Yarsi Academic Journals
Not a member yet
1729 research outputs found
Sort by
Hubungan Status Gizi Dengan Kemampuan Kognitif Pada Anak Pra Sekolah Serta Tinjauannya Menurut Islam
Status gizi adalah keadaan tubuh yang berasal dari keseimbangan antara jumlah asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh dan memiliki fungsi untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik, kesehatan, dan perkembangan kognitif. Pada anak prasekolah pemenuhan asupan gizi sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan salah satunya yaitu perkembangan kemampuan kognitif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kemampuan kognitif pada anak prasekolah di empat desa Kabupaten Pandeglang. Status gizi diukur dengan z-score berdasarkan usia anak menggunakan perangkat lunak WHO Anthroplus dan kemampuan kognitif diukur dengan 10 subtes alat ukur Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI). Partisipan pada penelitian ini berjumlah 90 anak prasekolah dengan menggunakan data antropometri untuk mengukur tinggi badan dan berat badan pengukuran menggunakan alat ukur yang tersedia di posyandu. Metode penelitian menggunakan accidental sampling dengan teknik snowball. Data analisis dengan melakukan uji korelasi spearman dengan menghubungkan tiga skala kemampuan kognitif dengan z-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan status gizi dan tiga skala kemampuan kognitif pada anak usia prasekolah verbal IQ (rs = -0.034, p>0.751), performance IQ (rs=0.149, p>0.160), dan full IQ (rs=0.044, p>0.680). Dalam tinjauan Islam, belum diketahui hubungan antara status gizi dan kemampuan kognitif pada anak prasekolah, Islam hanya menjelaskan bahwa asupan gizi yang thayyib mempunyai hubungan dengan kemampuan kognitif pada anak prasekolah. Namun, halal dengan kemampuan kognitif tidak terdapat hubungan dalam Islam
Peran Academic Self-Efficacy terhadap Strategic Planning pada Mahasiswa Peserta Pembelajaran Daring
Pandemi COVID-19 membuat banyak individu kesulitan beraktivitas seperti biasanya. Selama penyebaran virus ini, banyak negara menutup kota untuk mencegah penyebaran virus. Konsekuensinya, kegiatan pendidikan juga dilakukan secara jarak jauh. Self-Regulated Learning (SRL) menjadi solusi yang baik dalam pembelajaran daring terutama bagi mahasiswa yang sejatinya dituntut dalam kemandirian belajar. Dengan menggunakan kerangka teori SRL, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran academic self-efficacy terhadap strategic planning pada mahasiswa peserta pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental. Total partisipan penelitian ini 103 mahasiswa Jabodetabek yang mengikuti pembelajaran daring selama masa pandemi. Alat ukur yang digunakan yaitu Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) subskala learning strategies dan Academic Self-Efficacy Scale (ASE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic self-efficacy berperan positif secara signifikan terhadap strategic planning (rs= 0.715, p<.001). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa academic self-efficacy berkontribusi sebanyak 51,3% terhadap strategic planning. Terdapat 48,7% sisanya yang dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini
EcoPoly Challenge: Implementasi Permainan Edukatif dalam Mengasah Kemampuan Kognitif, Motorik, dan Sosio-Emosional Anak Prasekolah
Stimulasi yang memadai sangat penting bagi perkembangan optimal anak prasekolah, terutama dalam aspek kognitif, motorik, dan sosio-emosional. Di Kampung Bengek, keterbatasan akses terhadap pendidikan formal dan alat permainan edukatif mengakibatkan keterhambatan perkembangan anak. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak melalui implementasi permainan edukatif "EcoPoly Challenge." Program pengabdian ini melibatkan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan penerapan permainan, yang diikuti oleh 45 orang anggota PKK dan 60 orang anak prasekolah. Hasil sosialisasi menunjukkan peserta dengan pengetahuan baik meningkat dari 11,1% menjadi 62,2%, sedangkan peserta dengan pengetahuan kurang menurun dari 57,8% menjadi 15,6%. Hasil uji wilcoxon menunjukkan P < 0.005 (0.000) yang artinya perbedaan antara pre-test dan post-test adalah signifikan secara statistik. Ini berarti terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada ibu-ibu PKK setelah mengikuti sosialisasi. Implementasi permainan EcoPoly Challenge diterapkan pada 60 anak prasekolah dengan pengukuran pre-test dan post-test dalam bentuk observasi untuk menilai perubahan kemampuan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif, motorik, dan sosio-emosional diberbagai kelompok usia. Skor rata-rata pre-test meningkat menjadi skor post-test yang lebih tinggi, yaitu dari 35 menjadi 65 pada kelompok anak usia 3 tahun, dari 50 menjadi 70 pada anak usia 4 tahun, dari 55 menjadi 75 pada anak usia 5 tahun, dan dari 55 menjadi 80 pada kelompok anak usia 6 tahun. Peningkatan ini menegaskan bahwa implementasi permainan EcoPoly Challenge efektif dalam meningkatkan kemampuan perkembangan anak di lingkungan dengan keterbatasan. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif, memberikan rekomendasi bagi orang tua, pendidik, dan komunitas untuk memanfaatkan permainan edukatif dalam mendukung perkembangan anak secara optimal
GAMBARAN MENGENAI SYMPTOM DEPRESI PADA PASIEN END STAGE RENAL DISEASE (ESRD) YANG MENJALANI HEMODIALISA
Depresi sering terjadi pada pasien End Stage Renal Disease (selanjutnya akan disingkat ESRD); dimana prevalensinya mencapai 20%-44%. Bila dibandingkan dengan penyakit kronis lainnya, ESRD adalah penyakit yang paling banyak menimbulkan depresi pada penderitanya. Depresi adalah salah satu indikator tingkah laku tidak patuh pasien ESRD. Hemodialisa adalah tindakan medis yang paling banyak dipilih oleh pasien untuk mengatasi kegagalan fungsi ginjalnya. Namun, hemodialisa adalah tindakan medis yang menuntut pasien untuk dapat patuh pada rutinitas pengobatan dan sering menimbulkan depresi pada pasien. Symptom depresi umumnya muncul pada pasien, terutama di awal menjalani hemodialisa (< 6 bulan). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai symptom depresi pada pasien ESRD yang menjalani hemodialisa. Penelitian berbentuk studi kualitatif; menggunakan purpose sampling untuk pemilihan responden dan melibatkan 11 pasien ESRD (4 laki-laki dan 7 perempuan). Data dikumpulkan melalui wawancara dan juga observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan thematic analysis dimana muncul tema-tema inti yang diperoleh dari transkrip salinan hasil wawancara. Diperoleh 5 tema yang berkaitan dengan symptom depresi yaitu : munculnya negative feeling (takut, sedih dan putus asa), ide-ide untuk mengakhiri hidup, dan juga mimpi buruk. Sebagian pasien juga mengalami halusinasi yang berkaitan dengan kematian. Hasil penelitian akan membantu psikolog klinis dan tenaga medis dalam memahami dinamika psikologis pasien ESRD yang menjalani hemodialisa
Hubungan Status Gizi Terhadap Low Back Pain pada Guru di Kabupaten Bogor dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Pendahuluan:
Low Back Pain
merupakan nyeri yang terlokalisasi antara batas costae dan lipatan gluteus inferior, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok dan kurang olahraga. Indeks massa tubuh dengan kategori obesitas lebih cenderung mengalami Low Back Pain dibandingkan dengan indeks massa tubuh normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi terhadap Low Back Pain pada guru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jenis penelitian ini yaitu analitik korelasi. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu guru SDIT Putra Pakuan, SMP Putra Pakuan, SMK Putra Pakuan, SDN 1 Cijujung, dan SMPN Sukaraja yang berjumlah 92 orang. Sampel menggunakan teknik simpe random sampling. Instrumen pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner, microtoise, dan timbangan berat badan. Metode pengujian yang digunakan yaitu uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden dengan kategori Low Back Pain lebih sedikit dengan responden yang tidak memiliki Low Back Pain. Mayoritas responden berada dalam kategori obesitas. Kesimpulan: Tidak terdapat adanya hubungan yang bermakna antara status gizi terhadap Low Back Pain pada guru. Islam senantiasa mengajarkan untuk selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai macam penyakit
Hubungan Jenis Pola Asuh dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Status gizi balita adalah tanggung jawab penting yang harus dipenuhi oleh setiap orang tua. DKI Jakarta pada tahun 2020, terdapat 6.047 balita yang teridentifikasi mengalami kekurangan gizi. Salah satu faktor eksternal terhadap status tingkat gizi anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan pengetahuan ibu khususnya mengenai gizi, sikap dan perilaku. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tipe pola asuh dan status gizi balita di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan sebagai survei cross-sectional analitik. Jumlah sampel adalah 30 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik quota sampling. Data didapatkan dari kuesioner, pengukuran antropometri, dan informasi dari lingkungan Puskesmas. Hasil menunjukkan bahwa pada pola asuh demokratif diterapkan pada 19 orang (63,3%), pola asuh otoriter diterapkan pada 5 orang tua (16,6%), dan pola asuh permisif diterapkan pada 6 orang (20,0%). Kemudian, status gizi pada balita dengan kategori gizi baik yaitu 24 balita (80,0%). Sedangkan status gizi buruk yaitu 2 balita (6,7%). Terakhir, didapatkan nilai p value (0,417>0,05), sehingga mengartikan tidak terdapat hubungan dengan status gizi pada balita di wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Remaja di SMAN 3 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Masa remaja biasanya ditandai oleh perubahan fisik dan fisiologis yang mengarah pada terjadinya menstruasi pada remaja putri, yang sering kali disertai dengan dismenore. Dismenore merupakan nyeri perut akibat kontraksi uterus yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Di Indonesia, prevalensi wanita yang mengalami dismenore mencapai 64,25%, di mana 54,89% merupakan dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Penelitian menunjukkan bahwa dismenore menyebabkan sekitar 60%-93% siswi sekolah mengalami keluhan nyeri yang berdampak pada ketidakhadiran di sekolah. Salah satu faktor yang memperparah dismenore adalah stres. Stres pada remaja sering dipicu oleh tekanan akademik, hubungan sosial, dan tuntutan lingkungan. Islam memberikan panduan hidup melalui Al-Qur'an dan Sunnah yang dapat membantu individu mengelola stres, mencapai ketenangan hati, serta meraih kebahagiaan dan kesejahteraan batin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survei analitik dan rancangan cross-sectional terhadap 95 siswa kelas X di SMA Negeri 3 Jakarta. Penilaian tingkat stres menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale, sementara penilaian dismenore menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri mengalami tingkat stres kategori sedang (67,4%), sedangkan kategori ringan hanya 5,3%. Sebanyak 56,8% remaja mengalami dismenore dengan nyeri sedang, sementara minoritas 1,1% mengalami nyeri berat yang tidak terkontrol. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian dismenore
The Relationship between Health Information Scanning through Social Media and Health Behavior with Moderating Effects of Perceived Susceptibility towards Cardiovascular Disease
Cardiovascular disease is one of the most urgent health concerns in Indonesia. Since this disease is heavily influenced by a person’s lifestyle, it is of the utmost importance to promote health behavior in those who are at risk. One area of interest in health promotion is the usage of social media to disseminate health information and increase health behavior. The purpose of this research is to study the relationship between health information scanning through social media and health behavior, as well as the moderation effects of perceived susceptibility towards cardiovascular disease. This research is aimed towards students enrolled in a university in Depok who are in the emerging adulthood phase (18-25 years old) and have a family history of cardiovascular disease. This study utilizes three instruments which measure health behavior, perceived susceptibility towards cardiovascular disease, and health information scanning through social media respectively. The total number of participants for this study was 205 university students who met the required criteria. All of the data in this study were collected online. The results of this study indicate that health information scanning has a positive and insignificant impact on healthy behavior (r = 0.082, p> 0.05). Aside from that, this study also found that the moderating effect of perceived susceptibility towards cardiovascular disease on the relationship between health information scanning through social media and healthy behavior was positive and not significant (b = 0.1003, t = 1.0927, p> 0.05). Even so, these findings imply that social media has the potential to become a powerful tool to disseminate health information. The way in which this information needs to be conveyed in order to produce significant outcomes requires further research
Terapi dengan Pendekatan Cognitive-Behavioral dalam Penanganan Nyeri pada Pasien Nyeri Punggung Bawah (NPB) Kronik
Metoda penanganan nyeri pada pasien Nyeri Punggung Bawah (NPB) kronik yang selama ini dilakukan di rumah sakit di Bandung umumnya hanya berfokus pada pemberian obat dan terapi fisik atau fisioterapi. Sementara, nyeri merupakan persepsi subjektif yang selain dipengaruhi komposisi genetik seseorang, juga berkaitan dengan learning history sebelumnya, penilaian idiosyncratic, ekspektasi-ekspektasi, keadaan mood saat ini, dan lingkungan sosiokultural seseorang (Turk & Monarch dalam Turk & Gatchel, 2002). Penanganan nyeri diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada aspek fisiologis, tetapi perlu juga penanganan aspek psikologis pasien. Salah satu bentuk treatment yang cukup diterima dalam penanganan nyeri adalah intervensi yang menggunakan pendekatan cognitive-behavioral. Makalah ini akan memaparkan terapi dengan pendekatan cognitive-behavioral yang dapat digunakan dalam penanganan pasien NPB kronik. Adapun terapi tersebut sebelumnya telah diuji coba melalui penelitian yang dilakukan penulis yang berjudul “Penerapan Terapi dengan Pendekatan Cognitive-Behavioral dalam menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien NPB Kronik (Suatu Studi Kasus pada Pasien NPB Kronik di Rumah Sakit “X” Bandung)” (Cakrangadinata, 2011). Pada penelitian tersebut digunakan McGill Pain Questionnaire (MPQ) oleh Melzack (1975) untuk mengukur nyeri yang dialami oleh kedua partisipan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kedua partisipan menunjukkan penurunan intensitas nyeri setelah diberikan terapi. Terapi yang digunakan merupakan hasil modifikasi modul terapi cognitive-behavioral dari J.D. Otis (2007). Adapun sesi-sesi terapi yang diberikan adalah pre-treatment (penjelasan mengenai gambaran umum dari terapi), psychoeducational (mempelajari dampak dari nyeri, aspek psikologis yang berperan dalam proses terjadinya nyeri, dan keterkaitan antara pikiran, perasaan, dan aktivitas yang mempengaruhi pengalaman nyeri), relaxation training (mempelajari progressive muscle relaxation dan diaphragmatic breathing), pengenalan terhadap konsep automatic thought dan ABC (mempelajari pikiran-pikiran otomatis yang segera muncul ketika menghadapi situasi tertentu, dan mengenalinya dalam kehidupan sehari-hari dengan berlatih membuat model ABC) , cognitive restructuring (mempelajari bagaimana cara untuk mengenali cognitive errors dan mengubah pikiran-pikiran negatif yang tidak menolong berkaitan dengan nyeri, menjadi pikiran-pikiran yang lebih positif) , time-based activity pacing (mempelajari bagaimana untuk menjadi lebih aktif tanpa berlebihan), review terapi dan flare-up planning (mengulas kembali materi-materi yang telah diberikan, dan mempelajari hal-hal yang harus dilakukan ketika nyeri kambuh) , dan pemberian pekerjaan rumah di setiap akhir sesi
Pengukuran Nyeri : Sebuah Studi Literatur
Nyeri merupakan sensasi subyektif yang dirasakan oleh individu. Pengukuran nyeri merupakan aspek penting yang memengaruhi pengelolaan nyeri selanjutnya. Terdapat sejumlah tantangan yang harus „dijawab‟ oleh para ilmuwan dan praktisi nyeri terkait pengembangan alat ukur nyeri yang valid dan reliable. Teknik pelaporan diri, observasi perilaku, dan pengukuran fisiologis merupakan teknik pengukuran nyeri yang paling umum digunakan. Alat ukur nyeri yang mulanya bersifat unidimensi pun telah berkembang menjadi alat ukur yang multidimensi