Yarsi Academic Journals
Not a member yet
1729 research outputs found
Sort by
Penanganan Gangguan Kecemasan dengan Terapi Kognitif Perilaku Secara Daring
Gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang rentan dialamiseseorang. Terapi kognitif perilaku merupakan salah satu intervensi psikologis yang umumdigunakan untuk menangani gejala gangguan kecemasan. Pada dasarnya, terapi kognitifperilaku dilakukan secara langsung dan tatap muka. Saat ini, pelaksanaan terapi kognitifperilaku tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun dapat dilakukan jarak jauh denganmemanfaatkan media telekonferensi yang mudah diakses tanpa bertemu secara langsung. Lalu,apakah terapi kognitif perilaku masih efektif jika dilakukan secara online? Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efektivitas penanganan gangguan kecemasan umum denganmenggunakan terapi kognitif perilaku secara daring. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan asesmen psikologis, wawancara, dan observasi, serta analisis deskriptif padaskala depression anxiety stress scale-42 (DASS-42). Penelitian ini adalah studi kasus,partisipan merupakan seorang wanita di Sidoarjo yang menunjukkan gejala gangguankecemasan umum. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan gejala gangguankecemasan yang dialami partisipan. Simpulan dari penelitian ini adalah terapi kognitif perilaku secara daring efektif untuk menurunkan gejala gangguan kecemasan, namun perlu memperhatikan tata cara pelaksanaan asesmen hingga intervensi yang dilakukan
Relaksasi dan Restrukturisasi Kognitif sebagai Teknik Self-help untuk Mengurangi Simptom Nyeri pada Penderita Somatisasi
Tulisan ini merupakan pengalaman praktek penulis sebagai Psikolog dalam menangani kasus somatisasi dimana klien sering mengeluhkan rasa nyeri di beberapa bagian tubuhnya dan sudah berlangsung dua tahun. Dari keluhan tersebut dirancanglah suatu terapi yang menekankan fungsi self- help agar klien memiliki ketrampilan yang dapat diterapkan sendiri dalam mengatasi masalahnya sehingga tidak harus selalu bergantung pada terapis. Teknik yang dilatihkan adalah latihan relaksasi dan restrukturisasi kognitif. Hasil menunjukkan bahwa kedua teknik ini dapat mengubah keyakinan klien akan penyakitnya, mereduksi simtom nyeri dan mengurangi keseringan klien memeriksakan diri ke dokter
Stres Kerja Sumber Daya Manusia Kesehatan Puskesmas Selama Pandemi Coronavirus Disease 2019 di Kota Sibolga
Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menimbulkan dampak negatif baik secara fisik maupun mental bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). SDMK berisiko mengalami stres akibat tekanan kerja yang meningkat serta kekhawatiran akan membawa virus ke rumah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat stres kerja SDMK puskesmas pada masa pandemi COVID-19 di Kota Sibolga. Survei dengan desain cross sectional ini dilakukan pada bulan Juli 2020. Data dikumpulkan secara online menggunakan platform google form yang disebarkan ke SDMK seluruh puskesmas wilayah Kota Sibolga. Jumlah SDMK yang memenuhi kriteria inklusi dan menjadi sampel sebanyak 255 orang. Stres kerja dinilai menggunakan kuesioner yang berisi 30 pernyataan negatif dengan 4 pilihan jawaban tertutup yaitu tidak pernah, jarang, sering, atau selalu. Data disajikan sebagai hasil analisis deskriptif dan analitik menggunakan uji statistik Chi Square dan uji Spearman untuk melihat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Sampel didominasi oleh kelompok umur dewasa (19 – 44 tahun) sebanyak 85,88%. Proporsi sampel berjenis kelamin laki-laki sebanyak 13,33% dan perempuan sebanyak 86,67%. Sebanyak 62,35% SDMK mengalami stres kerja tingkat ringan, 22,74% tingkat sedang, dan 14,91% tingkat berat. Analisis statistik antara variabel bebas dengan variabel terikat membuktikan bahwa hanya riwayat kontak dengan pasien COVID-19 (p value = 0,003) saja yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres yang dialami sampel. Riwayat kontak dengan pasien COVID-19 mempengaruhi tingkat stres kerja SDMK puskesmas di Kota Sibolga sehingga dalam penanganan COVID-19 perlu meminimalkan kontak langsung SDMK dengan pasien COVID-19
PENGARUH AKSES INFORMASI TENTANG ASI EKSKLUSIF (ASIX) MELALUI TWITTER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI
Tingginya jumlah balita kurang gizi, dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia, termasuk di Aceh, salah satunya terkait dengan masih rendahnya pemberian ASI eksklusif (8.58%). Salah satu penyebab rendahnya pemberian ASI Ekslusif (ASIX) adalah karena minimnya informasi mengenai pentingnya ASI Ekslusif, khususnya melalui media mainstream. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh akses informasi tentang ASIX melalui media sosial twitter terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui akan ASIX. Responden penelitian adalah 80 ibu yang sedang maupun tidak lagi dalam masa menyusui, dan pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner kepada 40 responden pengguna twitter dan 40 non pengguna twitter. Melalui uji regresi sederhana¸diperoleh R=0,361, yang menunjukan bahwa akses informasi melalui twitter memiliki pengaruh yang rendah terhadap peningkatan pengetahuan mengenai ASIX. Hasil uji independent t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan peningkatan pengetahuan signifikan mengenai ASIX antara kedua kelompok responden. Sedangkan R2=0,130, sehingga dapat disimpulkan bahwa akses informasi melalui Twitter hanya memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui sebesar 13%, dan sisanya 87% pengetahuan ibu menyusui dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar akses melalui Twitter, yaiatu (a) faktor struktural (termasuk masih kurang atau belum seimbangnya informasi tentang ASIX dibandingkan dengan iklan/promosi susu formula, serta rendahnya peran dan dukungan tenaga kesehatan dan keluarga, dan minimnya fasilitas pendukung pemberian ASI). (b) faktor kultural (seperti budaya pemberian makanan pendamping ASI/MPASI pada bayi sebelumberusia 6 bulan)
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP HEALTH HARDINESS
Konsep mengenai hardiness berkembang sejak tahun 1970an dimulai dari penelitian yang intensif dan longitudinal dari Kobasa dan Maddi (dalam Maddi 2006) pada para manajer di perusahaan Illinois Bell Telephone (IBT). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hardiness terkait dengan perilaku hidup sehat. Wallston dan Abraham (dalam Gebhart dkk, 2001) mengembangkan The Revised Health Hardiness Inventory (RHHI-24) yang merupakan inventori yang khusus untuk melihat konsep hardiness pada bidang kesehatan. Health Hardiness adalah sebagai gaya atau pola kepribadian yang terkait dengan kondisi seseorang ketika menghadapi stres atau tekanan dalam bidang kesehatan. Secara singkat kepribadian hardiness ditandai dengan tiga C yaitu commitment, control, dan challenge. Sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara religiusitas dan health hardiness. Pada masyarakat Indonesia dengan jumlah muslim yang mayoritas, dimana religiusitas menjadi sumber utama nilai maka bisa jadi nilai-nilai religiusitas dapat menjadi sumber berkembangnya health hardiness. Religiusitas pada penelitian ini menggunakan konstruk yang dikembangkan Krauss (2007) yang membedakan menjadi Islamic World View dan Religious Personality. Skala yang dipakai adalah The Revised Health Hardiness Inventory (RHHI-24) yang dikembangkan oleh Wallston dan Abraham (dalam Gebhardt dkk, 2001) dan Muslim Religiosity Personality Inventory (MRPI) yang dikembangkan oleh Krauss dkk (2009).Hasil penelitian dengan mengunakan teknik multiple regression menunjukkan bahwa religiusitas memberikan kontribusi terhadap14,6 % (n=98) terhadap health hardiness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas mempengaruhi helath hardiness namun angka persentase yang kecil menunjukkan bisa jadi ada variabel-variabel lain yang memberikan kontribusi
PROMOSI ASI EKSKLUSIF MELALUI TWITTER DAN INTENSI MENYUSUI PADA IBU HAMIL
Secara global, pemberian ASI eksklusif menunjukkan penurunan yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti gaya hidup ibu, tuntutan pekerjaan, minimnya dukungan lingkungan, hingga promosi susu formula yang mengisyaratkan keunggulannya yang melebihi ASI. Sebagai upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terutama kaum ibu terhadap keunggulan dan manfaat ASI, sejumlah kelompok mencoba berbagai usaha promosi pemberian ASI eksklusif melalui sejumlah media, termasuk media internet.Komunitas Ayah ASI (yang diinisiasi oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) melalui akun twitternya di @ID_AyahASI.Penelitian ini mencoba melihat hubungan pesan promosi ASI eksklusif yang digencarkan oleh akun @ID_AyahASI dengan intensi menyusui pada ibu hamil.Peneliti mengkaji beberapa model pesan dalam isi tweet akun @ID_AyahASI dan mengkorelasikannya dengan intensi ibu hamil untuk menyusui anak mereka secara eksklusif.Bentuk pesan promosi dibagi ke dalam bentuk pesan komedi, keuntungan kesehatan, stigma, opini publik dan seksualitas.Sementara pengukuran intensi dilihat dari sikap partisipan terhadap perilaku menyusui, subjective norm dan self-efficacy.Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang merupakan pengikut akun @ID_AyahASI, dengan sampel penelitian berjumlah 162 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat (r = 0.693, p = 0.000) antara promosi promosi ASI eksklusif melalui twitterdengan intensi menyusui pada ibu hamil. Adapun bentuk pesan promosi yang memiliki hubungan kuat dengan intensi menyusui adalah pesan opini publik (r = 0.713) dan seks (r = 0.700). Pesan berbentuk opini publik mengisyaratkan bahwa seorang ibu tetap bisa menyusui dimana saja dengan segala kemudahan (fasilitas, kesempatan, dll) yang bisa ia temukan
EFEKTIVITAS INTERVENSI MINDFUL-EATING BAGI PENDERITA KANKER
Terapi kanker berbasis teknologi ECCT (Electrical Capacitive Cancer Treatment) adalah terapi dengan medan listrik untuk menghambat pertumbuhan dan membunuh sel kanker. Sel kanker yang telah mati dikeluarkan dengan berbagai cara selain operasi yaitu melalui metabolisme tubuh seperti feses, urine, gas buangan, keringat yang sangat bergantung pada asupan makanan pada penderita. Permasalahan penelitian terkait dengan pola makan pendukung terapi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi mindful eating bagi penderita kanker. Intervensi Mindful Eating merupakan suatu strategi untuk mengubah cara makan dengan mengontrol pikiran, suasana hati, menyadari pilihan makanan, serta menyadari sensasi terhadap makanan dan fokus terhadap sinyal tubuh. Intervensi Mindful Eating dirancang dalam tiga sesi. Partisipan mendapatkan Mindful Eating Scale yang terdiri dari 14 item valid mencakup dimensi mind, body, feeling dan thought untuk mengamati perubahan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor Mindful Eating antara sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi dan penurunan massa kanker berdasarkan hasil pencitraan diagnostik berbasis EVCT (Electrical Capacitance Volume Tomography) sebulan setelah mendapatkan intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi Mindful Eating efektif dalam meningkatkan kesadaran tentang pola makan dan metabolisme tubuh pada penderita kanker yang menggunakan ECCT
UPAYA DALAM PEMENUHAN HAK TERHADAP ANAK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II JAKARTA: UPAYA DALAM PEMENUHAN HAK TERHADAP ANAK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II JAKARTA
Lembaga Permasyarakatan merupakan salah satu komponen dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia yang berfungsi sebagai pembinaan terhadap narapidana. Sistem Peradilan Pidana merupakan suatu sistem penegakan hukum sebagai upaya penanggulangan kejahatan. Dalam Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dikatakan bahwa Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat untuk melaksanakan pembinaan terhadap Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan sebagai unit pelaksanaan teknis dibidang pembinaan narapidana berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM. Lembaga pemasyarakatan atau yang juga dikenal dengan sebutan penjara, adalah tempat untuk merupakan tempat yang membina dan memperlakukan narapidana agar menjadi individu yang lebih baik dan berguna di masyarakat. Hasil Penelitian ini, Pemenuhan hak terhadap anak di Lembaga Pembinaan Anak (LPKA) Kelas II Jakarta, Pertama, hak untuk tetap mendapatkan pendidikan baik secara formal maupun informal. Kedua, hak untuk mendapatkan kunjungan secara langsung dengan keluarga baik secara langsung mapun secara virtual seperti video call. Ketiga, hak untuk mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana yang layak. Keempat, mendapatkan kunjungan tim psikolog sebanyak 2 sampai 3 kali dalam setahun. Dalam penerapan sanksi pemidaan anak dibawah umur di Lembaga pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta paling singkat selama 3 bulan dan paling lama 5 tahun penjara. Diharapkan setelah menyelasaikan proses hukuman nanti agar anak bisa menjadi lebih baik dan bisa diterima di Tengah Masyarakat dan melanjutkan Pendidikannya di luar sana.Lembaga Permasyarakatan merupakan salah satu komponen dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia yang berfungsi sebagai pembinaan terhadap narapidana. Sistem Peradilan Pidana merupakan suatu sistem penegakan hukum sebagai upaya penanggulangan kejahatan. Dalam Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dikatakan bahwa Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat untuk melaksanakan pembinaan terhadap Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan sebagai unit pelaksanaan teknis dibidang pembinaan narapidana berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM. Lembaga pemasyarakatan atau yang juga dikenal dengan sebutan penjara, adalah tempat untuk merupakan tempat yang membina dan memperlakukan narapidana agar menjadi individu yang lebih baik dan berguna di masyarakat. Hasil Penelitian ini, Pemenuhan hak terhadap anak di Lembaga Pembinaan Anak (LPKA) Kelas II Jakarta, Pertama, hak untuk tetap mendapatkan pendidikan baik secara formal maupun informal. Kedua, hak untuk mendapatkan kunjungan secara langsung dengan keluarga baik secara langsung mapun secara virtual seperti video call. Ketiga, hak untuk mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana yang layak. Keempat, mendapatkan kunjungan tim psikolog sebanyak 2 sampai 3 kali dalam setahun. Dalam penerapan sanksi pemidaan anak dibawah umur di Lembaga pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta paling singkat selama 3 bulan dan paling lama 5 tahun penjara. Diharapkan setelah menyelasaikan proses hukuman nanti agar anak bisa menjadi lebih baik dan bisa diterima di Tengah Masyarakat dan melanjutkan Pendidikannya di luar sana.
Kata Kunci : Anak, Pemenuhan Hak, Narapidana, Pembinaan
 
SH PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM KASUS PELANGGARAN LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA: PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM KASUS PELANGGARAN LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA
Indonesia adalah negara hukum, oleh karena itu negara harus mengedepankan segala bentuk sistem hukum sebagai dasar dalam menjalankan negara. Proses jalannya negara mempengaruhi beberapa aspek kehidupan, salah satunya adalah tindak pidana terhadap lingkungan hidup yang dilakukan oleh korporasi. Korporasi dapat dikatakan sebagai badan hukum maupun bukan badan hukum yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam subjek hukum. Tindak pidana yang dilakukan oleh korporasi telah mempengaruhi stabilitas lingkungan hidup yang berdampak pada masyarakat. Sebagai pelaku, korporasi harus bertanggung jawab atas segala bentuk kesalahan atas kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan yang dilakukan korporasi dapat berupa pencemaran, polusi, dan lain-lain. Sehingga hukum lingkungan berkolaborasi bersama dengan hukum pidana untuk dapat mengatasi kasus-kasus perbuatan hukum oleh badan hukum tersebut. Pertanggungjawaban korporasi telah dituangkan dalam beberapa pasal Undang-undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undangsebagai langkah pemerintah atas banyaknya kasus yang dilakukan oleh korporasi terhadap lingkungan hidup. Prinsip pertanggungjawaban korporasi sering kali menimbulkan ketidakjelasan mengenai pihak yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban pidana, apakah korporasi sebagai subjek hukum atau individu yang bertindak atas nama korporasi.Indonesia is a state of law, therefore the state must prioritize all forms of the legal system as the basis for running the country. The process of the course of the state affects several aspects of life, one of which is the violation of the environment by corporations. Korpoasi can be said to be a legal entity or not a legal entity that has equal rights and obligations in legal subjects. Violations committed by corporations have affected environmental stability which has an impact on society. As perpetrators, corporations must be held accountable for all forms of blame for environmental damage. Environmental damage by corporations can be in the form of pollution, pollution, and others. So environmental law collaborates together with criminal law to be able to overcome cases of legal acts by these legal entities. Corporate responsibility has been outlined in several articles of Law No. 32 of 2009 as a government step for the many cases by corporations against the environment. The principle of corporate liability creates ambiguity as to who will be threatened and punished, either the corporation or the person in i
Apakah Keadilan Organisasi Berperan dalam Menampilkan Perilaku Kerja Inovatif pada Karyawan Gen Z?
Innovation is important for the sustainability of the company, therefore innovative work behavior of employees is an important factor in Gen Z employees, who are known to be innovative. However, Gen Z employees often express disappointment over unfairness in the workplace, which is influenced by organizational justice. This study was conducted to see the role of organizational justice on innovative work behavior in Gen Z employees. Data were obtained from 217 employees aged 18-28 years using an online questionnaire. Based on the results of a simple linear regression analysis, organizational justice plays a positive and significant role in innovative work behavior (β = 0.36, p < .001). Organizational justice can explain 13% of the variance in innovative work behavior (R² = 0.13, p < .001). Based on the results of multiple linear regression analysis, the procedural justice dimension plays a positive and significant role in innovative work behavior (β = 0.40, p < .001). However, the dimensions of distributive justice (β = 0.08, p = .32), interpersonal justice (β = 0.07, p = .36), and informational justice (β = -0.08, p = .28) did not play a significant role in innovative work behavior. Research shows that procedural justice plays a role in encouraging innovative work behavior; therefore, companies must ensure a fair, transparent, and consistent decision-making process so that Gen Z employees exhibit innovative work behavior.Inovasi penting bagi keberlanjutan perusahaan, maka dari itu perilaku kerja inovatif karyawan menjadi faktor penting pada karyawan Gen Z yang dikenal inovatif. Akan tetapi, karyawan Gen Z sering mengungkapkan kekecewaan atas ketidakadilan di tempat kerja, yang dipengaruhi oleh keadilan organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat peran keadilan organisasi terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan Gen Z. Data diperoleh dari 217 karyawan berusia 18-28 tahun menggunakan kuesioner secara daring. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, keadilan organisasi berperan secara positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif (β = 0.36, p < .001). Keadilan organisasi dapat menjelaskan 13% varians dari perilaku kerja inovatif (R2 = 0.13, p < .001). Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, dimensi keadilan prosedural berperan secara positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif (β = 0.40, p < .001). Akan tetapi, dimensi keadilan distributif (β = 0.08, p = .32), keadilan interpersonal (β = 0.07, p = .36), dan keadilan informasi (β = -0.08, p = .28) tidak berperan secara signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Penelitian menunjukkan bahwa keadilan prosedural berperan dalam mendorong perilaku kerja inovatif, oleh karena itu perusahaan harus memastikan proses pengambilan keputusan yang adil, transparan, dan konsisten agar karyawan Gen Z memunculan perilaku kerja inovatif