Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Penerapan Manajemen Risiko Operasional pada Minimarket Alfamart dan Indomaret di Kota Tegal
Minimarket Alfamart dan Indomaret memiliki aktivitas operasional yang kompleks dan berpotensi menimbulkan berbagai risiko operasional. Risiko tersebut meliputi selisih stok, kesalahan kasir, barang kadaluwarsa, gangguan sistem, serta komplain pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen risiko operasional pada minimarket Alfamart dan Indomaret di Kota Tegal berdasarkan aspek identifikasi risiko, pengukuran risiko, dan pengelolaan risiko. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada karyawan minimarket. Data dianalisis menggunakan teknik persentase untuk menggambarkan tingkat penerapan manajemen risiko operasional. Penelitian ini melibatkan 21 responden karyawan minimarket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko operasional berada pada kategori tinggi, khususnya pada aspek identifikasi risiko. Namun, pada aspek pengukuran dan pengelolaan risiko masih diperlukan peningkatan agar lebih konsisten dan terstruktur.
 
Konsep Keteladanan Sebagai Alat Pendidikan Islam dalam Pembentukan Akhlak: Studi Kepustakaan
Pembentukan akhlak merupakan tujuan utama dalam pendidikan Islam, dan salah satu metode yang dianggap paling efektif untuk mencapainya adalah keteladanan (uswah hasanah). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep keteladanan sebagai alat pendidikan Islam dalam membentuk akhlak peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis literatur klasik maupun kontemporer yang berkaitan dengan pendidikan Islam, akhlak, dan metode keteladanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses internalisasi nilai moral dan spiritual, karena peserta didik cenderung meniru perilaku yang diamati secara langsung dari pendidik, orang tua, dan lingkungan sekitar. Keteladanan tidak hanya membentuk perilaku lahiriah, tetapi juga membangun karakter secara menyeluruh melalui pembiasaan, contoh nyata, dan konsistensi tindakan. Dengan demikian, keteladanan merupakan metode pendidikan yang relevan dan efektif dalam membentuk akhlak mulia serta perlu diterapkan secara konsisten dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.
 
Paradigma Spiritual Pedagogic Integration Analisis Konseptual terhadap Rekonstruksi Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Desain Kurikulum Humanistik Modern
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara konseptual berbagai strategi untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam ke dalam kurikulum nasional dan bagaimana hal itu berdampak pada pembentukan karakter spiritual siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dan melakukan analisis berbagai sumber literatur yang relevan dengan teori pendidikan Islam, kurikulum, dan pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam harus dimasukkan ke dalam kurikulum secara menyeluruh melalui pendekatan struktural dan filosofis daripada hanya berfokus pada materi. Sebagai upaya untuk meningkatkan karakter spiritual siswa, penelitian ini menciptakan model konseptual yang dikenal sebagai Model Strategi Integratif Nilai Spiritual-Kurikuler. Jadi, kurikulum nasional harus dibuat dengan menggunakan prinsip-prinsip keislaman sebagai dasar untuk membangun karakter siswa
Peningkatan Kecerdasan Emosional Anak Melalui Kegiatan Mewarnai Media Realia Di Taman Kanak-Kanak Lignita 1 Kota Sawahlunto
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kecerdasan emosional anak khususnya pada aspek pengetahuan emosi terutama pada aspek kecerdasan emosional terutama (kesadaran diri, pengendalian diri, dan motivasi diri) membutuhkan perhatian pada kelompok B di Taman Kanak-Kanak Lignita 1 Kota Sawahlunto. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kecerdasan emosional anak melalui kegiatan mewarnai media realia di Taman Kanak-Kanak Lignita 1 Kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak melalui kegiatan mewarnai media realia di Taman Kanak-Kanak Lignita 1 Kota Sawahlunto. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Fokus penelitian ini adalah kecerdasan emosional dan mewarnai media realia. Subjek penelitian ini yaitu anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Lignita 1 Kota Sawahlunto yang terdiri dari 14 peserta didik yaitu 6 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. Penelitian ini menggunakan 2 siklus yakni siklus I dan siklus II dimana desain penelitian terdiri dari 4 tahap setiap siklus yaitu perencanaan,pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data ialah observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa analisis data kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kegiatan mewarnai media realia dapat meningkatkan kecerdasan emosional anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Lignita 1 Kota Sawahlunto. Peningkatan ini dapat dilihat dari perubahan kriteria Mampu di setiap siklusnya. Pada siklus I sebanyak 38% anak dalam kriteria Mampu dan pada siklus II sebanyak 85% anak dalam kriteria Mampu
Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual terhadap Ketepatan Urutan Gerak Jurus Tunggal Baku IPSI Peserta Ekstrakurikuler Pencak Silat di Pondok Pesantren Manba\u27ul Hikam Sidoarjo
Perkembangan zaman digital mempengaruhi pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi telah mengalami peningkatan yang sangat cepat sehingga berdampak pada segi kehidupan, misalnya di bidang pendidikan yang sering menggunakan media audio visual. Media audiovisual adalah sarana pembelajaran berbentuk video yang memuat gambar dan suara, efektif meningkatkan pemahaman siswa, mendorong keterlibatan belajar, serta membantu mengurangi keterbatasan sumber informasi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis pengaruh penggunaan media audio visual terhadap ketepatan urutan gerak jurus tunggal peserta ekstrakurikuler pencak silat di lingkungan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo dengan melibatkan 40 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa penilaian pretest dan posttest keterampilan jurus Tunggal baku IPSI yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Kelompok eksperimen diberikan treatment menggunakan media audio visual, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional atau berfokus dengan ceramah dan penjelasan. Hasil uji hipotesis wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan media audio visual terhadap peningkatan ketepatan urutan Gerak jurus Tunggal dengan nilai signifikansi p = 0.000 (p < 0.05). Sedangkan besar pengaruh dari hasil penelitian penggunaan media audiovisual terhadap ketepatan urutan gerak jurus tunggal baku IPSI peserta Ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Manbaa’ul Hikam Sidoarjo sebesar 29% dan hubungan sebesar 52% dengan tingkat kategori “sedang”. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan siswa-siswi dalam memahami dan menghafal ketepatan urutan Gerak jurus Tunggal pencak silat
Rekonstruksi Budaya Sekolah Positif Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Sebagai Media Internalisasi Nilai Spiritual Dan Sosial Peserta Didik Di SMA NU Kota Tegal
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya sekolah positif yang diterapkan di SMA NU Kota Tegal, menganalisis perannya dalam menanamkan nilai spiritual dan sosial, serta menjelaskan implikasinya terhadap pembentukan akhlak mulia peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada kepala sekolah, guru BK, guru PAI, dan seorang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menekankan visi akhlakul karimah yang diwujudkan melalui program pembiasaan religius dan sosial secara konsisten; guru BK berperan dalam memberikan pengawasan dan keteladanan untuk membentuk kedisiplinan siswa; guru PAI memperkuat internalisasi nilai religius melalui pembiasaan ibadah seperti pembacaan asmaul husna, nadzom, doa bersama, dan pengajian singkat; sedangkan perspektif siswa menunjukkan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan kedisiplinan, membentuk sopan santun, serta mempererat solidaritas antar teman. Dengan demikian, budaya sekolah positif yang dilaksanakan secara konsisten terbukti berkontribusi pada pembentukan akhlak mulia peserta didik melalui sinergi kepala sekolah, guru, dan siswa. Budaya religius yang terimplementasi dalam kehidupan sekolah mampu menanamkan nilai spiritual sekaligus sosial, sehingga pendidikan karakter tidak hanya bersifat teoritis tetapi terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa
Pendidikan Ibadah dalam Al-Qur’an: Studi Kualitatif terhadap Tafsir Klasik dan Kontemporer
Pendidikan ibadah merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam karena berperan langsung dalam pembentukan kesadaran spiritual dan moral manusia. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memberikan landasan konseptual yang kuat mengenai pendidikan ibadah yang tidak hanya berorientasi pada aspek ritual, tetapi juga pada pembinaan keimanan, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Namun, pemahaman pendidikan ibadah sering kali dipersempit pada praktik formal, sehingga diperlukan kajian yang komprehensif berbasis teks Al-Qur’an dan penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pendidikan ibadah dalam Al-Qur’an dengan menelaah penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ibadah serta tafsir klasik dan kontemporer, sedangkan sumber data sekunder berasal dari literatur ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, dengan analisis data menggunakan metode deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibadah dalam Al-Qur’an dibangun atas integrasi antara dimensi akidah, syariah, dan akhlak. Tafsir klasik menekankan pendidikan ibadah sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan total kepada Allah Swt., sementara tafsir kontemporer menyoroti aspek kontekstual dan fungsional ibadah dalam membentuk kesadaran sosial dan etika kehidupan modern. Pendidikan ibadah dipahami sebagai proses internalisasi nilai-nilai ketuhanan yang membentuk kepribadian manusia secara utuh. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ibadah perspektif Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dalam pengembangan pendidikan Islam. Pendidikan ibadah perlu diarahkan tidak hanya pada penguasaan tata cara ibadah, tetapi juga pada pemaknaan dan pengamalan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan individu yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, moral, dan sosial
Penerapan Model Evaluasi CIRO dalam Pengelolaan Pembelajaran Bilingual di MTS Negeri 4 Rembang Tahun Ajaran 2025/2026
Evaluasi program pembelajaran bilingual di madrasah sering kali masih berfokus pada hasil belajar siswa, sementara aspek manajerial dan pengelolaan program belum dievaluasi secara komprehensif. Kondisi ini menuntut adanya model evaluasi yang mampu menilai program secara utuh, salah satunya melalui Model Evaluasi CIRO (Context, Input, Reaction, Outcome). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Model Evaluasi CIRO dalam pengelolaan program pembelajaran bilingual di MTs Negeri 4 Rembang Tahun Ajaran 2025/2026. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model CIRO dilakukan secara sistematis melalui tahap context yang selaras dengan visi madrasah, input yang didukung sumber daya memadai, reaction yang menunjukkan respons positif guru dan siswa, serta outcome yang berdampak pada peningkatan kemampuan bahasa, profesionalisme guru, dan mutu layanan akademik. Kesimpulannya, penerapan Model Evaluasi CIRO terbukti efektif sebagai alat evaluasi dalam pengelolaan program pembelajaran bilingual dan layak digunakan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan di madrasah
Efektivitas Metode Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Peningkatan Nilai-Nilai Keagamaan Siswa
Penelitian ini mengkaji peningkatan nilai keagamaan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui penerapan Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan library research. Kajian dilakukan dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman teoritis tentang peran PBL dalam membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai Islam pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI karena menempatkan siswa sebagai subjek aktif melalui kegiatan nyata yang bermakna. PBL mendorong siswa memahami ajaran Islam secara kontekstual, menumbuhkan kesadaran spiritual, rasa tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Selain itu, pendekatan ini berkontribusi dalam pembentukan karakter religius melalui refleksi dan pembiasaan dalam aktivitas proyek keagamaan. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing agar setiap kegiatan mengandung nilai moral dan spiritual yang kuat. Dengan demikian, PBL menjadi strategi inovatif dan efektif dalam meningkatkan nilai-nilai keagamaan siswa serta mewujudkan tujuan utama PAI
Observation of Process Standards, Management, and Learning Facilities and Infrastructure at MAL UINSU
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana standar proses pembelajaran, manajemen pendidikan, dan kondisi fasilitas serta infrastruktur di MAL UINSU diimplementasikan. Menurut temuan penelitian, kegiatan pembukaan, inti, dan penutup merupakan tahapan pembelajaran yang diikuti di sekolah tersebut. Guru melakukan pembelajaran interaktif dan komunikatif, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Kepala sekolah bertanggung jawab secara manajerial untuk mengawasi guru dan kegiatan pembelajaran guna memastikan kualitas pendidikan dan profesionalisme guru. Menurut penelitian, MAL UINSU telah menerapkan standar proses, manajemen sekolah, serta fasilitas dan infrastruktur dengan baik. Namun, kelengkapan fasilitas dan efektivitas pengawasan pembelajaran masih perlu ditingkatkan