Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
1842 research outputs found
Sort by
Konsep Umum Evaluasi Kebijakan
Evaluasi kebijakan harus dilakukan karena tidak semua kebijakan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Sebelum melakukan evaluasi evaluator perlu memahami konsep umum mengenai evaluasi kebijakan sehingga penyusunan artikel ini bertujuan sebagai kerangka awal atau kajian teoritis untuk mendukung penelitian lainnya yang sejenis. Penyusunan artikel dilakukan melalui metode studi pustaka (library research) yaitu dengan mengumpulkan sumber data yang relevan dengan evaluasi kebijakan, kemudian dilengkapi dengan pemikiran penulis tentang topik yang di sajikan. Hasil pembahasan menjelaskan pengertian evaluasi kebijakan adalah suatu usaha menganalisis guna mencari kebenaran terhadap program yang berasal dari pihak berwenang melalui substansi/isi program, implementasi dan dampak dari kebijakan tersebut sehingga mampu menyediakan informasi yang objektif dan valid mengenai pencapaian suatu program dalam kebijakan. Tujuan evaluasi kebijakan adalah untuk: mengantisipasi perubahan, mengukur tingkat kesesuaian, efektivitas, mengetahui dampak, sebagai kontrol, rekomendasi, eksplanasi, pengembangan staf, kepatuhan, akreditasi, akuntabilitas, memberikan balikan, posisi politik, mengembangkan teori. Ditinjau dari segi waktu dan kronologi evaluasi terdiri atas: pre-program, on-going dan ex-post Pendekatan-pendekatan evaluasi terdiri atas: evaluasi formal, evaluasi semu dan evaluasi keputusan. Model-model evaluasi di antaranya: berorientasi tujuan, bebas tujuan, Sumatif, countenance, responsif, CIPP, CSE-UCLA, DEM
Peran Kepala Sekolah sebagai Inovator dan Motivator dalam Meningkatkan Kinerja Guru
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah library research (penelitian kepustakaan) yang terdiri dari jurnal ilmiah, buku teks, dan literatur lain yang relevan dengan masalah yang diteliti serta hal-hal yang mendukung lainnya. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang berlandaskan dari data-data berupa teks atau angka. Menggunakan pendekatan deskriptif analisis, yaitu mencari fakta, hasil dan ide pemikiran seseorang melalui cara mencari, menganalisis, menginterpretasi dan melakukan kesimpulan terhadap penelitian yang dilakukan. Untuk mendapatkan data penulis menggunakan refrensi berupa buku, jurnal, dokumen, sejarah dan lain-lain yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti
Kemampuan Numerasi Peserta Didik Dengan Model Pembelajaran Adaptasi Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), Dan Kooperatif
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran tersebut dalam meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran adaptasi Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL) dan kooperatif dapat efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya mempertimbangkan model pembelajaran yang adaptif dan kolaboratif dalam meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI-8 SMA Negeri 1 Tenggarong yang berjumlah 30 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan asesmen formatif proses lembar observasi untuk penilain dalam proses pembelajaran terkait numerasi. Penilaian hasil menggunakan assemen formatif essay yang berisi soal yang terkait dengan kemampuan numerasi. Pada siklus pertama peserta didik sudah mencapai 82 % dari hasil asesmen yang berbasis numerasi, sedangkan pada pembelajaran yang dilakukan pada siklus ke 2 peserta didik mengalami peningkatan dari siklus pertama dimana pencapaian yang diperoleh pada siklus dua yaitu sekitar 97% sesuai dengan harapan yang pendidik harapkan. Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), dan kooperatif dalam kemampuan numerasi peserta didik sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran dimana peserta didik diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang diberikan
Analisis Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Menguatkan Profil Pelajar Pancasila (P3) Pada Peserta Didik Kelas IV SDN 008 Samarinda Kota
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam menguatkan Profil Pelajar Pancasila (P3) pada peserta didik kelas IV SDN 008 Samarinda Kota. Jenis Penelitian ini yaitu penelitian kualititatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas IV-C SDN 008 Samarinda Kota yang berjumlah 28 orang. Pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Berdasarkan hasil observasi dan angket menunjukkan terdapat 5 dimensi Profil Pelajar Pancasila yang muncul yaitu mandiri, berkebhinekaan global, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Melalui proses pembelajaran dengan menggunakan model STAD terlihat bahwa terdapat 86% peserta didik yang menunjukan aspek kemandirian, terdapat 82% yang menunjukan aspek berkebhinekaan global, terdapat 89% peserta didik yang menunjukan aspek gotong royong, terdapat 89% peserta didik yang menunjukan aspek bernalar kritis, dan terdapat 93% peserta didik yang menunjukan aspek kreatif
Penerapan Metode Role Playing Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Peserta Didik
Penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) peserta didik kelas V-C SDN 013 Tana Tidung, Kabupaten Tana Tidung tahun pelajaran 2023/2024 dengan menerapkan metode pembelajaran role playing atau bermain peran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas V-C SDN 013 Tana Tidung. Tujuan Penelitian ini dilakukan guna untuk melihat kondisi pembelajaran yang diterapkan pada peserta didik sekolah dasar kelas V saat ini dengan menggunakan kurikulum merdeka, sehingga proses pembelajaran mengalami perubahan. Dengan diterapkanya kurikulum merdeka saat ini membuat proses pembelajaran berpengaruh pada hasil belajar dan minat belajar peserta didik. Melihat kondisi peserta didik yang masih kebingungan akan proses pembelajaran, dan berpengaruh pada hasil belajar serta minat belajar peserta didik yang kurang, maka penulis membuat sebuah penelitian tindakan kelas dengan memberikan pembelajaran dengan metode role playing dengan tujuan memberikan gaya belajar yang baru pada peserta didik dan meningkatkan hasil belajar sesuai dengan capaian pembelajaran. Pada penelitian ini menggunakan motode pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan tes, dan teknik analisis data yang digunakan oleh penulis yaitu dengan teknik deskriptif kuantitatif. Dengan berjalannya penelitian ini selama dua siklus dengan metode pembelajaran yang sama dengan subyek peserta didik kelas V-C yang berjumlah 21 peserta didik diperoleh hasil kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan metode role playing kepada peserta didik kelas V-C mengalami peningkatan pada minat belajar dan hasil belajar pada peserta didik sebanyak 41%, yang dapat diketahui lewat pretest maupun postest serta wawancara pada saat akhir pembelajaran berlangsung. Dengan dilaksanakannya penelitian ini membuat guru kelas juga merasa terbantu akan proses pembelajaran yang dilakukan
Analisis Novel Janji Karya Tere Liye Dalam Kajian Strukturalisme Robert Stanton
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kajian strukturalisme Robert Stanton dalam novel Janji karya Tere Liye adalah tema, fakta-fakta cerita (alur, karakter, dan latar), sarana-sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Metode penelitian ini menggunakan metode teknik pustaka, simak dan catat. Hasil dari penelitian ini yaitu Tema dalam novel Janji karya Tere Liye ada dua, yakni persahabatan dan perjalanan untuk menemukan pelajaran hidup sehingga membuat suatu cerita lebih menyatu dan relevan dengan setiap rangkaian peristiwa sebelumnya. Fakta-fakta cerita dalam novel Janji merupakan fakta yang berdasarkan kisah nyata dan dapat dibuktikan kebenarannya dari segi alur, karakter, dan latar sehingga terbentuk suatu unsur yang terstruktur dan faktual dalam kehidupan. Sarana-sarana sastra dalam novel Janji menjadikan suatu karya sastra dapat dinikmati oleh pembaca dan mempunyai nilai estetika dengan adanya judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi sebagai ciri khas dari novel Janji hasil karya Tere Liye
Exploration of study objects on the potential of wild mushrooms growing on oil palm empty bunches for learning in the subject of IPAS project at vocational school
The IPAS Project has a study object in the form of concrete objects and social phenomena found in nature, and it is developed based on empirical experience. This study aimed to find out various alternative study objects regarding the potential of wild mushrooms growing on oil palm empty fruit bunches (OPEFBs) piled at oil palm plantations. The research was descriptive exploratory research. Data were collected through field study, documentation, and literature study. The collected data were analyzed by using thematic analysis from Philip Marrying. The result of the field study found 12 types of wild mushrooms growing on the decayed OPEFBs. Those mushrooms were then identified based on their morphological characteristics. In this study, we found three alternative study objects towards mushrooms growing on OPEFB, which can be developed in the IPAS Project learning: (1) mushroom cultivation using OPEFB waste which includes 4 aspects (living things and their environment, substance, and their changes, earth and space, economic behavior and welfare), (2) morphological characterization for classification of mushroom including 3 aspects (living things and their environment, substance and their changes, social interaction and social dynamics), and (3) detection of chemical compounds present in mushroom, covering 3 aspects (living things and their environment, substance and their changes, economic behavior and welfare)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL DENGAN BANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 2 TENGGARONG SEBERANG
This research aims to determine whether or not there is an influence from the use of the experiential learning model with the help of PowerPoint learning media on student learning outcomes in economics subjects for class X SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang. The method used in this research is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The research subjects were students in class X 6 as the control class and X 7 as the experimental class with a total of 66 students. The data collection technique used is a written test in the form of multiple choice and documentation. Analysis of learning outcomes using the t-test which showed a value of 0.008 < 0.05. This means that there is a significant difference between student learning outcomes in the experimental class and the control class, so it can be concluded that there is an influence of the use of the experiential learning model with the help of PowerPoint learning media on student learning outcomes in economics subjects for class X SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang
Optimalisasi Keterampilan Mengajar Guru Melalui Supervisi Klinis Kepala Sekolah Pendekatan Kolaboratif Era Merdeka Belajar
Supervisi merupakan bagian terpenting dari sistem pendidikan, tingkat efektivitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kualitas supervisi pendidikan yang dilakukan supervisor oleh kepala sekolah dan pengawas pendidikan. Aktivitas supervisi perlu memberikan kesempatan untuk merdeka dalam pengembangan diri dan profesionalismenya. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan sekolah, mengacu pada model penelitian Kemmis dan Taggart yang dirancang dengan proses siklus yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati, dan melakukan refleksi. Tahapan ini terus berlangsung per individu sampai permasalahan dalam menerapkan ketiga keterampilan dasar mengajar tersebut dapat terselesaikan. Hasil analisis data guru dalam menerapkan ketiga keterampilan dasar mengajar yaitu pada siklus I 68,3 dan pada siklus II 86,3. Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata keterampilan guru yaitu 86,3 –68,3 = 17,96. Dengan demikian penerapan supervisi klinis dapat meningkatkan keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran dan keterampilan mengelola kelas guru di SMP Negeri 2 Merauke, Papua Selatan yang dibuktikan dengan adanya peningkatan masing-masing keterampilan dari siklus I ke siklus II. Untuk itu diharapkan kepada kepala sekolah dan pengawas sekolah agar membimbing guru melalui kegiatan supervisi klinis
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING PADA ANAK KELOMPOK B DI TK DAHLIA 4 ANGGANA
Based on the results of observations or observations that the author has been doing, also based on interviews with several children and exchanges with fellow teachers in early childhood education institutions that the author manages, in general, fine motor skills have not been developed optimally. For example, in the paper-cutting activity of 17 students, there are only 6 students or 35% of students who are able to cut well and there are still 75% of students or 11 students who are not able to cut well. Therefore, the author conducted a study on "Fine Motor Improvement through Scissoring Activities in Group B in Early Childhood Education Institutions