E-Journal Universitas Alkhairaat Palu
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DONGENG PADA BUKU SISWA TEMA 2 KELAS 3 UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter pendidikandalam dongeng pada buku siswa tema 2 kelas 3. Penelitian ini merupakan penelitiandengan metode deskriptif kualitatif jenis study pustaka. Metode pengumpulan data menggunakan tenik pustaka yaitu baca, catat dan dokumentasi (foto). Objek yang akan diteliti adalah buku atau teks dongeng. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahanalisis data interatif meliputi: reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan antara lain: nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam 10 dongeng pada buku siswa tema 2 kelas3 sebanyak 29 nilai pendidikan karakter antara lain yaitu jujur, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawa
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS)
Berdasarkan hasil observasi pembelajaran IPA yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sigi menunjukkan bahwa hasil belajar dan keaktifan siswa masih tergolong rendah, dan ketuntasan belajar secara klasikal masih dibawah 75%. Pembelajaran belum menumbuhkan karakter ilmiah siswa secara nyata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pembelajaran IPA dengan pendekatan jelajah alam sekiter (JAS) terhadap hasil belajar siswa pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya di SMP Negeri 1 Sigi. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Ketuntasan belajar klasikal kelas VII-A sebagai kelas eksperimen sebesar 86,14% sedangkan kelas VII-C sebagai kelas kontrol 70,40%. Ketuntasan belajar perorangan pada kelas eksperimen mencapai 92,86%, sedangkan kelas kontrol sebesar 33,33%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA berpendekatan JAS dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkunganny
PERAN GURU PAI SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MEMBENTUK PERILAKU ISLAMI PESERTA DIDIK DI SDN MAWOMBA KECAMATAN TOJO BARAT KABUPATEN TOJO UNA-UNA
Peran guru PAI sebagai motivator dalam membentuk perilaku Islami peserta didik di SDN Mawomba Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una amatlah penting dan sangat sentral. Adapun yang menjadi Rumusan masalah (1) Bagaimana peran guru PAI sebagai motivator dalam membentuk perilaku Islami peserta didik di SDN Mawomba Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una ? (2) Apa hambatan guru pai sebagai motivator dalam membentuk perilaku Islami peserta didik di SDN Mawomba Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una ? (3) Bagaimana Solusi Guru mengatasi hambatan sebagai motivator dalam membentuk perilaku Islami peserta didik di SDN Mawomba Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una ? Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kualitatif, teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru PAI sebagai motivator dalam membentuk perilaku Islami peserta didik dengan memberikan pencerahan dan membimbing dalam melaksanakan kegiatan keagamaan terhadap peserta didik, hambatan guru sebagai motivator dalam membentuk perilaku Islami peserta didik yaitu pengaruh dari lingkungan sekolah maupun luar lingkungan sekolah terhadap peserta didik lainnya maupun terhadap orang yang usianya di atas peserta didik itu sendiri. Adapun solusi guru mengatasi hambatan sebagai motivator dalam membentuk perilaku Islami peserta didik yaitu melakukan pendekatan terhadap peserta didik dan kemudian membimbingnya dalam melakukan hal yang berkaitan dengan keagamaa
MENGINDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEHIDUPAN CERITA KEMICAU BURUNG-BURUNG SEMESTA PADA KUMPULAN CERPEN BATU-BATU SETAN KARYA M.FUDOLI ZAINI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kehidupan pada cerita kemicau burung-burung semesta dalam kumpulan cepen batu-batu setan karya M.Fudoli Zaini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simak, catat dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga aspek nilai kehidupan yang dideskripsikan sebagai brikut: (a) nilai pendidikan sosial pada tokoh ayah dan dua orang tukang sampan, (b) nilai moral tokoh ayah yang bertanggungjawab dan nilai moral yang diemban seorang anak memiliki watak penurut kepada orang tua, dan (c) nilai pendidikan relijius diemban pada tokoh ayah sebagai seorang kiai, dan (d) relevansi hasil analisis dalam pembelajaran bahasa Indonesia ditemukan dalam silabus pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA, Kurikulum 2013, kelas XI semester ganjil/I dalam kompetensi dasar “Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang dibaca” dengan Indikator Pencapaian Kompetensi “Memahami informasi tentang nilai-nilai kehidupan dalam teks cerita pendek” dan, “Menemukan nilai-nilai kehidupan dalam cerita pendek
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN REGULASI DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATKA SISWA KELAS X SMA ALKHAIRAAT 1 PALU
This type of research is ex-post facto which is causal. The population in this study were all students of class X at Alkhairaat High School 1 Palu. The population in this study was less than 100, namely 52 students. By this, the researcher did not conduct sampling in this study, so this study was a population research. The research variables included self-efficacy (X1), self-regulation (X2), namely as independent variables and mathematics learning outcomes (Y) as the dependent variable. Data collection techniques using documentation, tests and questionnaires. The prerequisite test shows that the data in this study are normally distributed, so hypothesis testing uses multiple regression analysis through the SPSS 23 application. The results of this study indicate that: 1) the level of self-efficacy of students is 71 in the medium category. 2) the level of self-regulation of students is 141 in the medium category. 3) the level of mathematics learning outcomes of students is 63 in the medium category. 4) significant value of self-efficacy of 0,000 <0,05 and a regression coefficient of 0,446 with a positive value, then H0 is rejected and Ha is accepted meaning self-efficacy has a positive effect on mathematics learning outcomes. 4) significant value of self-regulation of 0,000 <0,05 and has a regression coefficient value of 0,264 with a positive value, then H0 is rejected and Ha is accepted meaning self regulation has a positive effect on the learning outcomes of mathematics. 5) R Square coefficient or coefficient of determination shows that the percentage contribution of the influence of independent variables is 58.5%. This shows that self-efficacy and self-regulation influence the mathematics learning outcomes by 58.5% and the other 41.5% are influenced by variables outside of self-efficacy and regulatio
PROFESIONALISME GURU MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK
The purpose of writing this article adds insight into the professionalism of Islamic religious education teachers building the character of students. Form the values and characters of students that are useful. This article uses the literature study method with data collection techniques utilizing sources / materials from appropriate books and journals. This article seeks to outline the professionalism of Islamic religious education teachers building student character based on the writer's argument. Islamic religious education teachers have an important task in building students' character through a learning process that is sourced from the material taught by the Koran and Hadith as a guide to life, taught fiqh as legal signs in worship, teaches the history of Islam as an example of life, and teaches morals as a guide for human behavior whether in the category of good or bad. Therefore, Islamic religious education teachers are required to be professional in shaping the values and character of students so that the personality of students is reflected in their behavior and mindset. Another thing to note is the success of learning the values and character of students at school, one of which is also determined by the application of appropriate learning method
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMPN 1 BOJONEGARA PADA MATERI ALJABAR
This study aims to recognize whether there is any influence between learning independence and mathematics learning outcomes of students of SMPN 1 Bojonegara on Algebra Material. This research is an ex post facto study, with a population of all students of SMPN 1 Bojonegara and for the sample taken classes VII C and VII D, totaling 75 people. Data collection is done by using a questionnaire for learning independence and tests for learning outcomes. The results of this study were obtained by processing data using SPSS version 26 to test the normality of learning independence data, learning outcomes and residues as well as to test linearity and significance of regression. The results showed that there was a significant influence between learning independence on learning outcomes with an influence of 96.03
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN BERDASARKAN KRITERIA WATSON
This study aims to determine the criteria for errors made by students at SDN 7 Sindue in solving story problems on fraction operations based on Watson's theory. The research subjects consisted of 3 students, each of whom had high, medium, and low abilities according to the ranking obtained. Based on the results of research conducted, the criteria for errors that are mostly carried out by students based on Watson's theory are error type Id (incorrect data), Ip (incorrect procedure), Od (missing data), Oc (missing conclusion), Rlc (level conflict response), Um (Indirect manipulation), Shp (Skills hierarchy). And the most common mistakes made by subjects 1, 2, and 3 are IP (Inappropriate Procedure), and RLC (Response Level Conflict) errors
PENERAPAN MEDIA SIMULASI PHET TERHADAP HASIL BELAJAR KONSEP DASAR IPA MAHASISWA TADRIS IPA IAIN PALU
This research is pre experimental research. It aims to find out the result of students learning on forces and Newton’s laws by using PhET simulation media. Subject of this research were 18 students of Tadris IPA who programmed the Basic Concepts of Natural Sciences courses. Descriptive analysis results the mean score of the student learning outcomes before the application of PhET simulation media were 12.67 and after treatment through of PhET simulation media were 15.78. The gain based on the results of data analysis using the gain normalization were 0.42. It means that there is improvement on the students of Tadris IPA learning outcomes in medium category
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI PESANTREN
Pembelajaran multikultural pada dasarnya adalah sistem pembelajaran yang dirancang untuk menciptakan masyarakat yang terinformasi dan terpelajar, bukan masyarakat umum yang menghindari faktor sosial dan budaya yang ada. Pesantren sebagai organisasi pendidikan yang memiliki sisi alternatif dalam menyelesaikan siklus pembelajarannya, yang terletak pada kerangka kerja yang dijalankan antara lain mempersepsikan keberagaman (majemuk, menghargai kesetaraan/keseimbangan, menciptakan ketahanan, dan menghargai kualitas kemanusiaan. Model yang diterapkan pesantren dalam pembelajaran multikultural antar siswa variatif. Pemikiran dan pengalaman seorang kyai tentang Islam yang komprehensif, moderat, berpikiran terbuka, dan bersahabat telah membawa pesantren dan dan pengikutnya menjadi Islam yang rahmatan lil'alamin, bukan Islam yang radikal dan tidak terikat terhadap penganut agama yang berbeda dan kebudayaan yang telah ada. kehidupan yang tercipta di sekitar pesantren. Pengajaran multikultural tidak secara eksplisit diberikan sebagai mata pelajaran atau studi kajian secara spesifik, namun melalui berbagai kesempatan dan latihan dalam pesantren