Yarsi Academic Journals
Not a member yet
1729 research outputs found
Sort by
Social Comparison in Social Media Among Adolescents: Is it Associated with Lower Life Satisfaction?
Social media has become the dominant platform for adolescents to interact socially, making them vulnerable to social comparison. This study examines the role of social comparison on life satisfaction in adolescent social media users. This study uses quantitative methods. The sample of this study involved 113 adolescents aged 18-21 who actively use social media, selected using a purposive sampling technique. Data was collected through an online questionnaire using two instruments, namely the Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) to measure social comparison and the Riverside Life Satisfaction Scale (RLSS) to measure life satisfaction. The results of the linear regression analysis indicated that social comparison did not have a significant influence on life satisfaction, with an R2 of .000 and a p-value of .840. This finding indicates that although adolescents might frequently engage in social comparisons on social media, it is not associated with their overall life satisfaction. This study suggests that other factors may play a greater role in determining life satisfaction, so further research is needed to understand the complexities of social comparison in social media use
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kewajaran Harga, dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Pelanggan Melalui Minat Pelanggan Gym Pada Saat Pendemik Covid-19 (Studi Kasus Andalas Gym Jakarta)
This study aims to analyze and describe the factors that influence customer satisfaction. The research method, namely, Structural Equation Modeling (SEM), using the SmartPLS application. The results of the analysis show that the coefficient value of the influence of the service quality variable on customer satisfaction is 0.311, the standard error value is 0.129, the t-statistic value is 2.420 > 1.96 (> ttable) and the p-value is 0.016 (< 0.05), so reject H0. It can be concluded that service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction at a significance level of 5%.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Metode penelitian yaitu, Structural Equation Modeling (SEM), dengan menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien pengaruh variabel kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan sebesar 0.311, nilai standard error 0.129, nilai t-statistik sebesar 2.420 > 1,96 ( > ttabel) dan p-value sebesar 0.016 (< 0.05), maka tolak H0. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada taraf signifikansi 5%
Hubungan Status Gizi dengan Derajat DBD pada Anak di Rumah Sakit YARSI Periode 2022-2023
ABSTRAK
Terdapat 20.000 hingga 25.000 kematian akibat DBD, terutama pada anak-anak dan terjadi pada lebih dari 100 negara. Demam berdarah telah menyebar ke lebih dari 100 negara, termasuk negara-negara di Amerika, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan informasi dari Direktorat P2PM di Indonesia ada 57.884 kasus dengue dan 422 kematian dengue pada tahun 2023 hingga bulan Agustus. Pada penelitian yang dilakukan Maneerattanasak dan Suwanbamrung, 2020 menunjukkan bahwa anak dengan obesitas akan lebih berisiko terkena infeksi dengue berat. Penderita obesitas akan memiliki lebih banyak sel lemak yang akan mengeluarkan TNF-a, IL-6, leptin, dan pengurangan adiponektin. Hal tersebut mengakibatkan perubahan fungsi sel imun saat terjadi infeksi. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan studi cross-sectional serta pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yakni pasien DBD pada anak di Rumah sakit Yarsi pada tahun 2022-2023. Total responden penelitian ini berjumlah 117 pasien yang termasuk pada kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Pada penelitian ini, berdasarkan analisis statistik, menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan derajat penyakit DBD pada anak, serta tidak terdapat adanya hubungan antara stunting dengan derajat penyakit DBD pada anak. Mayoritas responden mengalami gizi baik dan stunting menderita DBD derajat I-II. Namun, ditemukan 3 pasien dengan gizi baik menderita DBD derajat III. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan derajat penyakit DBD pada anak di Rumah Sakit Yarsi.
ABSTRACT
There are 20,000 to 25,000 deaths due to Dengue Fever (DF), especially in children, occurring in more than 100 countries. Dengue fever has spread to over 100 countries, including countries in Americas, Southeast Asia, and the Western Pacific, according to data from the World Health Organization. Based on information from the Directorate of P2PM in Indonesia, there were 57,884 cases of dengue and 422 dengue deaths in 2023 until August. Research conducted by Maneerattanasak and Suwanbamrung in 2020 indicates that children with obesity have more risk of severe dengue infection. Individuals with obesity will have more fat cells that release TNF-a, IL-6, leptin, and reduce adiponectin. This results in changes the immune cell function during infection. This research used quantitative method with cross-sectional study design and retrospective approach. The population in this study consisted of pediatric dengue patients at Yarsi Hospital in 2022-2023. The total respondents in this study were 117 patients who met the inclusion and exclusion criteria. According to the statistical analysis, there is no relationship between nutritional status and the severity of DHF in children, and there is no relationship between stunting and the severity of DHF in children. The majority of respondents had good nutrition, and those with stunting suffered from DHF grades I-II. However, three patients with good nutrition were found to have DHF grade III. Based on the results of this research, it can be concluded that there is no relationship between nutritional status and the severity of DHF in children at Yarsi Hospital
Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS Yarsi dengan Komorbid Diabetes Melitus Serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
KATA KUNCI
COVID-19, Diabetes Melitus, Komorbid, Kematian, Faktor Risiko
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fakor resiko kematian pasien covid 19 periode september 2021-2022 di RS yarsi dengan komorbid diabetes melitus serta tinjauannya menurut pandangan islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kohort retrospektif. Sampel penelitian diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui data sekunder menggunakan data rekam medis. Pada penelitian ini terdapat 10 Sampel. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi Square: Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan jenis kelamin terhadap kematian pasien covid-19 dengaan komorbid diabetes melitus dan komorbid lain karena nilai signifikansi tersebut memiliki nilai yang lebih besar dari 0,05, sehingga H0 diterima.Dalam pandangan islam, kematian dan penyakit dapat dibagi menjadi dua yaitu fisik dan non-fisik. Dalam kasus penelitian ini covid-19 sendiri masuk kedalam penyakit medis atau dalam pandangan islam masuk kedalam penyakit fisik yaitu penyakit badan, penyakit yang tampak dan dapat kita rasakan.
KEYWORDS
COVID-19, Geriatric, Comorbid, Death, Factor Risks
ABSTRACT
This research was conducted to determine the risk factors for death of Covid 19 patients for the period September 2021-2022 at Yarsi Hospital with comorbid diabetes mellitus and its review according to Islamic views. This research uses quantitative methods with a retrospective cohort research design. The research sample was taken by total sampling. Data was collected through secondary data using medical record data. In this study there were 10 samples. The analysis was carried out using the Chi Square test: The results of the analysis showed that there was no significant relationship between age and gender on the death of Covid-19 patients with comorbid diabetes mellitus and other comorbidities because the significance value had a value greater than 0.05, so H0 was accepted .In the Islamic view, death and disease can be divided into two, namely physical and non-physical. In the case of this research, Covid-19 itself is a medical disease or in the Islamic view it is a physical disease, namely a bodily disease, a disease that we can see and feel.
 
Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Guru dan Karyawan SMPIT Islamia Tambun Selatan
Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sebuah rangkaian perilaku yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kualitas kesehatan individu atau sebuah keluarga melalui aktivitas sehari - hari. PHBS memiliki beberapa tatanan salah satunya adalah di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guru dan karyawan di SMPIT Islamia Tambun Selatan. Penelitian ini melibatkan guru dan karyawan SMPIT Islamia yang berjumlah 33 orang, sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross – sectional, kemudian data di analisis menggunakan software SPSS dengan uji chi - square. Data primer diambil melalui kuesioner dalam bentuk kertas dan google forms. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa pengetahuan (p – value : 0,004), sikap (p – value : 0,008), usia (p – value : 0,001) dan fasilitas sarana kebersihan sekolah (p – value : 0,024) memiliki hubungan yang signifikan dengan PHBS guru dan karyawan di SMPIT Islamia Tambun Selatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukan hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, usia, dan fasilitas dan sarana sekolah dengan PHBS guru dan karyawan di SMPIT Islamia
Faktor Makanan dan Kejadian Acne vulgaris pada Remaja Putri SMA Negeri 3 Jakarta
Acne vulgaris adalah masalah kulit yang umum pada remaja, terutama pada remaja putri. Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan kejadian Acne vulgaris adalah faktor makanan, meskipun hubungan ini masih kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan kejadian Acne vulgaris pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 91 remaja putri SMA Negeri 3 Jakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup jenis, jumlah, dan frekuensi makanan yang dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (65,9%) mengalami acne vulgaris, namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian Acne vulgaris (p>0,05). Konsumsi makanan cepat saji cukup tinggi (57,1%) tetapi diimbangi dengan konsumsi makanan sehat. Responden memiliki pemahaman yang baik tentang makanan penyebab jerawat (62,6%) dan menjaga kebersihan kulit dengan cukup baik. Pola makan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian Acne vulgaris pada remaja putri, namun pemahaman tentang diet yang baik tetap penting untuk kesehatan kulit. Penelitian ini memberikan wawasan untuk pencegahan Acne vulgaris melalui edukasi pola makan yang sehat
Prevalensi Sindrom Metabolik Pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan Grogol Jakarta Barat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
ABSTRAK
Pendahuluan: Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang menyebabkan delusi, halusinasi, dan gangguan dalam berpikir, persepsi, serta perilaku. Pengidap skizofrenia sering mengalami peningkatan risiko sindrom metabolik, yang terdiri dari obesitas sentral, dislipidemia, peningkatan kadar gula darah puasa, dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi sindrom metabolik pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, serta distribusinya berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasi deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan melakukan pengukuran fisik seperti lingkar pinggang, tekanan darah, dan kadar gula darah puasa. Analisis data menggunakan analisis univariat
Hasil dan Simpulan: Sampel penelitian terdiri dari 58 pasien skizofrenia yang dirawat inap di rumah sakit di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa sindrom metabolik dialami oleh 22 orang (37,9%), sementara 36 orang (62,2%) tidak menderita sindrom metabolik. Sindrom metabolik lebih banyak terjadi pada pasien perempuan (51,7%) dibandingkan laki-laki (24,1%). Selain itu, prevalensi sindrom metabolik lebih tinggi pada pasien berusia >25 tahun (46,5%) dibandingkan pasien berusia <25 tahun (13,3%).
ABSTRACT
Introduction: Schizophrenia is a severe mental disorder characterized by delusions, hallucinations, and disruptions in thinking, perception, and behavior. Individuals with schizophrenia often face an increased risk of metabolic syndrome, which includes central obesity, dyslipidemia, elevated fasting blood glucose, and hypertension. This study aims to determine the prevalence of metabolic syndrome among schizophrenia patients at Soeharto Heerdjan Hospital and its distribution based on gender and age groups.
Methodology: This study employed a quantitative approach with a descriptive observational design. Primary data were collected through physical measurements, including waist circumference, blood pressure, and fasting blood glucose levels. Data analysis was conducted using univariate analysis.
Results and Conclusion: The study involved 58 schizophrenia patients hospitalized at Soeharto Heerdjan Hospital. The findings revealed that 22 patients (37.9%) were diagnosed with metabolic syndrome, while 36 patients (62.2%) did not have the condition. Metabolic syndrome was more prevalent among female patients (51.7%) compared to male patients (24.1%). Additionally, the prevalence of metabolic syndrome was higher in patients aged >25 years (46.5%) than those aged <25 years (13.3%)
The Relationship Between Physical Activity and Dietary Patterns with Menstrual Cycles Among Female Medical Students of YARSI University Class of 2023 and Its Review from an Islamic Perspective
Menstruation is a biological process influenced by various factors, including lifestyle choices such as physical activity and dietary patterns. This study aims to analyze the relationship between physical activity and dietary patterns with menstrual cycles among female medicaly students at YARSI University Class of 2023 and to review these findings from an Islamic perspective. This cross-sectional study involved 73 female students selected through purposive sampling. Data were collected using an online questionnaire covering dietary habits, physical activity, and menstrual cycles. The results revealed that the majority of respondents engaged in moderate-intensity physical activity (75.4%) and had unhealthy dietary patterns (64.4%). Most participants (65.8%) had normal menstrual cycles, while 28.8% experienced polymenorrhea and 5.5% experienced oligomenorrhea. Bivariate analysis using the Chi-Square test showed no significant relationship between physical activity (p = 0.674) and dietary patterns (p = 0.18) with menstrual cycles. In the Islamic perspective, maintaining health involves adopting a healthy lifestyle by consuming halal and thayyib food, moderate physical activity, and a balance of physical and spiritual. The study concludes that there is no significant relationship between physical activity and dietary patterns with menstrual cycles among the respondents. The Islamic perspective emphasizes the importance of a healthy lifestyle as a means to support worship and physical well-being
Interaction of Leadership Style and Work Environment: Implications for Employee Satisfaction
The objective of this study is to determine how the work environment and the style of leadership affect job satisfaction. Sample penelitian terdiri dari tiga puluh tiga responden. A survey was used as part of the data collecting process, along with samples and SPSS version 21 for analysis and testing. According to the study's findings, workplace environment (H2) and leadership style (H1) both have a significant impact on employee job satisfaction. In addition, work environment (H2) and leadership style (H1) have a simultaneous effect on employee job satisfaction (Y). Its management ramifications give managers and leaders strategic insights to establish a productive workplace environment and implement an appropriate leadership style. Managers need to understand that a supportive, communicative, and collaboration-oriented leadership style can increase employee engagement and satisfaction. In addition, ensuring a comfortable, safe, and productivity-supporting work environment is also an important factor that contributes to job satisfaction. Managers must continue to monitor and evaluate working conditions and provide training for leaders to improve their ability to understand employee needs
POTENSI PENGOBATAN KOMPLEMENTER-ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN PSIKOLOG KLINIS DALAM PENGOBATAN TERINTEGRASI
Psikolog klinis merupakan profesi yang telah diakui sejak tahun 2008 melalui peraturan menteri negara. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa psikolog klinis memberi layanan yang mencakup promosi, preventif, kuratif, rehabilitasi dan pelatihan untuk meningkatkan derajat kesehatan psikologis sebagai bagian dari kesehatan manusia. Jumlah psikolog klinis di Indonesia pada tahun 2011 tercatat sebanyak 365 orang. Angka tersebut sangat tidak ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa. Di sisi lain, pengobatan komplementer-alternatif (PKA) mempunyai potensi digunakan oleh psikolog klinis ketika memberikan layanan kepada kliennya karena berbagai penelitian ilmiah telah menunjukkan efektivitas PKA dalam meningkatkan kesehatan mental individu. Awalnya PKA dikenal sebagai pengobatan tradisional yang penyelenggaraannya diatur oleh Menteri Kesehatan pada tahun 2003. Akan tetapi sejak tahun 2007 pengobatan tradisional diganti menjadi pengobatan komplementer-alternatif yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia yang meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Di Indonesia PKA bukan merupakan hal yang asing karena sudah sejak lama digunakan oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut contohnya dapat dilihat dari temuan fosil di Jawa yang mengindikasikan penggunaan ramuan untuk kesehatan sejak zaman mesoneolitikum. Walau demikian psikolog klinis tidak dapat memberikan PKA seorang diri karena perlu bersinergi dengan profesi kesehatan lainnya sehingga tercipta layanan kesehatan yang terintegrasi. Melalui studi literatur yang telah dilakukan, penulis akan membahas selintas tentang psikolog klinis serta memaparkan tentang pengobatan terintegrasi dan alternatif model edukasi mengenai integrasi PKA ke dalam layanan kesehatan medis konvensional sehingga penggunaan PKA di Indonesia dapat lebih optima