Yarsi Academic Journals
Not a member yet
    1729 research outputs found

    Psikologi dan Manajemen Rasa Sakit-Nyeri

    Get PDF
    Keluhan adanya rasa nyeri atau sakit yang sering kali merupakan alasan utama bagi pasien untuk mendapatkan perawatan medis. Rasa nyeri atau sakit yang dirasakan sebenarnya merupakan salah tanda/signal mengenai adanya kerusakan dalam tubuh pasien. Keluhan rasa sakit atau nyeri sering kali dikaitkan dengan intensitas sakit atau nyeri yang dirasakan. Intensitas nyeri atau rasa sakit yang dirasakan pasien dapat menunjukkan tingkat kerusakan atau cedara yang dialami individu. Meskipun demikian, pasien juga dapat mengalami kerusakan jaringan fisik yang cukup parah akan tetapi tidak mengeluhkan adanya rasa sakit atau nyeri dan sebaliknya, dapat dimungkinkan individu yang mengalami cedera atau kerusakan jaringan yang ringan tetapi merasa amat sangat kesakitan. Makalah ini membahas mengenai proses munculnya rasa nyeri atau sakit di dalam tubuh sebagai stimulus fisiologis maupun psikologis, dan respon rasa nyeri sebagai fenomena yang komples yang melibatkan sensorik, perilaku (motorik), emosi, maupun komponen budaya serta factor psikologi yang berhubungan dalam persepsi rasa sakit/nyeri. Makalah ini juga membahas mengenai salah satu pendekatan psikologis dalam manajemen nyeri dan terapi bagi pasien dengan pendekatan cognitive behavior therapy

    Pain Management : Penanganan Nyeri Haid

    Get PDF
    Manajemen nyeri adalah salah satu aspek yang paling penting dari perawatan bagi orang sakit, yaitu kemampuan seseorang dalam menyiasati rasa sakit yang diderita oleh sebab apapun tanpa terjadinya penurunan fungsi biopsikososioreligi. Dalam istilah medis, nyeri haid disebut dismenore. Berdasarkan jenis nyeri, nyeri haid dapat dibagi menjadi dismenore spasmodik dan dismenore kongestif, sedangkan berdasarkan ada tidaknya kelainan atau sebab yang dapat diamati, nyeri haid dapat dibagi menjadi dismenore primer dan dismenore sekunder. Separuh dari wanita terganggu oleh nyeri haid. Penyebab nyeri haid bisa bermacam-macam, bisa karena suatu proses penyakit (misalnya radang panggul), endometriosis, tumor atau kelainan letak uterus, selaput dara atau vagina tidak berlubang, dan stres atau kecemasan yang berlebihan. Akan tetapi, penyebab yang sering terjadi pada nyeri haid diduga karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi. Dengan adanya nyeri haid ini, maka dapat menimbulkan gangguan pada wanita yang sedang mengalami haid. Gangguan ini baik dari segi fisik maupun dasi segi psikologis, gangguan-gangguan menstruasi ini dapat menyebabkan tergangguanya aktivitas-aktivitas sehari-hari saat berada pada fase menstruasi. Untuk itu perlu diketahui cara meredakan nyeri yang dialami saat haid. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan relaksasi, relaksasi disini dapat berupa melakukan gerakan-gerakan senam sederhana yang dilakukan pagi dan sore hari sebelum menstruasi yang dikenal dengan nama senam dismenore. Senam dismenore menghasilkan hormon endorphin, hormon ini dapat berfungsi sebagai obat penenang alami yang diproduksi otak yang melahirkan rasa nyaman dan meningkatkan kadar endorphin dalam tubuh untuk mengurangi rasa nyeri pada saat kontraksi. Olahraga terbukti dapat meningkatkan kadar b-endorphin empat sampai lima kali di dalam darah. Sehingga, semakin banyak melakukan senam/olahraga maka akan semakin tinggi pula kadar b-endorphin. Dari yang telah diuraikan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa senam dismenore yang merupakan teknik relaksasi dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid yang terjadi pada wanita

    Hubungan antara Kecanduan Media Sosial dengan Kesehatan Mental Anak Remaja di Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Systematic Literature Review

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 membuat seluruh kalangan masyarakat terbiasa dan paham akan kecanggihan dan penggunaan teknologi. Kini teknologi menjadi alat utama yang digunakan untuk berkomunikasi di tengah pandemi COVID-19. Kecanggihan teknologi ini tidak jauh dari media sosial yang juga berperan besar terhadap masyarakat, khususnya kalangan remaja. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan adanya kecanduan penggunaan media sosial terhadap kalangan remaja yang dapat mempengaruhi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kecanduan media sosial dengan kesehatan mental bagi kalangan remaja di masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review. Artikel-artikel yang diperoleh diseleksi dan dikaji untuk kemudian diambil kesimpulannya. Berdasarkan hasil dari 10 artikel yang dikaji, ditemukan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja di masa pandemi COVID-19. Selanjutnya, penggunaan media sosial yang berlebih juga berdampak negatif seperti; kurangnya kelekatan antara orang tua dan anak, anak menjadi pribadi yang tertutup, pudarnya kreativitas anak, peningkatan pada depresi, kesepian, kecemasan dan sebagainya. Penelitian ini merekomendasikan agar penggunaan media sosial dilakukan dengan bijak dan disertai strategi regulasi yang baik dalam hal penggunaan media sosial, agar dapat meminimalisir dampak dari gangguan kesehatan mental individu, serta perlunya pengawasan orang tua

    Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Urban Milenial di Era Pandemi COVID-19: Studi Eksploratif Konektivitas Antara Norma Jender Tradisional dan Produktivitas Kerja

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 telah membawa banyak perubahan karena batasan antara ruang kerja dan ruang domestik semakin sempit. Ditambah dengan adanya norma jender tradisional mengenai peran utama perempuan sebagai pengasuh utama dalam keluarga, turut memberikan dampak negatif pada kesehatan mental dan partisipasi pekerja perempuan selama masa pandemi. Meskipun beberapa penelitian telah mengindikasi hubungan antara kesehatan mental dan produktivitas kerja, namun kerangka teoritis yang menunjukkan keterkaitan kesehatan mental, norma jender, dan produktivitas kerja belum sepenuhnya berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pemahaman teoritis tentang dinamika kesehatan mental, norma jender, dan produktivitas pekerja perempuan urban milenial (25-40 tahun), terlebih dalam konteks COVID-19. Untuk mendapatkan pemahaman tersebut, penelitian ini menggunakan desain studi kasus kelompok yang menggali pendapat dan penghayatan 61 orang pekerja milenial urban perempuan maupun laki-laki terkait keterkaitan kesehatan mental, norma jender, dan produktivitas kerja. Berdasarkan hasil analisis tematik, ditemukan dukungan terhadap konsep teoritis norma jender memengaruhi stres yang berhubungan dengan kondisi kesehatan mental dan produktivitas pekerja perempuan urban milenial. Hasil penelitian ini dapat memberikan kerangka konseptual untuk menyusun program intervensi mengenai pentingnya menciptakan kemitraan yang sehat dan setara antara perempuan dan laki-laki, dengan mengidentifikasi konsep-konsep kunci dalam memahami hubungan antara kesehatan mental, norma jender, dan produktivitas kerja

    Hubungan Antara Efikasi Diri dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Siswa Baru Sekolah Menengah Kejuruan di Surabaya

    Get PDF
    Kesejahteraan psikologis merupakan hal penting untuk dimiliki setiap individu. Kesejahteraan psikologis dianggap penting karena berkaitan dengan kehidupan individu selama rentang waktu kehidupannya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis salah satunya yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kesejahteraan psikologis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi. Subyek penelitian ini adalah 360 siswa baru salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Surabaya yang terdiri dari siswa jurusan akuntansi dan keuangan lembaga, otomatisasi dan tata kelola perkantoran dan multimedia. Instrumen yang digunakan menggunakan skala efikasi diri dan skala kesejahteraan psikologis yang dikembangkan peneliti. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara efikasi diri dengan kesejahteraan psikologis pada siswa baru SMK

    Dukungan Sosial Online Bagi Penyintas Pelecehan Seksual: Sebuah Tinjauan Pustaka

    Get PDF
    Pelecehan seksual merupakan segala bentuk tindakan seksual yang tidak diinginkan oleh penerima. Pelecehan seksual dapat dilakukan oleh siapapun dan kapanpun, baik secara offline maupun online. Pelecehan seksual memberikan dampak psikologis yang ringan hingga berat yang mengganggu kualitas dan kepuasan hidup dari penyintas pelecehan seksual. Pada masa pandemi COVID-19, aktivitas secara online sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Dukungan sosial online dari masyarakat umum banyak dilakukan kepada penyintas yang mengungkapkan peristiwa pelecehan di media sosial. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendapatkan pemahaman mengenai peran dukungan sosial di internet terhadap penyintas pelecehan seksual. Artikel ini didasarkan pada tinjauan literatur dan jurnal penelitian yang diperoleh dari situs Google Scholar, ScienceDirect, dan SAGE Publisher. Hasil yang diperoleh pada tinjauan pustaka ini adalah dukungan sosial online menyediakan dukungan informasi, dukungan emosional, dan dukungan retributif kepada penyintas pelecehan seksual. Namun, dukungan sosial online yang diberikan oleh masyarakat, tidak terlalu berdampak positif kepada penyintas pelecehan seksual

    GAMBARAN PENGHAYATAN SUMBER STRES KERJA DAN KELUHAN FISIK PERAWAT DI RUANG PERAWATAN PASIEN JIWA, RUMAH SAKIT DUSTIRA

    Get PDF
    Perawat ruang jiwa memiliki karakteristik yang unik yang berbeda dengan tuntutan pekerjaan perawat lainnya yang mungkin dapat menimbulkan stres. Faktor-faktor tersebut dapat berhubungan dengan kombinasi unik dari karakteristik perawat, karakteristik pasien, fasilitas, dan lingkungan kerja yang merupakan faktor penting dalam ruang perawatan pasien jiwa. Mengetahui lebih banyak faktor-faktor yang berkorelasi mungkin akan membuka jalur baru untuk intervensi tempat kerja di masa depan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai penghayatan sumber stres kerja pada perawat ruang jiwa di Rumah Sakit Dustira ditinjau dari sumber-sumber stres kerja yang dikemukakan oleh Ivancevich dan Matteson (1999), yaitu dari dimensi individual, kelompok, dan organisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan teknik pengambilan data berupa wawancara yang dilakukan pada tiga partisipan. Peneliti melakukan analisis data dengan melaksanakan beberapa tahapan, yaitu mengorganisasikan data, pengelompokan berdasarkan kategori, tema dan pola jawaban, menguji asumsi atau permasalahan yang ada terhadap data, mencari alternatif penjelasan bagi data, kemudian mengambil kesimpulan. Hasil dari penelitian ini didapat gambaran bagaimana penghayatan subjek penelitian terhadap sumber-sumber stres kerja. Dapat disimpulkan bahwa dimensi sumber stres yang memiliki kemungkinan untuk menimbulkan stres paling besar adalah dimensi sumber stress organisasi. Situasi kerja dan fasilitas yang kurang memadai menjadi hal yang dikeluhkan oleh partisipan. Didapat pula bahwa perperbedaan individual menentukan apakah suatu stimulus dapat dikatakan sebagai sumber stres atau tidak. Konsekuensi stres terhadap kondisi kesehatan baik fisik maupun psikis pun dapat terlihat meskipun hal ini masih perlu pembuktian lebih lanjut

    INTENSI PERILAKU BEGADANG PADA MAHASISWA

    Get PDF
    Salah satu ciri individu yang berada pada tahap perkembangan dewasa ialah bertanggung jawab terhadap kesehatannya sendiri. Untuk bisa disebut bertanggung jawab, individu harus secara sadar dan sengaja (memiliki intensi) melakukan hal-hal yang memberi dampak positif bagi kesehatan individu (pola hidup sehat). Sayangnya, masih banyak individu yang telah memiliki usia pada tahap perkembangan dewasa tetapi masih menerapkan pola hidup tidak sehat, salah satunya ialah begadang. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang dilakukan untuk mendapatkan data objektif yang akan digunakan untuk melakukan perbaikan dalam perilaku sehat yaitu menghindari begadang. Responden penelitian adalah mahasiswa Magister Profesi Psikologi Universitas Padjadjaran angkatan 2013 terdiri dari 40 orang yang dipilih dengan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner intensi begadang yang dikembangkan menurut Constructing Questionnaires Based on The Theory of Planned Behavior: A Manual for Health Services Researchers (Francis, 2004). Teknik analisis data yang digunakan adalah multiple regression dengan bantuan program SPSS 19.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Magister Profesi Psikologi Unpad 2013 (63%) memiliki intensi atau niat yang tergolong lemah untuk begadang. Adapun intensi ini sendiri muncul dari kombinasi tiga faktor, yaitu attitude toward behavior, subjective norms, dan perceived behavioral control. Dari ketiga faktor tersebut, faktor perceived behavioral control adalah faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap intensi begadang pada mahasiswa

    PENGARUH LOCUS OF CONTROL TERHADAP SIKAP DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN ORGANISASI

    Get PDF
    Jika suatu organisasi berubah, maka aspek manusia terutama sikapnya sangat berperan penting dalam proses dan keberhasilan perubahan itu. Salah satu hal yang mempengaruhi sikap terhadap perubahan adalah adanya locus of control sebagai salah satu aspek kepribadian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh locus of control terhadap sikap dalam menghadapi perubahan organisasi.Responden terdiri dari seluruh karyawan Koperasi Simpan Pinjam yang tersebar di tujuh cabang wilayah Jakarta, Bogor dan Tangerang dengan jumlah 46 orang. Metode pengambilan data menggunakan skala sikap dalam menghadapi perubahan organisasi yang terdiri dari empat kategori, yaitu Logical Detached (LD), Negative Control (NC), People Fokus (PF) danPositive Creative (PC).Skala the Work Locus of Control (WLCS)terdiri dari locus of control internal dan locus of control eksternal.Analisis data menggunakan metode bivariat correlation dan analisis regresi untuk mengetahui sumbangan masing-masing locus of control internal dan locus of control eksternal dengan bantuan SPSS versi 12.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara locus of control eksternal terhadap sikap dalam menghadapi organisasi dengan r sebesar 0,302 dan p > 0,05 sehingga sumbangannya relatif kecil, sebaliknya tidak ada pengaruh yang signifikan antara locus of control internal terhadap sikap dalam menghadapi organisasi dengan r sebesar 0,182 dan p > 0,05

    INTENSI KONSUMEN UNTUK MEMBELI MAKANAN ORGANIK: SEBUAH TELAAH TEORITIS

    Get PDF
    Dewasa ini konsumen semakin menyadari faktor kesehatan sebagai salah satu pertimbangan penting dalam mengkonsumsi makanan. Produsen pun menjawab kebutuhan ini di antaranya dengan menawarkan berbagai produk yang memperhitungkan aspek kesehatan konsumen. Salah satu di antaranya adalah produk makanan organik (organic food). Studi ini bermaksud untuk mengidentifikasi berbagai penyebab yang menentukan intensi konsumen untuk membeli makanan organik melalui sebuah telaah literatur dari sejumlah artikel di jurnal internasional terkini. Secara khusus, kami mengajukan sebuah model teoritis hasil modifikasi berdasarkan studi-studi sebelumnya. Berdasarkan hasil telaah literatur, kami menemukan sebanyak tujuh belas variabel yang patut diduga menentukan intensi konsumen untuk membeli makanan organik. Variabel-variabel tersebut yakni: sikap terhadap makanan organik, norma-norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, kesenangan (pleasure), pengetahuan tentang makanan organik, cara hidup sehat, karakteristik sosial-ekonomi, kepuasan konsumen, nilai konsumen, harga, persepsi kesehatan makanan, perhatian terhadap keamanan makanan, gaya hidup etis, kesadaran kesehatan, ekspektasi hedonis, norma moral, sikap moral, kepercayaan, persepsi risiko, dan persepsi kesehatan makanan. Studi juga menemukan adanya peran nilai-nilai sebagai variabel moderator yang menengahi hubungan antara sikap terhadap makanan organik, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dengan intensi membeli makanan organik. Hedonisme juga diduga menengahi hubungan antara kesenangan dan intensi membeli makanan organik. Selain itu, jenis kelamin, usia, pendapatan rumah tangga, diet, ketergantungan dalam rumah tangga, dan pembelian makanan utama diduga menengahi hubungan antara sikap terhadap makanan organik dengan intensi membeli makanan organik. Kontribusi berharga dari studi ini adalah sebuah model intensi membeli makanan organik komprehensif yang bersifat teoritis. Diharapkan studi ini dapat diikuti dengan berbagai studi kuantitatif empiris lain untuk memastikan akurasi model ini

    1,614

    full texts

    1,729

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yarsi Academic Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇