Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
1842 research outputs found
Sort by
PROGRAM PELATIHAN TATA RIAS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A SAMARINDA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelengaraan program pelatihan keterampilan tata rias bagi warga binaan lembaga pemasyarakatan kelas II A perempuan Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu menganalisis lebih dalam pelaksanaan pelatihan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian dilaksanakan melaui tahapan program. Tahapan awal berupa perencanaan untuk menyiapkan program pelatihan. Pada tahapan ini dilaksanakan identifikasi kebutuhan untuk menentukan kebutuhan belajar sebagai dasar dalam perencanaan program. Selanjutnya penyiapan instruktur program pelatihan sebagai pendidik pada kegiatan pelatihan. Tahapan pelaksanaan dilaksanakan dengan proses pembelajaran antara pendidik yaitu instruktur dan warga binaan. Proses pelaksanaan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan metode praktek. Evaluasi program dilaksanakan pada saat peserta program atau warga binaan melaksanakan praktek
Integrasi Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPS SMP di Indonesia
Kajian mengenai integrasi kearifan lokal pada pembelajaran IPS di Indonesia telah popular sejak tahun 2013, dimana diberlakukan Kurikulum 2013. Namun begitu kajian sistematis yang membahas bagaimana pengintegrasian kearifan lokal pada pembelajaran IPS di SMP dilakukan dan apakah hasil yang didapatkan dari pengintegrasian tersebt belum banyak dibahas. Penelitian ini berusaha menyampaikan Sistematic Literature Review dari 22 artikel mengenai implementasi integrasi kearifan lokal pada pembelajaran IPS SMP di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan penelitian tentang integrasi kearifan lokal pada pembelajaran IPS di SMP mayoritas dilaksanakan di Propinsi Jawa Barat dan Bali. Materi pembelajaran pada tingkat SMP fleksibel diintegrasikan dengan nilai kearifan lokal setempat, dan bentuk integrasi dengan pembelajaran IPS SMP mayoritas dilakukan pada materi pembelajara
MEMBACA TEKS BERITA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA PADA PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 4
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan membaca teks berita untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas VIII di SMP Tamansiswa Nanggulan yang dilakukan oleh Mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 4. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini memiliki subjek penelitian 13 siswa kelas VIII SMP Tamansiswa Nanggulan. Kegiatan dilakukan pada bulan Oktober-November 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kegiatan ini siswa diminta untuk memilih teks berita sendiri, membacakan teks berita di depan kelas dan memahami komponen what, when, where, who dan how (5W 1H) pada teks berita. Pada akhir kegiatan ini diketahui semakin banyak siswa yang mampu memahami teks, dan membacakannya, sehingga membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan literasinya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XSMA NEGERI 1 MUARA BENGKAL
Penggunaan model pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar akan mempengaruhi minat dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas Xc IPS SMA Negeri 1 Muara Bengkal dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat komponen kegiatan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian (1) Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe make a match yang sudah sesuai dengan prosedur pelaksanaan pembelajaran. (2) Meningkatkan nilai rata-rata kelas pada test awal sebesar 56,56 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 6,25%. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 71,25 dengan tingkat ketuntasan belajar 31,25%. Pada siklus II nilai rata-rata sebesar 79,37 dengan tingkat ketuntasan belajar 75%. Dan pada siklus III nilai rata-rata sebesar 91,56 dengan tingkat ketuntasan belajar 87,5%. (3) Hasil tersebut telah memenuhi ketercapaian indikator keberhasilan tindakan yaitu 75% siswa dalam satu kelas. Maka dapat disimpulkan bahwa penelitian Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar
Implementasi Pohon Keputusan untuk Klasifikasi Cara Belajar Mahasiswa Mandiri dan Berkelompok Berdasarkan Sumber Belajarnya
Mahasiswa dapat belajar secara mandiri atau berkelompok. Cara belajar ini dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber belajarnya dengan menggunakan pohon keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pohon keputusan yang dapat mengklasifikasi cara belajar mahasiswa mandiri dan berkelompok berdasarkan sumber belajarnya. Atribut pembentuk pohon keputusan ini adalah sumber belajar YouTube, buku cetak, buku elektronik, jurnal, Podcast, dan les/kursus. Data diambil dari 111 Mahasiswa yang masih mengambil mata kuliah. Berdasarkan hasil penelitian, terbentuklah 10 aturan implikasi dengan sumber belajar YouTube sebagai faktor penentunya.
 
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII
Penelitian ini bermulai dari permasalahan rendahnya hasil belajar matematika dengan pembelajaran berpusat pada guru pada sekolah SMP Negeri 7 Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dilakukan sebanyak tiga siklus, dan setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Peneliti memperoleh data dari dokumentasi, nilai dasar, LKPD, tes akhir siklus dan lembar observasi. Hasil penelitian untuk siklus I sebanyak 32% siswa yang tuntas dengan kategori “cukup”, siklus II sebanyak 84% siswa yang tuntas dengan kategori “sangat baik” dan siklus III sebanyak 100% siswa yang tuntas dengan kategori “sangat baik”.
 
Muatan Pendidikan Karakter Dalam Proses Pembelajaran Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk muatan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran matematika siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah 1 Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 22 siswa kelas VII MTs Muhammadiyah 1 Samarinda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan pendidikan karakter pada pelaksanaan pembelajaran matematika meliputi tiga kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan guru mengelola karakter religius dengan berdoa, disiplin dengan masuk kelas tepat waktu dan peduli lingkungan dengan mengajak siswa menjaga kebersihan kelas, serta guru membertikan motivasi pada siswa. Pada kegiatan inti, guru mengelola pendidikan karakter dengan menerapkan metode pembelajaran diskusi sehingga membiasakan siswa memilki karakter demokratis, toleransi, peduli sosial, komunikatif, rasa ingin tahu, cinta damai, kerja keras, dan kreatif. Pada kegiatan penutup guru membiasakan siswa untuk memiliki karakter tanggung jawab dan kreatif dengan pemberian tugas
Gangguan Slective Mutism pada Anak Usia Dini: Gangguan Selective Mutism pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik anak selective mutism di Desa Kalapagunung; 2) faktor penyebab anak selective mutism di Desa Kalpagunung; 3) cara penanganan selective mutism di Desa Kalpagunung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) karakteristik utama selective mutism pada SS adalah tidak adanya respon ketika berada di lingkungan luar rumah, aspek perkembangan berjalan sesuai dengan tahap perkembangannya hanya tidak bicara pada situasi sosial tertentu, tidak adanya kontak mata, anak menutup diri dari interaksi sosial, dapat berbicara secara bebas dengan orang-orang yang membuatnya nyaman dan dianggap aman, dan rasa cemas ketika berada di lingkungan baru; 2) Faktor yang menyebabkan SS mengalami gangguan selective mutism adalah akibat dari pola asuh orang tua yang dimana orang tua SS tidak mengenalkan lingkungan luar pada SS sehingga SS merasa takut dan cemas ketika berada di lingkungan luar rumah dan sifat pemalu yang berlebih yang dimiliki oleh SS; 3) Penanganan selective mutism dengan menggunakan tiga cara yaitu yang pertama contigency management dimana orang tua memberikan penguatan positif secara terus menerus pada SS; yang kedua self modeling dimana orang tua memperlihatkan rekaman video aktifitas SS pada SS setiap malam sebelum tidur; dan yang terakhir metode bermain dimana SS dibiarkan bermain sendiri dengan pengawasan orang tua dan bemain bersama peneliti dengan bermain melempar dan manangkap bola serta bermain tebak gambar
Penanganan Speech Delay pada Abak Usia 6 Tahun menggunakan Metode Bercerita di TK Karya Muda Ciherang Kecamatan Kadugede
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik anak speech delay di TK Karya Muda; 2) faktor yang menyebabkan siswa di TK Karya Muda dapat mengalami speech delay; dan 3) strategi guru dalam menangani speech delay menggunakan metode bercerita pada anak usia 5-6 tahun di TK Karya Muda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek utama dalam penelitian ini adalah guru, orang tua, dan peserta didik TK Karya Muda yang mengalami speech delay. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Anak speech delay di TK Karya Muda memiliki lima karakteristik umum yaitu tidak mampu mengucapkan sesuatu yang bermakna, tidak mampu menunjukkan reaksi saat bertemu orang lain, tidak mampu membuat kalimat, tidak mampu menirukan suara, dan kata yang diucapkan tidak dapat dipahami oleh orang lain. 2) Faktor yang menyebabkan siswa di TK Karya Muda dapat mengalami speech delay antara lain; adanya sifat pemalu dalam diri, tingginya intensitas penggunaan gawai, kurangnya orang tua dalam mengajak berbicara, tingginya intensitas menonton televisi dan menggunakan gawai, serta pendeknya lidah. 3) Penanganan speech delay menggunakan metode bercerita di TK Karya Muda dilakukan dengan beberapa media yaitu menggunakan boneka, menggunakan gambar digital untuk memperlihatkan gambar tumbuhan atau hewan yang ada di dalam cerita, menggunakan Youtube, dan guru meminta salah satu peserta didik untuk bercerita singkat. Cerita yang dibawakan oleh guru antara lain adalah cerita flora dan fauna
INTERNALISASI NILAI KAYUH BAIMBAI DAN HARAM MANYARAH WAJA SAMPAI KAPUTING MELALUI MATERI RESTORASI MEIJI DALAM MATA KULIAH SEJARAH ASIA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan impelementasi pendidikan karakter dalam mata kuliah dengan memanfaatkan penokohan, peristiwa, ataupun kreativitas model dan media yang digunakan oleh pendidik. Proses internaliasi nilai kayuh baimbai dan haram manyarah waja sampai kaputing dilaksanakan secara terintegrasi dalam mata kuliah Sejarah Asia Timur terkhusus dalam materi Sejarah Jepang melalui 3 (tiga) tahapan, yakni tahapan persiapan, tahapan proses pembelajaran dengan menggunakan Model VCT (Value Clarification Technique), dan tahapan evaluasi yang melalui dua tahapan yakni tahapan penilaian sikap dan tahapan penilaian secara menyuruh menyangkut aspek pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa internalisasi nilai lokal Kalimantan Selatan dalam Mata Kuliah Sejarah Asia Timur pada materi Restorasi Meiji dapat diimplementasi dalam 7 materi pembahasan