Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Manajemen SDM dalam Reposisi Peran Guru PAI di Era Digital Menuju Indonesia Emas 2045: Studi Kasus di Sekolah Dasar Islam (SDI) Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan
Agenda Indonesia Emas 2045 menuntut tersedianya sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang sekolah dasar memiliki posisi strategis dalam membangun fondasi karakter moral dan spiritual peserta didik. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa peran strategis guru PAI belum didukung oleh manajemen sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan, serta fasilitas pembelajaran yang memadai, khususnya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi manajemen SDM guru PAI, reposisi peran guru PAI di era digital, serta hambatan struktural dan teknis yang dihadapi dalam mendukung agenda Indonesia Emas 2045. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan pengawas di Sekolah Dasar Islam (SDI) Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru PAI masih berstatus honorer dengan tingkat kesejahteraan yang rendah, fasilitas pembelajaran digital yang terbatas, serta minimnya pelatihan berbasis teknologi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya inovasi pembelajaran dan optimalisasi peran guru PAI di era digital. Penelitian ini merekomendasikan model manajemen SDM guru PAI yang berbasis mutu, kesejahteraan, penguatan kompetensi digital, dan nilai-nilai Islam sebagai strategi penting dalam mendukung pembangunan karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045
Analisis Penggunaan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar IPS di MI/SD
Dalam pembelajaran ilmu sosial, guru-guru belum memaksimalkan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar, yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengevaluasi penggunaan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran, dan 2) merancang rencana untuk memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dalam pembelajaran ilmu sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data yang digunakan diperoleh dari observasi dan wawancara yang dilakukan selama penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk pembelajaran ilmu sosial telah dilakukan cukup sering, meskipun masih minim. 2) Aktivitas pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekolah perlu dipersiapkan dengan cermat karena berlangsung di ruang terbuka yang luas dan menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan dengan pembelajaran di kelas. Desain untuk memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar diuraikan dalam Modul Pembelajaran Kelas IV dengan tema 7 tentang "Bagaimana Mendapatkan Semua Kebutuhan Kita". Diharapkan guru dapat memanfaatkan lingkungan sekolah untuk pembelajaran ilmu sosial sebagai sumber belajar, karena memiliki potensi besar untuk meningkatkan motivasi siswa dan hasil belajar
Pengembangan Self – Help Book untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Sosial Remaja (Research and Development Kelas X SMA Negeri 7 Kota Serang)
Pengembangan Self – Help Book di SMA Negri 7 Kota Serang dilatarbelakangi belum adanya media yang diterapkan oleh guru Bimbingan dan Konseling kepada siswa di SMA Negri 7 Kota Serang. Sehingga perlu adanya media atau layanan yang diberikan untuk membantu permasalahan siswa yang mengalami kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan self – help book atau buku bantuan diri yang bisa digunakan oleh siswa yang memiliki permasalahan kecemasan sosial remaja. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode pengembangan (R&D) yang menggunakan model ADDIE. Tahap – tahap tersebut meliputi: a). Analysis, b). Design, c). Development, d). Implement, e). Evaluation. Instrumen pada penelitian ini menggunakan angket/kuesioner dalam berbentuk google form serta subjek uji coba sejumlah 34 siswa kelas X.3 SMA Negri 7 Kota Serang. Pada teknik pengolahan data menggunakan skala likert untuk mengetahui kelayakan data. Hasil data yang telah dilakukan pada uji kelayakan ahli media sebesar 60%, pada uji kelayakan ahli bahasa sebesar 94%, dari hasil data tersebut memperoleh kategori “Layak” untuk diimplementasikan.
 
Psycholinguistic Perspectives on Speaking Anxiety and Fluency in EFL Classrooms
Kecemasan berbicara tetap menjadi hambatan yang terus-menerus terhadap kinerja lisan di kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL), bahkan di antara pembelajar dengan pengetahuan tata bahasa dan leksikal yang memadai. Banyak pembelajar EFL kesulitan berbicara dengan lancar meskipun telah lama mengikuti pengajaran, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi linguistik dan penggunaan bahasa secara langsung. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara kecemasan berbicara dan kelancaran lisan melalui lensa psikolinguistik. Dengan mengadopsi desain penelitian konseptual kualitatif, studi ini mensintesis studi empiris yang telah ditinjau oleh rekan sejawat yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2024 yang meneliti kecemasan, pemrosesan kognitif, dan kelancaran dalam konteks EFL. Analisis mengidentifikasi tema-tema yang berulang terkait dengan kontrol perhatian, kendala memori kerja, gangguan pengambilan leksikal, dan gangguan dalam perencanaan bicara. Temuan menunjukkan bahwa kecemasan berbicara berfungsi sebagai interferensi afektif kognitif yang mengurangi efisiensi pemrosesan selama produksi ucapan, yang mengakibatkan gangguan kelancaran yang terukur. Dengan mengintegrasikan bukti empiris terbaru dengan model produksi ucapan dan pemrosesan kognitif yang telah mapan, artikel ini menawarkan penjelasan yang berlandaskan teori mengapa kelancaran tetap rapuh di bawah tekanan afektif. Diskusi ini selanjutnya menunjukkan bagaimana wawasan psikolinguistik ini memberikan informasi bagi pedagogi berbicara yang memprioritaskan pengelolaan kognitif, regulasi afektif, dan pengembangan otomatisasi di kelas EFL
Analisis Kesejahteraan Ekonomi Petani Sayuran Menurut Perspektif Ekonomi Islam di Nagari Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam
Penelitian ini dilatar belakangi oleh penurunan luas lahan dan jumlah produksi komoditas sayuran seperti daun bawang, kembang kol, kubis, dan wortel. Fenomena ini menyebabkan pendapatan dari bertani sayuran tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga berpengaruh pada kesejahteraan ekonomi petani sayuran. Selain itu juga ditemukan kondisi beberapa rumah petani sayuran masih bersifat semi permanen. Penelitian ini bertujuan menelaah tingkat kesejahteraan ekonomi petani sayuran di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, melalui perspektif ekonomi Islam, menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari sumber primer melalui kuesioner serta data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Pemerintah Nagari Sungai Pua, dan Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Pua, kemudian dianalisis dengan metode Miles dan Huberman yang mencakup reduksi,penyajian,danpenarikan kesimpulan. Hasil analisis mengungkap bahwa dari sisi pendapatan rumah tangga, petani sayuran di wilayah tersebut belum tergolong sejahtera, namun dalam hal pengeluaran rumah tangga, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hunian mereka telah mencapai kondisi sejahtera. Selain itu, dari sudut pandang maqashid syariah, mereka dinilai sejahtera karena konsisten memelihara prinsip-prinsip fundamental seperti pemeliharaan agama, keselamatan jiwa, pengembangan akal, dan perlindungan harta
Korelasi antara Penegakan Perda Miras dan Prostitusi dengan Teori Maqasid Al Syariah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik peredaran minuman keras (miras) dan prostitusi yang menimbulkan degradasi moral serta keresahan sosial di masyarakat. Pemerintah daerah kemudian merespons fenomena ini melalui pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan miras dan prostitusi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara penegakan Perda Miras dan Prostitusi dengan teori Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya dalam konteks menjaga lima tujuan utama syariat (hifz al-dīn, al-nafs, al-‘aql, al-nasl, dan al-māl). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis dan studi kepustakaan, dengan menelaah peraturan daerah, literatur fiqh jinayah, dan konsep maqasid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan perda tersebut sejalan dengan prinsip maqasid, karena bertujuan menjaga akal dan keturunan masyarakat dari kerusakan moral dan sosial yang disebabkan oleh konsumsi miras dan praktik prostitusi. Selain itu, perda ini juga berfungsi sebagai instrumen tazir modern dalam bingkai siyasah syar‘iyyah, yakni kebijakan pemerintah yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan publik. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya mengintegrasikan regulasi daerah kontemporer dengan teori hukum Islam klasik. Kontribusinya diharapkan dapat memperkuat paradigma harmonisasi antara hukum positif dan hukum Islam dalam pembangunan moral dan sosial masyarakat
Analisis Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Profitabilitas (ROA) PT Bank Central Asia (BCA) Tbk
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) pada PT Bank Central Asia Tbk (PT BCA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana, di mana DER berperan sebagai variabel independen dan ROA sebagai variabel dependen. Data yang digunakan merupakan data keuangan periode pengamatan dengan total 32 observasi, yang diolah menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil estimasi regresi menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA). Koefisien regresi DER bernilai –4340,417, yang mengindikasikan bahwa peningkatan tingkat leverage perusahaan cenderung diikuti oleh penurunan profitabilitas. Nilai p-value sebesar 0,007 menunjukkan bahwa pengaruh DER terhadap ROA signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 5 persen. Temuan ini diperkuat oleh hasil uji ANOVA dengan nilai Significance F sebesar 0,007, yang menandakan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan dalam menjelaskan hubungan antara DER dan ROA. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,217 menunjukkan bahwa variasi DER mampu menjelaskan sekitar 21,7% variasi profitabilitas (ROA) PT BCA, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, seperti efisiensi operasional, kualitas aset, kebijakan manajemen risiko, serta kondisi makroekonomi dan industri perbankan. Secara teoretis, hasil penelitian ini sejalan dengan Trade-Off Theory dan Pecking Order Theory, yang menyatakan bahwa penggunaan utang yang berlebihan dapat meningkatkan beban keuangan dan risiko perusahaan, sehingga berpotensi menekan kinerja profitabilitas. Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi bahwa struktur pendanaan, khususnya pengelolaan leverage, merupakan faktor yang relevan dalam menentukan tingkat profitabilitas PT BCA. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajemen perusahaan dan investor dalam mengevaluasi kebijakan pendanaan serta kinerja keuangan perusahaan perbankan
Analisis Perilaku Konsumen terhadap Layanan Keuangan Digital (Mobile Banking) Pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen terhadap layanan keuangan digital berupa mobile banking pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali. Fokus penelitian diarahkan pada persepsi nasabah sebelum dan sesudah menggunakan mobile banking serta faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-interpretivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi teknik serta model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menggunakan mobile banking, sebagian nasabah masih memiliki keraguan terkait keamanan transaksi, keandalan sistem, dan kemampuan dalam mengoperasikan aplikasi. Namun, setelah menggunakan layanan BPD Bali Mobile, persepsi nasabah cenderung berubah menjadi positif. Nasabah merasakan manfaat berupa kemudahan akses, efisiensi waktu, fleksibilitas transaksi, serta pengurangan ketergantungan pada layanan konvensional. Perilaku konsumen menunjukkan kecenderungan positif yang tercermin dari meningkatnya frekuensi penggunaan, ragam transaksi, tingkat kepuasan, dan loyalitas nasabah. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala teknis seperti gangguan sistem dan keterlambatan OTP yang memengaruhi persepsi keandalan layanan. Berdasarkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), penerimaan mobile banking dipengaruhi oleh persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat yang dirasakan nasabah. Secara keseluruhan, mobile banking BPD Bali telah diterima dengan baik oleh nasabah, meskipun diperlukan peningkatan pada aspek stabilitas sistem dan kualitas layanan digital
Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Kegiatan Daurah Asaasiyyah di Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2025
Pancasila merupakan dasar negara bangsa Indonesia yang digunakan sebagai acuan nilai-nilai dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kegiatan Daurah Asaasiyyah dapat dijadikan sebagai acuan sarana pembentukan karakter pancasila mahasiswa atau tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini memiliki 15 item pernyataan yang terdiri dari 3 butir item tiap sila yang di sebar melalui angket kepada 53 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket skala likert lima poin yang disusun berdasarkan lima sila pancasila. Untuk menjamin kelayakan instrumen, dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil uji validitas yaitu semua item pernyataan memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel, sehingga dinyatakan valid. Selanjutnya yaitu uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha untuk mengukur konsistensi internal instrumen. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha harus lebih besar dari 0.60, sehingga dapat dinyatakan reliabel dan layak digunakan dalam penelitian.
 
Makna Pendidikan Kewirausahaan bagi Pemuda dalam Membangun Kemandirian Kerja dan Menghadapi Pengangguran
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pendidikan kewirausahaan bagi pemuda dalam membangun kemandirian kerja dan menyikapi realitas pengangguran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya tingkat pengangguran pemuda yang menunjukkan ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif dan orientasi fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif pemuda yang mengikuti pendidikan kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dimaknai secara multidimensional oleh pemuda, tidak hanya sebagai pembelajaran teknis bisnis, tetapi sebagai proses pembentukan pola pikir, identitas kerja, dan ketahanan psikologis. Pendidikan kewirausahaan berperan dalam menginternalisasi nilai kemandirian, keberanian menghadapi risiko, serta fleksibilitas dalam merespons ketidakpastian kerja. Selain itu, pendidikan kewirausahaan membantu pemuda merekonstruksi makna pengangguran dari stigma kegagalan menjadi fase transisi yang dapat direspons secara kreatif. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan kewirausahaan perlu dipahami secara kontekstual dan humanis, tidak semata-mata berdasarkan capaian ekonomi