Yarsi Academic Journals
Not a member yet
    1729 research outputs found

    Hubungan Anemia pada Kehamilan dengan Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023-Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Get PDF
    Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian di Indonesia dan dunia dengan prevalensi sebanyak 21,6% anak di Indonesia masih mengalami stunting pada tahun 2022. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat atau infeksi berulang. Perkembangan janin selama masa kehamilan berkontribusi sebanyak 20% pada kejadian stunting. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kondisi anemia pada ibu hamil. Islam memandang pemberantasan stunting merupakan bagian dari upaya menciptakan generasi unggul yang sejalan dengan idealisme Alquran. Upaya ini dilakukan dalam rangka mencapai tujuan syariat yaitu menjaga keturunan (Hifz An-Nafs). Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk Mengetahui hubungan anemia pada kehamilan dengan kejadian stunting pada bayi. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit YARSI dengan menggunakan data sekunder berupa data rekam medis periode tahun 2023. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 95 sampel kasus dan 95 sampel kontrol dengan kriteria tertentu. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dari 95 kasus bayi stunting terdapat sebanyak 31 ibu (32,6%) mengalami anemia pada kehamilan, sementara itu dari 95 bayi tidak stunting hanya didapati sebanyak 17 ibu (17,9%) yang mengalami anemia pada kehamilan. Pada uji Chi-Square didapatkan hasil yang signifikan pada hubungan antara anemia pada kehamilan dengan kejadian bayi stunting (p=0.030) dengan OR 2.222 (95% CI 1.129-4.376). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara anemia pada kehamilan dengan kejadian stunting. Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko kejadian bayi stunting di Rumah Sakit YARSI periode 2023. Kata Kunci: Anemia pada kehamilan, stunting, tinjauan isla

    KOMPARASI DAYA SAING EKSPOR KOPI ROBUSTA INDONESIA DAN VIETNAM MENGGUNAKAN INDEKS RCA

    Get PDF
    The global coffee trade has intensified competition among producing countries to enhance their export competitiveness. This study aims to compare the export competitiveness of Indonesian and Vietnamese robusta coffee using the Revealed Comparative Advantage (RCA) approach. Secondary data were obtained from UN Comtrade, ITC Trade Map, BPS Indonesia, and Vietnam's GSO for the period 2014-2023. A quantitative and descriptive-comparative analysis was conducted to evaluate trends and differences in RCA values between the two countries. Results indicate that Vietnam consistently scores higher RCA values than Indonesia, reflecting a stronger comparative advantage. Vietnam's improved competitiveness is driven by production efficiency, robust logistics infrastructure, and strong policy support. In contrast, Indonesia's competitiveness is hindered by fragmented production, infrastructure limitations, and insufficient export market diversification. Strategic actions such as infrastructure improvement, farmer training, and expansion into non-traditional markets are needed to strengthen Indonesia's position in the global coffee trade.Persaingan dalam perdagangan kopi global mendorong negara-negara penghasil untuk meningkatkan daya saing ekspornya. Studi ini bertujuan untuk membandingkan daya saing ekspor kopi robusta Indonesia dan Vietnam menggunakan pendekatan Revealed Comparative Advantage (RCA). Data sekunder diperoleh dari UN Comtrade, ITC Trade Map, BPS Indonesia, dan GSO Vietnam selama periode 2014-2023. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan deskriptif-komparatif untuk mengevaluasi tren dan perbedaan nilai RCA kedua negara. Hasil menunjukkan bahwa nilai RCA Vietnam secara konsisten lebih tinggi dibandingkan Indonesia, mencerminkan keunggulan komparatif yang lebih kuat. Peningkatan daya saing Vietnam dipengaruhi oleh efisiensi produksi, infrastruktur logistik yang baik, dan dukungan kebijakan pemerintah. Di sisi lain, daya saing Indonesia terhambat oleh fragmentasi produksi, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya diversifikasi pasar ekspor. Diperlukan strategi seperti peningkatan infrastruktur, pelatihan petani, dan ekspansi pasar non-tradisional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan kopi global

    The Effect Of Agricultural Sector Labor, Agricultural Sector Exports, And Agricultural Sector Investment On Economic Growth With Technology As A Moderating Variable

    Get PDF
    The role of the agricultural sector on economic growth is the main focus of this study. This study aims to analyze the effect of labor, exports, and investment in the agricultural sector on economic growth in Indonesia with technology as a moderating variable. This type of research is quantitative using time series data covering the period 2012-2023. The analysis method used is Panel Data Regression Analysis and Moderation Regression Analysis (MRA) using the STATA application. The results showed that agricultural sector labor had a positive and significant effect, and technology was unable to moderate its relationship to economic growth. While agricultural sector exports have a negative and insignificant effect, and technology is able to moderate its relationship to economic growth, agricultural sector investment has a significant negative effect and technology is able to moderate its relationship to economic growth. In the F test, it was found that the independent variables together had a significant effect on economic growt

    Pengaruh Atmosfer, Kualitas Produk dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Minuman Kopi pada Kedai “Kopi Dari Hati” di Kabupaten Bogor

    No full text
    The development of business types in Indonesia is increasing, marked by the emergence of many new types of businesses, one of which is the culinary business. This situation has led to intense competition among business actors. The purpose of this study is to see the influence of atmosphere, product quality, and service quality on customer satisfaction with coffee drinks at the "Kopi Dari Hati" shop in Bogor Regency. Quantitative methods are used for data collection with observation, questionnaires, documentation, and interviews. This study uses a non-probability sampling technique with a convenience sampling method on 155 respondents whose validity and reliability have been tested. The results of this study show that the atmosphere does not have a partial significant effect of -0.363 < t table with sig. 0.717 on customer satisfaction, product quality has a partial significant effect of 5.422 > t table with sig. 0.000 on customer satisfaction and service quality does not have a partial significant effect of 1.809 < t table with sig. 0.072 on customer satisfaction. Simultaneously, atmosphere, product quality, and service quality have a positive and significant effect of 27.462 > f table with sig. 0.000 < 0.05 on customer satisfaction.Tujuan penelitian ini guna mengetahui pengaruh atmosfer, kualitas produk dan kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan minuman kopi pada kedai “Kopi Dari Hati” di Kabupaten Bogor. Metode kuantitatif dipergunakan dalam pengumpulan data dengan metode observasi, kuesioner, dokumentasi dan wwancara. Penelitian ini menggunakan teknik sampel non-probability sampling metode convenience sampling terhadap 155 responden yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atmosfer tidak berpengaruh signifikan secara parsial sebesar -0,363 < t tabel dengan sig. 0,717 terhadap kepuasan pelanggan, kualitas produk berpengaruh signifikan secara parsial sebesar 5,422 > t tabel dengan sig. 0,000 terhadap kepuasan pelanggan dan kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan secara parsial sebesar 1,809 < t tabel dengan sig. 0,072 terhadap kepuasan pelanggan. Adapun secara simultan atmosfer, kualitas produk dan kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan sebesar 27,462 > f tabel dengan sig. 0,000 < 0,05 terhadap kepuasan pelanggan

    Food Safety and Product Halal Education to Improve the Capacity of Health Cadres in Ciseeng Village, Bogor Regency

    Get PDF
    Food safety and product halalness are crucial issues directly linked to public health, religious values, and consumer behavior. However, community understanding—particularly among health cadres—remains limited in both technical and practical aspects related to the principles of halalan thayyiban. The limited technical understanding among community health cadres regarding food safety and halal compliance, particularly in HACCP and food coloring practices, remains a challenge in community-based education programs. This study aims to evaluate the effectiveness of food safety and halal product education in improving the knowledge of health cadres in Ciseeng Village, Bogor Regency. The research employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test model involving 15 health cadres. The intervention was conducted through training that covered Islamic consumption principles, product halalness, food safety standards, and economic behaviors related to halal food. The results showed an improvement in practical aspects, such as the importance of the halal logo, the habit of reading labels before purchasing, and knowledge of animal-based emulsifiers, with an increase of up to 53%. Nevertheless, the understanding of technical aspects, such as HACCP and the identification of food colorants, has declined. The Wilcoxon test revealed no significant difference between the pre- and post-test results (p > 0.05), although a positive trend was observed in overall knowledge improvement. These findings highlight the importance of continuous education that is practical, communicative, and contextual, along with simplifying technical materials to make them more accessible. This study contributes by providing empirical evidence on the effectiveness of HACCP and food coloring-based training in enhancing health awareness, while also identifying key factors underlying the nonsignificant outcomes of the intervention.Food safety and product halalness are crucial issues directly linked to public health, religious values, and consumer behavior. However, community understanding—particularly among health cadres—remains limited in both technical and practical aspects related to the principles of halalan thayyiban. The limited technical understanding among community health cadres regarding food safety and halal compliance, particularly in HACCP and food coloring practices, remains a challenge in community-based education programs. This study aims to evaluate the effectiveness of food safety and halal product education in improving the knowledge of health cadres in Ciseeng Village, Bogor Regency. The research employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test model involving 15 health cadres. The intervention was conducted through training that covered Islamic consumption principles, product halalness, food safety standards, and economic behaviors related to halal food. The results showed an improvement in practical aspects, such as the importance of the halal logo, the habit of reading labels before purchasing, and knowledge of animal-based emulsifiers, with an increase of up to 53%. Nevertheless, the understanding of technical aspects, such as HACCP and the identification of food colorants, has declined. The Wilcoxon test revealed no significant difference between the pre- and post-test results (p > 0.05), although a positive trend was observed in overall knowledge improvement. These findings highlight the importance of continuous education that is practical, communicative, and contextual, along with simplifying technical materials to make them more accessible. This study contributes by providing empirical evidence on the effectiveness of HACCP and food coloring-based training in enhancing health awareness, while also identifying key factors underlying the nonsignificant outcomes of the intervention

    Profil Asma pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

    Get PDF
    asma merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan obstruksi reversible saluran nafas yang menyempit dan adanya sekresi bronkial sehingga menyebabkan sesak nafas. Berbagai macam faktor resiko dan faktor pencetus yang dapat menyebabkan terjadinya asma, faktor tersebut dapat dibagi menjadi 2 yaitu faktor internal (host factor) dan faktor eksternal (environmental factor). Faktor internal yang dapat menyebabkan asma antara lain genetika, jenis kelamin, usia, aktivitas fisik, dan faktor psikologis. Pada faktor eksternal antara lain iritasi karena pekerjaan, infeksi saluran pernafasan, alergi, asap rokok, polusi udara, obat obatan, perubahan suhu yang berhubungan dengan perubahan musim

    Presentase Pinjal dan Kutu Sebagai Vektor Penyakit Ektoparasit pada Kucing di Kayu Putih Pulo Gadung Gadung dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam

    Get PDF
    Pendahuluan : Kucing merupakan salah satu hewan domestik  yang berperan sebagai hospes dari ektoparasit kutu dan pinjal. Untuk mengetahui persentase mengenai kutu dan pinjal pada kucing di Pulo Gadung Jakarta Timur dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai pinjal dan kutu pada hewan domestik yang berpotensi menjadi vektor penyakit ektoparasit pada manusia. Dari perspektif islam semua makhluk hidup termasuk kucing memiliki peranan dan nilai dalam ekosistem yang diciptakan oleh Allah. Metodologi : Penelitian ini Bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini adalah kucing domestik di wilayah Pulo Gadung Jakarta berjumlah sebanyak 30 ekor kucing ras dan kucing lokal. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji bivariat untuk menganalisis karakter kucing dengan angka persentase ektoparasit. Hasil : Hasil penelitian menunjukan kucing ras 53%, lokal 30%, campuran 17% dengan rentang usia kucing dalam penelitian berkisar antara 3 bulan -5 tahun. Persentase kucing betina 87%, pada jantan 13%. Simpulan : Persentase ektoparasit pinjal masih tetap dapat ditemukan pada kelompok kucing ras yang dipelihara didalam kendang. Ektoparasit pinjal dapat menular pada kucing yang hidup berkelompok. Dalam Islam, pandangan terhadap pinjal dan kutu berkaitan erat dengan prinsip kebersihan dan kesehatan yang merupakan bagian penting dari iman. Meskipun tidak ada teks spesifik dalam Al-Qur'an atau Hadits yang secara langsung membahas pinjal dan kutu, Islam menekankan pentingnya kebersihan, termasuk menghindari parasit seperti pinjal dan kutu untuk mencegah penyakit

    Hubungan Durasi Tidur dengan Memori Jangka Pendek pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2019

    Get PDF
    Semua manusia membutuhkan durasi tidur yang baik dalam hidupnya untuk menjalankan aktifitas sehari-hari dengan maksimal. Terutama pada mahasiswa dengan jadwal perkuliahan dan tugasnya yang padat. Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar di mana persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun atau hilang, dan dapat dibangunkan kembali dengan indra atau rangsangan yang cukup (Asmadi, 2008). Memori adalah proses mental yang meliputi pengkodean, penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan yang semuanya terpusat di dalam otak (Bruno, 1987). Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan survey cross sectional untuk mengetahui hubungan durasi tidur dengan memori jangka pendek pada mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2019. didapatkan bahwa Mahasiswa dengan durasi tidurnya kurang dan hasil skor digit span rata rata terdapat 19 orang (42,2%), kemudian mahasiswa dengan durasi tidurnya kurang dan hasil skor digit span baik terdapat 18 orang (40,0%), sedangkan mahasiswa dengan durasi tidurnya kurang dan hasil skor digit span sangat baik terdapat 8 orang (17,8%). Hasil uji statistik didaptkan tidak ada hubungan bermakna antara variabel durasi tidur dengan memori jangka pendek pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2019 p-value 0.547. Bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan factor yang lain seperti kualitas tidur, dan berat badan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi dan dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya

    Peranan Doa Sebagai Coping Pada Ibu Dari Anak Dengan Leukemia

    Get PDF
    Berdoa merupakan respon yang paling umum ditemukan pada keluarga dari pasien penyakit kronis, salah satunya adalah leukemia. Oleh karena itu, doa juga dinilai sebagai coping yang digunakan oleh Ibu dari anak dengan leukemia. Penelitian ini bertujuan menjawab permasalahan yang diangkat yaitu peranan doa sebagai coping pada Ibu dari anak dengan leukemia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi fenomenologi terhadap dua subyek. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dimulai dengan menggali konsep doa menurut subyek, maknanya dalam menghadapi situasi masalah leukemia anaknya, bentuk-bentuk doa sebagai coping yang dilakukan hingga pada peranan doa tersebut. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan tahapan analisis data fenomenologi.Hasil penelitian mengungkapkan Ibu dengan anak leukemia memaknai doa sebagai coping dalam menghadapi situasi masalah leukemia anaknya. Doa sebagai coping berperan sebagai emotion-focused ketika setelah berdoa Ibu merasa tenang dalam menghadapi kondisi anak yang sakit terutama saat kondisi anak menurun akibat kemoterapi. Doa juga dapat berperan sebagai problem-focused coping ketika Ibu mempersepsikan terjadinya perbaikan kondisi anak sebagai hasil dari usaha doa yang ia lakukan. Selain itu, Ibu dari anak dengan leukemia juga memperoleh makna baru yang positif dalam memandang masalahnya setelah berdoa

    Hubungan Body Image dengan Self-Esteem pada Remaja Akhir Pengguna Instagram di Jabodetabek

    Get PDF
    Instagram merupakan salah satu media sosial berisi konten foto atau video yang paling populer dan banyak digunakan oleh anak muda. Dengan menggunakan Instagram, masyarakat dapat memperoleh informasi yang berguna, namun disisi lain juga dapat menimbulkan berbagai efek negatif, seperti masalah pada body image dan self-esteem. Gambar selebriti yang menampilkan tubuh ideal dapat menyebabkan masalah body image seseorang. Hal tersebut tidak hanya akan menurunkan body image, tetapi juga dapat meningkatkan suasana hati (mood) yang negatif dan dapat menurunkan self-esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara body image dengan self-esteem pada remaja akhir pengguna Instagram di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimental. Pemilihan partisipan dilakukan melalui teknik purposive sampling (n=190). Penelitian ini menggunakan dua alat ukur, yaitu MBSRQ-AS dan RSE yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia serta melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang tidak signifikan antara body image dengan self-esteem pada remaja akhir pengguna Instagram di Jabodetabek. Selain itu, diketahui bahwa terdapat perbedaan body image yang signifikan pada laki-laki dan perempuan. Hasil olah data lainnya juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara mengikuti dan tidak mengikuti selebgram dalam konteks body image

    1,614

    full texts

    1,729

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yarsi Academic Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇