Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
1842 research outputs found
Sort by
ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PJOK DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA KELAS X DI SMA N 10 BERAU
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui strategi pembelajaran guru PJOK dalam memuwujudkan tujuan kebugaran jasmani pada siswa kelas X SMA N 10 Berau dan Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi strategi pembelajaran guru PJOK dalam memuwujudkan tujuan kebugaran jasmani pada siswa kelas X SMA N 10 Berau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Teknik pengambilan data menggunakan angket, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA N 10 Berau yang berjumlah 20 siswa. Teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan persentase.
Hasil penelitian analisis pembelajaran guru PJOK dalam memuwujudkan tujuan kebugaran jasmani pada siswa kelas X SMA N 10 Berau di katagorikan “ baik “ 15 siswa atau 50%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis pembelajaran guru PJOK dalam memuwujudkan tujuan kebugaran jasmani pada siswa kelas X SMA N 10 Berau berkategori bai
IDENTIFIKASI KETERAMPILAN BERMAIN FUTSAL PADA SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMP NEGERI 15 KOTA SUKABUMI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keterampilan dalam bermain futsal. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan tes. Populasi penelitian ini berjumlah 25 orang siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler futsal di smp negeri 15 kota sukabumi. Sampel yang di ambil 15 orang siswa. Pengambilan sampel penelitian ini, penulis mengambil sampel menggunakan purposive sampling dimana siswa ekstrakurikuler futsal yang aktif hanya 15 orang siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan tes keterampilan dasar bermain futsal. Setelah di ketahui kemampuan teknik bermain futsal, yang termasuk kategori tinggi sekali, tinggi, sedang, rendah , sangat rendah. Maka akan dapat di temukan berapa besar persentase untuk menentukan persentase menggunakan rumus (Anas Sudijono 2009:43). Berdasarkan pengolahan data maka hasil penelitian ini adalah : sebanyak 0 orang siswa (0%) dinyatakan tinggi sekali, 6 orang siswa (40%) dinyatakan tinggi, 6 orang siswa (40%) dinyatakan sedang, 1 orang siswa (7%) dinyatakan rendah, dan 2 orang siswa (13%) dinyatakan sangat rendah. Nilai rata-rata sebesar 100,87 terletak pada interval 97,28 < X ≤ 104,46. Dengan kategori sedang. Dengan hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa profil keterampilan bermain futsal siswa ekstrakurikuler SMPN 15 Kota Sukabumi dinyatakan sedang
Pengaruh model Problem Based Learning terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika Siswa pada Pokok Bahasan Trigonometri. Sampel penelitian yaitu Siswa kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 3 SMAN 1 Karangbinangun yang masing-masing berjumlah 29. Adapun kelas kontrol yaitu kelas X IPA 1 dan kelas eksperimen yaitu kelas X IPA 3. Data kemampuan pemecahan masalah matematika diperoleh dari nilai pretest dan posttest. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji independent sample t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika lebih tinggi dari kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan analisis statistik menggunakan uji independent sample t yang menunjukkan bahwa nilai sig.(2-tailed) kurang dari 0,05 (0,002<0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika pada Pokok Bahasan Trigonometri dengan menggunakan model Problem Based Learning berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika Siswa dibanding dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Sehingga dari hasil yang telah didapat, Guru dapat menggunakan model Problem Based Learning sebagai usaha untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika Siswa
Analisis kemampuan pemecahan masalah matematis Siswa pada barisan dan deret aritmetika berdasarkan teori Polya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan teori Polya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data deskriptif didapat dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan desain etnografi, dimana peneliti mempelajari tentang kemampuan Siswa dalam memecahkan masalah matematika khususnya masalah kontekstual. Hasil Penelitian ini diantaranya: (a) Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis kategori tinggi mampu menyelesaikan soal sesuai tahapan teori Polya dengan tepat dan benar, (b) Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis kategori sedang dapat menyelesaikan soal sesuai tahapan teori Polya tetapi ada sedikit kesalahan pada setiap tahapan teori Polya, dan (c) Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis kategori rendah tidak semua tahapan teori Polya dilaksanakan dengan baik karena keterbatasan kemampuan
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Penjasorkes: Studi Kasus Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Tenggarong
Maju mundurnya suatu kualitas tenaga Pendidikan sangat berpengaruh pada peran kepemimpinan kepala sekolah dalam membina dan mengembangkan guru yang profesional, baik yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi pedagogik, kreativitas, ilmu dan pengetahuan dalam memberikan motivasi. Untuk itulah penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengungkap secara mendalam person kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru penjasorsek di sekolah menengah pertama. Penlitian ini adalah penelitian kualitatif, dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data sumber primer, dan sumber sekunder. Sehingga proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Hasil penelitian terlihat bahwa peran kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru penjasorkes di sekolah menengah pertama dimana mempunyai peran yang baik tentang, kepala sekolah sebagai pendidik, kepala sekolah sebagai manajer, kepala sekolah sebagai administrator, kepala sekolah sebagai supervisor, kepala sekolah sebagai leader, kepala sekolah sebagai inovator, kepala sekolah sebagai motivator terhadap kompetensi pedagogik guru penjasorkes
Proses Perumusan Strategi Analisis Formulasi Implementasi dan Evaluasi serta Model-Model Perumusan Strategi seperti Matriks BCG (Boston Consulting Group) Matriks Space dan Lainnya di Tingkat Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses manajemen strategis beserta metode-metodenya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Proses manajemen strategis melibatkan beberapa tahapan yang saling terkait, antara lain: Analisis strategis: Tahap ini melibatkan pengamatan lingkungan, analisis faktor lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman), serta penentuan kunci keberhasilan, Formulasi strategi: Pada tahap ini, organisasi mengidentifikasi visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi. Formulasi strategi juga melibatkan analisis faktor strategis, yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam situasi saat ini , Terdapat tiga aspek penting dalam formulasi strategi, yaitu formulasi strategi bisnis, formulasi strategi korporat, dan formulasi strategi fungsional, Implementasi strategi: Implementasi strategi adalah proses mengeksekusi rencana bisnis dan mengubahnya menjadi aksi nyata. Langkah-langkah dalam implementasi strategi meliputi alokasi sumber daya, perencanaan program, sistem pelaksanaan, pemantauan, dan pengawasan untuk memastikan rencana strategi terlaksana dengan baik, Evaluasi strategi: Evaluasi strategi dilakukan untuk mengevaluasi kinerja organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi strategi melibatkan pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan tindakan perbaikan jika diperlukan. Proses manajemen strategi sangat diperlukan dalam bidang pendidikan dan diperlukan metode yang tepat
Pemanfaatan Sumber Daya Pangan Lokal sebagai Implementasi Manajemen Pendidikan Berbasis Hutan Tropis Lembap di SMK Negeri 4 Penajam Paser Utara
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan bagian dari hutan tropis lembap dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi. Kekayaan alam ini secara turun temurun telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, namun belum maksimal. SMK Negeri 4 Penajam Paser Utara sebagai bagian dari masyarakat di kawasan IKN turut berperan dalam memaksimalkan pemanfaatan hasil hutan sebagai sumber daya pangan yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu sumber daya pangan yang terdapat di lingkungan hutan tropis lembap adalah buah cempedak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen pendidikan berbasis hutan tropis lembap dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 4 Penajam Paser Utara. Sebagai SMK Pusat Keunggulan bidang kuliner, sekolah meningkatkan pemanfaatan sumber daya pangan lokal, yaitu buah cempedak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan implementasi manajemen pendidikan berbasis hutan tropis lembap, SMK Negeri 4 Penajam Paser Utara berhasil: 1) meningkatkan mutu pendidikan sebagai SMK Pusat Keunggulan bidang kuliner. 2) meningkatkan pemanfaatan dan menambah nilai ekonomi buah cempedak sebagai sumber daya pangan lokal. Dalam hal ini memanfaatkan fungsi hutan sebagai sumber mata pencaharian
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI HINDIA BELANDA MELALUI MEDIA IKLAN KORAN BINTANG BORNEO BULAN JANUARI-MARET 1929
Technology is any means used to facilitate human life in maintaining survival. Technological development is also considered an indicator of the progress of human civilization during its time and is the basis for future technological change and development. The research method used is the historical method, namely the process of examining and analyzing records and relics of the past chronologically and critically through heuristic, critical, interpretative and historiographic activities. Technological developments in the Dutch East Indies (Indonesia) began during the Dutch colonial period and were promoted or advertised through newspapers, one of which was the Bintang Borneo newspaper and technology had a good impact on the people of the Dutch East Indies (Indonesia) in 1929
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN ULAR TANGGA PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI SEJARAH KELAS VIII SMPN 21 SAMARINDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Media pembelajaran permainan ular tangga pada mata pelajaran IPS, kelebihan dan kekurangan Media, Serta Faktor pendukung dan penghambat penerapan Media Permainan Ular Tangga. Dengan narasumber di antaranya Guru dan Siswa yang berjumlah 10 orang dengan 9 Siswa dan 1 guru. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Dari hasil penelitian penerapan media permainan ular tangga, tediri dari, guru membuat kartu soal, kemudian design dan papan permainan dibuat murid. Gambar yang dimasukkan dalam papan permainan adalah gambar yang berkaitan dengan konsep pembelajaran siswa di SMP. Media ular tangga dimainkan secara berkelompok yang dimana masing-masing kelompok sudah diatur sebelumnya. Kelebihan Media ini praktis, ekonomis, mudah dimainkan, dan dapat meningkatkan antusias siswa dalam pembelajaran. Kekurangannya yaitu siswa yang cenderung cepat bosan maka akan kehilangan minat untuk bermain. Faktor pendukungnya : Kesediaan siswa untuk membuat media permainan ular tangga, dalam penerapannya media permainan ular tangga cukup menggunakan ruangan kelas yang tidak terlalu besar, faktor penghambatnya: jam pelajaran yang tersedia tidak cukup
Pengaruh Penggunaan Meme (Gambar) Terhadap Minat Belajar Sejarah Peserta Didik di Kelas XI SMA Negeri 5 Samarinda
Pendidikan sejarah merupakan kegiatan dengan peran penting bagi negara. Meskipun demikian, masih terdapat kendala-kendala dalam pelaksanaan pendidikan sejarah di lapangan seperti dianggap sulit, monoton, dan tidak menarik sehingga tidak disukai peserta didik. Keterbatasan juga terjadi karena keterbasatan guru dalam menerapkan variasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah terdapat pengaruh meme (gambar) terhadap minat belajar sejarah peserta didik di kelas XI SMA Negeri 5 Samarinda; dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan minat belajar sejarah pada kelas yang menggunakan meme (gambar) dan kelas yang tidak menggunakan meme (gambar). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode true experiment. Penelitian dilakukan di kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Samarinda dengan jumlah sampel sebanyak 58 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji yang dilakukan yaitu Independent Sample t-Test, dan kemudian diperoleh nilai signifikansi 0.530 > 0.05, maka, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh dan perbedaan yang signifikan dari penggunaan meme (gambar) terhadap minat belajar sejarah di kelas XI SMA Negeri 5 Samarinda