Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Analisis Kinerja Pegawai Pada Kantor Desa Kepenghuluan Menggala Sakti Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai pada Kantor Desa Kepenghuluan Menggala Sakti, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian berfokus pada enam faktor kinerja menurut Kasmir (2016), yaitu kompetensi, fasilitas kerja, pembiayaan/kompensasi, pengetahuan, rancangan kerja, dan kepribadian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri dari 13 perangkat desa serta 2 masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai secara umum berjalan baik, namun masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana pendukung, belum meratanya kompetensi, serta kesadaran disiplin yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan fasilitas kerja yang memadai, serta pembinaan kedisiplinan sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja pegawai desa
Die Erstellung Eines Lernmediums Basiert Auf Chatbot Zum Thema ‘Arbeitsalltag
Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan sumber belajar berbasis chatbot dengan topik "kehidupan kerja sehari-hari". Proses penciptaan terdiri dari penjelasan fase-fase teori Richey dan Klein: (1) perencanaan, (2) penciptaan, dan (3) evaluasi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan tinjauan pustaka untuk mendeskripsikan sumber belajar berbasis chatbot dengan topik "kehidupan kerja sehari-hari". Sumber belajar ini dikembangkan menggunakan aplikasi chatbot sebagai alat pembelajaran interaktif. Hasil pengembangannya adalah sumber belajar berbasis chatbot yang berisi materi pembelajaran dan latihan untuk keterampilan bahasa yang berkaitan dengan kehidupan kerja sehari-hari pada level A1. Berdasarkan evaluasi ahli, sumber belajar ini mencapai skor 95, yang menunjukkan bahwa sumber ini dianggap sangat baik dan sesuai sebagai alat bantu belajar
Pengembangan Media Quizizz Pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Pada Materi Dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah Ditinjau dari Aspek Validitas dan Praktikalitas
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Quizizz pada materi dakwa Nabi Muhammad SAW di Madinah serta mengkaji kelayakannya ditinjau dari aspek validitas dan praktikalitas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada model ADDIE, dengan tahapan pengembangan dibatasi sampai pada tahap implementasi. Subjek penelitian terdiri atas validator/ahli, guru, dan peserta didik MTs. Data dikumpulkan melalui angket validitas dan praktikalitas yang disebarkan menggunakan Google Form, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Quizizz yang dikembangkan memperoleh rata-rata skor validitas ahli sebesar 2,80 dengan kategori valid dengan revisi. Sementara itu, hasil uji praktikalitas menunjukkan rata-rata skor 4,82 (95,6%) menurut guru dan 4,85 (96,0%) menurut peserta didik, yang keduanya termasuk dalam kategori sangat praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa media Quizizz layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran PAI pada materi Dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah di tingkat MTs, meskipun penerapannya masih terbatas pada skala uji coba terbatas.
 
Melestarikan Budaya Sunda Melalui Kuliner: Studi Kasus Warung Bu Imas sebagai Rumah Makan Legend
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran Warung Bu Imas sebagai rumah makan legendaris dalam upaya pelestarian budaya Sunda melalui kuliner tradisional. Warung Bu Imas, yang telah berdiri sejak puluhan tahun di kawasan Bandung, Jawa Barat, menjadi representasi autentik dari tradisi kuliner Sunda yang kaya akan nilai filosofis dan simbolisme lokal. Studi kasus ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber akademik yang membahas hubungan antara kuliner, pelestarian budaya, dan pendidikan kewarganegaraan. Kajian ini menelusuri bagaimana makanan tradisional menjadi wadah untuk melestarikan budaya seperti, menganalisis berupa resep turun-temurun, arsip foto historis, dan ulasan wisatawan. Hasil penelitian mengungkap bahwa Warung Bu Imas berhasil mempertahankan nilai-nilai budaya Sunda melalui penyajian hidangan autentik seperti nasi timbel, karedok, dan sambal dadak yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat makna budaya tinggi, seperti konsep "silih asah, silih asih, silih asuh" yang tercermin dalam ramah tamah pelayanan. Selain itu, warung ini telah berevolusi menjadi simbol identitas budaya Sunda yang kuat serta destinasi wisata kuliner populer, menarik ribuan pengunjung domestik dan mancanegara setiap tahunnya. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan sebagai referensi bagi pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan, strategi pelestarian warisan kuliner tradisional, serta pemberdayaan UMKM lokal dalam konteks ekonomi kreatif
Meningkatkan Kemampuan Anak Mengenal Bilangan melalui Media Jam Pintar di PAUD Ceria Desa Turam Aceh Besar
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak di kelompok B masih mengalami kesulitan dalam mengenal lambang bilangan, membilang banyak benda, serta mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal bilangan melalui media jam pintar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart. Tempat pelaksanaan di PAUD Ceria Desa Turam Aceh Besar pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Subjek dalam penelitian ini adalah 9 anak kelompok B yang berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan anak. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini jika 75% atau 7 dari 9 anak mencapai kategori (BSH). Pelaksanaan tindakan dilakukan melalui, guru mamperkenalkan media kepada anak, guru menjelaskan aturan sebelum bermain, guru menjelaskan cara bermain, guru menyebutkan lambang bilangan 1-12, guru mengajak anak satu persatu maju ke depan untuk bermain media jam pintar kemudia menyebutkan lambang bilangan 1-12, membilang banyak benda, mencocokkan lambang bilangan 1-12 dengan banyak benda
Peran Konseling Kelompok untuk Mengurangi Kenakalan Remaja Siswa Kelas X SMK
Kenakalan remaja di lingkungan sekolah menengah kejuruan seringkali menghambat proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis layanan konseling kelompok dalam mengurangi tingkat kenakalan remaja pada siswa kelas X di SMK Swasta Bandung 2. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi perilaku membolos, merokok, dan lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian 10 orang siswa kelas X dengan catatan pelanggaran disiplin. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, perilaku kenakalan siswa berada pada kategori tinggi akibat faktor internal dan eksternal. Setelah diberikan layanan konseling kelompok melalui tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran, terdapat penurunan signifikan pada perilaku negatif. Siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih bertanggung jawab dan mampu menjalin komunikasi yang lebih baik. Simpulan penelitian adalah layanan konseling kelompok merupakan metode yang efektif untuk mereduksi kenakalan remaja di sekolah jika dilaksanakan secara sistematis.
 
Problematika Penulisan dalam Kamus Sinonim Karya Junaiyah H. Matanggui
Kamus sinonim atau tesaurus memegang peran penting dalam leksikografi dan pembelajaran bahasa, namun penyusunannya menghadapi berbagai problematika yang kompleks, baik dari aspek semantik, leksikografi, maupun teknologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis problematika penyusunan kamus sinonim, baik cetak maupun digital, serta mengevaluasi kontribusi teknologi korpus dan metode Natural Language Processing (NLP) dalam meningkatkan kualitas entri sinonim. Data diperoleh melalui studi dokumen dan observasi dokumen pada berbagai kamus sinonim Indonesia, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama mencakup ketepatan makna, pengelolaan kata polisemi, kualitas penjelasan naratif, dan penanda sosiolinguistik yang minim. Meskipun teknologi korpus dan NLP memberikan peluang peningkatan, keterbatasan aksesibilitas digital dan sumber data sinonim yang sparse masih menjadi tantangan signifikan. Oleh karena itu, penyusunan kamus sinonim yang akurat harus berlandaskan pemahaman semantik yang mendalam dan penerapan prinsip leksikografi modern secara sistematis.
 
Penerapan Sistem Management Berbasis Web di Sekolah
Administrasi bagian tak tergantikan esensial untuk suksesnya penyelenggaraan program kegiatan. masih banyak lembaga pendidikan yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan data administrasi, terutama akibat sistem yang belum terintegrasi dan proses yang masih manual.kendala seperti inilah yang sering menyebabkan keterlambatan layanan,penumpukan berkas,dan kesulitan dalam pencarian dokumen. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya optimalisasi pengelolaan data administrasi dapat meningkatkan daya guna layanan sekolah melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung dan wawancara kepada pegawai administrasi,ditemukan bahwa penggunaan sistem pengelolaan informasi yang lebih teratur mampu mempercepat akses data,meminimalkan kesalahan pencatatan, serta meningkatkan ketertiban arsip. Hasil ini menunjukkan bahwa optimalisasi pengelolaan administrasi bukan hanya berdampak pada efisiensi kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada siswa dan guru
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Penerapan Media Pembelajaran Game Based Learning Berbasis Quizizz pada Materi Jarimah Sariqah di Kelas XI MA Al-Khairaat Popayato Barat
Studi ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan capaian pembelajaran siswa dalam mempelajari konsep Jarimah Sariqah—hukum pencurian menurut syariat Islam—dengan memanfaatkan platform Quizizz sebagai media Game Based Learning di MA Al-Khairaat Popayato Barat, khususnya siswa kelas XI. Pendekatan yang diterapkan merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dirancang dalam dua siklus pembelajaran. Sepuluh siswa kelas XI menjadi partisipan riset ini. Instrumen pengambilan data meliputi lembar observasi, instrumen tes pencapaian belajar, serta dokumentasi kegiatan. Temuan riset memperlihatkan kemajuan bermakna di setiap tahapan. Ketuntasan belajar pada tahap awal hanya tercapai oleh 30% siswa dengan rerata skor 65%. Kemajuan terjadi pada siklus pertama dengan ketuntasan mencapai 60% dan rerata naik menjadi 75,6%. Pencapaian optimal diraih pada siklus kedua dengan 90% siswa mencapai ketuntasan dan rerata skor 86%. Riset ini memvalidasi bahwa implementasi Quizizz sebagai platform Game Based Learning berkontribusi positif terhadap peningkatan capaian pembelajaran, motivasi akademik, serta partisipasi aktif siswa.
 
Efektivitas Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan terhadap Kepatuhan Syariah Lembaga Keuangan Digital
Perkembangan pesat lembaga keuangan digital berbasis syariah di Indonesia menuntut adanya pengawasan yang efektif untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menganalisis efektivitas pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap kepatuhan syariah lembaga keuangan digital dalam konteks transformasi digital industri keuangan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, analisis regulasi, dan wawancara mendalam dengan stakeholders terkait termasuk pejabat OJK, Dewan Pengawas Syariah, pelaku industri fintech syariah, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun OJK telah membentuk kerangka regulasi dan mekanisme pengawasan, namun efektivitasnya masih terkendala oleh berbagai faktor seperti keterbatasan kapasitas pengawasan terhadap inovasi teknologi finansial, minimnya standarisasi penilaian kepatuhan syariah untuk produk digital, gap antara kecepatan inovasi dengan adaptasi regulasi, serta lemahnya koordinasi antara OJK dengan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penelitian menemukan bahwa dari sampel 150 platform fintech syariah yang dianalisis, sekitar 42 persen memiliki permasalahan terkait kepatuhan syariah baik dari aspek akad, transparansi, maupun implementasi operasional. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kerangka regulasi pengawasan syariah digital, peningkatan kompetensi pengawas dalam teknologi finansial dan hukum Islam, pembentukan sistem pengawasan berbasis teknologi (RegTech dan SupTech), harmonisasi standar kepatuhan syariah untuk produk digital, serta penguatan peran Dewan Pengawas Syariah dalam ekosistem fintech syariah