Agroteknika (E-Journal)
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
Upaya Pengembangan Urban Farming Menggunakan Metode SWOT di KWT Dorang Cinta Kecamatan Krembangan Kota Surabaya
KWT Dorang Cinta menjadi salah satu kelompok tani unggul di Kota Surabaya yang dimana dibutuhkan strategi pengembangan untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang yang ada untuk meminimalkan kelemahan dan ancaman yang muncul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal didalam pengembangan urban farming KWT Dorang Cinta serta menentukan strategi alternatif yang tepat dalam upaya pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah matriks IFE, matriks EFE, dan analisis SWOT. Lokasi penelitian ditunjuk secara purposive di urban farming Kelompok Wanita Tani (KWT) Dorang Cinta. Hasil matriks IFE menunjukkan bahwa skor kekuatan diperoleh senilai 4,06 dan skor kelemahan diperoleh senilai 3,06. Sedangkan analisis matriks EFE diperoleh skor peluang 4,02 dan skor ancaman 3,76. Pada analisis matriks SWOT strategi pengembangan urban farming KWT Dorang Cinta terletak pada kuadran strategi pengembangan agresif dimana strategi yang cocok untuk diterapkan yaitu dengan mempererat hubungan antar anggota kelompok melalui berbagi pengetahuan dan keterampilan serta mempertahankan pengembangan berbasis usaha untuk menjaga ketahanan pangan. Pengembangan yang diharapkan dapat menjadikan KWT Dorang Cinta lebih berkelanjutan dalam berkegiatan urban farming
Karakteristik Mutu Frozen Yogurt dengan Perbedaan Konsentrasi Sari Bit (Beta vulgaris L.)
Frozen yogurt merupakan salah satu hidangan penutup yang cukup diminati masyarakat. Frozen yogurt dibuat dari campuran yogurt dan bahan yang digunakan dalam pembuatan es krim yang kemudian dibekukan sehingga memiliki karakteristik menyerupai es krim. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi sari bit terhadap karakteristik mutu frozen yogurt dan untuk menentukan konsentrasi optimum berdasarkan parameter kimia, fisik dan organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan konsentrasi sari bit pada 4 taraf yaitu penambahan sari bit 10%, 15%, 20%, dan 25% yang dilakukan sebanyak 3 kali ulangan percobaan. Hasil yang didapatkan adalah penambahan sari bit dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata terhadap kadar air, total padatan, betasianin, warna, overrun dan kecepatan leleh. Konsentrasi penambahan sari bit 25% menghasilkan kadar air 43,19%, total padatan 57,44%, betasianin 4,29 mg/100g, overrun 19,24%, kecepatan leleh 13,17 menit, kadar lemak 3,80%, sifat organoleptik warna dan tekstur berada dalam kategori suka, sedangkan rasa dan keseluruhan berada dalam kategori netral
Aplikasi Oleogel Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Kombinasi Gelator Cocoa Butter dan Beeswax dalam Pembuatan White Chocolate Spread
Virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak nabati dengan potensi besar pada bidang pangan dan kesehatan. Salah satu tantangan dalam pengaplikasian VCO yaitu sifatnya yang cair pada suhu kamar. Hal ini mengakibatkan ketidakstabilan struktur produk yang dihasilkan. Pembentukan oleogel dengan bantuan kombinasi oleogelator seperti lemak kakao/ cocoa butter dan lilin lebah/ beeswax dapat menjadi solusi untuk memperbaiki dan meningkatkan karakteristik fisikokimia oleogel virgin coconut oil. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai konsentrasi kombinasi gelator tersebut terhadap karakteristik fisikokimia oleogel virgin coconut oil pada pembuatan selai cokelat putih/ white chocolate spread. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dan data dianalisis dengan One Way Analysis of Variance (ANOVA). Analisis uji sampel menggunakan Universal Testing Machine, metode DPPH (2,2-Diphenyl-1- Picrylhydrazyl), polarized light microscope, sentrifugasi, slip melting point, scanning electron microscope, hingga analisis profil tekstur. Hasil penelitian menunjukan kombinasi Beeswax (BW) dan Cocoa Butter (CB) sebagai oleogelator memengaruhi struktur kristal pada selai cokelat. Peningkatan konsentrasi BW menyebabkan kristal berbentuk jarum lebih banyak, kristal lebih padat dengan ukuran lebih panjang, terdistribusi merata, dan oleogel VCO yang dihasilkan lebih stabil. Kekerasan, dan titik leleh oleogel VCO meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi BW dalam oleogelator. Oleogel VCO terbaik diperoleh dari kombinasi 9% BW dan 1% CB (BW9CB1) yang berpengaruh nyata terhadap kekerasan, kohesivitass dan adhesivitas. Hasil tersebut memperkuat penggunaan oleogel VCO dengan kombinasi BW dan CB dapat meningkatkan tekstur produk akhir selai cokelat putih
Waktu Tanam Berbasis Iklim dan Kondisi Tanah Lahan Penanaman Padi Gogo Wilayah Laeya, Kabupaten Konawe Selatan Periode El Nino
Sulawesi Tenggara merupakan salah satu Provinsi yang memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman padi gogo. Jenis padi ini memiliki aroma yang khas dan dapat dijadikan pangan alternatif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, kurangnya sistem informasi terkait tanah dan iklim menjadi faktor pembatas dalam memaksimalkan produktivitasnya. Variabilitas iklim (El Nino dan La Nina) menyebabkan pergeseran waktu tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tanam yang tepat pada tahun-tahun terjadinya fenomena El Nino dengan melibatkan potensi tanah berbasis analisis tekstur dan kadar bahan organiknya. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode tanah terganggu sebanyak 3 kali ulangan setiap unit lahan, lalu dikompositkan dan mengambil 250 g tanah yang selanjutnya akan di bawa ke Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Hasil analisis nilai SOI yang diperoleh pada masing-masing bulan dalam 18 tahun menunjukkan bahwa terjadi 4 kali siklus El Nino di Indonesia, khususnya wilayah Laeya, dengan perulangan 1-8 tahun dalam 22 tahun pengamatan. Tekstur tanah pada wilayah pengembangan padi gogo adalah lempung. Kadar bahan organik tertinggi berada pada unit lahan 30, 7 dan 5 dengan kadar C-Organik berbanding lurus dengan BO. Hasil analisis neraca air menunjukkan bahwa penanaman dapat dilakukan mulai Februari – Juni. Informasi iklim dan tanah dapat menjadi mitigasi yang baik guna meningkatkan produktivitas padi gogo
Pengaruh Waktu dan Metode Fermentasi Terhadap Kandungan C, N, P, K dalam Pupuk Organik Cair dari Limbah Air Kelapa Tua, Limbah Buah-Buahan dan Molase
Salah satu isu krusial yang dihadapi sektor pertanian saat ini adalah meminimalisasi dampak lingkungan tanpa memengaruhi hasil pertanian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penggunaan pupuk organik cair (POC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu dan metode fermentasi terhadap kandungan unsur hara yaitu karbon, nitrogen, fosfor dan kalium (CNPK) dalam POC dari limbah air kelapa tua, limbah kulit buah-buahan yaitu pisang kepok, nanas dan semangka, serta molase. Metode fermentasi yang digunakan yaitu aerob dan anaerob, dengan waktu fermentasi selama 21 hari. POC yang diperoleh dari hasil fermentasi menggunakan kedua metode tersebut diamati parameter fisiknya berupa aroma dan warna, sedangkan untuk parameter kimianya akan diukur pH, kandungan C-organik, nitrogen, fosfor dan kalium. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan standar pupuk organik berdasarkan Indonesian Standards No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Hasil yang diperoleh menunjukkan beberapa parameter yaitu aroma, warna, kadar C-organik dan kadar nitrogen telah memenuhi standar yang berlaku, sedangkan nilai pH, kadar fosfor dan kalium belum memenuhi standar yang berlaku. Rata-rata hasil yang diperoleh memperlihatkan metode fermentasi POC secara aerob memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan metode fermentasi secara anaerob
Optimasi Kondisi Pengeringan Terhadap Sifat Kimia Tepung Ubi Kayu Lokal Nuabosi Menggunakan Response Surface Methodology (RSM)
Ubi kayu Nuabosi merupakan ubi kayu varietas lokal unggulan yang berasal dari Kabupaten Ende, Flores NTT. Kandungan karbohidrat dari umbi ini berpotensi untuk diolah menjadi alternatif bahan pangan setengah jadi seperti tepung, agar umur simpannya lebih lama, kualitas gizi lebih terjaga, dan berpotensi dalam pengembangan diversifikasi pangan fungsional. Proses pengeringan yang tepat dapat meningkatkan kualitas dan umur simpan tepung ubi kayu Nuabosi. Namun, pengeringan yang tidak optimal dapat mengurangi kandungan gizi dan kualitas tepung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi optimum suhu dan waktu pemanasan oven tepung ubi kayu Nuabosi dengan sifat kimia yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) yang terdiri dari dua faktor, yakni faktor suhu dengan batas bawah 50℃ dan batas atas 70℃, serta faktor waktu dengan batas bawah 16 jam dan batas atas 32 jam, sedangkan respon yang diamati meliputi kadar proksimat tepung ubi kayu Nuabosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu pemanasan berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap semua respon. Kondisi optimum proses pengeringan adalah pada suhu 70℃ dan waktu 16 jam dengan karakteristik kadar air 9,45%, abu 1,22%, serat kasar 13,14%, lemak 0,82%, dan karbohidrat 85,82%
Pengaruh Pupuk Trichokompos Terhadap Pertumbuhan Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.)
Tanaman brokoli (Brassica oleracea L.) merupakan tanaman sayuran yang penting bagi kesehatan manusia dan memiliki nilai komersial tinggi. Namun, produksi brokoli di Indonesia belum mencukupi kebutuhan pasar lokal dan internasional. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan serangan penyakit pada tanaman. Pupuk trichokompos yang menggunakan Trichoderma sp. dapat menjadi solusi untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia dan serangan penyakit. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk trichokompos terhadap pertumbuhan tanaman brokoli. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial atau satu faktor yaitu dosis pupuk trichokompos yang mencakupi empat perlakuan sebagai berikut P0 = tanpa pupuk trichokompos, P1=1 kg pupuk trichokompos, P2=1,5 kg pupuk trichokompos, dan P3=2 kg pupuk trichokompos dengan enam kali ulangan. Sehingga diperoleh 24 sampel percobaan atau 24 polybag tanaman brokoli. Hasil yang diperoleh pada peneltian ini yaitu pupuk trichokompos dengan berbagai dosis yang berbeda menghasilkan pertumbuhan tanaman brokoli yang berbeda, terutama pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat bunga, dan berat segar tanaman, namun pada parameter panjang daun, lebar daun, dan jumlah daun tidak dipengaruhi oleh pupuk trichokompos. Sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai peningkatan kandungan unsur hara nitrogen, fosfor dan kalium di dalam bahan pembuatan trichokompos
Strategi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim pada Perkebunan Tebu Rakyat di Indonesia: Tinjauan Literatur
Perubahan iklim menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah sektor pertanian. Salah satu jenis tanaman yang terdampak adalah tebu. Tebu merupakan salah satu komoditas strategis di Indonesia. Dalam menghadapi perubahan iklim, petani tebu perlu menerapkan berbagai strategi adaptasi dan mitigasi agar produksi dan produktivitas tebu tidak mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya adaptasi dan mitigasi yang dapat diterapkan petani tebu dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui metode studi literatur pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai strategi adaptasi dan mitigasi yang dapat dilakukan petani tebu dalam menghadapi perubahan iklim. Strategi adaptasi meliputi penyesuaian jadwal tanam, pengembangan varietas tebu toleran, manajemen irigasi, penggunaan mulsa, pengelolaan organisme pengganggu tanaman berkelanjutan, pemanfaatan teknologi modern, dan pemanfaatan artificial intelligence (AI). Beberapa strategi mitigasi meliputi praktik konservasi tanah, pelatihan dan edukasi, serta pemanfaatan AI. Implementasi berbagai strategi adaptasi dan mitigasi tersebut diharapkan dapat membantu petani tebu untuk meminimalkan dampak negatif perubahan iklim terhadap tebu serta menjaga keberlanjutan produksi tebu. Hal ini juga penting untuk memastikan budidaya tebu tetap memberikan keuntungan bagi para petani tebu walaupun pada kondisi iklim yang berubah
Pertumbuhan Pakcoy di Lahan Kering melalui Optimalisasi Media dan Baris Tanam dalam Vertikultur Fertigasi
Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) didominasi lahan kering namun terbatas untuk pertanian, sehingga diperlukan penerapan vertikultur sistem fertigasi untuk mengatasi masalah di lahan kering dengan mengkaji formulasi media tanam dan kosentrasi pupuk serta pengaturan interval baris tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pupuk N dengan media dan baris tanam yang optimal terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy dalam budidaya vertikultur sistem fertigasi di lahan kering. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi dua faktor, yaitu pupuk dengan media dan baris tanam. Pupuk dengan media terbagi atas: kombinasi tanah 50% : biochar + kompos 50% dengan urea 0,75 g/L + POC 30 mL/L + BPN 7,5 mL/L; kombinasi tanah 50% : biochar + kompos 50% dengan urea 0,5 g/L + POC 20 mL/L + BPN 5 mL/L; kombinasi tanah 25% : biochar + kompos 75% dengan urea 0,75 g/L + POC 30 mL/L + BPN 7,5 mL/L; dan kombinasi tanah 25% : biochar + kompos 75% dengan urea 0,5 g/L + POC 20 mL/L + BPN 5 mL/L, Baris tanam terbagi atas: baris tanam pertama, kedua, dan ketiga, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanam tanah 25% : biochar+kompos 75% dengan pupuk urea 0,75 g/L + POC 30 mL/L + BPN 7,5 mL/L dan baris tanam kedua mampu merupakan perlakuan yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan pakcoy di lahan kering melalui budidaya vertikultur dengan sistem fertigasi. Penelitian ini menjadi informasi penting untuk pertanian dalam pengetahuan memilih konsentrasi pupuk dengan komposisi media dan penempatan baris tanam pada budidaya tanaman pakcoy sistem vertikultur di lahan kering
Bio-waste Alchemy: Turning Agricultural Residue into Green Gold for Food Packaging, A Systematic Review
The increasing environmental concerns associated with conventional plastic packaging have accelerated the global pursuit of sustainable alternatives. This review explored the innovative transformation of agricultural waste into eco-friendly food packaging materials, highlighting its potential to address both ecological and economic challenges. Agricultural residues—such as cereal by-products, sugar and starch crop wastes, fruit processing leftovers, and leaf waste—were rich in biopolymers like cellulose, starch, and pectin, making them suitable candidates for biodegradable packaging. Through advancements in green chemistry, biotechnology, and materials science, these wastes are now being repurposed into high-performance, compostable packaging solutions. Relevant literature was selected through a systematic search of peer-reviewed journal articles from databases such as Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar, focusing on publications from the last five years that addressed agricultural waste utilization in ecofriendly food packaging. The review synthesizes recent research and technological breakthroughs in this field, showcasing applications ranging from rice husk-based films to cassava starch bioplastics. Furthermore, it examines the environmental benefits of reduced plastic pollution and landfill burden, alongside the economic advantages of waste valorization, rural job creation, and market competitiveness. By turning agricultural residues into valuable resources, this approach supports circular economy principles, enhances food system sustainability, and paves the way for a greener packaging industry