E-Journal Universitas Alkhairaat Palu
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
Analisis Komparatif antara Akad Wakalah bil Ujrah dan Sistem Sharing Fee BRI Link di Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Akad Wakalah Bil Ujrah merupakan perjanjian di mana seorang muwakkil (orang yang memberikan kuasa) memberikan kuasa kepada wakil untuk melakukan suatu perbuatan hukum tertentu dengan imbalan berupa ujrah (fee). Sedangkan Sharing Fee adalah konsep pembagian biaya atau komisi antara dua pihak, dalam konteks BriLink, ini merujuk pada pembagian fee atau bagi hasil antara Bank BRI dan agen BriLink. Kesamaan keduanya melibatkan pembagian imbalan atau fee sebagai imbalan atas layanan atau tugas yang dilakukan dan perbedaan Akad Wakalah Bil Ujrah lebih menekankan pada kuasa yang diberikan untuk melakukan perbuatan hukum tertentu dengan imbalan ujrah, sementara Sharing Fee lebih mengacu pada pembagian komisi atau fee atas akses atau penggunaan suatu layanan. (2) Kios Via agen BriLink di Desa Tolongano mengunakan sistem Sharing Fee atau bagi hasil antara Bank BRI dengan agen BriLink yaitu dengan cara Bri memberikan fee kepada agen BriLink di setiap transaksi yang di lakukan di agen BriLink sebanyak 1.000 Rupiah dan biaya transaksi dari masyarakat sebagai nasabah yang melakukan transaksi di agen BriLink Rp5.000-10.000 dan fee yang di ambil Bank BRI dari agen yaitu setiap transaksi sesama rekening BRI maka Bri menarik saldo Atm agen sebesar 3.000 Rupia
Pelaksanaan Pemberian Kredit Berbasis Financial Technology Peer to Lending pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dI Loli Pesua
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pemberian kredit berbasis financial technology peer-to-peer (P2P) lending pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Loli Pesua. Penelitian ini berfokus pada pemahaman proses dan mekanisme yang terlibat dalam penggunaan teknologi finansial sebagai sarana pemberian kredit kepada UMKM. Teknologi finansial berbasis P2P lending menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan akses UMKM terhadap sumber pendanaan konvensional, sekaligus mempercepat proses perolehan dana melalui sistem digital yang efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberian kredit berbasis financial technology peer-to-peer lending pada UMKM di Loli Pesua dilakukan melalui mekanisme online yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh dana dengan cepat. Proses ini melibatkan pemberian fasilitas kredit langsung dari fintech kepada UMKM berdasarkan sistem P2P lending, di mana pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman secara langsung tanpa melalui perantara lembaga keuangan tradisional. Dengan menggunakan platform digital, proses pemberian kredit menjadi lebih sederhana, cepat, dan transparan, sehingga memberikan kemudahan bagi UMKM dalam memenuhi kebutuhan pendanaan merek
ENHANCING LISTENING SKILL OF THE SECOND SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH TADRIS STUDY PROGRAM OF UIN DATOKARAMA PALU THROUGH LISTENING MONOLOGUE TEXTS
This research focuses on answering the research question “Can the use of listening monologue texts enhance listening skill of the second semester students of English Tadris Study Program of UIN Datokarama Palu?” The sample of this research is thirty second semester students of English Tadris Study Program of UIN Datokarama Palu. The researchers applied pre-experimental research design to answer the research question. By using total sampling technique, the researchers conducted a test to all of the samples. Pre-test was conducted before the treatment, while post-test was administered after the treatment. Both tests were in the form of fill-in-the blank. The treatment was handled by the researchers for five meetings. Based on the hypothesis testing, the researchers found that the value of t-test is 18.699, which is higher than the value of t-table (2.04) by using 0.05 level of significance and 29 degree of freedom. As a result, the alternative hypothesis is accepted. In other words, the use of listening monologue texts can enhance listening skill of the second semester students of English Tadris Study Program of UIN Datokarama Palu
Pengembangan Ekonomi Masyarkat melalui Pemberdayaan Kerang Mutiara (Studi Desa Bugis Parigi Moutong)
Penelitian ini mengungkap bagaimana musim kemarau di Parigi Moutong mendorong petani kerang mutiara untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan. Petani melakukan berbagai strategi adaptasi, seperti penambahan nutrisi dan pengaturan kualitas air guna menjaga kesehatan bibit kerang. Efisiensi dan keamanan dalam proses pengiriman bibit menjadi hal yang krusial, yang menuntut manajemen transportasi yang cermat untuk meminimalkan risiko kematian bibit. Selain itu, pemeliharaan kebersihan tali penopang merupakan aspek penting dalam mendukung pertumbuhan kerang mutiara secara optimal. Upaya-upaya ini mencerminkan tingkat dedikasi dan keahlian tinggi dalam praktik budidaya, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal. Budidaya kerang mutiara terbukti memberikan dampak positif yang luas, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, hingga kontribusi sosial yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal secara bertanggung jawab dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keberhasilan tersebut juga menegaskan pentingnya peran dukungan pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan industri inovatif yang berwawasan lingkungan
Pendekatan Bayani Burhani dan Irfani dalam Hukum Keluarga Islam
Pendekatan Bayani, Burhani, dan Irfani digunakan untuk memahami isu seperti pengangkatan anak dalam Islam. Pendekatan Bayani berfokus pada interpretasi tekstual Al-Qur'an dan Hadits, Burhani menekankan rasionalitas, sementara Irfani mengutamakan aspek spiritual dan etika yang sering terinspirasi ajaran sufi. Dalam Surah Al-Ahzab, pengangkatan anak diperbolehkan dengan syarat nasab anak tetap terkait dengan garis keturunan biologisnya. Fatwa MUI membolehkan pengangkatan anak oleh wali berbeda agama, namun hal ini bertentangan dengan hukum Islam dan regulasi Indonesia. Berdasarkan Maqasid Syariah, menjaga agama adalah prioritas, sehingga pengangkatan anak oleh wali berbeda agama sebaiknya dihindari demi keberlangsungan keyakinan anak
PEMANFAATAN QR CODE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS HISTORY DIGITAL DI MUSEUM SULAWESI TENGAH
This study aims to analyze the utilization of QR Code as a digital history-based learning media to enhance interest in learning history at the Central Sulawesi Museum. The research method used is qualitative descriptive with data collection techniques including observation, interviews with museum staff and visitors consisting of teachers, lecturers, students, and documentation studies. The results show that QR Codes, implemented since 2023, facilitate quick and efficient access to historical collection information. Visitors feel more engaged and better understand the historical materials through this digital media, thereby increasing their learning interest. Although challenges such as limited digital literacy among some visitors and internet connectivity issues exist, the benefits of using QR Codes in supporting the learning process and preserving local culture are predominant. This study supports the importance of museum digitalization as a historical education strategy relevant to technological developments and the needs of the younger generation
Maqashid Syariah sebagai Fondasi Istishlah dalam Thuruq Al-Istimbath (Suatu Metode Penerapan Hukum Islam)
Istishlah merupakan suatu metode diantara sekian banyak metode dalam penerapan hukum Islam yang telah digagas oleh ulama-ulama fuqaha terdahulu. Istishlah ialah suatu jalan atau cara-cara yang ditempuh seorang mujtahid dalam menetapkan hukum yang berlandaskan pada pertimbangan kemaslahatan umum namun tidak diatur secara eksplisit dalam al-Qur’an dan hadis, baik dengan menggunakan kaidah-kaidah bahasa (linguistik) maupun dengan menggunakan kaidah-kaidah ushuliyah lainnya atau yang dikenal dengan istilah thuruq al-istimbaht. Metode tersebut masih efektif dan efisien menjawab persoalan-persoalan hukum islam yang saat ini berkembang di masyarakat seiring dengan adanya perkembangan zaman. Tetapi tanpa maqashid syariah, istishlah bisa menjadi metode yang bias dan bahkan menyimpang dari tujuan syariat. Para ulama menegaskan bahwa setiap metode istinbath hukum, termasuk Istishlah, harus berlandaskan pada kemaslahatan dan berorientasi pada Maqashid Syariah. Jadi, ketika seorang mujtahid menggunakan Istishlah untuk menetapkan hukum atas suatu perkara baru, ia akan senantiasa merujuk pada Maqashid Syariah untuk memastikan bahwa keputusannya benar-benar membawa manfaat dan sejalan dengan tujuan luhur syariat Islam. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui konsep pemikiran hukum Islam dalam maqashid syariah sebagai fondasi Istislah dalam thuruq al-istimbath studi terhadap menjawab penerapan masalah-masalah hukum Islam yang timbul di era kontemporer kedalam integrasi hukum nasional
ALGEBRAIC REPRESENTATION ON SLICE OF MANDAR’S TYPICAL PASO CAKE SHAPE USING THE GEOGEBRA APPLICATION
This study aims to analyze algebra representations in the form of Mandar's typical paso cake slices by utilizing the GeoGebra application. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis with ethnographic design that involves observation and interviews with certain Mandar tribal communities. The results of this study provide further information to the Mandar people that there is a relationship between mathematics and their culture. In addition, the paso cake object enriches students' learning experience through the integration of local culture in mathematics learning and shows that the use of GeoGebra not only improves students' understanding of the concept of cone slices but can also improve the algebraic representation ability of geometry more easily. This research is expected to contribute to improving students' understanding of mathematical concepts through interactive and effective visualization in improving students' mathematical representation skills as well as the development of more contextual and relevant mathematics learning method
DIFFICULTIES IN LEARNING LITERAL LISTENING OF THE SECOND SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH TADRIS STUDY PROGRAM AT STATE ISLAMIC UNIVERSITY OF DATOKARAMA PALU
This research applied a qualitative approach to investigate the difficulties in learning literal listening of the second semester students of English Tadris Study Program at State Islamic University of Datokarama Palu. A structured interview was conducted to answer the research question, “What are the difficulties of learning literal listening of the second semester students of English Tadris Study Program at State Islamic University of Datokarama Palu?” The respondents were seventeen second semester students of English Tadris Study Program of State Islamic University of Datokarama Palu. Through the interview, the researcher discovered several difficulties that the respondents encountered in learning literal listening. The difficulties are the lack of vocabulary to understand words in the materials of listening as well as to understand the details, differentiating minimal pairs in the materials, not being accustomed to the appearance of juncture, not being able to adapt to the speed of speaking of native speakers, not understanding various accents, and the difficulty to focus on the material
Tantangan Hukum Keluarga Islam di Era Teknologi Digital
Hukum keluarga Islam mengandung makna hubungan sosial, khususnya hubungan sosial di era digital, perkembangan digital, tantangan hukum keluarga Islam di era digital mempunyai konsekuensi positif, mempermudah komunikasi antar individu bahkan lintas negara tidak membedakan suku, ras ataupun agama, dan negative perilaku anti social dn cyber bulling, hoa, sabotase, dan pemerasn, dan hate speech, tantangan hukum keluarga Islam di era teknologi digital hukum Islam bercampur baur dengan hukum adat setempat dan munculnya budaya digital, belum munculnya kader mujtahid yang serius, belum adanya kepercayaan kepada penegak hukum khususnya penegak hukum dari lembaga-lembaga peradilan Islam khusunya yang berkaitan dengan hukum keluarga islam dll karena kurangnya publikasi dengan aplikasi yang terbarukan karena kurangnya fsilitas mengakses internet di Indonesia dan lambatnya internet, peluang mengatasi tantangan hukum keluarga islam di era teknologi digital, perlunya upaya pengembangan hukum Islam dengan cara mengoptimalkan fungsi ijtihad pembaharuan hukum keluarga Islam upaya dalam tantangan di era teknologi digital Munculnya permasalahn-permasalahn baru maka maka dibuthkan pembaharuan hukum dalam aturan undang-undang hukum berubah karena perubahan tempat zaman dan waktu, seperti kawin beda agama dilarang karena termasuk doruriyyat dalm makasid syariah yaitu hfzud din, dan nikah online,cerai online,Batas usia nikah di era digital Karena tingginya perkawinan dini dan deretan kasus poligami liar nikah siri, Perceraian, perselingkuha