Yarsi Academic Journals
Not a member yet
1729 research outputs found
Sort by
Status Kesehatan Dan Proteksi Diri Ditinjau Dari Strategi Mengatasi Rasa Sakit Dan Pusat Kendali Pada Remaja
Problem kesehatan remaja di sekolah banyak di jumpai tetapi kurang memperoleh perhatian. Usaha prevensi dan promosi kesehatan di kalangan anak dan remaja merupakan issu penting untuk peningkatan kesejahteraan mereka di masa sekarang dan di masa depannya. Status kesehatan mereka pada dasarnya berkaitan dengan perilakunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lokus kendali dan strategi mengatasi rasa sakit terhadap proteksi diri dan status kesehatan. Penelitian melibatkan 150 siswa SMP usia antara 12-16 tahun (M=14.52, SD=2.65) terdiri dari 75 siswa laki-laki dan 75 siswa perempuan. Sebagian besar adalah dari keluarga kelas social menengah. Data dikumpulkan dengan skala Locus of Control Scale, Body Investment Scale, Pain Respon Invertory, dan Daftar Cek Masalah. Analisa data menggunakan analisis korelasi dan regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan lokus kendali individu mempengaruhi strategi dalam mengatasi rasa sakit (F=0.922, p<0.01), tetapi tidak mempengaruhi proteksi diri dan status kesehatan. Strategi mengatasi rasa sakit mempengaruhi proteksi diri (F=7.785, p<0.01) dan status kesehatan (F=4.888, p<0.05), dan proteksi diri mempengaruhi status kesehatan (F=6.681, p<0.05). Berdasarkan hasil analisis ini direkomendasikan agar dalam meningkatkan status kesehatan remaja perlu dapat dilakukan melalui kemampuan remaja dalam melakukan proteksi diri, pembinaan dalam strategi mengatasi rasa sakit, dan lokus kendali. Implikasi hasil penelitian ini terhadap penyelenggaraan konseling kesehatan, intervensi promosi dan prevensi kesehatan untuk remaja di sekolah
Faktor-faktor Psikososiospiritual sebagai Prediktor terhadap Psychological Well-being Pasien Stroke
Whether individuals take steps to cope with the adversities they face after suffered from stroke may depend on their psychological well-being. However, little is known about the determinants of psychological well-being in these patients. This study is to identify the relations of psychosocial spiritual factors with psychological well-being among patients with stroke. For this purpose, quantitative method were used to examined the relationship between social support, meaning of life, religiosity and psychological well-being among stroke patients in Jakarta. The quantitative sample of the study consisted of 32 patients of Cipto Mangunkusumo Hospital. Data collection instruments used in the quantitative study included, a demographic data form, psychological well-being scale, social support scale, religiosity scale, and PIL Test. The analysis of data included assessments of normality, reliability, correlations, and regression analyses. The results showed generally all participants have high level of religiosity, perceived social support, and meaning of life. The analysis also revealed that Meaning of Life, Social Support, and Religiosity have contributed 43% of variance in totality. The results have shown the commonness of three variables viz., social support, meaning of life and religiosity in predicting the psychological well-being. These findings are discussed with reference to methodological issues, implications, and possible further research
Efektifitas Terapi Emotional Freedom Technique (EFT) Dalam Menurunkan Skor Kecemasan, Depresi, Insomnia, dan Ketakutan Pada Orang Yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Pontianak
Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai aspek, termasuk kesehatan mental khususnya pada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Gangguan kesehatan mental yang muncul diantaranya kecemasan, depresi, ketakutan dan insomnia. Emotional Freedom Technique (EFT) terbukti dapat mengatasi gangguan kesehatan mental pada pasien yang menderita penyakit tertentu. Namun belum pernah diterapkan pada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi EFT dalam menurunkan skor kecemasan, depresi, insomnia, dan ketakutan pada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Penelitian ini menggunakan quasy experimental design dengan rancangan one group pretest and posttest design tanpa kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 22 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan melakukan isolasi di Unit Pelatihan Kesehatan (UPELKES) yang disediakan oleh pemerintah Kota Pontianak selama bulan Juni 2021. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat (uji t berpasangan dengan CI 95%). Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan skor kecemasan, depresi, dan ketakutan pada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 antara sebelum dan setelah dilakukan intervensi terapi EFT (p-value < 0.05). sedangkan skor insomnia tidak mengalami penurunan signifikan, namun menunjukkan tren penurunan (p value > 0.05). Terapi EFT terbukti efektif menurunkan skor kecemasan, depresi, dan ketakutan pada orang yang terkonfirmasi positif sehingga dapat digunakan sebagai terapi alternatif dalam mengatasi gangguan kesehatan mental sebagai upaya mempercepat kesembuhan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19
STUDI KASUS PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWI DI UNIVERSITAS X BANDUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswi di Universitas X Bandung. Pengukuran dilakukan menggunakan teori Health Belief Model (HBM). Terdapat empat faktor utama yang menentukan perilaku seseorang dalam berperilaku sehat, yaitu perceived of susceptibility, perceived of severity, benefits and barriers, dan cues to action. Data berbentuk kualitatifyang digunakan untuk menggambarkan faktor paling berpengaruh dalam perilaku merokok tiap subjek. Pengolahan data dilakukan melalui proses coding menggunakan metode elemental, dengan jenis pengkodean proses. Subjek terdiri dari empat orang mahasiswi yang terbagi ke dalam dua kelompok taraf pendidikan berbeda, yakni dua orang mahasiswi S1 dan dua orang mahasiswi S2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, faktor yang paling besar mempengaruhi perilaku merokok pada keempat subjek adalah cues to action. Dalam konteks penelitian ini perilaku merokok dilakukan akibat adanya penguatan dari lingkungan, yaitu teman pergaulan. Dalam persepsi subjek, teman pergaulan memiliki peran yang dapat memberikan kehangatan dalam hubungan sosial
KECEMASAN AKAN KESEHATAN DAN KELUHAN FISIK PADA MAHASISWA DI JAKARTA
Pada usia peralihan menuju dewasa, yaitu 19-26 tahun, individu mencapai puncak kekuatan fisiknya (Santrock, 2011). Di usia ini individuumumnya mengambil jenjang pendidikan tinggi atau kuliah. Pada masa peralihan individu mulai mengetahui pentingnya kesehatan dan mengenal bagaimana mencegah penyakit. Menurut Taylor & Asmundson (2004), sebagian besar orang merasa cemas dengan kesehatan dirinya. Begitu pula halnya dengan para mahasiswa. Melalui penelitian ini dapat diketahui bagaimana gambaran kecemasan akan kesehatan serta hubungannya dengan keluhan-keluhan fisik yang secara subyektif dialami oleh mahasiswa di Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 250 orang berusia antara 17-24 tahun (M=19.4, SD=1.27). Partisipan berasal dari berbagai jurusan di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Analisis penelitian menggunakan pearson product moment correlation. Peneliti menggunakan inventori kecemasan akan kesehatan (SHAI) dari Salkovskis, Rimes, & Warwick (2002), kuesioner simptom somatik (PHQ-15) dari Kroenke, Spitzer, & William (2002), dan inventori kecemasan (STAI) dari Spielberger (1983). Hasil dari penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara kecemasan akan kesehatan dan keluhan fisik. Dengan demikian, semakin tinggi kecemasan akan kesehatan, maka semakin banyak pula keluhan fisik yang muncul. Selain itu, didapat pula hubungan yang signifikan antara state-trait anxiety dan kecemasan akan kesehatan. Individu yang pada dasarnya adalah pencemas, maka individu tersebut juga memiliki perasaan cemas terhadap kesehatannya
PERAN MEDITASI MINDFULNESS TERHADAP PEMAKNAAN KEBAHAGIAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran meditasi mindfulness terhadap pemaknaan kebahagiaan. Penelitian-penelitian sebelumnya telah mampu menjelaskan hubungan antara meditasi mindfulness dan kebahagiaan, tetapi belum dapat menjelaskan proses yang terjadi di dalamnya. Maka dari itu, selain dapat memperkaya literatur tentang mindfulness dan kebahagiaan, hasil dari penelitian ini dapat menawarkan salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan seseorang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis interpretatif fenomenologis. Penelitian ini melibatkan tiga orang narasumber. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur. Proses validasi yang dilalui adalah validasi komunikatif, di mana data dapat dipakai jika narasumber merasa data yang didapat peneliti mampu menggambarkan pengalaman narasumber dan validasi argumentatif, di mana hasil penelitian dapat dibuktikan dengan melihat data mentah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek meditasi mindfulness yang dijalani dapat menggeser pemaknaan kebahagiaan, yang dahulu berorientasi pada mengejar dan mempertahankan sesuatu menjadi penerimaan pada realitas saat ini, sebagaimana adanya. Perubahan tersebut dapat terjadi karena melaui meditasi mindfulness, para meditator belajar untuk tidak melekatkan pada pikiran melalui pengamatan terhadap pikiran yang terus mengalir, memfokuskan perhatian pada kualitas napas, serta menerima diri dan momen saat ini seutuhnya
INTERVENSI KRISIS BERBASIS KOMUNITAS PADA KORBAN BENCANA LETUSAN GUNUNG KELUD: (Studi Kasus Komunitas Relawan Universitas Islam Negeri Maliki Malang)
Indonesia terletak pada jajaran ring of fire (negeri cincin api). Pada tahun 2014, BNPB merilis 19 gunung yang levelnya naik menjadi waspada. Satu diantaranya telah menunjukkan kekuatan terpendamnya yang terakhir aktif pada tahun 2007, yaitu Gunung Kelud. Salah satu gunung yang memiliki riwayat letusan terdahsyat di Indonesia. Lebih dari 56.089 jiwa mengungsi akibat letusan pada tanggal 14 Februari 2014 silam. Situasi tanggap darurat bencana membuat banyak orang terpanggil untuk membantu dari segi moriil maupun materil. Begitupula yang dilakukan oleh tim relawan UIN Maliki menggunakan Program Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Penelitian ini mengupas intervensi krisis yang dilakukan oleh komunitas relawan UIN Maliki Malang. Lewat paradigma kualitatif dengan pendekatan case study, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara dan focus group discussion (FGD) terhadap beberapa relawan yang terlibat langsung dalam penanggulangan bencana letusan Kelud. Para relawan tersebut diterjunkan di kota Kediri (8 Km) dan kota Batu (15 Km) dari letusan Gunung Kelud. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa langkah-langkah intervensi yang dilakukan oleh komunitas relawan berupa need fulfillment, play therapy dan expressive telling mampu membantu meringankan penderitaan korban Kelud. Langkah-langkah tersebut dilakukan dalam setting komunitas yang berwujud pada kegiatan yang berfokus pada anak, focus trauma healing dan need fulfillment korban bencana letusan Gunung Kelud serta langkah-langkah penyelamatan para korban secara primer
Laporan Kasus : Gejala Psikotik pada Pasien dengan Riwayat Epilepsi disertai Komorbid Penyalahgunaan Obat-Obatan dengan Ciri Kepribadian Antisosial
Gejala psikotik adalah tanda yang menunjukkan gangguan dalam pemikiran, persepsi, atau perilaku seseorang. Gejala psikotik dapat muncul dalam berbagai kondisi mental, termasuk halusinasi organik. Pada kasus Tn. K, laki-laki 20 tahun, datang dibawa oleh keluarga dengan keluhan utama yaitu pasien merasa terganggu dengan bisikan-bisikan di telinganya serta. Menurut keluarga, pasien menunjukan sikap-sikap yang tidak biasa seperti bicara sendiri, perilaku kadang-kadang aneh seperti sifat kekanak-kanakan, sulit tidur, emosi tanpa sebab, memarahi setiap orang yang berinteraksi dengannya, selalu curiga dengan lingkungan sekitar dan selalu keluar rumah bahkan ketika malam hari. Keluarga pasien mengaku bahwa pasien memiliki riwayat penyalahgunaan obat-obatan tramadol dan hexymer sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga memiliki riwayat epilepsi sejak usia 10 bulan sampai sekarang, kejang terakhir 1 hari SMRS. Pasien juga menunjukkan halusinasi auditorik dan waham rujukan. Diagnosis adalah Halusinosis Organik dengan GAF 40-31. Kasus ini menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat epilepsi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan psikotik. Temuan dalam laporan kasus ini juga sejalan dengan penelitian-penelitian yang ada mengenai dampak penyalahgunaan zat seperti Trihexyphenidyl dan tramadol terhadap perkembangan gejala psikotik. Pada pasien ini juga menunjukkan ciri kepribadian antisosial yang dimana belum memenuhi kriteria diagnostik untuk gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Tatalaksana psikotik akibat kondisi medis umum utama adalah mengobati kondisi medis umum yang menyebabkan psikotiknya tersebut melalui pemberian psikofarmaka dan psikoterapi yang tepat. Prognosis bergantung pada reversibilitas dari penyakit yang mendasarinya dan kemampuan otak untuk menahan pengaruh penyakit dasarnya
Pengaruh Konsumsi Kopi Hitam terhadap Tingkat Konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Dan 2023
Latar Belakang : Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi di kalangan mahasiswa. Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan kewaspadaan, energi, dan fokus sehingga dapat mempengaruhi konsentrasi mahasiswa. Efek negatifnya yaitu dapat menimbulkan kecemasan dan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi kopi hitam terhadap tingkat konsentrasi mahasiswa fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendeketan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 340 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik quota sampling. Metode analisis yang digunakan adalah uji Chi Square (X2) menggunakan SPSS versi 29. Hasil : Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan 2023 (n=340) menjadi responden dalam penelitian ini. Didapatkan sebanyak 47,6% (n=162) responden yang medominasi mengkonsumsi jenis kopi hitam tanpa gula dengan frekuensi dan jumlah yang didominasikan 77,6% (n=264) responden mengkonsumsi kopi 1-2 gelas sehari, waktu konsumsi yang didominasikan pagi/siang/malam saja sebanyak 42,6% (n=144) dan didapatkan hasil yang mendominasi bahwa sebanyak 62,1% (n=211) responden memiliki konsentrasi yang cukup. Dari uji Chi Square (X2) diperoleh nilai pengaruh antara jenis,frekuensi,jumlah, dan waktu dengan tingkat konsentrasi secara berturut-turut : 0.014; <0,001; <0,001; <0,001; dan <0,001 (p-value <0,05). Simpulan : Terdapat pengaruh konsumsi kopi hitam terhadap tingkat konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan 2023 namun tidak berpengaruh terhadap hasil Indeks Prestasi Kumulatif
Implementasi Metode Tafsir Maudhu’i dalam Prinsip Pola Makan Sehat dan Gizi Seimbang
It is extremely hoped that the Qur'an can be the main solution in answering all issues throughout the ages. To fulfill these expectations requires the formulation of new thoughts regarding the methods used in interpreting the Koran, which are currently believed to be the best solution for every new issue or problem. This new method is now known as the maudhu'i tafsir method or thematic tafsir. This research aims to see to what extent the verses of the Al-Qur'an using the Maudhu'i interpretation approach talk about healthy eating patterns and the nutritional content of food that humans need in accordance with the perspective of health science. Humans need various types of nutrition to maintain their health and immune system. The source of nutritional intake is generally obtained through food. The method used in this research is qualitative research using a Maudhu'i interpretation approach strengthened by other literature studies such as books, journals, encyclopedias, documents, and so on. The results of the research show that there are several verses in the Al-Qur'an which, when viewed from a health science approach, are connected to healthy eating patterns and fulfilling human nutritional needs ranging from carbohydrates, protein, minerals, and other