Agroteknika (E-Journal)
Not a member yet
    195 research outputs found

    Analisis Karakteristik Fisik dan Kimia Es Krim Beras Merah (Oryza nivara) dengan Substitusi Sari Kedelai (Glycine max)

    Full text link
    Es krim merupakan macam olahan susu hewani yang banyak digemari oleh masyrakatat. Susu hewani mengandung laktosa yang sulit dicerna bagi orang intoleran laktosa. Sari kedelai memiliki kandungan gizi yang hampir sama dengan susu sapi, sehingga dapat menjadi pengganti susu hewani dipenelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah sari kedelai yang tepat berdasarkan karakteristik fisik (overrun, kecepatan leleh, total padatan, stabilitas emulsi) dan karakteristik kimia (kadar lemak, kadar protein, sukrosa), serta untuk mengetahui kuantitas gizi utama yaitu lemak dan protein pada es krim beras merah substitusi sari kedelai. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang menggunakan 4 perlakuan sari kedelai dan 1 kontrol susu sapi. Taraf perlakuan sari kedelai tersebut meliputi K0:250 ml, K1:125 ml, K2:250 ml, K3:375 ml, dan K4:500 ml, yang diulang sebanyak 5 kali dan memperoleh 25 unit sampel. Metode untuk analisis data menggunakan SAS dan DMRT apabila hasilnya menunjukan beda nyata. Hasil riset menunjukan bahwa perlakuan K1 (sari kedelai 125 ml) merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan nilai overrun, kecepatan leleh, total padatan, stabilitas emulsi, dan sukrosa. Hasil riset juga menunjukan kuantitas kadar lemak pada perlakuan K1=1,68%, K2=2,37%, K3=2,48%, K4=3,11%, dan kadar protein perlakuan K1=4,86%, K2=4,75%, K3=4,66%, K4=4,33%

    Evaluasi Preferensi Konsumen terhadap Kualitas Mie Instan Goreng Menggunakan Metode Analisis Konjoin

    Full text link
    Penelitian ini didasari oleh cara konsumen menilai berbagai atribut kualitas mie instan goreng melalui metode analisis konjoin. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat diidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam memilih mie instan goreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap kualitas produk mie instan goreng dengan atribut preferensinya ditinjau dari pertimbangan utama konsumen dalam membeli produk mie instan goreng. Analisa ini menggunakan beberapa analisa yakni analisa karakteristik responden, uji validitas, uji realibiitas, analisa konjoin dan diakhiri interpretasi hasil. Hasil pertimbangan utama preferensi konsumen terhadap mie instan goreng pada mahasiswa menunjukkan bahwa harga memiliki pengaruh terbesar dengan nilai kepentingan 39,241. diikuti oleh bahan kemasan dengan nilai kepentingan 28,183, rasa dengan nilai kepentingan 21,302, dan bentuk kemasan dengan skor 11,319. Hal ini mengindikasikan bahwa atribut produk harga merupakan faktor dominan dalam keputusan pembelian. Sehingga hasil penelitian ini sangat relevan dan bermanfaat bagi masyarakat terkait preferensi konsumen mie instan goreng khususnya pada mahasiswa

    Optimasi Daya Adsorpsi Karbon Aktif Cangkang Biji Pala Papua (Myristica argentea Warb) melalui Variasi Metode Aktivasi Fisika, Kimia, dan Fisika-Kimia

    Full text link
    Kondisi krisis air bersih yang memprihatinkan di Kota Fakfak membuat masyarakat bergantung pada air hujan, yang rentan terkontaminasi secara fisik, kimia, dan mikrobiologi. Salah satu upaya penjernihan air yang potensial adalah dengan menggunakan karbon dari cangkang biji pala Papua (Myristica argentea Warb). Penelitian ini bertujuan untuk mendaptkan daya adsorpsi optimum karbon cangkang biji pala Papua melalui metode aktivasi fisik, kimia, dan fisika-kimia. Prosedur penelitian meliputi persiapan sampel, pembuatan arang, dan aktivasi arang. Analisis mencakup penentuan rendemen, kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, dan daya serap iodium. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan empat perlakuan: tanpa aktivasi (TA), aktivasi fisik (AF), aktivasi kimia (AK), dan aktivasi fisik-kimia (AFK). Teknik analisis data dilakukan dengan tiga kali pengulangan dan hasilnya dibandingkan dengan standar SNI 06-3730-1995 tentang karbon aktif teknis. Pembuatan arang cangkang biji pala menggunakan drum Retort Kiln. Daya serap iodium yang tertinggi pada karbon cangkang biji pala Papua pada   waktu kontak 24 jam sebesar 979,71±0,16 mg/g  dan waktu kontak 96 jam sebesar 1171,09±0,06 mg/g. Karbon aktif cangkang biji pala dengan aktivasi fisika-kimia memiliki kadar air 3,61±0,15%; kadar abu 4,03±0,09%; zat mudah menguap 6,43±0,16%; dan rendemen 39,19±0,23%, yang telah memenuhi standar mutu SNI 06-3730-1995. Karbon aktif cangkang biji pala Papua dengan daya adsorpsi iodium yang optimum adalah aktivasi fisika-kimia

    Rancang Bangun dan Uji Kinerja Prototipe Mesin Pengolahan Saus Tomat dengan Penambahan Tepung Labu sebagai Pengental Saus

    Full text link
    Tomat (Solanum lycopersicum L.), sebagai komoditas hortikultura, memiliki nilai gizi yang tinggi dan berbagai manfaat kesehatan. Namun, tomat rentan terhadap kerusakan dan fluktuasi harga. Salah satu alternatif yang dapat diambil adalah mengolah tomat menjadi saus. Dalam rangka meningkatkan produksi pengolahan saus tomat, diperlukan mesin pengolah tomat yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kinerja prototipe mesin pengolah tomat menjadi saus tomat, serta menganalisis tekno ekonomi dari produksi saus yang dihasilkan. Prototipe mesin yang dibuat memiliki dimensi 50 x 40 x 120 cm dan dapat mengolah 5 kg tomat setiap prosesnya. Waktu optimal yang dihasilkan adalah 5 menit untuk setiap 5 kg produksi. Hasil uji kadar logam menunjukkan bahwa saus tomat yang dihasilkan memenuhi standar SNI 01-2896-1998. Dari analisis tekno ekonomi, Break Even Point (BEP) terletak pada tingkat produksi 17 kg saus tomat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan agribisnis tomat dan industri pengolahan produk turunannya

    Pengaruh Bahan Tanam dan Konsentrasi Pupuk Daun pada Produksi Benih Vegetatif Ubi Jalar Varietas Beta 2

    Full text link
    Ketersediaan benih bermutu merupakan faktor penting dalam peningkatan produktivitas tanaman ubi jalar. Jenis setek yang digunakan dan konsentrasi pupuk daun dengan penerapan Rapid Multiplication Techniques merupakan upaya dalam peningkatan produksi benih vegetatif ubi jalar berupa setek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemilihan bahan tanam dan konsentrasi pupuk daun dalam peningkatan produktivitas benih vegetatif ubi jalar Varietas Beta-2. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok 2 faktor. Faktor pertama bahan tanam yang terdiri dari dua taraf setek pucuk (Q1), dan setek batang (Q2). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk daun dengan taraf 2 g/l (P1), 4 g/l (P2), 6 g/l (P3), dan 8 g/l (P4). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pupuk daun tidak berpengaruh pada semua parameter yang diamati. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan jenis setek dan konsentrasi pupuk daun terhadap produksi benih vegetatif ubi jalar. Setek pucuk menunjukkan respon pertumbuhan dan produksi benih vegetatif yang lebih baik dibandingkan dengan setek batang, karena kandungan auksin yang lebih tinggi pada bagian pucuk mempengaruhi pertumbuhan meristem dan bagian tanaman lainnya. Bahan tanam berupa setek pucuk untuk perbanyakan benih dengan Rapid Multiplicaiton Techniquest menghasilkan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan setek batang

    Aplikasi Pupuk Organik dan Anorganik Terhadap Produksi Jagung Manis (Zea mays L.) dan Sifat Fisikokimia Tanah di BBI TPHP Sumatera Barat

    Full text link
    Jagung manis merupakan salah satu makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Melihat akan tingginya kebutuhan jagung manis di Indonesia, pemerintah melakukan impor jagung manis dari luar negeri untuk menstabilkan harga dan jumlah kebutuhan masyarakat Indonesia, hal ini dikarenakan kemampuan produksi jagung manis di Indonesia masih tergolong rendah, yang mana dalam upaya meningkatkan produksi jagung manis di Indonesia produksi komoditi ini menggunakan bahan kimia seperti pestisida dan pupuk kimia yang merusak tanah tanpa dikontrol penggunaannya. Tujuan Penelitian ini untuk mengumpulkan data Base korelasi antara sifat fisikokimia tanah, melihat pertumbuhan dan produksi terhadap pupuk organik  anorganik terhadap produksi jagung manis serta menduga perlakuan terbaik dari estimasi produksi berdasarkan penggunaan dosis pupuk dan sifat fisikokimia tanah menggunakan metode multiple regresi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan PK 1 memiliki hasil produksi tertinggi yaitu 2482,5g/m2 dan menggunakan metode multiple regresi memiliki estimasi produksi sebesar 2698,44g/m2 , sifat fisikokimia tanah yang mempengaruhi produksi adalah pH tanah, EC, TDS, Kadar air masa pada air (Qm) dan persentase kadar air volume (%Qv), kapasitas pemegang air (Qms), porositas aerasi (Ea) dan persentase kejenuhan relative (%Qvr). Berdasrkan model regresi POC bonggol pisang dapat menggantikan peran dari pupuk kandang sapi untuk meningkatkan estimasi produksi

    Pengaruh Pemberian Dosis dan Interval Waktu Pestisida Nabati Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia L) Terhadap Mortalitas Hama Kutu Beras (Sitophilus oryzae L.)

    Full text link
    Efektivitas pestisida nabati daun jeruk nipis dapat diketahui dari mortalitas S. oryzae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dosis dan interval waktu pestisida nabati daun jeruk nipis memengaruhi mortalitas S. oryzae. Penelitian ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Laboratorium Ilmu Dasar dan Perlindungan Tanaman, dan Jalan Raya Jakarta No.4 4/3, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten. Penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen ini dilaksanakan pada bulan April 2024 hingga Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, faktor pertama adalah dosis pestisida nabati daun jeruk nipis yang memiliki 4 taraf percobaan: P0 = 0 (Kontrol), P1 = 7 gr, P2 = 15 gr, P3 = 21 gr. Faktor kedua adalah interval waktu pengamatan yang memiliki 3 taraf percobaan: W1 = 3 HSA, W2 = 7 HSA, W3 = 14 HSA. Kombinasi perlakuan yang dihasilkan sebanyak 12 kombinasi, setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali sehingga mendapatkan 36 unit percobaan. Pada setiap unit percobaan digunakan 10 ekor S. oryzae dan pestisida nabati daun jeruk nipis dengan dosis yang telah ditentukan. Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi mortalitas S. oryzae (%), kerusakan tanaman padi (%), dan susut bobot (%).  Hasil penelitian menunjukkan dosis pestisida nabati daun jeruk nipis dan interval waktu pengamatan efektif dalam mengendalikan S. oryzae. Dosis pestisida 7 g dan interval waktu pengamatan 14 HSA merupakan kombinasi perlakuan yang paling efektif terhadap mortalitas S. oryzae, dengan mortalitas S. oryzae sebesar 100%, kerusakan beras 0%, dan susut bobot 0%

    Optimasi Kultur Kalus dan Profil Metabolit Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) Secara in Vitro

    Full text link
    Kultur jaringan digunakan sebagai metode untuk memproduksi bibit gambir dengan kandungan katekin tinggi secara cepat dan dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Thidiazuron (TDZ) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) terhadap perkembangan dan kandungan fitokimia pada kalus organogenik gambir melalui teknik in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dua faktor, yaitu konsentrasi TDZ (0; 0,04; dan 0,08 mg/L) dan NAA (0,5; 1; 1,5; dan 2 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa TDZ secara signifikan memengaruhi kandungan klorofil pada kalus, dengan konsentrasi 0 mg/L dan 0,04 mg/L lebih efektif dibandingkan 0,08 mg/L. Kalus organogenik yang diberi perlakuan TDZ dan NAA menunjukkan aktivitas metabolit sekunder, termasuk terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenol, yang teridentifikasi melalui uji histokimia

    Kontribusi Lignin dan Asam Humat serta Dampaknya Terhadap Stabilitas Agregat Tanah di Desa Jatiarjo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan

    Full text link
    Jenis, lokasi, dan umur tanaman mempengaruhi jumlah lignin yang merupakan sumber asam humat atau senyawa humat dan turunannya yang mengalami degradasi lambat. Asam humat merupakan senyawa organik yang terbentuk ketika bahan organik terurai. Senyawa ini sering ditemukan di tanah yang subur ketika sisa-sisa bahan organik yang mati dan serangga kecil menguraikan tanaman menjadi ukuran yang lebih sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lignin terhadap pembentukan asam humat serta dampak yang dihasilkan dari kontribusi lignin dan asam humat terhadap stabilitas agregat tanah. Penelitian dilakukan di empat satuan penggunaan lahan (SPL) yaitu  di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Jumlah asam humat dan lignin tertinggi terdapat pada penggunaan lahan perkebunan. Hal ini disebabkan oleh proses dekomposisi yang optimal dengan nilai Karbon Organik (C-Organik) tertinggi. Selain itu, pengelolaan lahan perkebunan melibatkan komoditas tanaman berkayu yang cenderung menghasilkan lebih banyak lignin. Lignin berperan dalam pembentukan asam humat, terbukti dari variasi kadar asam humat yang dipengaruhi oleh lignin. Kandungan asam humat dan lignin tertinggi ditemukan pada lahan perkebunan, yang ditandai dengan proses dekomposisi optimal dan nilai C-Organik yang tinggi. Kehadiran lignin yang berinteraksi dengan asam humat berperan dalam meningkatkan kekuatan dan ketahanan agregat tanah terhadap erosi

    Status Kesuburan Tanah Sebagai Rekomendasi Perbaikan Lahan Pada Berbagai Tingkat Kemiringan Lereng di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang

    Full text link
    Kecamatan Wonosalam memiliki lahan budidaya yang telah diolah secara intensif secara turun temurun. Penggunaan lahan yang bervariatif di Wonosalam, memungkinkan terjadinya penurunan kesuburan tanah. Kesuburan suatu tanah selain dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah, dipengaruhi juga oleh kemiringan lereng. Penurunan status kesuburan tanah di Kecamatan Wonosalam diperlukan kajian status kesuburan tanah untuk memberikan upaya rekomendasi perbaikan lahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan status kesuburan tanah di Kecamatan Wonosalam untuk mengetahui faktor pembatas kesuburan tanah. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei pada waktu pengambilan titik sampling dan metode uji tanah. Terdapat 12 titik sampling dari overlay peta penggunaan lahan, peta kemiringan lereng dan peta jenis tanah.  Sifat-sifat kimia tanah yang ditetapkan yaitu Kapasitas Tukar Kation dan Kejenuhan Basa, kadar Fosfor total dan Kalium total, kadar Carbon Organik. Hasil data yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan kriteria status kesuburan tanah untuk menentukan status kesuburan tanah dan faktor yang membatasi status kesuburan tanah di Kecamatan Wonosalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Kecamatan Wonosalam hampir keseluruhan satuan lahan mempunyai kriteria status kesuburan rendah kecuali pada satuan lahan Hutan Kemiringan 8-15% dan Tegalan Kemiringan 8-15% mampunyai kriteria status kesuburan sedang. Faktor pembatas status kesuburan tanah di Kecamatan Wonosalam Kejenuhan Basa, Carbon Organik dan Kalium Total dengan Upaya perbaikan lahan pemberian kapur dolomite, pupuk kandang dan pupuk Kalium

    194

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agroteknika (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇