Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
    1842 research outputs found

    Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing

    Full text link
    Pendidikan artinya proses untuk mengembangkan potensi menjadi eksklusif yg bisa berkontribusi bagi masyarakat . Penelitian ini memiliki tujuan primer untuk melihat korelasi antara contoh pembelajaran Snowball Throwing dengan minat belajar siswa di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 6 Bandar Lampung. Metode penelitian ini ialah naratif kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa uji statistik, yaitu uji F, uji t, uji N-gain, serta uji korelasi Pearson Product moment. sesuai hasil yang ditemukan bahwa ada keterkaitan antara penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dengan minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien hubungan sebanyak 0,619 (relatif kuat) serta nilai signifikansinya 0,021 lebih kecil asal 0,05, yg berarti korelasi tersebut signifikan secara statistik. Jadi kesimpulannya ialah ada korelasi yg konkret antara model pembelajaran serta minat belajar peserta didik

    Strategi Manajemen Pendidikan Berbasis Machine Learning untuk Prediksi Prestasi Siswa

    Full text link
    Prediksi prestasi akademik siswa berbasis data menjadi keperluan strategis dalam manajemen pendidikan modern. Studi ini mengkaji efektivitas dua model Machine Learning—Support Vector Machine (SVM) dan Random Forest—dalam memprediksi capaian akademik peserta didik SMA Negeri menggunakan data sintetis yang menyerupai data riil sekolah. Dataset dikembangkan dari tiga variabel utama: nilai semester, tingkat kehadiran, dan latar belakang sosial ekonomi. Model diuji menggunakan validasi silang lima lipat dan dievaluasi melalui metrik akurasi, presisi, recall, serta F1-score. Hasil menunjukkan bahwa Random Forest lebih stabil dan unggul secara akurasi dibandingkan SVM dalam konteks data multidimensi non-linier. Studi ini menunjukkan potensi integrasi sistem prediktif ke dalam praktik manajerial sekolah untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat dan preventif terhadap kegagalan akademik

    A STUDY OF STUDENTS' SPEAKING DIFFICULTIES AT ENGLISH CLUB SMA NEGERI 7 SAMARINDA

    No full text
    This study aimed to investigate students’ speaking difficulties and the reasons behind the difficulties. This qualitative case study gathered data through speaking task assessment, questionnaire, and semi-structured interview which analyzed thematically from English Club in SMA Negeri 7 Samarinda in the academic year of 2024 who were selected based on the 3 lowest score of the questionnaire. Additionally, students’ speaking difficulties in speaking were categorized into shyness and inhibition, low participation of individuals, finding things to say, and L1 use, meanwhile the reasons behind students’ speaking difficulties were categorized as psychological factors, linguistic factors, and lack of practice factors based on some theories. The result showed that English Club students experienced some difficulties in speaking, such as overuse of L1, confused in finding things to say, shyness and inhibition, and low participation of individuals. This study also found out that the possible reasons behind the difficulties were from linguistic factors: lack of vocabularies, lack of pronunciation, and lack of grammar. Moreover, psychological factors which related to fear of making mistakes, self- confidence, and language anxiety also contributed to the difficulties with the lack opportunities to practice inside and outside the class. Hence, English Club students were still lack of linguistical features in speaking which also affect their psychological and became hesitate to speak in English Club meetings

    Efektivitas Kebijakan Link and Match dalam Pendidikan Vokasi: Menakar Kesiapan Lulusan Memasuki Dunia Kerja

    Full text link
    Pelatihan vokasional berperan strategis dalam menyiapkan SDM kompeten dan siap kerja. Untuk menjawab kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, pemerintah menerapkan kebijakan Link and Match melalui kurikulum berbasis industri, magang, sertifikasi, dan kolaborasi dengan DUDI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa meski kebijakan telah diterapkan luas, tingkat pengangguran lulusan SMK masih tinggi, mencerminkan ketidaksesuaian kompetensi. Kendala utama meliputi kurikulum yang belum adaptif, minimnya partisipasi industri, dan disparitas mutu antar wilayah. Namun, praktik baik seperti Teaching Factory dan magang proyek nyata menunjukkan potensi kebijakan ini. Diperlukan kemitraan strategis, peningkatan kompetensi guru, dan kurikulum yang dinamis untuk mengoptimalkan Link and Match dalam meningkatkan daya saing lulusan vokasi

    Analisis Penggunaan Frame Markers, Transitions, dan Sequence Markers dalam Penulisan Ilmiah Mahasiswa

    Full text link
    This study investigates the use of interactive metadiscourse in the background sections of academic papers written by 38 undergraduate students enrolled in the General Compulsory Indonesian Language Course at Universitas Mulawarman in 2025. Grounded in Hyland’s (2005) metadiscourse framework, the research focuses on three key subcategories: frame markers, transitions, and sequence markers. A qualitative descriptive method was employed through document analysis to examine how students deploy these rhetorical strategies to construct coherence and guide readers through their arguments. Each student paper was manually analyzed for the presence and frequency of metadiscourse markers, with findings triangulated by course instructors for validation. The results reveal that most students utilized more than one type of interactive marker in their writing, with 29 students using frame markers and 28 students applying transitions. However, only one student incorporated sequence markers, indicating a limited awareness of this rhetorical device. The intensity of usage varied across individuals, ranging from 6 to 20 occurrences, suggesting differing levels of rhetorical competence and text organization. Students who used metadiscourse more frequently demonstrated stronger cohesion, while those with lower usage tended to produce less structured and more descriptive texts. This study highlights the importance of explicit instruction in academic writing, particularly in metadiscourse, to support students in developing effective rhetorical strategies. The findings offer practical implications for language instruction at the tertiary level and contribute to the broader understanding of how metadiscourse functions in the early stages of academic literacy development in non-English speaking contexts

    Pengembangan Video Animasi Pembelajaran Matematika Menggunakan Bahasa Pemrograman Python

    Full text link
    Matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami oleh siswa karena sifatnya yang abstrak dan kompleks. Pembelajaran yang monoton serta kurangnya visualisasi dinamis menjadi salah satu penyebab rendahnya minat dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi matematika menggunakan Python library Manim dalam rangka meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Implementasi penggunaan media pembelajaran ini dilakukan di SMP Negeri 3 Samarinda. Hasil menunjukkan bahwa video animasi efektif dalam memvisualisasikan konsep matematika secara dinamis sehingga membantu siswa dalam memahami materi yang sebelumnya dianggap sulit. Respon positif dari guru mencapai rata-rata 96,25%, menunjukkan bahwa media ini sangat baik dari segi efektivitas, efisiensi, kreativitas, dan interaktivitas. Selain itu, antusiasme dan partisipasi siswa meningkat selama proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan video animasi berbasis Python memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital

    Video pembelajaran kimia: media untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik: Chemistry learning videos: media to enhance concept understanding and student learning outcomes

    Full text link
    Pembelajaran kimia di sekolah sering kali dianggap sangat sulit dikarenakan materinya yang abstrak jika dijelaskan dengan monoton dan lisan saja. Pendidik memerlukan bantuan media yang tepat agar peserta didik dapat memahami materi menjadi lebih mudah. Literatur review ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis berbagai literature review mengenai penggunaan video pembelajaran dalam pendidikan kimia yang sering dianggap rumit dan abstrak oleh banyak peserta didik. Melalui metode narrative literature review, artikel ini mengkaji berbagai literatur yang menunjukkan bagaimana video pembelajaran dapat mempermudah pemahaman konsep kimia yang kompleks. Video pembelajaran sebagai media audiovisual, tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik. Ditemukan bahwa penerapan video pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Dengan visualisasi yang menarik dan penyajian yang interaktif, video pembelajaran mampu menjembatani kesenjangan antara konsep abstrak kimia dan pemahaman konkret peserta didik. Berdasarkan literatur review yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran berperan positif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran kimia

    Analisis Tingkat Keterampilan Teknik Dasar Pada Atlet Futsal Putra JPOK

    Full text link
    Tujuan penelitian yaitu adalah untuk melihat sejauh mana kecakapan teknik dasar permainan futsal pada atlet futsal JPOK men. Penelitian ini berfokus pada kemampuan pada permainan futsal yang meliputi kemampuan teknik dasar passing, controlling, dribbling, dan shooting. Berdasarkan penjabaran tersebut, penulis mengimplementasikan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pendekatan survei dalam sebuah variabel yang tidak menghubungkan dengan variabel lain serta tanpa adanya perbandingan. Subyek penelitian ini terdiri dari atlet futsal JPOK men yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data yang diterapkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah dengan memanfaatkan instrument tes dan pengukuran. Penerapan instrumen pada penelitian ini adalah instrument “Tes Futsal FIK Jogja” yang telah diadopsi dan divalidasi isi dengan menerapkan validitas logis kepada para ahli dan validitas muka. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa atlet futsal JPOK men yang termasuk kedalam klasifikasi “sangat kurang baik” adalah sejumlah 1 orang (6%), klasifikasi “kurang baik” sejumlah 0 orang (0%), klasifikasi “cukup baik” sejumlah 2 (11%), klasifikasi “baik” sejumlah 8 orang (44%), dan klasifikasi “sangat baik” sejumlah 7 orang (39%). Berdasarkan hasil yang telah diuraikan, penulis menyimpulkan bahwa tingkat kemampuan keterampilan teknik dasar permainan futsal atlet JPOK men yang mencakup kemampuan dribbling, passing controlling, dan shooting

    Peningkatan Keterlibatan Sosial-Emosional Peserta Didik Melalui Inovasi Emotional Box Dan Pertukaran Emosi Di Kelas XI-9 SMA Negeri 16 Samarinda

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan sosial dan emosional siswa kelas XI-9 SMA Negeri 16 Samarinda melalui inovasi Emotional Box dan Pertukaran Emosi. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 34 siswa, dengan data dikumpulkan melalui observasi, angket, jurnal refleksi guru, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi ini menciptakan suasana belajar yang lebih terbuka dan mendukung. Terjadi peningkatan signifikan dalam ekspresi emosional siswa, empati antarsiswa, serta partisipasi dalam kegiatan kelas. Skor angket keterlibatan emosional meningkat dari rata-rata 2,9 pada siklus I menjadi 4,2 pada siklus II. Pendekatan ini terbukti efektif sebagai bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang inklusif dan bermakna

    Implementasi Akomodasi Yang Layak Bagi Peserta Didik Tuna Daksa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas Inklusif SMA Negeri 1 Samarinda

    Full text link
    Pembelajaran Bahasa Indonesia yang inklusif menuntut adanya akomodasi layak bagi peserta didik berkebutuhan khusus agar dapat berpartisipasi secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus terhadap seorang siswa tuna daksa ringan di kelas X-9 SMA Negeri 1 Samarinda. Hasil menunjukkan bahwa penyesuaian aksesibilitas ruang belajar dan pemberian waktu tambahan saat presentasi dapat meningkatkan kenyamanan serta keterlibatan aktif siswa. Selain itu, kepercayaan diri siswa juga berkembang karena merasakan dukungan dari lingkungan yang responsif. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan akomodasi yang sesuai dalam mendukung pembelajaran yang setara

    1,605

    full texts

    1,842

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇