Yarsi Academic Journals
Not a member yet
    1729 research outputs found

    Hubungan Usia dan Kejadian Tumor Ovarium: Study Cross-Sectional Retrospektif dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    Latar Belakang: Tumor ovarium ganas merupakan penyebab paling umum kedua kematian akibat kanker ginekologi pada wanita di seluruh dunia. Risiko terkena tumor ovarium menjadi lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Pola makan dan obesitas merupakan salah satu faktor risiko tumor ovarium yang dapat diubah, sedangkan usia merupakan faktor risiko yang tidak dapat diubah. Ajaran Islam sangat memperhatikan penerapan untuk seorang muslim menjaga pola makan yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan form patologi anatomi Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2022. Uji Chi square digunakan untuk analisis statistik. Kriteria signifikansinya adalah nilai p jika p≤0,05 berarti signifikan secara statistik. Hasil: Sebanyak 161 kasus tumor ovarium dengan komposisi pada usia <40 tahun dengan kasus tumor ovarium mayoritas jenis tumor non-epitelial jenis epithelial (45,7%), sedangkan usia ≥40 tahun kasus mayoritas jenis tumor epitelial (55,6%). Tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian tumor ovarium (p=1,000). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian tumor ovarium di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2023.   Background: Malignant ovarian tumors are the second most common cause of gynecologic cancer death in women worldwide. The risk of developing ovarian tumors becomes higher with age. Diet and obesity are among the risk factors for ovarian tumors that can be changed, while age is a risk factor that cannot be changed. Islamic teachings are very concerned about the application of a Muslim to maintain a good diet. This study is a quantitative descriptive study using the anatomical pathology form of Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih in 2013-2022. The Pearson Chi-square test is used for statistical analysis. The significance criterion is a p-value if p≤0.05 means statistically significant. Results:  A total of 161 cases of ovarian tumors with composition at the age of <40 years with ovarian tumor cases the majority of non-epithelial tumor types (45.7%), while the age of ≥40 years cases were the majority of epithelial tumor types (55.6%). There was no association between age and ovarian tumor incidence (p = 1,000). Conclusion: There is no relationship between age and ovarian tumor incidence at Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih in 2013-2023

    Hubungan Aktivitas Olahraga Terhadap Low Back Pain pada Guru di Kabupaten Bogor dan Tinjaunnya dalam Pandangan Islam

    Full text link
    Low Back Pain merupakan gangguan muskuloskeletal yang diakibatkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan Low Back Pain, salah satunya faktor indivudi yang berkaitan dengan kerja, usia, lama kerja, jenis kelamin, posisi kerja, dan lain-lain. Salah satu pekerjaan yang berisko terkena Low Back Pain yaitu Guru karena tuntutan fisik dari pekerjaan sehari-hari, yang meliputi berjam-jam berdiri, duduk, membungkuk, dan postur tubuh yang tidak nyaman. Guru yang mempunyai kebiasaan aktivitas olahraga kurang baik berpotensi mengalami keluhan Low Back Pain dan akan dipeparah oleh faktor lain. Islam menganjurkan umatnya untuk berolahraga agar sehat dan kuat seperti disalah satu hadist Rasulullah SAW bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai dar ipada mukmin yang lemah. Dan pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah terhadap perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau bersikap lemah.” (HR. Muslim). Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi yang digunakan yaitu Guru yang mengajar di Kabupaten Bogor. Menilai aktivitas olahraga dan menilai kejadian Low Back Pain dengan memberikan kuesioner lalu dibedakan menjadi beberapa kategori. Data Analisa dilakukan dengan uji statistik Chi Square. Hasil uji Analisa bivariat didapatkan P value 0,032 (P<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna pada aktivitas olahraga terhadap Low Back Pain Pada Guru di Kabupaten Bogor. Kesimpulannya terdapat hubungan yang bermakna anatar hubungan aktivitas olahraga terhadap Low Back Pain Pada Guru di Kabupaten Bogor

    Perceived Susceptibility, Perceived Severity, Perceived Barriers dan Perceived Benefit Sebagai Prediktor Perilaku Pencegahan COVID-19 (Clean and Contain) Setelah Divaksin

    Full text link
      Pandemi COVID-19 adalah kejadian luar biasa yang mengakibatkan segala aspek kehidupan masyarakat indonesia berubah. Mulai dari sektor ekonomi, bisnis, kesehatan bahkan pendidikan. Pemerintah indonesia berupaya untuk menghimbau perubahan perilaku kesehatan masyarakat sebagai bentuk untuk menurunkan angka penularan COVID-19. Dilakukannya penelitian ini untuk melihat perkiraan atau meramalkan perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit dan perceived barriers sebagai prediktor terhadap perilaku pencegahan COVID-19 (clean and contain) setelah divaksin, sehingga hasil dari penelitian diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama terhadap perubahan perilaku masyarakat terhadap penyakit menular seperti COVID-19. Responden penelitian terdiri dari 107 responden usia di atas 18 tahun, produktif dan sudah mendapatkan vaksin COVID-19. Menggunakan alat ukur yang sudah ada dan di sesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling, setelahnya melakukan penyebaran kuesioner dan setelah data didapatkan, lalu dilakukan uji analisa menggunakan teknik analisis regresi berganda untuk melihat atau memprediksi perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit dan perceived barriers sebagai prediktor terhadap perilaku pencegahan COVID-19 (clean and contain) setelah divaksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 prediktor yaitu perceived severity, perceived benefit dan perceived barriers secara simultan merupakan prediktor yang signifikan terhadap perilaku pencegahan COVID-19 setelah divaksin dengan masing-masing nilai kontribusi 34,1%; 8,9% dan 5,6%. Sedangkan perceived susceptibility bukan merupakan prediktor yang signifikan terhadap perilaku pencegahan COVID-19 setelah divaksin

    PROGRAM PELATIHAN PRE EMPLOYMENT SOFT SKILL BAGI MAHASISWA TUNANETRA DI JAKARTA PUSAT

    Full text link
    Mahasiswa merupakan individu yang sudah berada pada tahap perkembangan   dewasa muda. Salah satu tugas perkembangan dewasa muda adalah mulai mencapai   kemapanan secara ekonomi. Untuk dapat meraih kemapanan tersebut, tentunya individu membutuhkan pemilihan karir yang tepat. Namun sayangnya, tidak semua   orang mampu menentukan pilihan karir yang sesuai dengan bakat, minat, dan   kemampuan yang mereka miliki. Terlebih lagi bagi penyandang disabilitas, seperti tunanetra. Akibat keterbatasan yang mereka miliki, banyak di antaranya yang   berpikir bahwa “yang penting mereka bekerja dan dapat menghasilkan uang” Akibatnya, banyak terjadi kasus mereka hanya bekerja di bidang yang tidak diminati   dengan penghasilan yang tergolong rendah. Sementara, bakat, minat, dan   kemampuan yang mereka miliki bila dilatih dan diasah dengan baik dapat membawa mereka menjadi professional yang kompeten dalam bidang tertentu. Program pre-  employment soft skill training merupakan salah satu intervensi yang dikembangkan   dengan tujuan untuk meningkatkan kematangan karir mahasiswa tunanetra. Pelatihan ini diikuti oleh 10 orang mahasiswa tunanetra di Jakarta Pusat. Berdasarkan   perbandingan rata-rata skor kuesioner kematangan karir yang diisi oleh peserta   sebelum dan sesudah pelatihan, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan   antara rata-rata skor kuesioner kematangan karir sebelum dan sesudah pelatihan (sig   0,008 < 0,005). Kemudian, terdapat peningkatan rata-rata skor dari yang hanya 8.40   menjadi 11.40 pada rata-rata skor kuesioner sesudah pelatihan. Hal ini menunjukkan   bahwa program pre-employment soft skill training mampu meningkatkan   kematangan karir mahasiswa tunanetra di Jakarta Pusat.       

    HUBUNGAN ANTARA RISK DENIAL DENGAN HAZARD PERCEPTION PADA PENGENDARA MOTOR DEWASA AWAL

    Full text link
    Studi ini meneliti hubungan antara risk denial dengan hazard perception pada pengendara motor. Risk denial terjadi ketika pengendara cenderung untuk menilai rendah risiko yang mereka alami di jalan. Munculnya risk denial pada pengendara diduga dapat menyebabkan menurunnya kesadaran serta kemampuan untuk merespon situasi sekitar yang berpotensi bahaya (hazard perception). Sebanyak 78 pengendara motor berusia 20-28 tahun yang berdomisili di Jakarta dan memiliki SIM C berpartisipasi dalam penelitian ini. Partisipan diminta untuk mengisi skala risk denial yang mencakup aitem-aitem terkait dengan penilaian subyektif terhadap risiko kecelakaan di jalan. Kecepatan reaksi terhadap bahaya diukur dengan hazard perception test (HPT) berbasis video yang menampilkan sejumlah situasi lalu-lintas. Dari hasil uji hipotesis, didapatkan hasil koefisiensi korelasi -0.083 dengan signifikansi 0.472 (p > 0.05). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara risk denial dengan hazard perception

    PERBEDAAN PEMAHAMAN TENTANG PERNIKAHAN DITINJAU DARI KECENDERUNGAN KEPRIBADIAN PADA CALON PASANGAN SUAMI ISTRI

    Full text link
    Pernikahan dalam persepktif psikologi penting untuk dikaji karena dapat dijadikan sebagai indikator untuk melihat kesejahteraan fisik dan psikologis individu. Proses dalam mempersiapkan dan menjalani pernikahan berdampak pada kesehatan fisik dan mental bagi pasangan yang menjalaninya. Dampak yang muncul akan sangat bervariasi bergantung pada beberapa faktor yang saling bertemu dan berpengaruh dalam proses pernikahan itu sendiri termasuk kepribadian dan pemahaman tentang pernikahan dari setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan pemahaman tentang pernikahan ditinjau dari kecenderungan kepribadian pada calon pasangan suami istri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis komparatif. Sampel penelitian berjumlah 51 pasangan atau 102 responden yamenggunakan tekhnik Sampling Insidental. Variabel bebas adalah kecenderungan kepribadian yang menggunakan alat ukur tes kepribadian MCMI-III (Millon Clinical Multiaxiallnventory-III) dengan 14 kecenderungan pola kepribadian. Variabel terikat adalah pemahaman tentang pernikahan yang akan diukur dengan skala yang dimodifikasi dari teori Diamond of Love yang terdiri dari indikator tujuan, knowledge and skill, mindset, komitmen dan berserah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa statistik parametrik One Sample- T tes, menggunakan program komputer Statistical Packages for Social Science (SPSS) Versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 Kecenderungan pola kepribadian yang tersebar pada responden calon suami dan istri, dan hasil analisa menunjukkan signifikansi 0,000 (< 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan pada pemahaman tentang pernikahan ditinjau dari kecenderungan kepribadia pada calon pasangan suami istri. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dalam sesi konseling pra-pernikahan pada pasangan responden sehingga diharapakan terbentuk pernikahan yang lebih berkualitas dan berdampak positif pada kesehatan fisik dan mental

    Integration of Leadership, Motivation, and Culture to Strengthen Organizational Commitment

    Full text link
    This research examines the influence of transformational leadership, work motivation, and organizational culture on organizational commitment at PT Wasa Mitra Engineering, involving all 58 employees through a saturated census sampling technique. The study addresses issues such as a lack of supervisory firmness, leading to frequent employee tardiness. A research gap exists in understanding the mechanism through which these variables affect organizational commitment within the context of PT Wasa Mitra Engineering's power plant industry. To address this gap, the study incorporates employee feedback, including monthly reviews to help employees identify and improve their performance. Work motivation emerges as a key factor in fostering a committed and productive environment, supported by an organizational culture emphasizing honesty, integrity, collaboration, and respect. The findings reveal that transformational leadership does not significantly influence organizational commitment. However, work motivation and organizational culture have a positive effect, highlighting the importance of these factors in shaping employee commitment. This research contributes to the understanding of organizational dynamics, offering practical insights for creating a dedicated workforce. These results also provide a foundation for further studies in related fields, emphasizing the interplay between motivation, culture, and commitment in organizational success. This research examines the influence of transformational leadership, work motivation, and organizational culture on organizational commitment at PT Wasa Mitra Engineering, involving all 58 employees through a saturated census sampling technique. The study addresses issues such as a lack of supervisory firmness, leading to frequent employee tardiness. A research gap exists in understanding the mechanism through which these variables affect organizational commitment within the context of PT Wasa Mitra Engineering's power plant industry. To address this gap, the study incorporates employee feedback, including monthly reviews to help employees identify and improve their performance. Work motivation emerges as a key factor in fostering a committed and productive environment, supported by an organizational culture emphasizing honesty, integrity, collaboration, and respect. The findings reveal that transformational leadership does not significantly influence organizational commitment. However, work motivation and organizational culture have a positive effect, highlighting the importance of these factors in shaping employee commitment. This research contributes to the understanding of organizational dynamics, offering practical insights for creating a dedicated workforce. These results also provide a foundation for further studies in related fields, emphasizing the interplay between motivation, culture, and commitment in organizational success.

    Hubungan Antara Pola Makan dengan Penyakit Gastritis pada Siswa SMA Negeri 2 Tambun Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    Pendahuluan: Penyakit gastritis merupakan peradangan atau proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung yang sering terjadi akibat pola makan yang buruk. Pola makan yang tidak baik dapat menyebabkan sensitifitas akibat asam lambung yang meningkat. Pola makan tidak hanya dengan waktu makan, tetapi juga berkaitan dengan frekuensi makan, jenis makan, dan porsi makan. Menghindari asupan makanan yang dapat memicu kekambuhan dari gastritis serta menjaga kebersihan makanan menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit gastritis. Menjaga makanan menjadi salah satu bagian dari maqashid syariah yaitu hifzh al-nafs (memelihara jiwa) untuk menghindari keburukan dan menolak madharat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola makan dengan penyakit gastritis serta tinjaunnya dalam Islam. Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 74 siswa-siswi SMA Negeri 2 Tambun Selatan yang memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi diambil melalui metode random sampling. Selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat 38 siswa (51.4%) mengalami gastritis dan 36 (48.6%) siswa tidak mengalami gastritis. Total sebanyak (51,4%) siswa memiliki frekuensi makan >3 kali sehari, (51,4%) siswa tidak mengkonsumsi jenis makanan yang memicu, serta (51,4%) siswa memiliki porsi makan<3-5 piring nasi/hari. Kejadian ini dalam pandangan Islam berkaitan dengan maqashid syariah hifzh al-nafs yaitu memelihara jiwa. Simpulan:Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan penyakit gastritis, oleh karena itu penting bagi siswa untuk menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi dengan didasari niat untuk beribadah sehingga menjadi sumber tenaga untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Introduction: Gastritis is an inflammation of the mucosal and submucosal layers of the stomach that often occurs due to poor diet. A poor diet can cause sensitivity due to increased stomach acid. Diet is not only about the timing of meals, but also the frequency of meals, types of meals, and portions of meals. Avoiding food intake that can trigger recurrence of gastritis and maintaining food hygiene are important steps to prevent gastritis. Maintaining food is one part of maqashid sharia, namely hifzh al-nafs (preserving the soul) to avoid badness and reject madharat. This study aims to determine the relationship between diet and gastritis disease and its review in Islam. Method: This study is a type of quantitative analytic research with a cross sectional approach. The research sample was 74 students of SMA Negeri 2 Tambun Selatan who met the inclusion and exclusion criteria taken through random sampling method. Furthermore, statistical analysis was carried out using the chi-square test. Result: There were 38 students (51.4%) with gastritis and 36 (48.6%) students without gastritis. A total of (51.4%) students have a frequency of eating >3 times a day, (51.4%) students do not consume trigger foods, and (51.4%) students have a portion of eating <3-5 plates of rice / day. This incident in the view of Islam is related to maqashid sharia hifzh al-nafs, namely maintaining the soul. Conclusion: This study can conclude that there is a significant relationship between diet and gastritis disease, therefore it is important for students to maintain the food and drinks consumed based on the intention to worship so that it becomes a source of energy to carry out daily activities

    Efektivitas Ekstrak Daun Teratai (Nymphaea pubescen L) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Shigella dysenteriae dan Tinjaunnya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    Teratai merupakan tanaman air (hidrofit) yang secara alami hidup mengapung di ekosistem perairan, terutama ekosistem rawa. Teratai memiliki khasiat sumber potensial fitokimia dan digunakan untuk aktivitas farmakologis termasuk antikanker, regulasi gastrointestinal, efek imunomodulator, anti-inflamasi dan berbagai efek lainnya. Biji dan daun teratai di gunakan sebagai ramuan obat tradisional seperti obat diare. Shigella telah menunjukkan perubahan pola kerentanan antibiotik. Bakteri ini secara progresif menunjukkan resistensi terhadap berbagai antibiotik yang terutama digunakan dalam pengobatan diare. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui efektivitas ekstrak daun teratai (Nymphaea pubescen L) sebagai antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode disk diffusion. Penelitian ini menggunakan empat konsentrasi yaitu 3.000 ppm, 6.000 ppm, 15.000 ppm, dan 25.000 ppm serta kontrol positif antibiotik ciprofloxacin dan kontrol negatif emulgator CMC kemudian diujikan terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan di ukur besar zona hambat yang terbentuk pada MHA. Zona hambat terbentuk pada konsentrasi 15.000 ppm dan 25.000 ppm dan memiliki zona hambat yang bervariasi pada 3 kali pengulangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa diameter zona hambat yang di hasilkan oleh ekstrak daun teratai 25.000 ppm lebih besar di bandingkan perlakuan lain nya pada bakteri Shigella dysenteria

    Successful Aging pada Lansia di Surabaya dan Sidoarjo

    Full text link
       Menjadi lanjut usia (lansia) yang sukses di tengah segala perubahan dan penurunan area diri menjadi tantangan tersendiri yang tidak mudah dijalani. Tidak jarang, tantangan tersebut membawa individu yang mencapai usia lanjut ke arah kondisi kesehatan mental yang bermasalah, seperti depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses perwujudan successful aging pada lansia di Sidoarjo dan Surabaya sebagai kota yang mewakili wilayah perkotaan dengan dinamika sosial yang memfasilitasi kehidupan lansia. Partisipan penelitian adalah empat orang lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian perspektif psikologi positif. Data yang dikumpulkan melalui proses wawancara dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perwujudan successful aging pada keempat lansia ditempuh dengan menerapkan sikap selektif, optimalisasi, dan kompensasi, sehingga tercapai kesejahteraan psikologis dan mastery environment. Religiusitas, kehadiran komunitas, faktor di masa usia lanjut, keberlanjutan pertemanan, dan pemahaman tentang hal-hal yang terjadi menjadi faktor penentu proses perwujudan successful aging. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh komunitas lansia di perkotaan agar lebih berdaya dalam mengantisipasi risiko depresi di usia lanjut demi mewujudkan kesehatan mental yang menunjang tercapainya kebahagiaan.&nbsp

    1,614

    full texts

    1,729

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yarsi Academic Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇