Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kurs dan Inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sektor Komponen Otomotif di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2024
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh variabel makroekonomi, khususnya nilai tukar (Kurs) dan inflasi, terhadap kinerja saham sektor komponen otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pengamatan 2019-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda untuk membedah hubungan kausalitas antar variabel secara komprehensif, mencakup periode krisis hingga pemulihan ekonomi. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan bulanan kurs tengah Rupiah/USD, tingkat inflasi nasional (CPI), dan indeks sektoral otomotif yang diperoleh dari Bank Indonesia, BPS, dan Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham sektor otomotif. Hal ini disebabkan oleh struktur biaya industri yang memiliki ketergantungan sangat tinggi pada komponen impor serta paparan risiko valuta asing yang masif pada neraca keuangan perusahaan. Sementara itu, inflasi ditemukan memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan dalam jangka pendek, mengindikasikan bahwa mekanisme pasar telah melakukan antisipasi (priced-in) terhadap ekspektasi inflasi nasional dan kebijakan stabilisasi harga oleh pemerintah. Secara simultan, kedua variabel makroekonomi tersebut memberikan kontribusi signifikan dalam menjelaskan volatilitas saham sektor komponen otomotif. Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi manajer portofolio dalam mitigasi risiko dan bagi pembuat kebijakan dalam menjaga stabilitas moneter untuk mendukung sektor manufaktur nasional
The Use of Game-Based Learning to Improve Students’ Vocabulary Mastery in SMP Barumun 1 Padang Lawas
Vocabulary mastery is a fundamental component of English language learning, yet many junior high school students experience difficulties due to monotonous teaching methods. This study aims to investigate the effectiveness of Word Guessing Game in improving students’ vocabulary mastery and to explore students’ responses toward the use of games in English learning. The research employed a mixed-method approach with a quasi-experimental design. The participants were eighth-grade students of SMP Barumun, consisting of 32 students. Quantitative data were collected through pre-test and post-test, while qualitative data were obtained through questionnaires and classroom observations. The quantitative data were analyzed using descriptive statistics and paired-sample t-test, while qualitative data were analyzed thematically. The findings indicate a significant improvement in students’ vocabulary mastery after the implementation of Word Guessing Game. The results also show that students responded positively, demonstrating higher motivation, engagement, and active participation during the learning process. These findings suggest that Word Guessing Game is an effective and practical strategy to enhance vocabulary learning at the junior high school level
Junior High School Students’ Numeracy Ability in Terms of Students’ Mathematical Resilience
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berhitung siswa SMP kelas IX dalam hal ketahanan matematika siswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP di Bekasi. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk menentukan kemampuan berhitung yang terdiri dari empat pertanyaan deskriptif yang diadopsi dari pertanyaan PISA dan instrumen non-tes berupa kuesioner ketahanan matematika. Instrumen penelitian didistribusikan secara daring karena pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat ketahanan matematika tinggi dapat menyelesaikan soal berdasarkan tiga indikator kemampuan berhitung, yaitu (1) mampu menggunakan berbagai jenis angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar dalam berbagai konteks sehari-hari, (2) menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk, dan (3) menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan yang baik, namun untuk indikator ketiga, masih terdapat kesalahan. Selain itu, siswa yang memiliki ketahanan matematika sedang sudah dapat mengerjakan soal hanya dengan dua indikator. Sementara itu, siswa dengan ketahanan matematika rendah belum menguasai indikator tersebut dan belum dapat menyelesaikan soal dengan benar dan tepat
Peningkatan Kreativitas dan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Kegiatan Pembuatan Gantungan Kunci Berbahan Kawat Bulu (Pipe Cleaner) di Bimbel An-Nur Cipedak Jakarta Selatan
Meningkatkan kreativitas anak sejak usia dini menjadi aspek yang penting dalam mendukung perkembangan motorik halus, imajinasi, dan kesiapan belajar mereka. Di tengah meningkatnya penggunaan gadget dan minimnya aktivitas seni di lembaga pendidikan nonformal, diperlukan kegiatan yang dapat menstimulasi kemampuan anak secara langsung. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Bimbel An-Nur Cipedak, Jakarta Selatan bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan motorik halus pada anak usia 3–7 tahun melalui kegiatan membuat gantungan kunci berbahan pipe cleaner (kawat bulu). Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pendampingan edukatif berbasis praktik langsung melalui tahapan-tahapan: observasi awal, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi. Observasi menunjukkan anak jarang terlibat dalam aktivitas kreatif dan lebih difokuskan pada kegiatan akademik. Pelatihan ini dilakukan dengan memperkenalkan alat dan bahan, memberikan contoh pembuatan gantungan kunci, dan memandu anak dalam proses merangkai hingga menyelesaikan karya. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan antusiasme pada anak, kemampuan koordinasi tangan dan mata, ketelitian, serta kemampuan dalam memodifikasi desain sesuai imajinasi masing-masing anak. Selain stimulasi motorik halus, kegiatan ini juga mampu meningkatkan rasa percaya diri dan interaksi sosial pada anak. Program ini terbukti berjalan kondusif dengan dukungan guru dan partisipasi aktif dari anak-anak. Dengan demikian, kegiatan ini efektif sebagai alternatif pembelajaran kreatif sekaligus dapat dikembangkan sebagai program berkelanjutan di Bimbel An-Nur Jakarta Selatan
Korupsi, Penipuan dan Pencucian Uang dalam Skema Robot Trading Viral Blast Global: Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Pasal 15 dan Pasal 52 Uncac serta Upaya Pemulihan Aset di Indonesia
Penelitian ini menganalisis praktik korupsi, penipuan, dan pencucian uang dalam skema robot trading Viral Blast Global melalui tinjauan yuridis terhadap implementasi Pasal 15 dan Pasal 52 United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) di Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan norma internasional tersebut diterapkan dalam sistem hukum nasional serta efektivitasnya terhadap upaya pemulihan aset hasil kejahatan lintas negara. Dengan pendekatan yuridis-komparatif, penelitian ini menilai harmonisasi hukum internasional dan nasional serta menawarkan rekomendasi strategis guna memperkuat mekanisme penegakan hukum dan tata kelola keuangan digital di Indonesia
Green Manufacturing dalam Pengelolaan Emisi Asap untuk Menciptakan Sektor Industri yang Berkelanjutan
Perkembangan sektor industri memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, hal ini juga menyebabkan dampak lingkungan yang negatif, khususnya polusi udara akibat emisi asap industri. Emisi yang dihasilkan dari proses produksi industri mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat menurunkan kualitas udara dan menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan emisi asap industri yang efektif dan berkelanjutan sangat dibutuhkan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah konsep manufaktur hijau, yang menekankan efisiensi energi, penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan pengurangan emisi sejak tahap awal proses produksi. Makalah ini bertujuan untuk secara konseptual mengkaji penerapan manufaktur hijau dalam mengelola emisi asap industri dan perannya dalam menciptakan sektor industri yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan
Study Komperatif antara Wujud dalam Pandangan Filsafat Islam dan Tasyauf Falsafi Hamzah Fansuri
Wujud kontingen adalah sesuatu yang keberadaannya bergantung pada faktor lain. Sifat-sifatnya menunjukkan bahwa ia memiliki “awal dan akhir”, serta tidak dapat berdiri sendiri. Dalam memahami konsep ini, akal memainkan peran penting untuk menganalisis dan memahami ketergantungan wujud kontingen pada sebab lain. Wujud yang sebenarnya adalah keberadaan yang mutlak dan tidak dapat diragukan. Yaitu Wajib al-Wujud yang pasti ada. Hakikat wujud adalah keberadaan yang tidak dapat dipisahkan dari Wajib al-Wujud, yaitu entitas yang keberadaannya mutlak dan tidak dapat tidak ada. Keyakinan tentang keberadaan Allah biasanya menekankan bahwa "Sifat-sifat Allah tidak dapat disamakan dengan sifat makhluk Allah memiliki sifat-sifat yang unik dan tidak dapat dibandingkan dengan apa pun di dunia ini. Sifat-sifat-Nya tidak memiliki keserupaan dengan sifat-sifat makhluk, karena Allah adalah Zat yang Maha Sempurna dan tidak ada yang menyerupai-Nya." Dalam keyakinan Islam, Allah memiliki 20 sifat wajib yang pasti di miliki-Nya, dan 20 Sifat mustahil menggambarkan kebalikannya. Sedangkan “Sifat-jaiz” artinya Tuhan melakukan sesuatu ataupun tidak melakukannya, dan itu tidak mempengaruhi kesempurnaan-Nya. Pemikiran Hamzah Fansuri tentang Wahdah al-Wujud menyatakan bahwa Tuhan adalah satu-satunya wujud nyata, sedangkan makhluk adalah pantulan atau manifestasi dari wujud Tuhan. Ini berarti Tuhan tidak bisa dipisahkan dari ciptaan-Nya, tidak ada dualisme antara Tuhan dan makhluk. Dalam filsafat, wujud terbagi dua, yaitu Wujud Tuhan (Wajib al-Wujud) wujud yang mutlak dan nyata. Dan Wujud makhluk (Wujud Mumkin) wujud yang bergantung dan tidak mutlak
Strategi Guru dalam Mengembangkan Nilai Moral dan Agama Pada Anak Usia Dini di TK Dharma Wanita Desa Matarawa Kecamatan Watopute Kabupaten Muna
Strategi guru dalam mengembangkan nilai moral dan agama pada anak usia dini memiliki peran penting sebagai dasar pembentukan karakter sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan nilai moral dan agama pada anak usia dini di TK Dharma Wanita desa matarawa kecamatan watopute kabupaten muna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru yang berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik menggunakan analisis berdasarkan Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang menunjukan bahwa strategi guru dalam mengembangkan nilai moral dan agama pada anak usia dini di TK Dharma Wanita Matarawa ini ada 7 strategi yang dilakukan guru. Pertama, menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT. Kedua, menciptakan rasa aman. Ketiga, menanamkan rasa cinta tanah air. Keempat, memberikan penghargaan atau pujian. Kelima, pendidikan jasmani. Keenam, teladan yang baik. Ketujuh, memenuhi kebutuhan bermain. Dengan adanya strategi ini dapat mengembangkan nilai moral dan agama pada anak usia dini, sehingga guru sangat berperan penting dalam perkembangan anak usia dini. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi guru dalam mengembangkan nilai moral dan agama pada anak usia dini di TK Dharma Wanita Desa Matarawa Kecematan Watopute Kabupaten Muna sudah terlaksana dengan baik dengan menerapakan tujuh strategi
Implementasi Edukasi Inklusif dan Kebijakan Sekolah yang Tegas dalam Memutus Rantai Circle Bullying Demi Kesejahteraan Mental dan Prestasi Akademik serta Wujudkan Lingkungan Belajar yang Aman
Bullying di lingkungan sekolah dikenal sebagai perundungan yang memiliki dampak merugikan pada kesehatan mental, pencapaian akademis, serta hubungan sosial para siswa. Istilah circle bullying mengacu pada situasi di mana sekelompok pelajar secara bersama-sama menargetkan seorang korban, yang mengakibatkan tekanan sosial yang sangat besar, rasa ketidakamanan, dan perasaan terasing. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi langkah-langkah pencegahan dan intervensi melalui penerapan pendidikan inklusif serta kebijakan sekolah yang tegas. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program sosialisasi anti-bullying, pendidikan inklusif yang menghargai perbedaan, serta kebijakan sekolah yang tegas efektif dalam memutus siklus circle bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman. Kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua berperan penting dalam membangun suasana sekolah yang mendukung dan inklusif. Penerapan strategi yang komprehensif ini memungkinkan siswa untuk tumbuh dalam aspek akademik, sosial, dan emosional tanpa adanya ancaman perundungan, serta memfasilitasi kesejahteraan mental dan peningkatan prestasi melalui pembentukan karakter, empati, dan keterampilan sosial yang sangat esensial
Penerapan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Berbantuan Media Educaplay terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Fikih Kelas VIII di MTsN 2 Padang
Penelitian ini didasarkan pada belum optimalnya hasil belajar peserta didik dan rendahnya pasrtisipasi peserta didik pada pembelajaran Fikih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih dengan menggunakan model pembelajaran CORE berbantuan media Educaplay lebih tinggi daripada keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih dengan menggunakan model pembelajaran eskpositori. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment, dengan bentuk nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII.4 sebagai kelas eksperimen, masing-masing berjumlah 32 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi keaktifan belajar dan tes hasil belajar, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian pada keaktifan belajar menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan belajar peserta didik pada kelas eksperimen berada pada kategori aktif, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori kurang aktif. Selain itu, rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen berada pada kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keaktifan dan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran CORE berbantuan media Educaplay dengan peserta didik yang menggunakan pembelajaran ekspositori. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CORE berbantuan media Educaplay berpengaruh secara signifikan terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih kelas VIII di MTsN 2 Padang.