Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Analisis Kadar Hidrokuinon dalam Krim Pemutih dari Klinik Kecantikan di Kota Jambi Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
Hidrokuinon merupakan senyawa turunan fenol yang sering disalahgunakan dalam krim pemutih karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin. Namun, penggunaan hidrokuinon dalam kosmetik berisiko menimbulkan efek kesehatan serius, seperti iritasi kulit, okronosis, dan potensi karsinogenik, sehingga penggunaannya dilarang dalam sediaan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan kadar hidrokuinon dalam krim pemutih yang diperoleh dari klinik kecantikan di Kecamatan Alam Barajo, Telanaipura, dan Jambi Selatan, Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium. Sampel krim pemutih dipilih secara purposive sampling dan dianalisis melalui dua tahap, yaitu skrining awal menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk penentuan panjang gelombang maksimum, dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Analisis KCKT dilakukan menggunakan kolom C18 dengan fase gerak metanol:air (55:45 v/v), laju alir 1 mL/menit, volume injeksi 20 µL, dan deteksi pada panjang gelombang 294 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua sampel krim pemutih dari Kecamatan Alam Barajo terdeteksi mengandung hidrokuinon dengan kadar masing-masing sebesar 0,015% dan 0,067%, sedangkan sampel dari Kecamatan Telanaipura dan Jambi Selatan tidak terdeteksi mengandung hidrokuinon. Temuan ini mengindikasikan bahwa krim pemutih yang dipasarkan melalui klinik kecantikan masih berpotensi mengandung bahan berbahaya yang tidak sesuai dengan regulasi kosmetik yang berlaku. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam kajian keamanan kosmetik serta menegaskan pentingnya pengawasan regulatori dan edukasi konsumen untuk menjamin perlindungan kesehatan masyarakat
Pengaruh Budaya Lokal Katimaha terhadap Pembentukan Spiritualitas dalam Persefektif Psikologi Keagamaan
Globalization and modernization threaten the erosion of local wisdom values in Indonesia, including Katimaha culture in Katimaha Village, Bekasi, emphasizing tepo seliro, musyawarah, and gotong royong as foundations of moderate spirituality. This study aims to identify the role of Katimaha culture in forming moderate spirituality from religious psychology perspective. Employing qualitative phenomenological approach, population comprised active residents of Katimaha Village with purposive sample of religious leaders, traditional figures, and youth. Main instrument was researcher supported by triangulation of participatory observation, in-depth interviews, and documentation; data analysis through Miles-Huberman\u27s reduction, thematic display, and verification. Findings reveal Katimaha culture functions as socio-psychological mechanism for internalizing moderate values through pengajian, mutual cooperation, and deliberation, producing hablum minallah wa hablum minannas balance. Conclusion states Katimaha preservation proves effective as local wisdom-based character education strategy for religious moderation.
 
Konsep Pendidikan Islam Humanis dan Moderat dalam Pandangan Yusuf Al-Qardhawi
Pendidikan Islam memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, moralitas, dan kesadaran sosial umat Islam, khususnya dalam menghadapi dinamika era digital yang ditandai oleh globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Kondisi ini menuntut adanya pengembangan paradigma pendidikan Islam yang tidak hanya adaptif dan kontekstual, tetapi juga tetap berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan Islam yang humanis dan moderat dalam pemikiran Yusuf Al-Qardhawi serta relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari sumber primer berupa karya-karya Yusuf Al-Qardhawi dan sumber sekunder berupa artikel jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Yusuf Al-Qardhawi memandang pendidikan Islam sebagai proses integral yang mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam bingkai humanisme dan moderasi (wasathiyyah). Nilai humanisme tercermin dalam penghormatan terhadap martabat manusia, penegakan keadilan sosial, penguatan ukhuwah, serta perlindungan terhadap kehidupan. Adapun prinsip moderasi dipahami sebagai sikap keseimbangan antara keteguhan akidah dan keterbukaan terhadap realitas sosial, sehingga mampu mencegah sikap ekstrem dan eksklusif dalam beragama. Dengan demikian, konsep pendidikan Islam humanis dan moderat dalam pandangan Yusuf Al-Qardhawi relevan sebagai landasan konseptual pengembangan Pendidikan Agama Islam yang inklusif, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan umat di era digital
The Application of Psycholinguistic Knowledge in Everyday Language Use: A Literature Review
Penggunaan bahasa sehari-hari sering dianggap intuitif dan informal, namun pada dasarnya dibentuk oleh proses kognitif kompleks yang dipelajari dalam psikolinguistik, sehingga pemeriksaan sistematisnya sangat penting untuk memahami komunikasi di dunia nyata. Studi ini bertujuan untuk mensintesis literatur psikolinguistik terkini untuk menjelaskan bagaimana mekanisme kognitif beroperasi dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada penelitian berbasis pustaka, studi ini menganalisis sumber teoritis dan empiris yang ditinjau oleh rekan sejawat melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi konsep-konsep yang berulang terkait dengan pemahaman, produksi, prediksi, dan adaptasi bahasa. Temuan menunjukkan bahwa perilaku bahasa sehari-hari diatur oleh mekanisme kognitif yang efisien seperti pemrosesan bertahap, akses leksikal, perencanaan terbatas, dan adaptasi kontekstual, yang menjelaskan fenomena umum termasuk jeda, perbaikan diri, dan struktur yang disederhanakan dalam komunikasi lisan dan tulisan. Kesimpulannya, studi ini menunjukkan bahwa perspektif psikolinguistik menawarkan kerangka penjelasan yang koheren untuk penggunaan bahasa sehari-hari di luar konteks eksperimental dan menyarankan bahwa penelitian masa depan harus mengintegrasikan teori psikolinguistik dengan data bahasa naturalistik untuk memperdalam pemahaman terapan
Hubungan Antara Hope Dengan Future Time Perspective Pada Narapidana Dewasa Awal Di Lapas Kelas II A Padang
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara hope dengan future time perspective pada narapidana dewasa awal di Lapas Kelas IIA Padang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara langsung pada narapidana yang menjadi responden. Jumlah responden pada penelitian ini adalah sebanyak 80 orang narapidana dewasa awal. Narapidana dewasa awal berada pada fase perkembangan yang menuntut kemampuan perencanaan masa depan, namun kondisi pemidanaan sering kali menimbulkan tekanan psikologis yang memengaruhi orientasi masa depan. Instrumen penelitian menggunakan skala Trait Hope Scale Snyder (2002) yang diadaptasi oleh Zita (2020) dan skala Future Time Perspective yang diadaptasi dari Reza (2022) berdasarkan (FTPS) oleh Husman dan Shell (2008). Analisis data menggunakan korelasi Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hope dan future time perspective, di mana semakin tinggi hope, semakin positif future time perspective yang dimiliki narapidana dewasa awal
Peran Pendidikan Seni dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik: Studi Literatur
Pendidikan seni berperan penting dalam pengembangan karakter peserta didik karena melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan seni, khususnya seni tari, dalam pembentukan karakter peserta didik melalui studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur terhadap lima artikel ilmiah yang relevan, dengan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan seni tari berkontribusi dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, empati, dan toleransi. Proses pembelajaran seni tari memberikan pengalaman estetik yang mendukung internalisasi nilai moral dan sosial secara kontekstual. Oleh karena itu, pendidikan seni tari memiliki peran strategis sebagai media penguatan pendidikan karakter di sekolah
Dampak Pemantauan Tumbuh Kembang Secara Terpadu terhadap Kualitas Hidup Anak Usia Dini
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada masa kanak-kanak awal merupakan langkah strategis untuk memastikan anak tumbuh secara optimal sesuai dengan tahapan usianya. Studi ini bertujuan untuk meneliti dampak pemantauan pertumbuhan dan perkembangan terintegrasi terhadap kualitas hidup anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi literatur, menganalisis berbagai sumber ilmiah, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan program deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pemantauan terintegrasi yang melibatkan aspek kesehatan, nutrisi, dan stimulasi psikososial memiliki efek positif pada kualitas hidup anak. Dampak utama yang diidentifikasi meliputi deteksi dini gangguan perkembangan, penanganan masalah gizi yang cepat, dan penguatan peran orang tua dalam memberikan stimulasi di rumah. Kesimpulannya, sistem pemantauan terintegrasi efektif dalam meminimalkan risiko keterlambatan perkembangan dan berfungsi sebagai fondasi penting bagi kesejahteraan anak di masa depan
Perumusan Masalah Analisis Kebijakan Pendidikan
Artikel ini bertujuan menganalisis perumusan masalah analisis kebijakan pendidikan. Analisis kebijakan pendidikan adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi berupa data-data dalam bidang pendidikan, yang berfungsi sebagai panduan alternatif dalam merumuskan kebijakan demi mengambil keputusan yang bersifat diplomatis untuk mengatasi masalah yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang meliputi proses pengumpulan, pengolahan, serta analisis data dalam konteks sektor pendidikan. Sewaktu melakukan analisis kebijakan, seorang analis harus dengan cermat mengamati permasalahan yang akan menjadi fokus kebijakan agar tidak terjebak dalam memilih alternatif kebijakan yang tidak tepat. Analisis kebijakan pendidikan berperan sebagai acuan dalam menentukan langkah-langkah pengambilan keputusan serta diarahkan untuk menciptakan keteraturan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan. Melalui analisis ini, efektivitas berbagai program layanan pendidikan dapat ditingkatkan, sekaligus mendorong terciptanya ketertiban administrasi dan aspek-aspek terkait lainnya
Peran Perkembangan Kecerdasan Buatan terhadap Perubahan Struktur Pasar Kerja
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah secara mendalam struktur pasar kerja di seluruh dunia. Artikel ini membahas bagaimana AI berkontribusi dalam merombak dinamika pasar tenaga kerja, mencakup otomatisasi pekerjaan, penciptaan lapangan baru, dan perubahan dalam keterampilan yang diperlukan. Dengan memanfaatkan informasi dari laporan OECD, World Economic Forum, dan analisis industri, studi ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya menggantikan tugas-tugas rutin, tetapi juga mendorong terjadinya inovasi dan peningkatan efisiensi. Meskipun demikian, tantangan seperti kurangnya keterampilan dan pengangguran struktural harus diatasi melalui pendidikan serta kebijakan yang tepat. Kesimpulannya menggarisbawahi pentingnya penyesuaian untuk memanfaatkan potensi AI dalam menciptakan pasar kerja yang lebih terbuka bagi semua
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Media Kartu Kata Bergambar pada Siswa Kelas I SDN 006 Bonai Darussalam
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN 006 Bonai Darussalam melalui penggunaan media kartu kata bergambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas I yang berjumlah 25 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pada siklus I, sebagian siswa mulai menunjukkan perkembangan, namun keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran masih belum optimal. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, keterlibatan siswa meningkat secara signifikan dan kemampuan membaca permulaan siswa menunjukkan kemajuan yang jelas, baik dari aspek kelancaran membaca, pengenalan suku kata, maupun pemahaman makna kata