Yarsi Academic Journals
Not a member yet
    1729 research outputs found

    PERANAN TRAIT MINDFULNESS DAN SELF ESTEEM TERHADAP KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA MADYA

    Get PDF
    Remaja memiliki beberapa tugas perkembangan, diantaranya mencapai hubungan baru dan lebih matang dengan teman sebaya, mencapai peran sosial serta mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab. Hal ini dilakukan untuk mencapai peran interaksi sosial di dalam lingkungannya. Permasalahan yang dihadapi remaja adalah meningkatnya kecemasan sosial saat sedang berinteraksi dengan orang lain. Untuk mengurangi tingkat kecemasan sosial maka dibutuhkan trait mindfulness dan self esteem didalam diri remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran trait mindfulness dan self esteem terhadap kecemasan sosial pada remaja madya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 155 orang remaja madya di beberapa sekolah yang berada di Bekasi, yang dipilih dengan menggunakan teknik incedental sampling. Penelitian ini menggunakan adaptasi skala Child and Adolscent Mindfulness and Measure untuk mengukur trait mindfulness, adaptasi skala Social Anxiety Scale-Adolescents untuk mengukur kecemasan sosial remaja dan adaptasi skala Rosenberg’s Self Esteem Scale untuk mengukur self esteem. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa self esteem dan trait mindfulness memiliki kontribusi terhadap dimensi kecemasan sosial fear of negative evaluation (FNE) sebesar 8%, dimensi social avoidance and distress new (SAD-New) sebesar 2,8% dan dimensi social avoidance and distress general (SAD-General) sebesar 2,5%. Artinya, self esteem dan trait mindfulness yang rendah akan menghasilkan kecemasan sosial fear of negative evaluation (FNE) yang tinggi dibandingkan dimensi kecemasan sosial yang lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan pada penelitian selanjutnya dan juga dapat memperkaya penelitian sebelumnya mengenai trait mindfulness, self esteem dan kecemasan sosial

    EMPATI MAHASISWA KEDOKTERAN LAKI-LAKI DAN MAHASISWA KEDOKTERAN PEREMPUAN DI UNIVERSITAS X

    Get PDF
    Berdasarkan studi dalam Mayo Clinic Proceedings yang dilakukan di Mayo Clinic di Arizona dan Minnesota telah didapatkan 7 karakter dokter ideal, salah satunya adalah empati. Empati merupakan domain kognitif yang mampu memahami kepentingan pasien, rasa sakit dan penderitaan yang dirasakan oleh pasien serta dikombinasikan dengan kemampuan untuk berkomunikasi dengan pasien. Salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan empati adalah jenis kelamin. Terdapat stereotip bahwa perempuan memiliki empati yang lebih tinggi dikarenakan bersifat nurturance dibandingkan dengan laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan empati antara mahasiswa kedokteran laki-laki dan perempuan di Universitas X dengan menggunakan alat ukur The Jefferson Scale of Physician Empathy S-Version (JSPE S-Version). Pendekatan penelitian ini berupa kuantitatif serta menggunakan rancangan non eksperimen dengan tipe penelitian berupa komparatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan quota sampling dan jumlah subjek sebanyak 255 mahasiswa dengan karakteristik berstatus aktif sebagai mahasiswa di program studi kedokteran umum Universitas X dan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran laki-laki memiliki empati yang lebih rendah dibandingkan mahasiswa kedokteran perempuan

    Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kesadaran Kebiasaan Buruk Merokok sebagai Risiko Terjadinya Kanker Rongga Mulut Pada Pasien RSGM YARSI dan Tinjauannya dalam Islam

    Get PDF
    Pengetahuan bertujuan untuk mencari kebenaran ilmiah yang sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Kesadaran diri secara global memiliki arti menemukan jati diri dengan cara mendidik. Menurut penelitian lain, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesadaran akan kanker rongga mulut. Salah satu predisposisi kanker rongga mulut adalah merokok. Tidak disebutkan hukum merokok dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menyebabkan munculnya perbedaan pendapat ulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kesadaran pasien RSGM YARSI mengenai kebiasaan buruk merokok sebagai risiko terjadinya kanker rongga mulut. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jenis penilitian deskriptif. Responden merupakan pasien RSGM YARSI dengan total 107 responden yang terdiri dari 62 laki-laki dan 45 perempuan. Data analisis menggunakan uji univariat dan uji kendall’s tau-b. Responden yang terlibat adalah pasien perokok sebanyak 58 responden dan pasien bukan perokok sebanyak 49 responden. Pasien perokok memiliki hubungan antara pengetahuan dan kesadaran dengan hasil uji kendall tau-b didapat nilai p-value = 0,000 (p<0,05) sedangkan pasien bukan perokok tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan kesadaran dengan hasil uji kendall tau-b didapat nilai p-value = 0,874 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kesadaran diri mengenai kebiasaan buruk merokok sebagai risiko terjadinya kanker rongga mulut pada pasien RSGM YARSI. Pengetahuan dan kesadaran yang baik pada pasien merupakan upaya menjaga kesehatan jiwa (Hifdzun Nafs)

    Pengaruh Daun Teh Hijau Terhadap Organ Tikus Galur Wistar Setelah Paparan Asap Rokok

    Get PDF
    Paparan asap rokok dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang berujung pada kematian. Banyak penelitian mengenai dampak merokok aktif terhadap kesehatan dan efek toksik keseluruhan, tetapi efek perokok pasif terhadap kesehatan tidak sepenuhnya dipahami. Asap rokok mengandung radikal bebas yang menyebabkan peningkatan stres oksidatif dan kerusakan organ. Salah satu bahan herbal, yaitu ekstrak daun teh hijau dapat menangani stress oksidatif sebab memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh daun teh hijau terhadap kerusakan organ paru, hepar, dan ginjal akibat paparan pasif asap rokok dengan menggunakan model tikus jantan galur Wistar.Jenis penelitian adalah eksperimen. Sampel berupa tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar selama 30 hari diberi paparan pasif asap rokok kretek tanpa filter dengan dosis 1 batang sehari dan ekstrak methanol daun teh hijau dengan dosis 100mg/kgBB. Setelah dilakukan pembedahan organ paru, hepar, dan ginjal, kemudian dilakukan pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Data diuji secara statistik mengunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan paparan pasif asap rokok pada tikus menyebabkan kerusakan pada organ bermakna secara statistik, pada paru (113,93%, p=0,000), hepar (59%, p=0,003), dan ginjal (89,82%, p=0,001). Pemberian ekstrak daun teh hijau pada tikus yang diberikan paparan pasif asap rokok dapat menurunkan kerusakan organ akibat paparan pasif asap rokok pada paru sebesar (49,04%, p=0,001), hepar sebesar (10,94%, p=0,132), dan ginjal sebesar (40,38%, p=0,003). Disimpulkan bahwa ekstrak daun teh hijau dapat memperbaiki kerusakan organ paru, hepar, dan ginjal akibat paparan pasif asap rokok

    DISPARITAS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG DAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERKAIT SYARAT MINIMAL USIA CALON KEPALA DAERAH (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 23 P/HUM/2024 DAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 70/PUU-XXII/2024)

    Get PDF
    Disparitas antara Putusan Mahkamah Agung Nomor 23/P HUM/2024 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XII/2024 terkait syarat usia minimal calon Kepala Daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) huruf e UU Nomor 10 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan studi putusan dan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan latar belakang peristiwa hukum tersebut, terdapat tiga rumusan masalah utama: pertama, adanya disparitas antara Putusan Mahkamah Agung Nomor 23/P HUM/2024 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XII/2024 mengenai syarat usia minimal calon Kepala Daerah; kedua, akibat hukum yang ditimbulkan dari disparitas tersebut; dan ketiga, pandangan Islam terhadap perbedaan putusan antara kedua lembaga peradilan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Putusan Mahkamah Agung menetapkan usia minimal calon Gubernur (30 tahun) dan calon Bupati/Wali Kota (25 tahun) dipenuhi pada saat pelantikan, sedangkan Mahkamah Konstitusi menetapkan usia tersebut harus dipenuhi pada saat “penetapan” calon. Kedua, Akibat hukum dari disparitas ini adalah bahwa semua peraturan mengenai syarat usia minimal calon Kepala Daerah harus mengikuti Putusan Mahkamah Konstitusi karena bersifat final, mengikat, dan berlaku umum (erga omnes). Ketiga, Dalam perspektif Islam, perbedaan penafsiran hukum ini dapat dianalogikan dengan adanya ayat muhkam (jelas) dan mustasyabih (multitafsir), serta konsep ta’arud al-adillah (pertentangan. dalil), yang diselesaikan melalui metode nasakh (penghapusan hukum sebelumnya oleh hukum yang datang kemudian). Adapun yang menjadi saran dalam penulisan skripsi ini: Putusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi harus ditaati dikarenakan bersifat final and binding dan erga omnes. Serta, DPR dan KPU dalam membuat peraturan terkait syarat minimal usia calon Kepala Daerah harus bersadarkan norma yang ada di dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XII/2024 yaitu, 30 tahun bagi gubernur dan 25 tahun bagi bupati dan walikota pada saat “penetapan”

    Hubungan Indeks Massa Tubuh Terhadap Tekanan Darah pada Anggota TNI di Perwakilan Kodam II/Sriwijaya Jakarta Pusat Tahun 2023-2024 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Get PDF
        Latar Belakang : Obesitas dan hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di masyarakat. Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan sebagai indikator status gizi yang berhubungan dengan risiko kesehatan, termasuk hipertensi. Obesitas sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tinggi lemak dan aktivitas fisik yang rendah, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit degeneratif seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner. Islam memandang kesehatan sebagai bagian integral dari ajaran agama, termasuk menjaga tubuh dari risiko penyakit seperti obesitas dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan tekanan darah pada anggota TNI di Kodam II/Sriwijaya Jakarta Pusat. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analitik. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, menggunakan total sampling terhadap 40 anggota TNI yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara IMT dan tekanan darah. Hasil: Sebanyak 23 responden (57,5%) memiliki IMT kategori obesitas, dan mayoritas responden memiliki tekanan darah normal (33 dari 40 responden). Berdasarkan uji Chi-Square, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah pada responden (p=0,338). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah pada anggota TNI di Kodam II/Sriwijaya Jakarta Pusat. Upaya menjaga kesehatan tetap penting dilakukan melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah, Obesitas, Tinjauan Isla

    Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Terhadap Kesiapan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru Dewasa di Puskesmas Jakarta Pusat dan Tinajauannya Menurut Pandangan Islam

    Get PDF
    Tuberkulosis paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, yang menempati peringkat kedua kasus tertinggi di dunia. Target keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru masih di bawah target nasional, yang disebabkan oleh rendahnya motivasi pasien untuk menuntaskan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intrinsik dan ekstrinsik. Jenis penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data sampel menggunakan accidental sampling dari pasien di Puskesmas Johar Baru, Gambir, dan Tanah Abang. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin paling banyak pada kelompok laki-laki (55,2%) dan berdasarkan usia paling banyak pada kelompok usia 41-60 tahun (41.0%). Hasil menunjukkan bahwa hanya 27.6% pasien memiliki kesiapan baik untuk menuntaskan pengobatan dengan perceived susceptibility (54.3%). Namun, self-efficacy  pasien terbliang rendah (31,4%), dukungan keluarga (36.1%) dan sosial (45.7%) masih memerlukan penguatan. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik berperan penting dalam meningkatkan kesiapan pasien menuntaskan pengobatan tuberkulosis paru. Penerapan pendekatan persepsi dalam teori Health Belief Model mampu meningkatkan tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan tuberkulosis paru serta berikhtiar kepada Allah SWT mencari kesembuhan karena sesungguhnya pentakit yang diturunkan Allah SWT sudah terdapat penawarnya.

    Akurasi Skoring Tzanakis pada Pasien Penyakit Appendisitis Akut di RS Dr. Bratanata Jambi

    Get PDF
    Appendisitis akut merupakan peradangan akut pada appendiks veriformis karena adanya obstruksi lumen appendiks. Skoring Tzanakis adalah skoring untuk membantu proses diagnosis Appendisitis akut dengan hanya Hanya menggunakan 4 parameter, dan skor lebih dari 8 sudah menunjukkan diagnosis appendisitis akut. Berdasarkan latar belakang tertulis, penulis merasa perlu untuk meneliti lebih lanjut perihal keakuratan penggunaan skoring Tzanakis pada pasien Appendisitis Akut. Penelitian ini jenis studi observasional analitik untuk melihat keakuratan dari penggunaan skoring Tzanakis terhadap kasus apendisitis akut. Metode yang digunakan adalah metode uji diagnostik dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien apendisitis akut di Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat diuji dengan menggunakan uji Chi-square. Dari 52 pasien, didapatkan nilai sensivitas adalah sebesar 78%, uji spesifitas sebesar 100%, uji nilai prediktif positif sebesar 100%, uji nilai prediktif negatif sebesar 33% dan uji akurasi diperoleh sebesar 81%. Nilai signifikansi pada uji chi square diperoleh sebesar 0,001. Skoring Tzanakis tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga sederhana, mudah diakses, dan non-invasif. Hal ini karena skoring Tzanakis hanya memiliki 4 parameter seperti USG, nyeri RIF, blumberg sign, dan jumlah leukosit, sehingga dapat diterapkan dengan baik oleh tenaga kesehatan. Penggunaan skoring ini dianggap dapat mengurangi jumlah apendektomi negatif dan mencegah komplikasi penyakit

    Pengaruh Fermentasi Madu Terhadap Viabilitas dan Proliferasi Sel Fibroblast Pasca Diinduksi Cisplatin In Vitro Serta Tinjauan Menurut Islam

    Get PDF
    Pendahuluan : Salah satu pengobatan kanker ialah dengan kemoterapi dan salah satu kemoterapi yang terkenal dan telah digunakan untuk berbagai pengobatan kanker ialah Cisplatin. Karena resistensi obat dan berbagai efek samping yang dapat terjadi, terapi kombinasi Cisplatin dengan obat lain harus dipertimbangkan untuk mengatasi resistensi obat dan mengurangi toksisitas. Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental  laboratorium dengan data yang akan diambil secara langsung dengan melakukan sebuah eksperimen/percobaan in vitro yang bertujuan mengerahui pengaruh fermentasi madu terhadap viabilitas dan proliferasi sel fibroblast pasca diinduksi cisplatin in vitro. Penelitian ini menngunakan 4 kelompok perlakuan dengan tiga kali pengulangan (triplicate) yang diberikan cisplatin dan fermentasi madu dengan konsentrasi 5% dan 10% dan diamati selama 24 jam. Analisis data yang akan digunakan ialah normalitas, one way ANOVA dan Uji Pos Hoc. Hasil : Fermentasi madu dapat memberikan efek  pada viabilitas dan proliferasi sel fibroblast. Simpulan : penggunaan fermentasi madu untuk melihat pengaruhnya pada viabilitas dan proliferasi sel fibroblast pasca diinduksi cisplatin in vitro diperbolehkan karena sesuai dengan menjaga Al-Dharuriyat Al-Kham

    PSIKOLOGI KESEHATAN DAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS YARSI

    Get PDF
    Psikologi Kesehatan adalah salah satu sub disiplin ilmu Perilaku ( Psikologi) yang relatif muda dan baru mulai berkembang pesat sejak sekitar tahun 1970. Perkembangan Psikologi Kesehatan merubah pikiran orang, tentang pemahaman akan masalah kesehatan manusia.Pada umumnya orang berpendapat bahwa orang yang sehat adalah orang yang tidak menunjukkan :1. Gejala penyakit atau luka pada tubuhnya2. Tanda-tanda obyektif yang menunjukkan bahwa tubuh tidak berfungsi dengan baik, seperti contohnya, hasil pengukuran tekanan darah.Padahal pengertian sehat benar-benar terkait dengan rentang keadaan positif dari kenyamanan fisik, mental dan sosial. Jadi tidak sekedar tidak adanya gejala-gejala penyakit pada kondisi fisiknya, namun lebih ditandai oleh berbagai variasi tanda-tanda kesehatan yang sekaligus menyertakan gaya hidup seseorang.Era agraris, menuju era industrialis, yang kemudian diikuti oleh era informatika berjalan selama ini di negeri tercinta kita, Indonesia. Dari hasil pengamatan kita, pada era industrialis dan informatika ini persoalan kesehatan utama adalah berkembangnya penyakit kronis yang menurut hasil penelitian mutakhir, menjadi mayoritas penyebab kematian.Kita bersama tidak dapat mengingkari kondisi sosialpsikologis bangsa yang benar-benar kurang sehat ( “sakit “ ), baik secara fisik, mental dan sosial bangsa sejak krisis ekonomi beberapa tahun lalu, yang hingga saat ini tanpa kenyataan akan adanya perbaikan-perbaikan. Dengan pemahaman tentang Psikologi Kesehatan mudah-mudahan kita paling tidak, dapat menambah kesadaran akan pentingnya wawasan kongkrit dalam upaya menunjang kesehatan bangsa Indonesia.Salah satu penyakit yang terkait dengan era industri dan era infomatika adalah keberadaan beberapa penyakit kronis yang berakibat penderita berada dalam ketidakmampuan (cacat fisik/disabilitas). Dalam kondisi seperti ini maka peran dari Psikolog Kesehatan, diharapkan dapat membantu pasien berpenyakit kronis, untuk mengelola penyakit yang dideritanya, agar pasien dapat hidup dengan kualitas hidup optimal melalui penyesuaian diri dengan penyakitnya. Peran Psikologi Kesehatan tersebut merupakan ilmu yang mengfokuskan diri pada upaya preventif tertier bagi keberlangsungan kondisi masyarakat yang sehat

    1,614

    full texts

    1,729

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yarsi Academic Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇