Yarsi Academic Journals
Not a member yet
1729 research outputs found
Sort by
Harapan untuk Mendorong Kesehatan Mental pada Mahasiswa: Sebuah Tinjauan Literatur
Mahasiswa merupakan kelompok usia yang rentan mengalami permasalahan kesehatan mental seperti stres, kecemasan dan depresi. Tuntutan untuk menjadi lebih mandiri, beban akademik, serta berada dalam fase transisi dari remaja ke dewasa merupakan faktor yang memicu permasalahan kesehatan mental pada mahasiswa. Kesehatan mental pada mahasiswa penting karena dapat berpengaruh terhadap performa akademik mahasiswa. Penelitian terdahulu menunjukkan adanya upaya untuk mendorong promosi kesehatan mental pada mahasiswa, salah satunya melalui studi empiris terkait harapan dan kaitannya dengan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis kaitan antara harapan dan kesehatan mental pada mahasiswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan tinjauan literatur dengan basis data dari PubMed, ScienceDirect, Web of Science, dan PsycINFO dari tahun 2019 - 2024. Sebanyak 32 artikel dipilih dan menghasilkan lima tema, antara lain: harapan dalam krisis kesehatan global, harapan dan perbedaan demografis, harapan dan well-being, harapan sebagai mediator kesehatan mental, serta harapan dan performa akademik. Harapan diketahui dapat menjadi faktor protektif permasalahan kesehatan mental pada mahasiswa seperti stres, depresi, kesepian, hingga bunuh diri. Harapan juga mendorong kondisi psikologis yang positif pada mahasiswa, seperti well-being, kepuasan hidup, maupun resiliensi yang pada akhirnya dapat berimplikasi pada performa akademik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pemangku kebijakan terkait dalam menyusun program atau intervensi untuk meningkatkan harapan dan kesehatan mental pada mahasiswa. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi harapan terhadap kondisi kesehatan mental mahasiswa
Intervensi Pendampingan dan Penyuluhan Pola Pengasuhan Orangtua Asli Papua untuk Meningkatkan Aspek Spiritual, Mental, Sosial, Fisik Anak dan Remaja Di Provinsi Papua Barat
Orangtua berperan aktif dalam menstimulasi tumbuh kembang anak, karena orangtua dapat membentuk dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki anak, seperti kognitif, sosial emosional, bahasa, seni, agama dan moral, serta fisik motorik. Keterampilan pengasuhan penting dimiliki orangtua dalam mendidik anak dan remaja. Pola pengasuhan di Papua khususnya Papua Barat dipengaruhi budaya, sosial, ekonomi, pengetahuan dan pengalaman orangtua. Tujuan Pendampingan dan penyuluhan ini agar orangtua memiliki keterampilan pengasuhan yang tepat bagi anak untuk meningkatkan aspek spiritual, mental, sosial, dan fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua yang memiliki keterampilan pengasuhan dapat memberikan perubahan positif secara holistik dengan meningkatnya aspek spiritual, mental, sosial, fisik anak dan remaja dalam fase perkembangan kehidupan yang lebih baik
KONSELING TEKNIK MENYUSUI DAN PERAWATAN PAYUDARA BAGI PARA IBU DI POSYANDU SUMUR BATU JAKARTA PUSAT
ASI merupakan makanan utama bagi bayi. ASI adalah hak bayi yang harus dipenuhi ibu, namun sering para ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini. Salah satunya sebab karena ibu kurang memahami tata cara laktasi yang benar dan cara merawat payudara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan konseling tentang menyusui serta merawat payudara sehingga dapat mengurangi hambatan saat menyusui bagi para Ibu. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Sumur Batu Jakarta Pusat. Hasil yang diperoleh sebelum dan setelah konseling menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dengan hasil median pretest 58 dan median posttest 88. Kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan pemberian ASI bagi bayi, terutama ASI Eksklusif, sehingga cakupan ASI eksklusif dapat meningkat, dan ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP CYBERBULLYING DENGAN REGULASI EMOSI PADA KORBAN CYBERBULLYING DI FACEBOOK DAN TWITTER
Pada era-globalisasi, kemajuan teknologi semakin berkembang dengan banyak media komunikasi yang beredar di internet seperti facebook dan twitter. Hal tersebut dapat membawa dampak positif maupun dampak negatif, salah satunya yaitu tindakan cyberbullying yang sering terjadi di kalangan remaja yang berusia dibawah 17 tahun. Remaja yang menjadi korban cyberbullying akan memiliki sikap pasif dan defensif. Hal tersebut, menyebabkan korban cyberbullying tidak dapat melakukan regulasi emosi dengan baik. Untuk itu peneliti tertarik melihat hubungan antara sikap terhadap cyberbullying dengan regulasi emosi pada korban cyberbullying di facebook dan twitter. Subjek penelitian ini sebanyak 100 orang remaja yang berusia 13-16 tahun dan pernah mendapatkan pelakuan cyberbullying selama 6 bulan terakhir sekurang-kurangnya 3x di facebook dan twitter. Pengujian statistika yang digunakan ialah Korelasi Product Moment dengan hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap cyberbullying dengan strategi regulasi emosi reappraisal pada korban cyberbullying di facebook dan twitter dengan nilai korelasi (r= 0.219, p= 0.029 < 0.05). Sementara itu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap cyberbullying dengan strategi regulasi emosi supresi pada korban cyberbullying di facebook dan twitter dengan nilai korelasi (r=0.119, p=0.629 > 0.05)
PERANAN KESEPIAN DAN DISTRES PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUASAN HIDUP PADA AYAH YANG BERADA DI PERIODE EMPTY NEST
Orangtua yang berada pada periode empty nest umumnya akan mengalami berbagai macam perasaan. Seperti halnya perasaan cemas, depresi, kehilangan, sedih, sepi, dan perasaan putus asa yang sering disebut sebagai empty nest syndrome. Dalam empty nest syndrome perasaan kesepian merupakan gejala yang sering dirasakan orangtua. Begitu pula dengan perasaan cemas, depresi, dan sedih termasuk dalam distres psikologis yang rentan dialami saat periode empty nest. Perasaan sepi dan distres psikologis ini merupakan faktor yang dapat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan psikologis orangtua, terutama pada tingkat kepuasan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan antara kesepian dan distres psikologis terhadap kepuasan hidup pada ayah yang berada di periode empty nest. Sampel yang digunakan berjumlah 104 ayah yang berada pada periode empty nest dan berdomisili di Jakarta, Jawa Barat, dan Tangerang. Penelitian ini menggunakan adaptasi alat ukur UCLA, K10, dan LSITA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesepian dan distres psikologis berperan signifikan secara simultan terhadap kepuasan hidup pada ayah yang berada di periode empty nest, yaitu 41,4%. Selain itu, hasil pengujian analisis jalur menunjukkan bahwa kesepian memiliki nilai signifikansi (p= 0,000) dengan nilai kontribusi sebesar 34,7%. Di sisi lain, distres psikologis memiliki nilai signifikansi (p= 0,266) dengan nilai kontribusi 0,9%. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa variabel kesepian memiliki kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan variabel distres psikologi terhadap kepuasan hidup pada ayah yang berada di periode empty nest
PERANAN TEKNOLOGI DI DUNIA KESEHATAN MENTAL : EFEKTIVITAS HEART RATE VARIABILITY BIOFEEDBACK DALAM MENURUNKAN STRES
Paper ini bertujuan untuk menyediakan sebuah perspektif baru yang didapatkan berdasarkan studi literatur mengenai solusi alternatif untuk menurunkan tingkat stres pada individu di Indonesia. Stress pada umumnya merupakan reaksi nonspesifik terhadap berbagai tuntutan yang menimbulkan respon fisiologis dan perilaku serta dialami oleh berbagai kalangan ataupun umur. Stres seringkali dapat menjadi sebuah awal dari munculnya gangguan-gangguan psikologis lain jika tidak ditangani dengan baik. Kondisi stres dapat ditangani dengan lebih baik jika kita mampu mengenali tanda-tanda biologis pada tubuh ketika stres mulai terjadi. Heart rate variability (HRV), variasi dari interval antar detak jantung yang diukur berdasarkan variasi interval beat-to-beat, dan dimodulasi oleh autonomic nervous system, dapat menjadi sebuah biomarker untuk mengukur tingkat stres. HRV dan stres sangatlah berkaitan, mengingat bahwa tingkat HRV yang rendah menunjukkan buruknya sistem regulasi diri seseorang dalam menghadapi stres dan seringkali dikaitkan juga dengan berbagai gangguan psikologis lain seperti kecemasan dan depresi. Dengan kata lain, jika individu dapat meningkatkan HRV, maka individu tersebut dapat merespons kondisi stres dengan baik. Melihat fakta ini, sebuah teknologi biofeedback pun dikembangkan sebagai sebuah solusi alternatif yang mampu menurunkan stres dan meningkatkan HRV pemakainya. Teknologi biofeedback yang disebut dengan heart rate variability biofeedback (HRV-BF) merupakan sebuah intervensi berupa instrumen biofeedback yang secara spesifik mengukur HRV, bersifat invasif, mudah, dan aman serta digunakan melalui latihan pernafasan secara perlahan untuk dapat meningkatkan HRV. Berbagai studi mengenai HRV-BF pun dilakukan untuk menunjukkan efektivitas alat ini dalam menurunkan stres dan gejala-gejala yang terkait, serta dapat meningkatkan kualitas psikologis individu
GAMBARAN RESILIENSI PENDAMPING PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA
Kondisi pasien chronic kidney disease (selanjutnya akan disingkat CKD) mengharuskan individu menjalani suatu bentuk terapi guna menggantikan peran ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut membuat pasien harus melakukan hemodialisa sepanjang hidup, sebagai salah satu bentuk terapinya. Rutinintas terapi membuat pasien memerlukan pendamping dalam menjalankan pengobatan. Pasien biasanya didampingi oleh pasangan, anak, atau orang lain yang berkomitmen menemani pasien selama pengobatan. Pendamping keluarga seringkali tidak siap untuk berada pada situasi pendampingan pasien kronis yang membutuhkan perawatan secara berkelanjutan dan mengalami stresor tertentu terkait tugas perawatan, padahal ia adalah penyedia sumber daya dan social support terbesar bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai resiliensi pendamping pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologis dengan responden sebanyak 3 orang yang diambil menggunakan teknik sampling purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan juga observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan thematic analysis dimana muncul tema-tema inti yang diperoleh dari transkrip salinan hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendamping pasien CKD yang menjalani hemodialisa telah memiliki resiliensi. Unsur personal security dan meaning and purpose khususnya pemakanaan secara spiritual terlihat dominan muncul pada pendamping pasien CKD yang menjalani hemodialisa sehingga dapat beradaptasi secara berhasil ketika menghadapi kesulitan
GAMBARAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISA
Quality of life atau dikenal juga dengan quality of lifemenjadi issue yang penting dalam psikologi kesehatan. Individu yang mengalami gangguan kesehatan seringkali mengalami penurunan quality of life, sehingga menjadi menarik untuk diberikan intervensi psikologis yang dapat meningkatkan quality of life pada individu yang memiliki gangguan kesehatan. Penelitian ini mencoba untuk menggambarkan quality of life pada pasien chronic kidney disease (selanjutnya akan disingkat CKD) yang menjalani treatment hemodialisa. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk merancang intervensi psikologis untuk meningkatkan quality of life pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif berbentuk studi fenomenologi, melibatkan 4 orang responden (2 laki-laki dan 2 perempuan) dengan kriteria telah menjadi pasien CKD selama kurun waktu minimal enam bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan juga observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan thematic analysis dimana muncul tema-tema inti yang diperoleh dari transkrip salinan hasil wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pasien CKD mengalami penurunan quality of life dalam domain fisik, sosial, dan psikologis. Khususnya pada domain fisik seperti penurunan fungsi fisik dan aktivitas juga pada domain psikologi seperti perasaan takut akan kematian menjadi highlight penyebab quality of life pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa menjadi rendah
Sunscreen Use among Students of the Faculty of Medicine YARSI University
Introduction: Exposure to sunlight carries harmful to potentially dangerous effects. Protection against ultraviolet (UV) radiation can be achieved through physical and chemical methods by using sunscreen. Sunscreen is a chemical product that reflects UV radiation, thereby weakening the intensity of UV before it penetrates the skin. The use of broad-spectrum sunscreen with SPF 30 or higher is recommended in any situation. While numerous studies have been conducted worldwide regarding sunscreen usage, only a limited number have been conducted in Indonesia. This research aims to investigate the utilization of sunscreen among students of the Faculty of Medicine, YARSI University.
Method: An analytic study utilizing a cross-sectional design was conducted to investigate sunscreen usage among students of the Faculty of Medicine, YARSI University. The random sampling technique was used to determine the sample size and the sample proportion was divided based on the year of enrollment using cluster sampling technique. The measurement instrument used was a questionnaire in the form of a Google form.
Result: The total number of respondents in this study is 317 students from the Faculty of Medicine, YARSI University. The use of sunscreen was reported by 292 students. The factor that significantly influenced this result was the female gender (P value 0,000; OR 0,069). 90,9% of the students used methods of sun protection other than sunscreen. 70,3% of the students used broad-spectrum sunscreen, while 56,5% used sunscreen with SPF 31-50. However, 45,1% of the students still applied sunscreen less than 10 minutes before going outside and 41,6% students did not reapply sunscreen.
Conclusion: The use of sunscreen among students of the Faculty of Medicine, YARSI University, revealed that nearly all students, 292 in total (92.1%), used sunscreen. However, there were still discrepancies in terms of the body parts applied, dosage, timing of application before going outside, and frequency of reapplication. The factor influencing sunscreen use was gender, specifically female (P value < 0.05)
KONTRIBUSI DETERMINAN-DETERMINAN INTENTION TERHADAP INTENTION MENJALANI PERILAKU HIDUP SEHAT PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS “X”
Intention untuk menjalani pola hidup yang sehat dapat menjadi prediktor perilaku hidup sehat. Penelitian ini dilaksanakan untuk menggambarkan kontribusi dari determinan Attitude Toward Behavior, Subjective Norms dan Perceived Behavioral Control terhadap Intention mahasiswa untuk menjalani perilaku hidup sehat. Pemilihan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Sampel berjumlah 160 mahasiwa yang berusia 20-25 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik uji regresi. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner planned behavior yang dimodifikasi peneliti berdasarkan teori Planned behavior dari Icek Ajzen (2005). Validitas item berkisar dari 0.3-0.857. Reliabilitas alat ukur adalah 0.718. Item disertai data penunjang berkaitan dengan usia, jenis kelamin dan data mengenai perilaku yang berdampak negatif terhadap kesehatan. Berdasarkan pengolahan data, determinan Attitude toward behavior memiliki kontribusi paling besar terhadap intention untuk menjalani perilaku hidup sehat (dalam hal tidur cukup 7-8 jam sehari, ngemil kurang dari 3 kali dalam satu hari, berolahraga rutin minimal satu kali seminggu, sarapan teratur dan menjaga berat badan ideal). Sebanyak 95.7 % mahasiswa memiliki skor Attitude toward behavior yang rendah, 97.5% memiliki skor Subjective norms rendah, 95.7 % mahasiswa memiliki skor perceived behavior rendah dan 98.1 % memiliki skor intention rendah