Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Manajemen Risiko Pada Affiliator di Era Digital Marketing
Perkembangan digital marketing mendorong meningkatnya peran affiliator dalam mempromosikan produk, sehingga kemampuan mereka dalam mengelola risiko menjadi hal yang penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat manajemen risiko pada affiliator dalam digital marketing. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang mencakup 36 aspek risiko. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa affiliator memiliki kesadaran risiko yang tinggi dan mampu mengelola risiko operasional, informasi, dan teknis secara efektif. Aspek dengan nilai tertinggi adalah selektivitas dalam memilih brand, sedangkan aspek terendah terkait pembaruan informasi produk dan perubahan kebijakan platform. Secara umum, affiliator telah menjalankan manajemen risiko dengan baik, meskipun peningkatan adaptasi terhadap dinamika digital masih diperlukan.
 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Pemberian Makawan, Riwayat Berat Badan Lahir dengan Wasting Pada Balita 6-24 Bulan di Wilayah Puskesmas Gunung Sari Tahun 2024
Salah satu penyebab kematian anak yang paling umum adalah wasting. Pada Juli 2024, Puskesmas Gunung Sari menemukan 21 kasus wasting balita berusia 6 sampai 24 bulan. Kasus tertinggi ditemukan di Desa Penengahan (26 %), Gunung Sari (22 %), dan Mada Jaya (16 %). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi, pola pemberian makan, dan berat badan lahir balita yang berusia antara 6 sampai 24 bulan dengan wasting. Studi ini menerapkan desain penelitian cross-sectional. Sebagian besar responden adalah 79. Jumlah sampel yang diambil untuk setiap Desa dihitung melalui metode random sampling. Pengukuran antropometri, atau berat badan, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan gizi ibu berada dalam kategori kurang (57,0%), pola pemberian makan balita berada dalam kategori cukup (57,0%), dan riwayat berat badan lahir normal (89,9%). Selain itu, wasting balita usia 6-24 bulan berdasarkan BB/TB berjumlah 26,6 persen. Berdasarkan uji Gamma, ada korelasi antara pengetahuan gizi ibu (p ≤ 0,001), pola pemberian makan balita (p 0,001), dan riwayat berat badan lahir (p Puskesmas Gunung Sari diharapkan untuk mengumpulkan data untuk penelitian berikutnya dan melakukan monitoring. Puskesmas Gunung Sari diharapkan untuk menjadi sumber data penelitian selanjutnya dengan melakukan monitoring evaluasi untuk mengetahui tingkat perkembanagan berat badan balita wasting dan tingkat pengetahuan ibu
The Effect of Leaflet Media Counseling on Postpartum Mothers\u27 Knowledge of 1-7 Days about Exclusive Breastfeeding at the Mumbulsari Health Center
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan intervensi paling efektif untuk mendorong pertumbuhan bayi dan perkembangan sistem kekebalan tubuh. Meskipun sangat penting, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih suboptimal, sebuah tantangan yang sering diperparah oleh keterbatasan pengetahuan ibu selama periode pascapersalinan awal (hari ke-1–7). Pendidikan kesehatan menggunakan leaflet merupakan strategi pragmatis dan efektif untuk mengatasi kesenjangan ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak konseling berbasis leaflet terhadap pengetahuan pemberian ASI pada ibu pascapersalinan (hari ke-1–7) di Puskesmas Mumbulsari. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pre-test post-test satu kelompok. Sampel sebanyak 30 ibu pascapersalinan dipilih melalui pengambilan sampel total berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi mengenai pengetahuan pemberian ASI eksklusif. Intervensi terdiri dari sesi konseling menggunakan leaflet edukasi yang berlangsung sekitar 15–20 menit. Analisis statistik dilakukan menggunakan metode univariat dan bivariat, khususnya Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu setelah sesi konseling. Sebelum intervensi, 46,7% responden dikategorikan memiliki pengetahuan yang buruk; namun, setelah intervensi, 83,3% mencapai tingkat pengetahuan yang "baik". Skor pengetahuan rata-rata meningkat secara substansial dari 58,4 ± 9,6 menjadi 86,7 ± 7,2. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p 0,000, yang menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulannya, konseling menggunakan media brosur efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu selama minggu pertama pascapersalinan mengenai pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, brosur direkomendasikan sebagai alat pendidikan yang praktis dan efisien bagi puskesmas untuk mendukung keberhasilan program pemberian ASI eksklusif
Epistemologi Keilmuan Pada Masa Keemasan Islam (Abad 8 Sampai dengan Abad 13 M)
Penelitian ini mengkaji epistemologi keilmuan Islam pada masa keemasan peradaban Islam (abad ke-8 hingga ke-13 M) yang menjadi landasan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan dunia Islam. Kajian ini berfokus pada tiga metode utama dalam epistemologi Islam, yaitu Bayani, Burhani, dan Irfani, yang secara komplementer membentuk sistem pengetahuan yang holistik dan integratif. Metode Bayani menekankan pada otoritas teks wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah) serta rasionalitas kebahasaan sebagai sumber kebenaran; metode Burhani mengedepankan rasionalitas logis dan pembuktian empiris untuk memahami realitas; sedangkan metode Irfani menitikberatkan pada pengalaman spiritual langsung dan intuisi batiniah dalam mencapai kebenaran hakiki. Melalui pendekatan penelitian kualitatif kepustakaan, penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi Islam memadukan wahyu, akal, dan intuisi dalam satu kesatuan tauhid yang utuh. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap rekonstruksi paradigma keilmuan Islam yang relevan dengan konteks pendidikan dan penelitian modern, sehingga mampu mengintegrasikan nilai-nilai iman, ilmu, dan amal dalam praktik akademik kontemporer.
 
Pengaruh Edukasi Booklet Tanda Bahaya Nifas terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang Tanda Bahaya Nifas di Puskesmas Purwodadi Pasuruan
Tanda-tanda bahaya masa nifas adalah tanda yang tidak normal yang menunjukkan bahaya atau komplikasi yang dapat terjadi selama masa nifas, ibu hamil harus memahami dan memahami tanda-tanda tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana buku Tanda Bahaya Nifas diajarkan kepada ibu nifas di Puskesmas Purwodadi Pasuruan terhadap tingkat pengetahuan mereka tentang Tanda Bahaya Nifas.Studi ini menggunakan pendekatan cross-sectional dan bersifat deskriptif kuantitatif. Untuk teknik sampel purposive, 30 ibu nifas memenuhi kriteria. Studi menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden (73.3%) berusia antara 20 dan 30 tahun; 28 responden (93.3%) melaporkan pendidikan menengah; 20 responden (66.7%) melaporkan pekerjaan ibu rumah tangga (IRT); dan 21 responden (70%) menilai baik tingkat pengetahuan mereka baik sebelum dan setelah tes. Dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.001 (ρ < 0.05), dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu nifas tentang tanda-tanda bahaya nifas di Puskesmas Purwodadi Pasuruan. Studi ini menemukan bahwa pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya nifas bagi ibu hamil sangat penting. Menurut penelitian ini, tenaga kesehatan harus menggunakan buku untuk mengajar ibu nifas
Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Melalui Zakat Produktif Di Baznas Kota Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui zakat produktif di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi BAZNAS meliputi penyaluran modal usaha, bantuan peralatan, program pemberdayaan UMKM, serta upaya monitoring dan evaluasi. Namun, pelaksanaan strategi tersebut belum sepenuhnya efektif karena masih terbatas pada pemberian bantuan tanpa diiringi pendampingan intensif, pelatihan manajemen, maupun akses pasar yang memadai. Faktor pendukungnya adalah meningkatnya jumlah dana zakat yang terhimpun dan adanya komitmen BAZNAS dalam program pemberdayaan ekonomi. Sementara faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya monitoring, minimnya pelatihan, serta kecilnya proporsi dana zakat produktif dibandingkan zakat konsumtif. Dengan demikian, penguatan strategi diperlukan melalui peningkatan kapasitas amil, perluasan program pendampingan, serta optimalisasi regulasi agar zakat produktif benar-benar mampu memberdayakan mustahik menuju kemandirian ekonomi
Penerapan Akuntansi Keberlanjutan dalam Praktik Pelaporan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Akuntansi keberlanjutan telah menjadi pendekatan penting dalam pelaporan perusahaan, khususnya dalam menyampaikan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan secara transparan kepada para pemangku kepentingan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai salah satu institusi keuangan terkemuka di Indonesia, telah mengimplementasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam laporan tahunannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang penerapan akuntansi keberlanjutan di BNI melalui analisis laporan keberlanjutan tahun 2022, 2023, dan 2024, dengan merujuk pada standar pelaporan Global Reporting Initiative (GRI) dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menyoroti praktik pelaporan keberlanjutan BNI dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BNI telah mengintegrasikan prinsip keberlanjutan secara progresif, terutama dalam hal tanggung jawab sosial perusahaan, efisiensi energi, pengelolaan sumber daya manusia, serta komitmen terhadap keberlanjutan jangka panjang. Temuan ini memperkuat pentingnya pelaporan keberlanjutan sebagai alat strategis dalam menciptakan nilai bagi perusahaan dan masyarakat secara luas
Pengaruh Penerapan Metode Scaffolding Berbantuan Model Problem Based Learning pada Hasil Belajar Siswa Materi Gelombang Bunyi Kelas XI Fase F SMAN 1 Batusangkar
Pendidikan merupakan usaha dasar dan tercapainya untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual agama, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam proses belajar mengajar seorang guru harus memiliki model atau metode pembelajaran yang tepat untuk menyajikan pokok bahasan yang diajarkan pada peserta didik, adapun salah satu metode pembelajaran tersebut yang digunakan adalah metode Scaffolding. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini didesain dengan Posttest Only Control Design. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam kategori Quasi Experiment atau eksperimen semu. Desain Posttest Only Control Design memberikan perlakuan yang berbeda antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil penelitian mendapatkan nilai thitung 2,70 dan nilai ttabel1,667. Dari nilai yang diperoleh dapat dianalisis bahwa nilai t hitung lebih besar dibandingkan dengan t tabel, yaitu 2,70 > 1,667. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan penguasaan konsep antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulannya terdapat pengaruh pada kelas yang diberikan metode Scaffolding berbantuan model PBL pada pengusaan konsep dan hasil belajar siswa
Analisis Pemahaman Calon Tenaga Kerja terhadap Hak-Hak Dasar Ketenagakerjaan di Desa Kaligung
Pada lingkungan kerja yang menuntut setiap individu untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada permasalahan yang muncul, baik masalah secara struktural maupun horizontal. Maka dari itu diperlukan kesiapan secara matang bagi setiap individu yang akan memilih pekerjaan yang tepat agar meminimalkan masalah yang akan terjadi. Sehingga penelitian ini akan meneliti apakah setiap calon tenaga kerja telah mengetahui hak-hak dasar ketenagakerjaan yang didapatkan apabila memasuki dunia kerja. Karena dengan kurangnya informasi dasar pada dunia kerja seperti mengenai upah layak, jam kerja wajar, kontrak kerja, dan perlindungan keselamatan menyebabkan mereka mudah mengalami penipuan rekrutmen, pemotongan upah, hingga perjanjian kerja yang tidak adil. Metode yang dipilih pada penelitian ini berupa survei kuantitatif melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada siswa kelas akhir serta lulusan baru. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pola pengetahuan responden pada aspek pemahaman jam kerja, pemahaman PKWT/PKWTT, pemahaman hak cuti, serta pemahaman K3. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran aktual mengenai literasi ketenagakerjaan serta menjadi dasar penyusunan program edukasi dan kebijakan yang lebih efektif dalam melindungi calon pekerja
Strategi Guru Menghidupkan Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam di Kelas
Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam sering dianggap kurang menarik karena penyajian materi yang bersifat naratif dan menuntut hafalan, sehingga minat belajar siswa cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam menghidupkan pembelajaran melalui pendekatan aktif, kontekstual, dan pemanfaatan teknologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode partisipatif, penggunaan media digital, serta integrasi nilai karakter mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Kesimpulannya, strategi pembelajaran yang variatif dan interaktif dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam mempelajari sejarah peradaban Islam