorang tidak semata-mata disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Hal lain yang juga menentukan apakah seseorang dapat dengan mudah terjangkit penyakit adalah perilakunya dalam menjaga kesehatan. Demikian sebagian dari penjelasan dalam model biopsikososial mengenai kesehatan dan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seperti apakah perilaku hidup sehat di kalangan mahasiswa sebagai generasi muda dan masih berada dalam masa produktif. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey terhadap 295 mahasiswa berusia 19-25 tahun. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dimodifikasi oleh peneliti berdasarkan hasil penelitian Belloc and Breslow (1972) mengenai kriteria Heatlh Status. Validitas item yang diperoleh berkisar dari 0.3 – 0.498 dengan reliabilitas sebesar 0.415. Berdasarkan pengolahan data, diperoleh hasil bahwa 90.2% responden memiliki perilaku hidup sehat yang berdampak negatif, 7.2% responden memiliki perilaku hidup sehat yang berdampak positif, dan 2% sisanya memiliki perilaku hidup sehat yang seimbang. Jika dilihat berdasarkan masing-masing kriteria dari perilaku hidup sehat, maka perilaku yang sebagian besar sudah berada dalam kategori sehat adalah : tidak merokok (85.4%), tidak mengkonsumsi minuman keras (75.3%). Sementara perilaku yang sebagian besar berada dalam kategori tidak sehat adalah : makan makanan cepat saji (91.9%), mengemil (89.8%), minum air putih kurang dari 1.5 liter per hari (75.3%), tidak berolahraga (69.5%), tidak sarapan pagi (65.4%), tidak menjaga berat badan ideal (61.7%), dan tidur kurang dari 7-8 jam per hari (51.2%)
MEMBANGUN SITUASI KERJA YANG LEBIH MENYENANGKAN PADA KARYAWAN DENGAN PENGADAAN MINUMAN YANG BERGIZI TINGGI
Tujuan penelitian yaitu untuk membuktikan adanya hubungan antara tersedianya minuman bergizi tinggi secara gratis dengan situasi kerja yang menyenangkan. Tujuan kedua yaitu untuk membuktikan adanya hubungan antara tersedianya minuman bergizi tinggi secara gratis dengan munculnya perilaku pro-lingkungan hidup. Dasar penelitian adalah adanya situasi kerja yang tidak menyenangkan pada suatu lembaga. Para karyawannya sering melewatkan makan pagi, sehingga mereka kurang bersemangat dalam bekerja dan mudah stress. Penelitian ini melibatkan 30 karyawan (17 perempuan, 13 laki-laki). Mereka telah mengkonsumsi minuman sereal bergizi tinggi yang disediakan secara gratis oleh seorang pimpinan organisasi. Tujuan menyediakan minuman bergizi tersebut adalah untuk untuk mendorong terjadinya situasi kerja yang menyenangkan karena peruta karyawan telah kenyang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman bergizi yang disajikan dengan cara gratis erat hubungannya dengan situasi kerja yang menyenangkan daripada minuman yang disajikan dengan cara tidak gratis (chi square = 7.778, dengan asymtotic significance 0,005 atau p<0,01). Selanjutnya minuman yang disajikan dengan gratis mendorong responden untuk lebih berperilaku mendukung lingkungan hidup daripada ketika minuman disajikan dengan cara tidak gratis (chi-square = 4,537, dengan asymtotic significance 0,033 atau p<0,01). Perilaku mendukung lingkungan hidup itu juga didukung oleh kesediaan mereka untuk membawa limbah kemasan berbagai produk dari rumah ke tempat kerja. Diskusi penelitian menjelaskan bahwa hasil penelitian sesuai dengan teori pertukaran sosial, bahwa individu akan selalu menimbang-nimbang tentang imbalan dan pengorbanan. Ketika nilai pengorbanan lebih tinggi daripada imbalan, maka individu cenderung mengakhiri hubungan sosial yang ada (enggan membuat situasi kerja menjadi menyenangkan, enggan berperilaku pro-lingkungan hidup)