Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Transportasi di Perkebunan Ophir Masa Kolonial Belanda (1926-1937)
Penelitian ini mengkaji pemanfaatan transportasi di Perkebunan Ophir, Pasaman Barat, pada masa kolonial Belanda tahun 1926–1937. Fokus penelitian ini adalah bagaimana infrastruktur transportasi seperti rel lori (smalspoor), jalan kebun (karreweg), dan jalur sungai digunakan untuk mendukung kegiatan produksi dan distribusi hasil perkebunan, terutama kopi dan kelapa sawit. Transportasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengangkutan, tetapi juga menjadi alat kontrol sosial dan ekonomi kolonial terhadap masyarakat lokal. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan kualitatif, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan dari sumber primer seperti arsip kolonial Belanda, surat kabar, foto-foto dokumentasi, serta didukung oleh sumber sekunder lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem transportasi mempercepat distribusi hasil kebun ke pelabuhan seperti Air Bangis dan Padang, sekaligus memperkuat dominasi kolonial di wilayah pedalaman. Transportasi juga mendorong perubahan sosial, migrasi tenaga kerja dari luar daerah, serta pengaruh ekonomi uang terhadap masyarakat lokal. Penelitian ini memperlihatkan bahwa infrastruktur transportasi adalah bagian penting dari strategi kolonial dalam mengelola wilayah dan hasil bumi Hindia Belanda
Moda Transportasi Wisata: Peran Kereta Api di Sumatera Barat Pada Era 1928-1930
Penelitian ini mengkaji peran kereta api sebagai moda transportasi wisata di Sumatra Barat pada masa kolonial akhir (1928–1930). Awalnya dibangun untuk mendukung distribusi hasil tambang, sistem perkeretaapian kemudian bertransformasi menjadi sarana pariwisata, khususnya bagi wisatawan Eropa yang tertarik dengan keindahan alam daerah tersebut. Dengan menggunakan metode sejarah kualitatif—yang mencakup tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi—penelitian ini memanfaatkan arsip kolonial Belanda, surat kabar, dokumentasi visual, dan laporan resmi pemerintah Hindia Belanda, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kolonial secara aktif mempromosikan Sumatra Barat sebagai destinasi wisata eksotis melalui perluasan jalur kereta api menuju lokasi-lokasi populer seperti Fort de Kock, Ngarai Anai, dan Lembah Harau. Strategi promosi dilakukan melalui media cetak, panduan wisata, serta pembangunan fasilitas pendukung seperti hotel dan gerbong kereta kelas satu. Studi ini menegaskan bahwa pembangunan kereta api kolonial tidak hanya berfungsi untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam pembentukan industri pariwisata di Sumatra Barat.
 
Relasi Sosial Hierarkis di Era Gig: Perspektif terhadap Siswa SMA Muhammadiyah 2 Makassar sebagai Produsen Konten Digital
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pembentukan dan reproduksi relasi sosial hierarkis di kalangan siswa SMA Muhammadiyah 2 Makassar yang aktif sebagai produsen konten digital dalam ekosistem gig economy berbasis platform. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif akun media sosial, dan focus group discussion terhadap 14 siswa kelas X-XII yang telah termonetisasi minimal 10.000 followers dan berpendapatan Rp100.000-Rp500.000 per bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metrik digital (followers, engagement rate, gift LIVE, dan viralitas) serta jenis konten telah menggantikan prestasi akademik dan status sosial-ekonomi keluarga sebagai penanda utama status di lingkungan sekolah, sehingga membentuk hierarki tiga lapisan: “bisa diajak collab”, “biasa saja”, dan “cupu”. Algoritma platform berperan sebagai aktor non-manusia yang mempercepat konversi modal simbolik digital menjadi prestise sosial sekaligus menciptakan stratifikasi yang sangat fluida namun eksklusif. Fluiditas ini menghasilkan algorithmic anxiety dan platformized precarity yang tinggi, ditunjukkan dengan gangguan tidur kronis, burnout, serta risiko depresi klinis pada mayoritas informan. Hierarki tersebut juga memunculkan privilege institusional bagi siswa berstrata atas dan marginalisasi sosial bagi siswa berstrata bawah, sementara regulasi perlindungan anak belum mampu menjangkau bentuk pekerjaan gig digital remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gig economy skala mikro di kalangan pelajar tetap mereproduksi ketimpangan kuasa dan eksploitasi diri yang sistemik, sehingga diperlukan pengakuan serta perlindungan khusus bagi remaja sebagai tenaga kerja digital
Mengembangkan Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Mendongen Musikal di TK Setia Budi Kabupaten Sorong
Kemampuan berbicara merupakan salah satu aspek perkembangan bahasa yang sangat penting bagi anak usia dini, khususnya pada rentang usia 5–6 tahun. Pada usia ini, anak berada pada fase sensitif perkembangan bahasa sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun serta mendeskripsikan penerapan kegiatan mendongeng musikal dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak di TK Setia Budi Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Subjek penelitian berjumlah 10 anak Kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mendongeng musikal mampu meningkatkan kemampuan anak dalam menyusun kalimat secara runtut, menyampaikan pendapat dengan lebih jelas, serta menjawab pertanyaan yang lebih kompleks.Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri dan keterlibatan aktif anak dalam pembelajaran. Dengan demikian, mendongeng musikal dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak usia dini
Pengaruh Tingkat Profitabilitas, Risiko, dan Likuiditas terhadap Kelayakan Investasi Saham Syariah (Studi Pada Jakarta Islamic Index Periode 2022-2024)
Pasar modal syariah di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada instrumen saham syariah yang secara konsisten tercatat di Jakarta Islamic Index (JII) dan memiliki kapitalisasi pasar besar. Namun, pangsa pasar perbankan dan instrumen syariah lainnya masih relatif rendah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kelayakan investasi saham syariah sebagai instrumen keuangan bank syariah, khususnya dari aspek profitabilitas, risiko, dan likuiditas. Penelitian ini menganalisis 20 emiten yang konsisten tergabung dalam JII periode 2022–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan variabel independen profitabilitas, risiko, dan likuiditas, serta variabel dependen kelayakan investasi saham syariah. Data dianalisis secara statistik deskriptif, uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, serta uji signifikansi model (ANOVA) dan koefisien determinasi (R²) menggunakan SPSS 26.0. Analisis menunjukkan bahwa secara simultan, profitabilitas, risiko, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap kelayakan investasi saham syariah (nilai Sig. 0,000 ≤ 0,05). Secara parsial, profitabilitas dan risiko berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 14,7% menunjukkan sumbangan ketiga variabel terhadap model, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Tidak ditemukan masalah multikolinearitas dan heteroskedastisitas pada model regresi. Secara keseluruhan, investasi saham syariah di JII layak dipertimbangkan sebagai instrumen keuangan bank syariah, dengan catatan perlunya memperhatikan karakteristik masing-masing variabel keuangan
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Konsep, Prinsip, dan Landasan Evaluasi dalam Perspektif Islam
Evaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam pendidikan yang berfungsi untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran secara sistematis dan berkelanjutan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi tidak dapat dipahami semata-mata sebagai kegiatan pengukuran hasil belajar kognitif, melainkan harus mencakup aspek afektif dan psikomotorik yang berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam. Realitas praktik evaluasi pembelajaran PAI menunjukkan bahwa pendekatan evaluasi yang digunakan masih dominan berorientasi pada paradigma evaluasi konvensional, sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan konsep, prinsip, dan landasan evaluasi dalam perspektif Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta mengidentifikasi prinsip dan landasan evaluasi dalam perspektif Islam yang dapat dijadikan dasar pengembangan evaluasi pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka , dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku dan artikel jurnal nasional maupun internasional yang relevan dengan evaluasi pendidikan, evaluasi pembelajaran PAI, serta konsep evaluasi dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam perspektif Islam memiliki landasan teologis yang kuat, bersumber dari Al-Qur\u27an dan Hadis, serta didukung oleh landasan filosofis dan pedagogis. Prinsip evaluasi Islam menekankan nilai keadilan, objektivitas, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian hasil belajar, tetapi juga sebagai sarana muhasabah, perbaikan berkelanjutan, dan pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran PAI yang berlandaskan perspektif Islam diharapkan mampu mewujudkan proses penilaian yang holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil.
 
Meningkatkan Kreativitas dan Keceriaan Anak Usia Dini dengan Kegiatan Edukatif di TK Bahrul Ulum
Anak usia dini sedang berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, yang sering disebut dengan masa golden age yang sekaligus menjadi masa yang paling penting dalam membentuk kreativitas, kecerdasan, dan kepribadian anak. Pada tahap ini, kegiatan edukatif dan menyenangkan mempunyai peran yang sangat penting sebagai penunjang pembelajaran yang menyenangkan. Maka dari itu, perlu adanya kegiatan pembelajaran yang interaktif dan edukatif agar anak usia dini dapat belajar sambil bermain tanpa merasa terbebani. Kegiatan pengabdian ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keceriaan anak usia dini melalui beberapa kegiatan seperti senam, mewarnai, menyanyi, dan permainan edukatif di TK Bahrul Ulum Kebagusan, Pasar Minggu. Metode dilakukan secara langsung melalui pendampingan kepada anak usia dini dalam setiap kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak- anak sangat antusias dan aktif dalam mengikuti seluruh kegiatan. Melalui metode pendampingan kreatif dan ceria, terlihat adanya peningkatan dalam kreativitas, kepercayaan diri, dan keceriaan dalam peserta didik. Suasana belajar yang menyenangkan mampu menumbuhkan semangat dan keceriaan anak selama kegiatan berlangsung. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini dapat menjadi contoh penerapan metode pendampingan yang kreatif dan menyenangkan sesuai dengan anak usia dini. Diharapkan metode pendampingan ini terus dikembangkan oleh para pendidik di lingkungan TK
Meningkatkan Kemampuan Mengenal konsep Bilangan Anak Usia Dini Melalui Media Number Pocket di TK Aprillya Aceh Besar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK Aprillya Aceh Besar dalam mengenal konsep bilangan, khususnya dalam membilang banyak benda 1-10 dan menghubungkan banyak benda dengan lambang bilangan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak usia dini melalui media number pocket. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian berjumlah 7 anak, dan data dikumpulkan melalui observasi anak dan guru. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan dalam kemampuan anak mengenal konsep bilangan dengan langkah kegiatan yaitu guru memperkenalkan media number pocket dan menjelaskan cara penggunaannya, kemudian menunjukkan lambang bilangan 1–10. Anak diminta membilang banyak benda, menghitung jumlahnya, lalu memasukkan stik ke dalam kantong sesuai dengan bilangan yang diperoleh, memberikan apresiasi anak. Peningkatan dari pra-siklus hingga siklus II mencapai 82,14%. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media number pocket efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak usia dini
Pendidikan Politik Pemilih Pemula Melalui Politik Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Politik di Kota Semarang Tahun 2025
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran pendidikan politik pemilih pemula melalui pemanfaatan politik digital dalam meningkatkan partisipasi politik di Kota Semarang pada tahun 2025. Pemilih pemula kerap menghadapi berbagai hambatan dalam berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi, seperti rendahnya literasi politik, keterbatasan pemahaman terhadap sistem dan mekanisme pemilu, serta sikap apatis terhadap politik dan pemerintahan. Dalam konteks ini, politik digital dipandang sebagai sarana strategis untuk menghadirkan pendidikan politik yang lebih mudah diakses, kontekstual, dan relevan bagi generasi muda.Penelitian ini secara khusus berfokus pada analisis model dan strategi pendidikan politik berbasis digital, yang disampaikan melalui media sosial dan platform digital interaktif, dalam membangun kesadaran politik, pemahaman demokrasi, serta sikap partisipatif pemilih pemula pada Pemilukada Kota Semarang tahun 2025. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bentuk-bentuk konten edukasi politik, pola komunikasi digital yang digunakan oleh aktor politik dan penyelenggara pemilu, serta efektivitasnya dalam mendorong keterlibatan politik generasi muda.Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi strategi pendidikan politik digital yang paling efektif dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula. Temuan penelitian ini juga diharapkan memberikan rekomendasi bagi partai politik, penyelenggara pemilu, dan pemangku kebijakan dalam merancang pendidikan dan komunikasi politik digital yang lebih inklusif, edukatif, dan menarik, sehingga mampu membentuk pemilih pemula yang kritis, sadar politik, dan aktif dalam kehidupan demokrasi.
 
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal melalui Media Wordwall bagi Anak Disabilitas Intelektual Ringan
Anak berkebutuhan khusus dengan hambatan kognitif kategori ringan kerap menemui tantangan signifikan dalam aktivitas belajar-mengajar, khususnya pada penguasaan huruf-huruf vokal. Studi ini dirancang dengan tujuan mengoptimalkan kompetensi pengenalan huruf vokal menggunakan aplikasi wordwall untuk siswa dengan hambatan intelektual tingkat ringan. Metode yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif melalui desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersifat kolaboratif, dengan struktur dua putaran siklus yang melibatkan lima orang murid kelas II berkebutuhan khusus intelektual ringan di institusi pendidikan khusus. Setiap putaran siklus mencakup fase persiapan, implementasi tindakan, pengamatan, serta evaluasi reflektif. Pengumpulan informasi dilakukan menggunakan instrumen observasi dan rubrik penilaian kinerja, selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan perhitungan persentase. Temuan penelitian mengindikasikan adanya peningkatan kompetensi pengenalan huruf vokal pada peserta didik, yang terlihat dari siklus pertama menunjukkan peningkatan kompetensi siswa namun belum memenuhi standar ketercapaian yang ditetapkan, sehingga dilakukan kelanjutan pada siklus kedua, dimana pada tahap ini para siswa berhasil memenuhi standar keberhasilan sesuai target pembelajaran yang diharapkan