Yarsi Academic Journals
Not a member yet
    1729 research outputs found

    Dari Block Grant ke Specific Grant: Konsekuensi Tata Kelola PMK 212 dalam Perencanaan Anggaran Daerah

    No full text
    This study examines the implementation and impact of Ministry of Finance Regulation No. 212/PMK.07/2022 on the 2023 Regional Budget (APBD) formulation in Madiun City. The regulation restructures the General Allocation Fund (DAU) from a block grant to a conditional grant with specific allocations for education, health, infrastructure, PPPK salaries, and urban village funding. This change disrupted the original APBD draft, prepared in January 2022, and required revisions to comply with the new rules. Previously, the DAU was a flexible block grant, budgeted based on the previous year. PMK 212 replaced the earlier regulation that only addressed suspension and reduction of transfer funds, introducing stricter use guidelines. The study employs a qualitative descriptive method through interviews with BKAD officials and analysis of financial documents. Findings show that the regulation reduced budget flexibility, increased administrative burdens, and limited local fiscal autonomy, but improved transparency, accountability, and alignment with national priorities. BKAD responded by issuing internal guidelines and restructuring planning processes. The study concludes that while PMK 212 strengthens fiscal discipline, it diminishes responsiveness to local needs. The managerial implication is the need for improved technical coordination and adaptive planning to address conditional funding constraints in future budgets.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan dan dampak Peraturan Menteri Keuangan Nomor 212/PMK.07/2022 terhadap penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023 di Kota Madiun. Regulasi ini mengubah struktur Dana Alokasi Umum (DAU) dari block grant menjadi specific grant yang wajib dialokasikan untuk sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penggajian PPPK, dan pendanaan kelurahan. Perubahan tersebut menyebabkan APBD awal harus direvisi untuk menyesuaikan dengan ketentuan regulasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dengan pejabat BKAD dan analisis dokumen keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PMK 212 mengurangi fleksibilitas anggaran, meningkatkan beban administratif, dan membatasi otonomi fiskal daerah. Namun, regulasi ini juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan keselarasan dengan target pembangunan nasional. BKAD merespons dengan menyusun pedoman internal dan menyesuaikan proses perencanaan. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun regulasi meningkatkan disiplin fiskal, ia mengurangi kemampuan daerah dalam menjawab kebutuhan lokal secara responsif. Implikasi manajerialnya adalah bahwa pemerintah daerah perlu meningkatkan koordinasi teknis dan menerapkan strategi perencanaan adaptif untuk menghadapi kerangka pendanaan yang bersifat kondisional di masa mendatang

    Literature Review: of The Effect of Plant Extracts That Contain Alkaloids on The Histopathology of Diabetic Rat Kidneys

    Get PDF
    Introduction: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas cannot produce enough insulin or the body cannot use the insulin made effectively. Antidiabetic drugs usually have side effects such as nausea and anorexia. Therefore, alternative medicines such as herbal medicines are needed. Plants have phytochemical compounds and secondary metabolites such as phenols, alkaloids, steroids, glycosides, flavonoids and certain pigments. Alkaloids are secondary metabolite compounds in many plant and animal tissues and have the most nitrogen atoms. This study aims to determine the research results on the effects of giving herbal plant extracts on the histopathological picture of the kidneys of diabetes mellitus rats. Methods: This study uses the Literature Review method with a narrative literature review type. Data collection techniques in this study were carried out by searching for data through the database on Google Scholar. Four journals were obtained as research sources based on the exclusion and inclusion criteria. Results: Plants that contain alkaloids are effective in improving kidney conditions. Alkaloids are antioxidant compounds that can provide nephron cell protection and kidney repair in glomerular endothelial cells, increasing the glomerular filtration rate (GFR). Increased GFR will reduce creatinine and uranium levels in the blood. Conclusion: Plant extracts that contain alkaloids can repair kidney damage in diabetes mellitus rats. According to the Islamic view, alkaloids can improve the condition of damaged kidneys, so it is allowed to consume because plants have many benefits that are very useful for human health that can be used as natural medicines

    Hubungan Usia dan Jenis Kelamin pada DM Tipe 2 dengan Kejadian Retinopati Diabetik di Rumah Sakit Puri Cinere pada Tahun 2022-2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Get PDF
    Retinopati Diabetik merupakan suatu komplikasi mikrovaskular yang disebabkan oleh hiperglikemia pada penderita diabetus melitus serta menjadi penyebab utama dari kebutaan. Retinopati diabetik terbagi menjadi tiga, yaitu NPDR, PDR, dan DME. Retinopati diabetik banyak ditemukan pada usia produktif antara 20-64 tahun. Perempuan memiliki prevalensi retinopati diabetik yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan riwayat usia diatas 60 tahun, serta status ekonomi yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin pada DM tipe 2 dengan kejadian retinopati diabetik di RS Puri Cinere pada tahun 2022-2023 dan tinjauannya menurut pandangan islam. Hasil penelitian ini menunjukkan penderita retinopati diabetik sebanyak 22 orang dengan distribusi NPDR sebanyak 6 orang (27%), penderita PDR sebanyak 12 orang (55%), dan penderita DME sebanyak 4 orang (18%).  Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan kejadian DR, namun penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian DR. Dalam prespektif islam, umat muslim dilarang berlebihan termasuk pola makan, serta menganjurkan untuk berpuasa. Penderita retinopati diabetik hendaknya menjaga kesehatan mata dan menerapkan pola hidup sehat.                         &nbsp

    Hubungan Antara Tingkat Religiusitas dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang

    Get PDF
    Latar Belakang: Penyesuaian diri merupakan proses yang mencakup respon perilaku dan mental seseorang, yang dapat mengatasi suatu ketegangan, permasalahan serta putus harapan yang ada pada dirinya. Penyesuaian diri menjadi permasalahan umum yang ditemui pada mahasiswa baru dan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya religiusitas. Religiusitas adalah sebuah keyakinan dan pengalaman seseorang mengenai agama yang dipeluknya. Religiusitas dianggap formal dan institusional karena menunjukkan komitmen terhadap keyakinan dan praktik agama tertentu. Penyesuaian diri meliputi penyesuaian akademik, sosial, personal-emosional, dan kelekatan institusional. Tujuan: untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat religiusitas dengan penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UNIMUS. Metodologi: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari religiusitas dan penyesuaian diri. Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 141 responden di Fakultas Kedokteran UNIMUS. Analisis data menggunakan uji rank spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Terdapat korelasi positif antara religiusitas dengan penyesuaian diri dengan nilai koefisien korelasi 0,504 dan nilai p-value 0,000. Pembahasan: Korteks prefrontal berperan sebagai aktivitas volunter, pengambilan keputusan, kreativitas dan sifat kepribadian, sedangkan emosi seseorang diperankan oleh sistem limbik. Aktivitas sistem limbik diatur oleh hypothalamus. Hipotalamus memberikan efek sistemik melalui saraf simpatis dan hormonal. Amigdala berperan sebagai "jendela" sistem limbik dengan dunia luar. Religiusitas melatih prefrontal bagaimana mengontrol emosi seseorang. Kesimpulan: Ada hubungan searah yang signifikan antara tingkat religiusitas dengan penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UNIMUS.Latar Belakang: Penyesuaian diri merupakan proses yang mencakup respon perilaku dan mental seseorang, yang dapat mengatasi suatu ketegangan, permasalahan serta putus asa yang ada pada dirinya. Penyesuaian diri menjadi permasalahan umum yang ditemui pada mahasiswa baru dan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya religiusitas. Religiusitas adalah sebuah keyakinan dan pengalaman seseorang mengenai agama yang dipeluknya. Religiusitas dianggap formal dan institusional karena menunjukkan komitmen terhadap keyakinan dan praktik agama tertentu. Penyesuaian diri meliputi penyesuaian akademik, sosial, personal-emosional, dan kelekatan institusional. Tujuan: untuk mengetahui apakah terdapathubungan antara tingkat religiusitas dengan penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UNIMUS. Metodologi: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari religiusitas dan penyesuaian diri. Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 141 responden di Fakultas Kedokteran UNIMUS. Analisis data menggunakan uji rank spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Hubungan religiusitas dengan penyesuaian diri dengan nilai koefisien korelasi 0,504 dan nilai p-value 0,000. Pembahasan: Korteks prafrontal berperan sebagai aktifitas volunter, pengambilan keputusan, kreatifitas dan sifat kepribadian, sedangkan emosi seseorang diperankan oleh sistem limbik. Aktivitas sistem limbik diatur oleh hipotalamus. Hipotalamus memberikan efek sistemik melalui saraf simpatis dan hormonal. Amygdala berperan sebagai "jendela" sistem limbik dengan dunia luar. Religiusitas melatih prefrontal bagaimana mengontrol emosi seseorang. Kesimpulan: Ada hubungan searah yang signifikan antara tingkat religiusitas dengan penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UNIMUS

    PENGAKUAN DAN PELINDUNGAN SUKU AWYU DAN MOI MENURUT PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON CIVIL AND POLITICAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengakuan dan pelindungan masyarakat adat, khususnya suku Awyu dan suku Moi dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan pendekatan terhadap peraturan perundang-undangan dan analisis terhadap literatur hukum nasional dan internasional. Permasalahan yang akan penulis bahas adalah: Bagaimana pelindungan masyarakat adat suku Awyu dan Moi berdasarkan International Covenant on Civil and Political Rights? dan bagaimana keselarasan pelindungan hukum masyarakat adat di Indonesia dengan hukum internasional? Kemudian hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan formal terhadap hak-hak masyarakat adat masih terdapat beberapa penyelewangan dalam implementasinya meskipun terdapat regulasi yang mengaturnya, seperti lemahnya pengawasan, tumpang tindih regulasi, dan kurang dilibatkannya masyarakat setempat dalam berbagai pengambilan keputusan. Diperlukan harmonisasi terhadap regulasi, peningkatan pengawasan, dan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat adat untuk memastikan pelindungan terhadap hak-hak masyarakat adat agar dapat berjalan sebagaimana mestinya

    Pertemanan dan Stres: Mengurai Dampaknya pada Ide Bunuh Diri Mahasiswa

    Get PDF
    The prevalence of suicide among students has increased year by year. Various factors, including the quality of friendships and stress levels, influenced this condition. The study aims to determine the role of stress levels in mediating the influence of friendship quality on suicidal ideation. The approach used a correlational quantitative design. The research respondents were active students aged between 18 and 25 years, were currently abroad, had close friends, and had ever thought about committing suicide, totalling 174 people obtained through purposive sampling techniques. The measuring instruments used were an adaptation of the McGrill Friendship Questionnaire-Friend's Function (MFQ-FF), Beck Scale for Suicide Ideation (BSS), and Perceived Stress Scale-10 items (PSS-10). Data analysis used Mediated Regression Analysis (MRA). The results showed that there was no influence of friendship quality on suicidal ideation, which was mediated by stress level. Additionally, it is also known that the quality of friends has a negative influence on stress levels. This means that stress levels are not mediators and do not influence suicidal ideation. The quality of friendship also does not influence suicidal ideation. However, good-quality friendships can help reduce stress levels.Prevalensi bunuh diri pada mahasiswa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kualitas pertemanan dan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tingkat stres dalam memediasi pengaruh kualitas pertemanan terhadap ide bunuh diri. Pendekatan yang digunakan adalah desain kuantitatif korelasional. Responden penelitian merupakan mahasiswa aktif yang berusia antara 18-25 tahun, mahasiswa rantau, memiliki sahabat atau teman dekat, serta pernah berpikir untuk bunuh diri berjumlah 174 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu adaptasi skala McGrill Friendship Questionnaire-Friend’s Function (MFQ-FF), Beck Scale for Suicide Ideation (BSS), dan Perceived Stress Scale-10 item (PSS-10). Analisis data menggunakan Mediated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh, baik secara langsung (tanpa mediasi dari tingkat stres) maupun tidak langsung (dengan dimediasi tingkat stres) antara kualitas pertemanan terhadap ide bunuh diri. Kemudian, diketahui juga bahwa kualitas perteman mempengaruhi tingkat stres dengan arah hubungan negatif. Artinya, tingkat stres bukan mediator dan tidak mempengaruhi ide bunuh diri. Kualitas pertemanan juga tidak mempengaruhi ide bunuh diri. Namun, kualitas pertemanan yang baik akan menurunkan tingkat stress

    Gen Z Marriage: Loneliness as a Moderator of Partner Phubbing and Marital Satisfaction

    Get PDF
    Generation Z, known as digital natives, is highly familiar with technology and social media, which can influence various aspects of life, including marital satisfaction. This study aimed to explore the role of loneliness as a moderator in the relationship between partner phubbing and marital satisfaction in Generation Z. A correlational quantitative approach with a cross-sectional design was employed in this research. The study involved 204 Generation Z participants aged 20-29 who had been married for 1-7 years. The research instruments included a partner phubbing scale, a marital satisfaction scale, and a loneliness scale. Data analysis was conducted using the moderation mediation module in Jamovi. The results indicated that both partner phubbing and loneliness were negatively related to marital satisfaction (Z = -2.633, p < .001; Z = -3.843, p < .001). This suggests that higher levels of phubbing experienced by partners are associated with lower reported marital satisfaction. Furthermore, greater loneliness was found to be linked to lower marital satisfaction in Generation Z. However, no moderating effect of loneliness was found in the relationship between partner phubbing and marital satisfaction (Z = 0.794, p = .427). This indicates that the impact of phubbing on marital satisfaction remains consistent for individuals with both low and high levels of loneliness. This study offers valuable insights for Generation Z couples on the impact of technology use on marital relationships, highlighting the importance of considering loneliness in maintaining relationship quality. Education on the mindful use of technology is crucial for achieving marital satisfaction among Generation Z.Generasi Z merupakan generasi digital natives yang sangat terbiasa dengan teknologi dan media sosial, yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk kepuasan perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kesepian sebagai moderator dalam hubungan antara partner phubbing dan kepuasan perkawinan pada Generasi Z. Pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Partisipan yang terlibat yaitu 204 Generasi Z dengan usia 20-29 tahun yang telah menikah selama 1-7 tahun. Instrumen penelitian meliputi skala partner phubbing, skala kepuasan perkawinan, dan skala kesepian. Analisis data dengan modul mediasi moderasi dari Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partner phubbing dan kesepian berkaitan negatif terhadap kepuasan perkawinan (Z = -2.633, p = 0.008; Z = -3.843, p < 0.001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat phubbing yang dialami oleh pasangan, semakin rendah tingkat kepuasan perkawinan yang dilaporkan. Selain itu, semakin tinggi kesepian maka akan semakin rendah kepuasan perkawinan pada Generasi Z. Akan tetapi, tidak ditemukan efek moderasi kesepian dalam hubungan antara partner phubbing dan kepuasan perkawinan (Z = 0.794, p = 0.427). Hal ini mengindikasikan bahwa dampak phubbing terhadap kepuasan perkawinan tetap konsisten, baik pada individu dengan tingkat kesepian rendah maupun tinggi. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pasangan dari Generasi Z mengenai dampak penggunaan teknologi terhadap hubungan perkawinan serta pentingnya memperhatikan faktor kesepian dalam menjaga kualitas hubungan. Pendidikan mengenai penggunaan teknologi secara bijak perlu untuk dilakukan agar kepuasan perkawinan dapat tercapai pada generasi Z

    Dampak Kepemimpinan Transformasional, Knowledge Management, dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai Perpustakaan Nasional.

    Get PDF
    Penurunan kinerja pegawai dapat menyebabkan turunnya kepuasan kerja, yang dipengaruhi oleh kurang optimalnya kepemimpinan transformasional, knowledge management, dan motivasi berprestasi di Perpustakaan Nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional, knowledge management, dan motivasi berprestasi terhadap kinerja pegawai, dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Subjek penelitian adalah 281 pegawai Perpustakaan Nasional RI, menggunakan desain penelitian kausal dengan metode kuantitatif dan analisis SEM melalui software PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, knowledge management, dan motivasi berprestasi secara signifikan memengaruhi kinerja dan kepuasan kerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja memiliki peran mediasi dalam hubungan antara kepemimpinan transformasional, knowledge management, dan motivasi berprestasi terhadap kinerja pegawai. Hal ini menegaskan pentingnya meningkatkan kepemimpinan transformasional, pengelolaan pengetahuan, dan motivasi untuk memperbaiki kinerja serta kepuasan kerja di Perpustakaan Nasional

    Hubungan Strategi Koping dan Kualitas Hidup Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Tahap Akademik di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

    Get PDF
    KATA KUNCI                 Strategi Koping; Kualitas Hidup; Tingkat Stres; COVID-19; Mahasiswa ABSTRAK     Pendahuluan: Pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) yang mulai merebak sejak bulan desember 2019 telah merubah sistem pembelajaran dari luring ke daring. Ketidakmampuan mahasiswa untuk beradaptasi dengan situasi tersebut membuat mereka stres sehingga dibutuhkan strategi koping sebagai upaya menghadapi situasi penuh tekanan. Strategi koping yang tepat dapat memperbaiki kualitas hidup.Metodologi: Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional. Tingkat stres diukur dengan kuesioner DASS21, sedangkan  pengukuran strategi koping menggunakan Ways of Coping (WOC), dan pengukuran kualitas hidup menggunakan WHOQol-BREF. Data dianalsis dengan menggunakan uji Chi Square dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 119 mahasiswa, sebanyak 43.7% mengalami tingkat stress sedang, 63.8% menggunakan strategi problem focused coping, dan lebih dari setengah yaitu 52.1% mempunyai kualitas hidup yang buruk. Terdapat hubungan signfikan antara stratagi koping dan tingkat stres dan antara kualitas hidup dengan tingkat stres, namun tidak terdapat hubungan signifikan antara strategi koping dengan kualitas hidup.  Simpulan: Perlu adanya program pendampingan kepada mahasiswa untuk mengurangi tingkat stress yang dialami sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka

    Hubungan Obesitas dengan Gangguan Siklus Haid pada Mahasiswi Prodi Akademik Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Get PDF
    Latar Belakang: Tinggi rendahnya IMT (Indeks Masa Tubuh) berkaitan dengan faktor-faktor yang mengakibatkan timbulnya gangguan siklus menstruasi. Seseorang dengan status gizi overweight memiliki risiko tinggi mengalami anovulatory chronic. Perempuan dengan kondisi tersebut memiliki sel-sel lemak yang lebih banyak, sehingga terjadi proses produksi hormon estrogen yang berlebih. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental atau bersifat observasional analitik. Data akan dikumpulan dari responden penelitian sebanyak satu kali menggunakan kuisioner yang dibuat berdasarkan variabel-variabel yang akan diteliti mengenai hubungan obesitas dengan gangguan siklus haid. Hasil: Didapatkan mahasiswi obesitas dengan polimenorrhea sebanyak 7 orang, mahasiswi obesitas dengan oligomenorrhea sebanyak 8 orang, dan 21 responden dengan obesitas memiliki siklus haid normal. Kesimpulan: Hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara obesitas dengan gangguan siklus menstruasi

    1,614

    full texts

    1,729

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yarsi Academic Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇